
Jungkook sedang berada di butik mamanya Stella. Yah, dia sudah bekerja disini. Membuat desain-desain baru, rancangan-rancangan baru yang menarik tentunya. Mami Stella pun senang melihat perkembangan Jungkook yang makin memukau. Stella juga suka membantu Jungkook dalam menyelesaikan rancangan jika terdapat masalah atau kesalahan kecil. Stella memang tidak pandai merancang tapi seleranya sama seperti maminya. Elegan, berkharisma, dan memiliki nilai tinggi. Jungkook sangat terbantu sekali jika Stella mau membantunya. Pekerjaan nya lebih mudah ia rasakan.
Semakin lama, butik mama Stella kian membesar dan terkenal. Beberapa baju sudah di ekspor keluar negeri. Pendapatan yang Jungkook dapatkan pun sudah lumayan besar. Kini ia resmi menjadi desainer pribadi butik mama Stella. Dengan usianya yang masih tergolong muda, ia sudah bisa berada dititik kesuksesan tanpa campur tangan kedua orangnya. Terkadang Jungkook ingin menjenguk orang tuanya, terutama mami nya. Tapi hal itu selalu ia urungkan. Ia hanya bisa mendengarkan suara maminya sesekali dari kejauhan.
Cerah sudah masa depannya. Tabungan yang ia kumpulkan sejak pertama bekerja juga sudah mampu membuatnya hidup tanpa beban. Biaya sekolah, traspostasi, semua sudah terpenuhi. Hanya rumah yang belum ia miliki. Jungkook masih tetap hidup ngontrak dirumah yang sederhana. Disinilah ia harus terus menabung dan melanjutkan hidup. Terbesit di pikirannya, ia akan membeli rumah suatu saat nanti.
"Selamat sore." Stella datang dengan dreesnya yang cantik membuka pintu butik mamanya. "Kooki, Lo udah ada disini? Gak ganti baju dulu?" Melihat Jungkook yang masih memakai baju seragam sekolahnya membuat Stella bertanya-tanya.
"Iya. Kata mama Lo, mau ada rundingan dan gue disuruh cepet-cepet kesini." Jawab Jungkook menjelaskan.
"Ooh, tentang apa?" Tanya Stella yang penasaran.
"Gue juga gak tau." Jawab Jungkook.
"Ya udah gue masuk dulu ya." Stella segera masuk ingin mencari mamanya.
"Oke." Ucap Jungkook.
Jungkook duduk disofa tamu dan mengambil secarik majalah. Membukanya sebentar, lalu melihat foto V yang terpampang disana. Jungkook segera menutup majalah itu dan menaruhnya kembali. Luka yang ia kubur dalam-dalam tiba-tiba muncul. Tapi Jungkook segera mengalihkan perasaan itu dengan handphone nya. Membuka media sosialnya, melihat-lihat, dan mengotak-atik apa saja yang ada di layar hp nya.
Tak lama kemudian mama Stella menghampirinya.
"Maaf ya nak, Tante lama. Tadi masih ada sedikit urusan sebentar." Ucap Mama Stella yang menghampiri Jungkook.
"Oh iya Tante gak papa." Ucap Jungkook menerima permintaan maafnya.
"Kamu udah lama disini?" Tanya mama Stella.
"Hmm nggak kok." Kata Jungkook, agar mama Stella merasa nyaman.
"Bohong ma. Dia itu udah ada sejak tadi, Stella baru dateng, dia udah disini nungguin mama." Protes Stella. Akhir-akhir ini Stella lebih memahami keadaan Jungkook ketika dibutik mamanya. Entah apa yang membuat Stella jadi lebih tau daripada mamanya.
Mama Stella hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku anaknya itu.
"Oke, jadi gini. Butik kita bakal ngadain fashion show yang dimana kamu jadi desainer utama nya. Nah Tante punya usul, gimana kalau untuk pembukaan atau penutup kamu dan anak Tante Stella berpasangan. Kamu setuju?" Kata mama Stella menjelaskan maksud dan tujuannya.
"Hah? Kenapa Kooki Tante? Kooki gak bisa jalan seperti itu." Jungkook mencoba mencari alasan agar ia tidak ikut dalam acara itu.
"Kamu tenang aja. Nanti kita bakal ada beberapa latian juga dan gladi bersih." Ucap Mama Stella menjelaskan kepada Jungkook.
__ADS_1
"Gak bisa diganti sama yang lain aja Tante? Kayaknya Kooki gak pantes deh." Kata Jungkook.
"Heeeh kamu itu pantes. Kamu udah Tante anggap sebagai anak Tante sendiri, jadi kamu pasti bisa." Kata Mama Stella memberi semangat pada Jungkook.
"I-iya deh Tante." Akhirnya Jungkook menyetujuinya. Tak ada cara lain, di satu sisi Jungkook juga merasa tidak enak jika terus-terusan ingin menolak permintaan mama Stella. Mau bagaimanapun mama Stella lah yang membuatnya bisa hidup tanpa bergantung dengan kedua orang tuanya. Dan mama Stella lah yang membantu Jungkook ketika ia mengalami masa-masa sulitnya di kehidupannya.
"Oh iya, Tante denger dari Stella katanya kamu adiknya V ya?" Tanya mama Stella.
Jungkook terdiam sejenak. Mama Stella langsung mengambil salah satu majalah yang ada di meja dan menunjukkan foto V yang terpampang dimajalah itu.
"Iya Tante." Jawab Jungkook.
"Nah kebetulan, Tante juga mau ngundang dia buat jadi salah satu model fashion show kita. Kamu bisa ya, temuin Tante sama dia." Permintaan mama Stella.
"Baik Tante." Tanpa pikir panjang Jungkook langsung mengiyakan. Padahal didalam hati ia merasa kebingungan. Bagaimana caranya membicarakan ini kepada V sementara ia dan V sedang tidak baik-baik saja. Tapi Jungkook berpikir ia harus profesional, ini adalah pekerjaannya dan mama Stella sendiri yang memintanya. Mau tidak mau, semuanya harus ia lakukan.
----*----
"Guys kalian tau kan kalau Jungkook kerja di butik mama gue?" Tanya Stella kepada kedua sahabatnya itu. Terlihat sangat senang.
"Iya tahu. Kenapa emang?" Tanya balik Zya yang penasaran.
"Bukan itu. Jadi gue mau ngundang kalian buat dateng ke acara butik mama gue. Nih." Stella mengeluarkan undangan untuk kedua sahabatnya itu.
"Waahh kelihatannya menarik." Ucap Zya ketika melihat undangan itu.
"Oke La, kita pasti datang. Ya kan Zya?" Tanya Violet kepada Zya untuk memastikan.
Zya segera mengangguk senang. Tidak sabar datang ke acara itu. Zya mulai memikirkan baju apa yang akan dia pakai nantinya. Sementara Zya berpikir sepertinya tidak ada baju yang cocok untuk Zya pergi ke acara itu. Mungkin Zya akan meminta recomendasi dari momy nya.
"But guys, kalian jangan seneng dulu. Nanti ada sesuatu yang lebih menarik lagi disana." Kata Stella lagi.
"Apa tuh La?" Tanya Zya yang bersemangat.
"Ada deh, surprize buat kalian. Pokoknya tunggu aja." Ucap Stella tidak mau membocorkan informasi bahwa dia dan Jungkook akan berpasangan.
"Yaahhh Stella gak asik nih. Mana masih seminggu lagi acaranya." Protes Violet.
"Rahasia dong." Ucap Stella senang karena sudah membuat sahabatnya itu penasaran.
__ADS_1
"Eh iya guys. Nanti juga ada kakak kelas itu loh, V." Lanjut Stella memberi beberapa bocoran tentang acaranya.
"Dia? Ngapain?" Tanya Zya sedikit bingung.
"Lo ngundang La?" Tanya Violet langsung yang merasa kebingungan juga.
"Nggak Vi. Mama gue yang ngundang buat jadi peserta fashion show nya." Jawab Stella memberi penjelasan.
"Oohh." Ucap Zya dan Violet berbarengan.
"Kok mama Lo tau ke dia?" Tanya Zya lagi masih penasaran.
"Lo gak tau ya Zya? Dia kan memang sering jadi model majalah-majalah gitu. Disekolah kita kan kadang makek dia juga." Jawab Stella yang sepertinya lebih peka dengan keadaan sekolahnya.
"Oh iya ya, gue baru ingat. Soalnya gue gak terlalu ini sih ke dia." Zya membuat alasan.
"Kalau kata para ciwik-ciwik nih, Lo itu cewek dari planet mana kok bisanya gak tertarik sama visualnya yang maha sempurna itu?" Ucap Violet sembari menirukan gaya bicara yang bisa dibilang fans V.
"Hahahaha." Mereka tertawa bersama mengingat hal itu.
"Tapi emang sih, V itu kalau dilihat-lihat visualnya gak maen-maen. Apalagi pas gue lihat dimajalah. Beuhh udah kayak pangeran jaman sekarang aja." Stella membenarkan apa yang dikatakan Violet tadi soal visual V.
"Wihhh jangan-jangan Lo suka lagi sama dia." Ucap Violet menggoda Stella.
"Nggak ih. Gue udah punya orang yang gue suka." Jawab Stella dengan senyum manis dibibirnya.
"Siapa La? Wah tumben-tumbenan nih mau spill cowoknya." Zya pun jadi penasaran.
"Ada deh. Nanti kalian tau sendiri orangnya pas di acara fashion mama gue." Jawab Stella yang membuat kedua sahabatnya itu makin penasaran dan tidak sabar dengan acara tersebut.
"Orangnya hadir disana juga La?"Tanya Violet memastikan.
"Iya lah. Tapi yang pasti bukan V ya orangnya." Kata Stella mengingatkan kembali.
"Waahh jadi gak sabar gue." Ucap Zya antusias.
"Gue pengen lihat orang yang Stella suka. Secara Stella kan anaknya anti cowok tuh." Violet mencoba menggoda Stella.
"Tapi sekarang udah beda kali Vi." Zya pun ikut menggodanya.
__ADS_1
"Bener-bener. Pokoknya gue gak sabar nunggu hari H nya." Kata Violet lagi.