
"Jungkooki." Stella menyapa Jungkook yang sedang ada diparkiran.
"Stella, Lo gak bawa mobil? Tanya Jungkook langsung yang tidak melihat mobil Stella diparkiran.
"Hmm nggak." Jawab Stella dengan tenang.
"Terus Lo naik apaan pulangnya?" Tanya Jungkook lagi yang masih tidak habis pikir dengan Stella akhir-akhir ini.
"Nah itu dia. Gue bingung. Gue lupa kalau Lo ada janjian sama Zya." Jawab Stella membuat alasan.
"Terus gimana? Lo mau gue pesenin gojek gak? Atau taxi?" Tanya Jungkook sembari memberi tawaran.
"Hmm, Zya mana?" Stella tak mengubris pertanyaan Jungkook sebelumnya. Ia langsung mengalihkan pembicaraannya sembari melihat sekitar Jungkook.
Jungkook menggelengkan kepalanya. "Lo tau Zya dimana?" Tanya Jungkook balik yang tidak terpikirkan dengan pertanyaannya yang belum Stella jawab.
Stella pun menggelengkan kepalanya.
"Tadi gue tunggu didepan kelas, kok gak lewat-lewat ya? Lo bukannya bareng Zya terus ya?" Tanya Jungkook masih dengan kebingungan.
"Biasanya sih iya. Tapi kan dia lagi ada janji sama Lo." Jawab Stella.
"Tadi udah gue cek sih ke kelasnya. Gak ada juga. Gue telfonin juga gak diangkat." Kata Jungkook sembari mencari cara. Ia yakin Zya tidak akan mengingkari janjinya.
Stella hanya diam tak bersuara. Terlihat olehnya V yang sedang memperhatikan mereka dari kaca spion mobilnya.
"Gue telfon abangnya dulu deh." Ucap Jungkook kemudian.
Stella baru saja ingin menghentikan keinginan Jungkook tapi terlambat. Jin dengan cepat mengangkat telfon Jungkook.
"Halo bang." Sapa Jungkook dari telfonnya yang terdengar Jin sudah menjawab panggilan nya.
"Apaan?" Tanya Jin dengan cepat.
"Zya sama Lo gak?" Tanya Jungkook balik tanpa basa-basi.
"Nggak. Lo gimana sih? Katanya ada janji sama Lo." Terdengar suara Jin yang tiba-tiba mengeras.
__ADS_1
"Iya, tapi gue gak nemuin Zya disekolah." Jawab Jungkook dengan pasrah.
"Jangan ngadi-ngadi Lo. Zya berangkat sekolah sama gue tadi." Jin terus mengelak dan mengatakan kalau Zya pasti masih ada disana. Jin tau betul, Zya gak mungkin memesan taxi atau gojek. Karena ia sangat tidak menginginkan itu.
"Iya gue tau bang." Jawab Jungkook yang kehabisan kata-kata. 'Mampus, si Zya kemana sih' batin Jungkook.
"Tanggungjawab tuh anak orang. Cari sampe ketemu." Jin merasa sedikit kesal dan bingung. Kemana Zya sebenarnya. Gak biasanya tu anak hilang gitu aja.
"Lah belum juga gue bawa." Jungkook berusaha menenangkan Jin, tapi telfon sudah terputus.
TUUTTTTTUUTTTTT telfon mati.
----*----
*POV Zya saat bersama Stella ditoilet.
"La masih lama gak?" Zya menunggu di depan pintu kamar mandi yang Stella gunakan.
"Bentar lagi. Gue sakit perut nih." Suara Stella dari dalam toiletnya.
Beberapa siswi juga ada disana. Ada yang menggunakan kamar mandi dan ada juga yang hanya ingin cuci muka atau cuci tangan. Sembari menunggu Stella, Zya memilih untuk mencuci wajahnya. Toilet sudah agak sepi hanya ada sesekali siswi yang masuk. 'Duh kok gue jadi kebelet ya.' batin Zya ketika selesai mencuci wajahnya.
"La, gue ke kamar mandi juga ya. Mau buang air kecil." Zya segera masuk ke kamar mandi disebelah Stella.
"Oke Zya, gue udah kok." Ucap Stella sembari keluar dari kamar mandinya. Ternyata Zya sudha masuk ke kamar mandi sebelahnya. "Zya gue duluan ya? Taxi gue udah nunggu ternyata." Lanjut Stella. Stella sengaja mengunci pintu kamar mandi yang Zya pakai dengan kunci yang ia punya. Kebetulan kunci itu pas dengan kunci kamar mandi.
"Oh ya udah gak papa." Ucap Zya dari dalam kamar mandi. Karena Zya juga tidak mau buru-buru, ia menyuruh Stella untuk pergi duluan.
Stella pergi setelah Zya mengatakan hal itu. Tapi tidak untuk menemui taxi yang ia bilang. Melainkan menemui Jungkook diparkiran.
Setelah selesai, Zya segera membuka pintunya tetapi pintu itu tidak bisa dibuka. Beberapa kali Zya berteriak memanggil nama Stella berharap Stella masih berada disekitar toilet. Tapi sepertinya Stella sudah keluar sehingga tidak mendengar suara Zya lagi. Zya berpikir sejenak. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa pintunya tiba-tiba tidak bisa dibuka. Ia mencoba nya lagi beberapa kali tapi tetap saja, pintu itu tidak terbuka. Zya mencoba mengintip dari lubang pintu diatas. Tidak ada orang sama sekali. 'Bagaimana ini?' batin Zya. Zya baru ingat, ponselnya ada ditasnya. Zya segera mengambil hp nya dan membukanya. Ternyata sudah banyak panggilan dari Jungkook dan abangnya.
Pertama Zya akan menelfon Stella karena Stella lah yang bisa membantu nya untuk masuk ketoilet wanita. Tapi Stella tidak kunjung mengangkat telfonnya. Baterai hp Zya juga sudah mulai menipis. Disela-sela Zya yang sibuk menelfon Stella, ternyata abangnya masih menghubunginya. Stella segera mengangkat telfonnya.
"Halo." Sapa Zya langsung saat keduanya terhubung.
"Dek Lo dimana sih?" Tanya Jin dengan nada sedikit khawatir.
__ADS_1
"Ini bang gue ditoilet." Jawab Zya dengan perasaan campur aduk.
"Ditoilet lama bener." Ucap Jin sedikit kesal.
"Iya bang ini pintu toiletnya... TUUUTTT." Stella belum selesai berbicara tapi ia langsung melihat kearah layar hp nya.
Hp Stella mati. Baterai nya sudah habis. Stella hanya bisa pasrah dan mencoba berteriak untuk meminta tolong. Berharap masih ada seseorang yang masuk ke toilet.
----*----
Jungkook masih saja menunggu Zya. Stella sudah mengajaknya untuk pergi, mungkin saja Zya sudah pergi. Tapi Jungkook tak setuju dengan Stella. Ia yakin mungkin Zya masih ada disekitar sini. Jungkook mengatakan pada Stella bahwa ia akan mencari Zya dulu. Lalu Jungkook pergi meninggalkan Stella di parkiran.
Jungkook berjalan menyusuri kembali sekolahnya. Terlihat daerah kelas Zya yang sepi, Jungkook memilih berjalan ke arah perpustakaan. Perpustakaan masih belum tutup dan masih ada beberapa siswa/siswi disana.
Tiba-tiba hp Jungkook berdering kembali. Jin menelfonnya lagi. Jungkook segera mengangkatnya.
"Halo bang." Sapa Jungkook setelah terhubung.
"Zya ada ditoilet. Mending Lo cek. Soalnya tadi telfon gue tiba-tiba terputus. Takutnya ada apa-apa." Ucap Jin menjelaskan.
"Oke deh." Jungkook langsung mengalihkan arah jalannya.
"Eh bawa security. Gak mungkin kan Lo kesana sendiri." Kata Jin mengingatkan.
"Iya siap." Jungkook langsung menutup telfonnya.
Jungkook berlari kearah satpam yang ada di dekat gerbang sekolah. Ia menceritakan masalahnya. Security pun mengikuti permintaan Jungkook. Sekilas, Jungkook melihat mobil V diluar sekolah. Sepertinya Stella juga ada disana. 'Syukurlah' batin Jungkook. Berarti Stella bersama V menuju butik mamanya. Jungkook juga sudah meminta izin agar datang terlambat sedikit. Mama Stella juga sudah mengizinkan. Tapi karena kejadian ini, waktunya jadi semakin sedikit. Jungkook harus cepat-cepat menemukan Zya.
Jungkook bersama security sekolah menuju toilet perempuan. Dan benar saja, Suara Zya sedikit terdengar dari dalam. Security itu segera masuk dan membukakan pintu kamar mandi Zya.
"Kok bisa kekunci disini dek?" Tanya security itu dengan heran.
"Gak tau juga pak. Makasih ya." Ucap Zya yang sudah terlihat lemas karena panik dan berteriak tadi.
"Ya udah. Pulang sana cepat ditunggu temannya." Kata security itu dengan cepat.
"Iya pak." Zya segera pergi sementara security itu masih memeriksa beberapa kamar mandi yang lainnya.
__ADS_1