ZyaKarin

ZyaKarin
Part 54


__ADS_3

Jimin baru saja datang dan langsung menuju ketempat teman-temannya berada.


"Nah ni dia, udah datang." Ucap V yang melihat Jimin kearahnya.


"Eh Min, gimana?" Tanya Jhope dengan penasaran walaupun sebenarnya dia sudah tau, tapi tetap saja merasa heboh.


"Gimana apanya?" Tanya Jimin yang sedikit kebingungan.


"Jadi Zya beneran adik Lo?" Tanya Suga langsung.


Jimin melihat ke arah Jin yang mengangguk kearahnya.


"Iya." Jawab Jimin lalu duduk di bangku tepat didepannya.


"Tapi gue tetep abangnya yang tercakep." Ucap Jin melanjutkan.


Mereka tertawa kecil mendengar Jin yang melanjutkan kata-kata Jimin. Jimin juga tersenyum mengiyakan.


"Inget ya walaupun sekarang Lo kakaknya Zya, gue tetap abangnya dia yang ikut ngjagain dia dari kecil sampai sekarang. Jangan sampai dia kenapa-kenapa." Ucap Jin sedikit menampakkan wajahnya yang serius tapi senyuman kecil terlihat diwajahnya setelah itu.


"Iya, gue tau." Jimin tersenyum mendengar perkataan Jin. Ia tau betul bagaimana perasaan Jin saat dirinya bersama adiknya.


"Oke. Kita jaga dia bersama, karena mau gimanapun Lo tetap abangnya." Lanjut Jimin.


"That's right." Kata Jin menyetujuinya. Ia dan teman-temannya sangat dekat jadi tidak mungkin hanya karena hal sepele ini, ia harus menjauhi Jimin. Walaupun ada sedikit kekecewaan tapi ia harus menerima itu dan berteman dengan keadaan.


"Wih sok Inggris Lo." Ucap Jhope yang menyadari perkataan Jin.


"Didikan Namjoon nih, asal Lo tau." Kata Jin menyebut nama Namjoon.


"Joon ajarin gue juga dong." Kata V yang juga ingin mahir dalam bahasa Inggris tapi ia terlalu malas untuk menghafalkan kata demi katanya.


"Apaan? Palingan si Jin juga tau nya gitu-gitu aja selain yes or no." Celetuk Namjoon yang mendengar rengekan V. Ia sebenarnya tidak pandai jika harus mengajari seseorang.


"Yah ketahuan. Gitu amat si Lo Joon." Ucap Jinkepada Namjoon sedikit kesal.


"Emang bener kan?" Tanya Namjoon dengan jawaban yang sudah ia duga sebelumnya.


"Iya deh si paling cerdas." Jawab Jin.

__ADS_1


"Oh iya, gue denger Lo mau nganter Zya kerumah gue kan nanti?" Tanya Jimin tiba-tiba untuk menghentikan celotehan antara Jin dan Namjoon.


"Iya, beberapa bajunya udah dibawa noh di mobil." Jawab Jin mengiyakan.


"Gak usah bawa baju banyak-banyak, dirumah gue juga banyak baju cewek." Ucap Jimin memberi tau Jin. Karena ia tau, Zya juga pasti akan merindukan rumah lamanya. Jadi kemungkinan Zya juga akan berkunjung kesana bahkan menginap disana. Agar adiknya tidak perlu membawa pakaian kesana-kemari.


"Punya siapa?" Tanya Jhope yang penasaran. Setau dia, di rumah Jimin tidak ada seorang perempuan satu pun. Yaa kecuali ART nya.


"Katanya sih punya ibu gue dulu. Ayah gue yang nyimpen. Gue gak tau nyimpennya pas gimana. Pokoknya semalem kamarnya udah di siapin sama ayah gue beserta isi-isinya." Ucap Jimin sedikit menjelaskan.


"Bagus deh. Jadi gak perlu beli baju tambahan. Soalnya dia katanya mau nginep juga sesekali dirumah gue." Kata Jin dengan senang.


"Eh bentar-bentar. Tu cewek udah kayak punya suami dua aja harus mondar-mandir kesana kemari." Celetuk Jhope tiba-tiba tanpa memikirkan konsekuensi nya.


Suga yang mendengar kata-kata Jhope langsung melihat ke arah Jhope. Jimin dan Jin juga menatap kearah Jhope dengan tatapan maut dan mata yang melotot. Jhope segera disadarkan oleh Suga kalau perkataannya ada yang salah. Tapi Jhope terlalu lama untuk memperbaiki nya, sehingga Suga harus membuka percakapan.


"Eee jadi maksudnya si Zya itu adik kalian berdua dong gitu ya?" Ucap Suga lalu kemudian Jin dan Jimin melihat ke arahnya.


Jimin dan Jin mengangguk bersama.


"Oke deh. Udah clear." Kata Suga menutup percakapannya.


Kali ini mereka mengobrol ke arah lain sembari menunggu bel masuk berbunyi. Jhope juga sudah sadar akan perkataannya tadi, jadi ia lebih berhati-hati lagi untuk mengatakan sesuatu. Suga selalu menjadi korban pengalihan pembicaraan jika Jhope sudah tidak mengendalikan kata-katanya. Tapi terlepas dari itu, apa yang dikatakan Jhope adalah apa yang ingin ia katakan. Tidak ada yang ia sembunyikan. Itulah yang banyak disukai oleh teman-temannya walaupun terkadang menjadi sesuatu yang menyakitkan.


"Zya jadi Lo mulai sekarang tinggal dirumah kak Jimin dong ya?" Tanya Violet sembari meminum es nya.


"Iya Vi, tapi gue juga bakal sering nginep dirumah lama gue kok." Jawab Zya.


"Tunggu, jadi Lo beneran adiknya kak Jimin?" Tanya Stella, ia memang sudah mengetahui hal itu tapi ia sedikit telat ketika masuk sekolah tadi. Alhasil ia belum mengetahui apa-apa perihal itu.


"La, gue lihat akhir-akhir ini Lo sering hampir telat masuk sekolah. Lo kenapa?" Tanya Violet yang menyadari sesuatu pada Stella. Tidak biasanya Stella datang dengan waktu yang mepet.


"Hmm gak papa. Cuma jam tidur gue semalem terlalu larut jadi gue sedikit terlambat bangun." Jawab Stella.


"Karena butik mama Lo?" Tanya Violet lagi.


"Iya. Alhamdulillah banyak peningkatan pesanan sekarang. Apalagi ini udah menuju tahun baru. Gue gak tau kenapa, pesanan meningkat sekarang." Kata Stella sedikit lelah.


"Ya pasti karena kerja keras mama Lo lah La." Ucap Zya yang juga ikut senang dengan keberhasilan yang diraih keluarga Stella.

__ADS_1


"Iya." Kata Stella.


"Terus, berarti sering lembur dong?" Tanya Zya basa-basi.


"Iya. Oh iya gue lupa semalem Jungkook ninggalin amplopnya pas pulang. Kayaknya buru-buru pulang deh. Kalian mau ikut gak ngasih ini?." Stella mengeluarkan sebuah amplop yang sudah ia lipat sehingga muat didalam sakunya.


"Emang itu amplop apaan La?" Tanya Violet penasaran.


"Ini bonus yang dia dapat. Untung semalem gue cek-cek dulu tempat kerjanya dan nemuin ini. Kalau gak diambil takutnya hilang. Sayang kan." Ucap Stella.


Kini semua perkataannya bisa diterima oleh Violet. Ia masih ingat kalau Stella juga menyukai Jungkook. Jadi Violet masih agak kaku terhadap Stella.


"Ya udah yuk kita temenin." Ucap Zya mengiyakan ajakan Stella.


Mereka berjalan menyusuri kelas menuju ke kelas Jungkook yang tempatnya tidak terlalu jauh dari kelas mereka. Tanpa ragu, Stella melihat di ambang pintu seperti mencari-cari seseorang. Tapi sepertinya ia tidak menemukannya.


"Zya, tumben ke kelas gue? Ada apa?" Seseorang menepuk pundak Zya, sontak Zya kaget dan langsung membalikkan badannya.


Violet yang juga ikut kaget langsung memanggil Stella.


"La ini dia orangnya. Bikin kaget aja." Ucap Violet tiba-tiba.


"Eh sorry-sorry." Kata Jungkook sembari tersenyum meminta maaf.


"Lain kali salam dulu kek. Nampakin diri dulu kek." Kata Violet yang terlihat kesal karena dirinya juga kaget.


"Ya maap." Kata Jungkook.


"Kook ini punya Lo, kemarin ketinggalan." Stella segera memberikan amplop itu kepada Jungkook.


"Oh iya. Makasih ya." Ucap Jungkook sembari mengambil amplopnya.


"Sama-sama." Ucap Violet.


Jungkook langsung mengarahkan tatapannya kepada Zya. Tapi Zya seperti menahan malu.


"Eee udah kan La, kita balik yuk." Ucap Zya kepada Stella. Ia merasa tidak enak dengan tatapan Jungkook.


Jungkook tetap menatapnya dan tersenyum. Stella juga melihatnya.

__ADS_1


"Ya udah ayok." Ucap Stella lalu pergi tanpa berkata sepatah kata pun kepada Jungkook.


Sebenarnya Jungkook ingin menahannya tapi entah kenapa ia jadi diam saja dan tidak melakukan apa-apa. Bahkan ia tak berbicara apapun kepada Zya dan hanya tersenyum. Barulah setelah Zya terlihat agak jauh, ia ingat apa yang ingin ia katakan kepada Zya. Tapi semua itu sudah terlambat.


__ADS_2