ZyaKarin

ZyaKarin
Part 66


__ADS_3

Zya dan Jimin sudah ada di mobil kembali. Belanjaan sudah mereka taruh di kursi belakang. Jimin pun melajukan mobilnya untuk meninggalkan toko blink tersebut.


"Gimana perasaan Lo?" Tanya Jimin di tengah perjalanan.


"Hm?" Tanya Zya balik dengan bingung.


"Gue lihat Jungkook sama Stella cukup dekat." Ucap Jimin menjelaskan.


"Oh iya." Jawab Zya sedikit pelan. Ia tak tau akan berkata apa lagi.


"Lo cemburu?" Tanya Jimin lagi.


"Ha? Ng nggak." Jawab Zya sedikit terbata-bata.


"Terus kenapa nglamun tadi habis dari sana?" Tanya Jimin masih berusaha membuat Zya berbicara sejujurnya.


"Ee itu lagi mikirin tugas sekolah." Jawab Zya dengan alasan yang tak benar.


"Beneran tugas sekolah?" Tanya Jimin ragu.


"Iya." Jawab Zya pelan dengan wajah datarnya.


"Gue ingat, dulu Jungkook deket sama Lo kan?" Kata Jimin lagi.


"Hm? Deket? Nggak kok biasa aja." Jawab Zya mengalihkan pandangannya.


"Lo suka Jungkook atau V?" Walaupun Zya memberikan jawaban yang tidak pas tapi Jimin tau apa yang harus ia katakan.


"Hm?" Ucap Zya bingung. Sebenarnya ia mendengar dengan jelas pertanyaan Kak Jimin.


"Jungkook atau V?" Jimin mengulang kembali pertanyaannya menjadi singkat.


Zya diam tidak menjawab. Diamnya ia bukan tidak beralasan, tapi Zya bingung akan menjawab apa. Berbeda dengan Jin, Jimin tidak akan memaksa Zya untuk menjawab kali ini. Ia tau kalau Zya sedang bingung dengan perasaannya sendiri. Akhirnya pertanyaan itu tak mendapat jawaban apapun dari Zya sampai mereka tiba di rumah. Jimin juga tidak lagi mempertanyakan hal itu kepada Zya. Anggap saja sudah berlalu.


---*---

__ADS_1


Zya sedang membaringkan tubuhnya di kasur empuknya. Makan malam sudah ia lewat. Selesai bercengkrama, Zya memilih untuk istirahat di kamarnya. Kak Jimin mengajaknya untuk bermain game, tapi Zya memilih untuk beristirahat saja. Layar handphone nya tiba-tiba hidup dan berdering. Zya melihat tulisan nama yang terpampang di layarnya. Tertulis nama Jungkook. Ia membiarkan handphone itu sampai selesai berdering. Tak beberapa lama kemudian, handphone nya berdering kembali dan tertulis panggilan yang sama. Zya menutup hp nya dengan bantal supaya suaranya tidak terlalu berisik. Beberapa panggilan terus berdering, sampai akhirnya hp itu berhenti dengan sendirinya. Setelah dirasa cukup lama tidak berdering lagi, Zya mengambil handphone nya lalu mengeceknya. Lima panggilan dari Jungkook yang ia abaikan. Beberapa pesan pun masuk. Tertulis nama Jungkook di layarnya. Entah apa yang akan. Jungkook katakan kali ini. Ia merasa belum siap untuk membuka pesan tersebut. Zya mulai berandai-andai. Seandainya Jungkook memberikan kabar bahwa dirinya sedang dekat dengan Stella, apa yang harus ia katakan? Rasa bimbang menghantui Zya kali ini. Ia penasaran dengan isi pesan dari Jungkook tapi ia juga tidak siap untuk menerima pernyataan tersebut. Dengan hati yang bimbang dan perasaan yang berat hati ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada Violet.


*From Zya to Violet


Z : Vi, Lo udah tidur?


V : Belum Zya, ini baru mau tidur. Ada apa?


Z : Hmm gak papa sih.


V : Tumben Lo chat gue malem-malem. Ada apa?


Z : Tadi gue ketemu Stella sama Jungkook di toko blink.


V : Terus?


Z : Sekarang Jungkook ngirimin beberapa pesan ke gue. Tadi juga sempet nelvon, tapi gak gue angkat. Menurut Lo, gue buka gak ya pesan dari dia?


V : Kenapa gak Lo angkat? Emang Lo gak penasaran sama isi pesannya?


V : Wait, Jungkook sama Stella di toko blink?? Ngapain?


Z : Katanya si beli accesoris buat di butik mamanya.


V : Terus masalahnya apa? Kenapa Lo gak angkat telfon dia?


Z : Gue tadi ketemunya di ruko bagian baju couple Vi. Mereka kayaknya beli baju couple deh. Apa mereka udah sedekat itu ya? Gue juga lihat kalau Jungkook yang bayar baju itu.


V : Really? Lo serius Zya??


Z : Iya Vi.


V : Terus perasaan Lo gimana?


Z : Ha?

__ADS_1


V : Gue emang udah gak percaya sih sama tu anak. Mending kita gak usa sahabatan lagi deh sama dia. Temen sendiri di tikung. Dia itu baiknya didepan Lo aja Zya, padahal mah dibelakang main nusuk temen.


Z : Lo jangan bilang-bilang ya kalau gue cerita soal ini. Udahlah biarin aja dia sama kita. Setau gue kan temen yang deket sama dia itu cuma kita.


V : Tapi udah keterlaluan tau Zya.


Z : Hm.


V : Terus, Lo masih belum buka pesannya?


Z : Belum Vi.


V : Udah buka aja. Gue jadi penasaran juga.


Z : Gue buka besok aja deh.


V : Kelamaan.


Z : Biarin aja.


V : Bener-bener ya, gue gedek banget sama dia.


Z : Sabar Vi.


V : Untung Lo bukan gue. Kalau gue, udah gak bakalan gue sapa lagi.


Z : Ya udah Vi, gue tidur dulu ya. Mata gue udah gak kuat nih.


V : Ya udah Zya, good night.


Z : Good night.


Zya menutup pesannya dengan Violet. Setelah bercerita, perasaannya menjadi lebih baik. Walaupun Zya sedikit berbohong kepada Violet. Sebenarnya ia tak ingin tidur sekarang, matanya masih segar. Ia berharap Violet tak mengungkit hal ini besok. Karena sepertinya dari tutur kata yang ia keluarkan, ia sudah muak dengan Stella. Zya tidak tau harus berbuat apa kemudian. Disamping itu, ia terus melihat pesan Jungkook yang belum ia buka. Ia amat penasaran, tapi ragu untuk membukanya.


Kooki, Lo pernah bilang kalau Lo suka ke gue. Apa rasa itu udah hilang? Gue gak tau perasaan gue kayak gimana? Gue bingung. Tapi kenapa rasanya sedih kalau Lo lagi bareng sama Stella? Padahal gue gak bilang kalau gue suka juga sama Lo. Gue gak ahli dalam hal kayak beginian. Kalau misalnya gue beneran suka sama Lo, apa udah terlambat ya? Tapi gue gak berani buat nyatain itu. Hhff gue bener-bener bingung. Gue seneng kok kalau bareng Lo, tapi gue gak tau perasaan gue gimana? Apapun itu keputusan Lo, gue harus terima. Lo gak salah kalau ngedeketin cewek lain. Karena gue pun waktu itu gak menjawab perasaan Lo ke gue dengan jelas. Iya. Ini bukan salah Lo seutuhnya. Salah gue juga yang terlalu bingung sama perasaan sendiri. Lo harus bisa intropeksi Zya, Lo jangan egois.

__ADS_1


Zya mencoba untuk menghela nafas berkali-kali. Ia berusaha menenangkan dirinya sendiri dari fikiran negatifnya. Zya menaruh hp nya dengan acak. Ia segera berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya sebelum tidur agar terlihat segar. Selesai dengan rutinitas malamnya, ia pun kembali berbaring di kasurnya lagi. Mengecek handphone nya kembali. Melihat tidak ada pesan lagi yang Jungkook tulis untuknya. Pelan-pelan ia membuka pesan yang Jungkook berikan.


__ADS_2