
Dari kejauhan, Zya melihat abangnya yang keluar dari tempat pertunjukan itu bersama beberapa temannya. Zya segera mengatur wajahnya agar tidak terlihat lesu atau aneh dihadapan abangnya. Jin tidak boleh tau masalahnya bersama Stella tadi. Zya mengambil ponselnya lalu memainkannya. Ia melihat seseorang mengirim pesan kepadanya. Zya segera melihatnya.
*Message from Jungkook to Zya.
J : Zya Lo cantik pakek dress itu.
J : Nanti temuin gue pas acara selesai.
J : Ada yang mau gue omongin.
J : Bisa kan Zya?
J : Lo dimana?
J : 5 Panggilan tak terjawab
Z : Read.
Tidak ada niatan untuk membalas pesan darinya. Zya memilih untuk membiarkan pesan itu tanpa jawaban. Mungkin pesan ini dikirim tadi saat Zya masih didalam ruangan, sehingga ia tidak mendengar suara dering hp nya. Mengingat ruangannya sangat ramai dan dirinya yang sedang bercanda dengan Violet.
Kini Jin berada tepat di depan pintu mobilnya. Masih dengan teman-temannya, ia masuk kedalam mobil terlebih dahulu. Sementara teman-temannya masih asik mengobrol di sisi lain. Sekilas Zya melihat kearah teman abangnya. Dari dalam mobil, matanya bertemu dengan pasang mata V. Tidak tau apa V bisa melihatnya dengan jelas. Zya langsung mengalihkan arah pandangnya dengan cepat.
Jin melajukan mobilnya kearah jalan utama. Menuju rumahnya. Malam masih belum terlalu larut. Tadinya Jin akan mampir ke cafe bersama teman-temannya tapi ia ingat bahwa ia sedang membawa Zya. Jadi, Jin mengurungkan niatnya. Ditengah perjalanan, tiba-tiba mobil Jin berhenti membuat Zya kebingungan.
"Kenapa bang?" Tanya Zya dengan wajah yang datar.
"Gak tau. Bentar ya, Abang cek dulu." Jawab Jin. Terlihat dari wajahnya bahwa ia juga kebingungan.
"Iya." Kata Zya singkat mengiyakan.
Jin keluar mengecek mobilnya yang tiba-tiba berhenti. Jin segera mengabari Zya lewat pintu kaca mobilnya. Zya juga segera membuka kacanya agar mendengar suara Jin dengan jelas.
"Kayaknya mogok dek." Ucap Jin dengan pasti setelah mengeceknya.
"Yah terus gimana? Abang bisa benerin nya?" Tanya Zya. Ada rasa kekecewaan diwajahnya. Karena Zya ingin segera sampai kerumahnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang nyaman.
Jin menggelengkan kepalanya.
Jin berpikir sejenak, terlihat mobil Jungkook dari kejauhan. Jin melambaikan tangannya keatas memberi isyarat pada mobil itu agar cepat sedikit menuju kearahnya. Dan benar saja, itu adalah mobil Jungkook. Zya melihat mobil yang berhenti tepat didepannya. Ia melihat, Jungkook turun dari mobil itu menghampiri abangnya. Berbicara sebentar mengenai mobil Jin yang mogok. Sesekali Jungkook melihat kearah dalam mobil, tapi Zya langsung memalingkan pandangannya. Suara Stella terngiang kembali dipikirannya. Zya segera mengusir pikirannya itu. Kini ia semakin malas dengan keadaan ini.
"Bang kenapa?" Tanya Jungkook yang segera menghampiri Jin.
"Kayaknya mogok." Jawab Jin.
"Coba gue lihat." Jungkook mencoba untuk mengecek, siapa tau ia bisa membantu Jin.
__ADS_1
Jin mempersilahkan Jungkook untuk mengecek mobilnya.
"Gue juga kurang ngerti sih bang. Tapi kayaknya didekat sini ada bengkel. Gue kesana dulu ya." Ucap Jungkook kemudian.
"Boleh deh. Makasih ya." Kata Jin mengiyakan, ia juga sebenarnya kurang tau dengan daerah sini. Untungnya Jungkook lewat dan bisa mencari bantuan.
"Iya, Lo tunggu disini ya. Gue gak lama kok." Kata Jungkook sembari berlari ke mobilnya untuk ke bengkel.
"Siap-siap." Kata Jin sedikit lega.
Jin berjalan kearah Zya kembali.
"Dek Lo gak papa?" Tanya Jin tiba-tiba yang membuat Zya kaget.
"Hm? Gak papa." Jawab Zya sedikit kebingungan dengan pertanyaan abangnya.
"Muka Lo kelihatan bete soalnya." Ucap Jin yang tidak Zya sadari kalau abangnya melihat raut wajah itu dari Zya.
"Dia mau kemana bang?" Tanya Zya mengalihkan pembicaraan nya.
"Cari bantuan, katanya sih disekitaran sini ada bengkel." Jawab Jin pelan. Ia tau Zya sedang mengalihkan pembicaraan nya.
"Oh ya udah deh." Jawab Zya dengan sedikit tersenyum.
"Lo ngantuk?" Tanya Jin lagi.
"Lo kelihatan lesu soalnya. Kalau Lo capek, tiduran aja dulu dikursi belakang." Kata Jin memberi saran.
"Emang masih lama ya?" Tanya Zya penasaran.
"Ya gak tau sih." Jawab Jin dengan ketidakpastian. Yang penting, ia sudah menemukan orang untuk membantunya.
Terlihat sebuah mobil berhenti didepan mobil Jin. Ia sangat tau dengan mobil ini. Yah itu V.
"Kok masih disini?" Tanya V ketika menghampiri Jin.
"Mobil gue mogok nih." Jawab Jin dengan jelas.
"Oh terus gimana? Udah Lo cek?" Tanya V lagi.
"Udah tapi gue gak tau. Si Jungkook lagi nyari bengkel, katanya ada disekitaran sini." Jawab Jin sembari menjelaskan.
"Oh syukur deh." Kata V dengan senyuman nya.
V melihat kearah dalam mobil Jin. Terlihat Zya yang sedang duduk menunggu disana. Dari raut wajahnya Zya terlihat lelah tapi itu tak membuat wajah cantiknya berkurang. Jin melihat kearah V yang sedang memperhatikan Zya, sehingga muncul sebuah ide di pikirannya.
__ADS_1
"Eh Lo udah nongkrongnya?" Tanya Jin balik.
"Udah." Jawab V singkat.
"Mau bantuin gue gak?" Tanya Jin lagi tiba-tiba.
"Apa?" Kata V penasaran.
"Anterin adek gue kerumah ya. Kasihan nih anak kayaknya kecapekan." Ucap Jin. Zya mendengar perkataan Abangnya yang meminta tolong kepada V. Sontak Zya langsung kaget dan menatap abangnya dari dalam mobil.
"Ya udah gak papa." Jawab V dengan senang hati.
Jin mengetuk kaca mobilnya menyuruh Zya agar membukanya. Dengan cepat Zya membukanya.
"Lo bareng V ya kerumah." Kata Jin dengan entengnya dan itu mengusik telinga Zya.
"Kok gitu?" Tanya Zya dengan sedikit protes.
"Iya takutnya Abang masih lama." Kata Jin yang sebenarnya sedang mengkhawatirkan kondisi Zya. Tapi Zya tidak mengerti dengan maksud abangnya.
"Gak mau ah. Gue bareng Abang aja." Jawab Zya dengan menolak permintaan abangnya.
"Tapi Lo kelihatan capek. Inget kan besok masih harus sekolah. Nanti Abang diomelin momy kalau Lo sampai sakit." Ucap abangnya menjelaskan. Mungkin Zya tidak merasa capek tapi dari raut wajahnya, Jin bisa merasakannya.
"Tapi kan, gue gak kenapa-kenapa." Kata Zya masih tetap berusaha menolak.
"Lo ngeyel banget sih." Ucap Jin yang sedikit kesal.
"Pokoknya gue gak mau." Kata Zya lagi masih menolak.
"Lo lihat sekarang jam berapa." Ucap Jin menyuruh Zya untuk melihat waktu.
Zya melihat kelayar hendphone nya. Ternyata sudah jam 9 malam. 'Kok gak terasa yah' batin Zya.
"Jam 9 kan? Lo mending sampe rumah duluan. Kabarin momy Daddy biar mereka gak khawatir." Ucap Jin kemudian. Bukan tanpa alasan ia meminta Zya untuk bersama V tapi ini demi kebaikannya. Sepanjang perjalanan, Zya jarang berbicara bahkan sangat terlihat jika ia ingin segera sampai di rumah dan istirahat.
Zya diam sebentar lalu membuang nafasnya sejenak. "Ya udah deh." Lanjut Zya pasrah.
"Nah gitu dong. Takutnya gue masih lama disini. Jangan lupa bilangin ke momy Daddy ya." Ucap Jin lega setelah mendengar jawaban Zya yang menyetujui nya.
"Iya iya." Zya membuka pintu mobilnya dan keluar.
Angin yang dingin menerpa tubuhnya menambah kedinginan dibadannya. Jin dengan sigap membuka jas nya dan memakaikannya pada Zya.
"V gue titip adek gue ya. Anterin dia dengan selamat sampai rumah. Kalau bisa jangan sampai kemaleman." Pesan Jin kepada V.
__ADS_1
"Oke bang." V dengan senang hati menerima pesan itu.
V mempersilahkan Zya untuk berjalan lebih dulu menuju mobilnya. Ini kali pertama V berhasil mengajak Zya untuk pergi bersamanya. Dan semua itu berkat abangnya, Jin. Hatinya sangat senang ketika Jin meminta bantuan untuk mengantarkan Zya pulang.