
Zya dan Jimin sudah berada di dalam mobil. Pelajaran telah usai. Mereka telah melewati hari-hari sekolah dengan baik.
"Kak gue mau mampir ke toko blink, anterin ya?" Ucap Zya ketika sudah meninggalkan sekolahnya.
"Oke. Emang Lo mau beli apan dek?" Tanya kak Jimin penasaran.
"Beberapa skincare gue udah habis. Gue mau beli sesuai kebutuhan aja." Jawab Zya.
Jimin mengangguk paham. Ia langsung melajukan mobilnya ke tempat yang Zya maksud. Di blink semua keperluan wanita sangat lengkap. Mulai dari skincare, accesoris, baju, perhiasan, dll. Bisa dibilang, ini adalah surga dunia bagi mereka. Sangat jarang pria berada di toko ini, rata-rata semuanya wanita. Tapi masih bisa terlihat beberapa pria yang sedang mengantarkan atau menemani wanitanya kesini, atau bisa juga membeli sesuatu seperti skincare disini.
"Kakak mau ikut masuk?" Tanya Zya.
Mereka sudah sampai di toko blink. Toko yang lumayan besar seperti mall. Jimin pun sudah memarkirkan mobilnya disana.
"Ikut deh. Gue juga sambil liat-liat." Ucap Jimin lalu ikut turun dengan Zya.
Mereka masuk ke toko tersebut bersamaan. Beberapa kali Zya menghembuskan nafasnya disana. Tempatnya sangat bersih dan nyaman. Udara di sana juga sangat wangi. Pertama Zya pergi ke tempat per skincarean. Ia mencari sabun wajah yang selama ini ia pakai. Tak lupa juga, Zya mengambil keranjang kecil untuk wadah belanjaan nya nanti. Sembari melihat-lihat, Jimin juga mengekori Zya. Kemana pun Zya pergi, ia pasti ada di belakangnya.
"Kakak gak mau nyari sesuatu?" Tanya Zya yang melihat Jimin hanya mengekori saja.
"Hmm nggak deh. Ini juga kakak sambil lihat-lihat." Jawab Jimin tersenyum.
Zya mengangguk dan melanjutkan langkahnya lagi. Mereka berjalan menyusuri toko yang besar ini. Tak terasa mereka sampai di bagian toko baju.
"Dek Lo gak mau lihat-lihat baju?" Tanya kak Jimin melihat baju-baju yang menarik penglihatannya.
"Hmm gimana ya?" Ucap Zya ragu. Sebenarnya ia juga sudah lama tidak shoping baju, tapi baju dilemari nya sudah banyak.
"Ayo deh." Tanpa menunggu lama, Jimin langsung menarik tangan Zya agar masuk ke ruko baju tersebut.
Mereka melihat-lihat disana. Jimin sangat antusias memilih baju-baju yang ada. Ia sangat tertarik dengan baju-baju lucu yang dipajang di toko ini.
"Dek ini lucu deh." Jimin memperlihatkan satu dress baju untuk sehari-hari. Ada gambar kepala Doraemon di depannya.
__ADS_1
Zya melihat baju tersebut dan menyukainya juga. Jimin mengambilkan dua baju yang modelnya sama dengan gambar yang berbeda. Zya juga mengambil sebuah jaket lucu dengan bentuk telinga kucing di topinya.
"Oke yuk bayar." Ucap Zya setelah selesai melihat-lihat mana yang cocok.
"Gue aja yang bayar." Ucap Jimin.
"Tapi --" Ucap Zya terputus.
"Sstt gak usa protes." Kata Jimin dengan cepat.
Mereka segera membayar baju yang sudah dipilih tadi. Ternyata disamping ruko tersebut, ada ruko yang khusus untuk baju couple. Mereka juga baru sadar ketika melewati ruko tersebut.
"Dek mau masuk gak?" Tanya Jimin di depan ruko tersebut.
"Ini buat couple ya kak?" Ucap Zya yang melihat baju yang dipajang sepertinya memiliki pasangan masing-masing.
"Kayaknya iya." Jawab Jimin sembari melihat baju-baju yang dipajang. "Yuk." Jimin menarik tangan Zya agar masuk.
Dan mereka pun masuk ke ruko baju yang berbeda. Benar saja, baju yang ada disini semuanya adalah couple. Ada satu baju yang menarik perhatian Jimin. Baju Hem batik berwarna biru langit dan untuk wanitanya seperti dress formal batik yang juga berwarna biru langit. Jimin melihat baju itu dan mengambilnya untuk di coba.
Zya mengambil baju tersebut lalu mencobanya di ruang ganti. Jimin juga melakukannya. Baju itu sangat cocok untuk mereka. Zya juga menyukai model dari baju tersebut.
"Kak, gimana kalau ayah juga kita pilihkan seperti ini?" Ucap Zya memberi saran. Sepertinya terlihat bagus juga jika mereka couple sekeluarga pikir Zya.
"Boleh. Bentar ya, kakak tanyakan size nya." Kak Jimin pun menyetujui saran yang Zya berikan.
Jimin pergi ke pegawai ruko yang menjaga disana.
"Mbak ada ukuran XXL untuk baju ini?" Ucap Jimin sembari memperlihatkan baju yang ia pegang.
"Oh ada, sebentar ya saya ambilkan." Jawab pegawai tersebut setelah melihat baju yang Jimin pegang.
Jimin menunggu pegawai tersebut mengambil baju yang ia inginkan.
__ADS_1
"Ini ukuran yang anda minta." Pegawai itu datang dengan baju yang sama persis dengan yang Jimin pegang dengan size yang lebih besar.
Jimin melihat baju yang dibawakan pegawai tersebut. Kemudian ia membayarnya.
"Saya ambil ini." Ucap Jimin dengan pasti.
"Apa gak ke besaran untuk anda?" Tanya pegawai tersebut yang terlihat bingung dengan ukuran size yang Jimin pilih.
"Oh tidak, ini untuk ayah saya. Dan ini untuk saya." Jawab Jimin menjelaskan.
"Oh baiklah." Pegawai itu pun cepat mengerti lalu membawa baju tersebut ke kasir.
Ditengah Jimin sedang menunggu pembayarannya, Jungkook dan Stella datang dari arah belakang mereka.
"Bang Jimin?" Sapa Jungkook yang sedikit mengagetkan Jimin.
"Hey Kook ngapain disini? Sama siap..pa?" Tanya Jimin diakhir kalimatnya ia benar-benar terkejut.
"E ini bareng Stella, tadi sambil beli manik-manik buat di butik." Jawab Jungkook sedikit gugup.
"Oh." Ucap Jimin sembari tersenyum.
"Zya Lo udah lama disini?" Stella menyapa Zya kali ini.
"Nggak kok, ini udah mau bayar." Jawab Zya dengan sedikit senyuman. Ia merasa tidak nyaman sekarang.
"Eh kalian beli apa disini? Baju couple?" Tanya Jimin lagi yang penasaran.
"Ee i ngg." Jungkook ingin menjawabnya tetapi ia bingung ingin menjelaskan. Sudah pasti Zya melihat baju yang Stella pegang.
"Iya kak, kebetulan lewat sambil lihat-lihat." Jawab Stella dengan wajah yang senang.
Zya melihat baju yang Stella pegang. Baju itu sepasang. Untuk siapa lagi kalau bukan untuk mereka berdua. Disamping itu, Stella tidak punya kakak laki-laki atau pacar setau dia. Melihat kasir disebelah Jimin sedang kosong, Stella menuju ke kasir itu diikuti oleh Jungkook yang pamit kesana. Zya masih memerhatikan gerak-gerik mereka. Ketika Jungkook akan melihat ke arahnya, Zya langsung mengalihkan pandangannya. Jimin sudah selesai lebih dulu membayar, mereka berjalan lebih dulu dan tak lupa menyapa Jungkook dan Stella untuk duluan. Saat melewati mereka, Zya melihat kalau Jungkook yang membayar belanjaannya. Itu tidak mungkin ia lakukan kalau mereka tidak ada apa-apa. Apa sudah sedekat itu hubungan mereka? Zya sedikit melamun saat berjalan hingga dirinya tak sadar akan menabrak seseorang di depannya, untung saja kak Jimin dengan cepat menarik Zya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
__ADS_1
"Jangan nglamun." Ucap Jimin kepada Zya.
Zya hanya tersenyum malu.