ZyaKarin

ZyaKarin
Part 63


__ADS_3

"Zya, kok diem aja?" Ucap V memecah keheningan.


"Terus gue harus ngreog gitu?" Tanya Zya.


"Ya nggak, ngobrol kek." Ucap V lagi.


"Males ah." Jawab Zya sembari melihat ke samping kaca.


V sesekali memandang ke kaca mobilnya untuk melihat Zya. Tidak ada percakapan apapun yang asik antara keduanya. Terlihat V sedikit gelisah, tapi Zya tak menghiraukannya. Di tengah perjalanan, V tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Kenapa berhenti?" Tanya Zya heran. Ini masih setengah perjalanan menuju sekolahnya.


"Gue lanjut jalan kalau Lo pindah ke depan." Ucap V dengan tenang.


"Gak mau." Jawab Zya menolak.


"Ya udah kita stop disini." Kata V lagi. Ia akan melakukan apapun agar Zya mau duduk di sampingnya.


"Gak usa main-main deh." Ucap Zya mulai kesal.


"Gue serius." Kata V lagi, membuat Zya kehabisan akal.


"Lo bener-bener ya V ---" Ucap Zya dengan sangat kesal, sayangnya ia tak melanjutkan kata-katanya.


*Dering Hp Berbunyi. Zya segera melihat layar hp nya, terpampang nama Kak Jimin yang sedang menelfonnya. Zya pun langsung mengangkatnya.


"Halo kak." Sapa Zya dari arah telfon.


"Dek Lo jadi jemput gue gak? Kalau nggak, gue bisa bareng Jin nih." Kata kak Jimin berharap Zya masih belum jalan.


"Jadi kok, ini gue ada dijalan." Jawab Zya setengah menahan emosi.


"Oh ya udah deh. Gue kira Lo masih belum jalan." Ucap kak Jimin lagi.


"Udah jalan kok, kakak tunggu aja. Bentar lagi nyampek." Ucap Zya kepada kakaknya agar menunggunya sebentar lagi.


"Oke deh." Jawab Jimin mengiyakan.


Tanpa di duga, V langsung mengambil hp Zya secara tiba-tiba.


"Jim, adek Lo sama gue lagi otw kok. Tenang aja." Tiba-tiba V berbicara di telfonnya. Zya yang melihat hal itu, sangat ingin sekali berteriak tapi ia masih bisa menahannya.


"Hah??" Kata Jimin di telfon seperti kebingungan.


Tanpa menjawab lagi, V langsung mematikan hp nya. Zya terlihat sangat kesal kali ini.


"Maju." Kata V sembari membenarkan duduknya menghadap ke depan.


Zya sangat ingin sekali memukul wajah pria yang ada di depannya sekarang. Tangannya sudah mengepal sejak tadi. Wajahnya juga terlihat lebih sinis.

__ADS_1


"Gak usa pasang wajah kayak gitu, Lo bukannya serem malah imut." V melihat ekspresi Zya dari kaca depannya.


"Denger ya, ini terakhir kalinya gue naik mobil Lo." Ucap Zya lalu membuka pintu mobil untuk pindah ke depan.


"Yakin?" Ucap V dengan senyuman penuh arti.


Zya sudah pindah kekursi depan dan duduk disamping V.


"Mana hp gue." Pinta Zya dengan ketus.


"Pasang dulu sabuknya. Apa perlu gue pasangin?" Ucap V sembari tersenyum.


Dengan cepat Zya memasang sabuk pengamannya.


"Nah gitu dong, nih." V menyodorkan hp milik Zya. Dengan cepat Zya mengambilnya.


V hanya tersenyum melihat tingkah Zya dan ekspresinya. Ia kembali mengemudikan mobilnya. Sesampainya di depan sekolah, mereka melihat Jimin dan Jin yang sedang menunggu di luar sekolah beserta mobil Jin. Zya segera turun dan menghampiri Jimin dan Jin.


"Abanggg, Kakakk." Zya berlari ke pelukan Jin karena Jin membentangkan tangannya.


V juga turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.


"Di apain Lo sama ni anak?" Tanya Jin setelah V sampai di tempat mereka.


"Eh nggak, gue gak ngapa-ngapain." Kata V sedikit panik.


"Tauk tu kak, dia kerumah gak jelas." Jawab Zya dengan kesal.


"Wah gak beres ni anak." Ucap Jimin lagi.


"Eh tapi Lo gak diapa-apain kan?" Tanya Jin kepada Zya. Zya hanya menggelengkan kepalanya.


"Hey gue tu temen Lo apa maling sih disini? Ucap V yang merasa terpojok.


"Ya lagian Lo ngapain ke rumah gue sedangkan gue gak ada." Kata Jimin menerka.


"PDKT. Emang salah ya?" Ucap V terang-terangan.


"Nggak bang, dia bikin Zya kesel mulu dari tadi." Zya mulai mengadu kepada bang Jin dan kak Jimin.


"Nah tuh. Ngaku Lo ngapain?" Ucap Jin sedikit mengintimidasi.


"Nggak ngapa-ngapain sumpah. Tanya aja tuh ke orangnya." Ucap V mencari pembelaan. Karena dirinya memang tidak melakukan hal aneh kepada Zya.


"Beneran dek?" Tanya Jimin dengan lembut.


"Heh gue nolongin Lo ya tadi dari kelabang." Ucap V mengingatkan Zya.


"Kelabang?" Tanya Jimin yang bingung.

__ADS_1


"Iya tadi ada kelabang ---" Perkataan V terpotong oleh Zya.


"Dia tuh kak ngajak ke taman, pas di taman ada kelabang." Ucap Zya masih penuh protes.


"Emang ngapain Lo ngajak adek gue ke taman? Ruang tamu kurang luas?" Tanya Jimin heran.


"Ada art nya, gue kan malu." Kata V kehabisan alasan.


"Halah modus Lo. Bilang aja mau berduaan sama adek gue." Ucap Jin blak-blakan.


"Hehe boleh kan?" Tanya V dengan jelas.


"Nggak!" Jawab Jin spontan.


"Lah kenapa?" Tanya V sedikit bingung.


"Gue gak percaya sama Lo." Jawab Jin memberikan alasannya. Jimin juga mendengar penolakan dari Jin.


"Masa Lo gak percaya sama temen sendiri?" Ucap V memakai nama teman.


"Justru Lo temen gue, gue gak percaya. Gue tau seluk beluk Lo." Kata Jin lagi kekeh.


"Gue berubah bang, janji." Ucap V dengan sungguh-sungguh.


"Buktiin." Kata Jin lagi.


"Oke, gue buktiin." Jawab V dengan tenang.


"Zya sama Jimin bareng gue, Lo pulang aja." Kata Jin. Karena ada sesuatu yang harus ia tanyakan pada Zya.


"Yah kok gitu?" Tanya V dengan raut wajah yang kecewa.


"Karena gue mau mampir ke rumah Jimin, main game." Kata Jin mencari alasan. Disamping itu, alasan yang ia pakai sangatlah berguna.


"Kok Lo gak bilang dari tadi bang?" Tanya Jimin yang sedikit terkejut mendengar alasan Jin.


"Tadi Lo bilang Zya udah di jalan, kasihan kan kalau dia balik lagi. Gak taunya bareng sama ni curut." Jawab Jin sedikit kesal karena Jimin menanyakan hal yang tidak penting. Untung saja Jin cepat berpikir untuk menjawab.


"Hmm kalau gitu gue ikut deh ke rumah Jimin lagi, ikutan main." Kata V meminta persetujuan.


"Ya udah ayok." Jawab Jin cepat.


"Yes." Ucap V lirih.


"Eh, tapi tetep ya Zya di mobil gue. Gak di mobil Lo lagi. Kalau Jimin terserah deh." Ucap Jin memperingati V.


"Oke deh." Jawab V dengan sedikit tersenyum.


Akhirnya Zya satu mobil dengan Jin. Sementara Jimin memilih satu mobil dengan V karena kasihan jika V sendiri di mobilnya. Itu juga atas persetujuan Jin sebelumnya. Sekarang Jin seperti Abang tertua untuk Jimin dan Zya. Jika dilihat dari tanggal lahir, Jin masih ungggul dari pada Jimin yang artinya Jimin juga bisa memanggilnya Abang. Tapi karena mereka sekelas, jadi sudah seperti seumuran saja.

__ADS_1


__ADS_2