ZyaKarin

ZyaKarin
Part 49


__ADS_3

*Sent message from Violet to Zya*


V : Zya kayaknya gue besok gak masuk sekolah deh. Lo baik-baik ya. Jangan sampe di jailin sama Stella.


Z : Iya Vi, Lo apaan sih


V : Heee


Malam ini Zya tidur dengan nyenyak. Sudah tidak ada beban lagi di hidupnya. Ia rasa, pikirannya bisa lebih jernih sekarang.


----*----


Disekolah, Zya hanya berdua bersama Stella. Tidak ada yang aneh dengan Stella. Semuanya baik-baik saja. Sampai ketika Jin mengiriminya pesan.


*To Zya from Jin


J : Dek Lo nantik bisa nebeng gak ke temen Lo? Gue lupa nih kalau ada latihan voli ntar.


Z : Nanti Zya cari tumpangan deh kalau ada.


J : Sip. Tapi kalau gak ada, kabarin gue ya?


Z : Iya.


Zya menarik nafasnya sejenak. Sebentar lagi pelajaran akan usai, tinggal menunggu saat-saat bel pulang.


"La, Lo bawa mobil kan?" Tanya Zya kepada Stella. Tanpa ia ketahui ternyata Stella mengintip sedikit layar ponsel Zya.


"Tadinya sih iya, tapi pas dijalan ban mobil gue kempes jadi gue tinggal deh." Jawab Stella menjelaskan.


"Terus pulangnya Lo naik apa? Taxi?" Tanya Zya lagi.


"Kayaknya bareng Jungkook deh." Ucap Stella dengan tenang.


Deg. 'Oh bareng lagi' batin Zya. Zya tidak melanjutkan pertanyaannya lagi. Entah kenapa ia malas untuk berbicara lagi. Ada rasa nyeri di hatinya ketika ia tau kalau Stella akan pulang bersama Jungkook lagi. Jika ia pikir-pikir, memang Stella lebih sering bersama Jungkook daripada dirinya. Zya jadi ragu dengan perasaannya kini.


Sementara Zya yang sedang asik dengan lamunannya, Stella membuka layar handphonenya untuk mengirim pesan pada V.


*To V from Stella


S : Heh Zya nanti gak bareng abangnya. Dia lagi bingung mau pulang naik apa. Lo samperin dia ya.


V : Oke.

__ADS_1


Setelah selesai, Stella menutup kembali layar handphonenya. Kebetulan bel sudah berbunyi. Semua murid sudah membereskan mejanya masing-masing. Stella dan Zya pulang paling akhir, menunggu teman-teman sekelasnya keluar lebih dulu agar tidak terlalu berdesakan.


"Eh Stella bisa bantu ibu untuk bawakan beberapa buku dikelas itu?" Tiba-tiba seorang guru menyapa Stella dan menunjuk ke arah kelas Jungkook.


"Emm maaf Bu, saya ada janji sama teman saya. Gimana kalau Zya saja?" Ucap Stella sembari menunjuk Zya.


"Oh boleh kalau gitu." Kata guru itu.


"Zya?" Tanya Stella pada Zya.


"Iya gak papa." Kata Zya sembari tersenyum.


"Kamu ambil tumpukan buku murid di meja saya ya. Saya tunggu di ruangan saya." Ucap guru itu pada Zya dengan lembut.


"Baik Bu." Jawab Zya segera.


Stella menemani Zya sampai didepan kelas yang guru itu maksud. Yah ini adalah kelas yang ditempati Jungkook. Zya melihat kedalam ruangan kelasnya. Ternyata sudah kosong. Stella pun pamit sampai didepan kelas itu.


"Zya, gue duluan ya." Ucap Stella saat Zya akan masuk ke kelas itu.


"Iya, hati-hati." Kata Zya sembari tersenyum. Sesaat Zya sudah melupakan masalahnya sendiri.


"Oke." Jawab Stella lalu berlalu meninggalkan Zya disana.


V langsung turun dan menghampiri Zya.


"Ayo naik." Kata V tiba-tiba. Tapi Zya sudah tidak kaget dengan kata-kata V itu.


"Nggak." Tolak Zya dengan jelas.


"Abang Lo lagi latihan Voli." Ucap V pelan masih bersabar.


"Iya gue tau." Kata Zya yang tak mau melihat ke arah V.


"Terus? Kenapa gak mau naik?" Tanya V lagi.


"Gue tunggu taxi aja." Kata Zya menjelaskan.


"Zya jam segini mana ada taxi lewat daerah sini?" Kata V yang berusaha melunakkan pendirian Zya.


Zya tidak menjawab pertanyaan V. Ia tetap fokus melihat-lihat ke arah lain. Tiba-tiba ponsel nya berdering. Zya membuka layar hp nya dan ternyata pesan dari abangnya.


*To Zya from Jin.

__ADS_1


J : Dek, udah pulang?


Z : Belum.


J : Gak nemu tebengan ya?


"Bilang aja kalau Lo sama gue." Ucap V disela-sela kesibukan Zya yang membalas pesan dari abangnya. Zya tidak menghiraukan ucapan V.


Z : Nggak.


J : Read.


Tak lama kemudian, ada seseorang yang menghampiri mereka. V melihatnya dan itu adalah Jimin. 'Apa lagi ini?' batin Zya.


"Eh V kok disini?" Ucap Jimin menyapa V sebelum berbicara pada Zya.


"Lo ngapain kesini?" Tanya V balik.


"Disuruh abangnya dia nih. Katanya gak nemu tebengan." Jawab Jimin. Dengan jawabannya Zya sudah tau maksud dari kedatangan Jimin. 'Wah Abang gue makin ngadi-ngadi nih. Mentang-mentang tu anak banyak kawannya. Awas aja ntar pas dirumah' batin Zya kesal. Belum selesai satu malah nambah lagi hadeh, pikir Zya. Terlihat Zya yang menepuk jidatnya.


"Terus?" Tanya V yang masih pura-pura tidak tau maksudnya.


"Ya gue disuruh anter. Ntar gue balik lagi kesini." Ucap Jimin lagi dan benar saja dugaan Zya.


"Bilangin. Bareng gue aja. Capek-capek Lo bolak-balik kesana-kemari." Kata V kepada Jimin.


"Oh gitu. Oke deh." Ucap Jimin sedikit tersenyum.


Jimin segera kembali kedalam tanpa menunggu jawaban dari Zya. Karena dari raut wajahnya Zya seperti tidak keberatan dengan permintaan V. Lebih tepatnya Jimin tidak tau apa yang terjadi dengan Zya dan V sebelum ia datang.


V masih melihat Zya dengan tatapan tampannya. Zya melihatnya sekilas lalu berdecak malas. Mungkin kalau tadi ia disuruh milih, ia akan memilih Jimin untuk mengantarnya pulang tapi V sudah mengusir Jimin lebih dulu. Dan Jimin pun pergi begitu saja. Agak lama mereka tetap berdiri disana. V juga tidak mau menyerah, ia tetap menemani Zya disana sembari meminta Zya untuk naik kemobilnya.


"Lo mau nunggu berapa jam lagi?" Tanya V yang terlihat sudah mulai bosan berdiri disana. Sementara terik matahari masih aktif.


"Lo kalau mau pulang, pulang aja sana. Ngapain nungguin gue." Ucap Zya tak peduli.


"Gue kan udah ada amanah dari Abang Lo buat nganter Lo." Ucap V lagi yang masih berusaha.


"Yang dikasih amanah itu kak Jimin, bukan Lo." Kata Zya lagi.


"Tapi amanahnya pindah ke gue." Ucap V dengan cepat, seolah-olah jawabannya sudah ia siapkan.


Zya tidak lagi menjawab. Tanpa ia ketahui, V sudah membuka pintu untuknya. V lalu menghampiri Zya dan menarik tangannya sehingga Zya mengikuti langkah V secara tiba-tiba. Zya tidak menyangka bahwa V akan memaksanya untuk masuk kemobilnya. Dan sekarang Zya sudah ada didalam mobil V.

__ADS_1


__ADS_2