ZyaKarin

ZyaKarin
Part 28


__ADS_3

Sial. Itulah yang Zya dapatkan hari ini. Hari sudah sore menjelang malam, dimana semua orang sudah berada dirumahnya masing-masing. Pergantian cuaca yang cerah berganti ke kegelapan. Zya berjalan pelan menyusuri jalanan yang lumayan jauh dari rumahnya. Motornya tiba-tiba saja mogok dan harus ia tinggal di bengkel. Handphone nya sudah mati sejak tadi. Tidak ada yang bisa ia lakukan kecuali berjalan hingga sampai rumahnya.


Malam yang dingin membuat Zya melipat kedua tangannya untuk menghalau angin ke dalam tubuhnya. Jaketnya yang tipis tidak bisa melindungi badannya yang mulai ke dinginan. Yah, suasananya memang berbeda. Antara siang dan malam. Zya merasa sedikit pusing akibat dinginnya malam itu. Berulang kali ia memijat kepalanya sendiri sembari berjalan. Sudah tidak memperhatikan sekelilingnya. Apapun yang terjadi, ia harus segera sampai rumahnya.


Langkahnya mulai dipercepat ketika Zya merasakan sesuatu yang aneh dibelakangnya. Seperti ada seseorang yang mengikutinya. Jalanan sedang sepi dikala itu. Kalaupun ada hanya 2 sampai 3 mobil saja yang lewat. Zya merasakan kakinya yang kram. Ia berhenti sebentar, lalu melirik kebelakangnya. Tidak ada seorang pun. Namun tiba-tiba seseorang menutup hidungnya dengan sesuatu yang membuatnya tambah pusing kemudian hilang.


Beruntungnya V datang sebelum terlambat dan menyelamatkan Zya. Ia ingat wajah mereka satu-persatu. V segera membawa Zya masukk kedalam mobilnya dan berusaha menyadarkannya. V yang kebingungan karena Zya tidak juga kunjung sadar. Akhirnya berniat membawanya ke rumah sakit. Selain ia tidak tau akan membawa Zya kemana, ia juga bingung jika Zya ia bawa kerumahnya takutnya terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan orang tua Zya. Sementara Zya tidak sadar-sadar juga. V sendiri tidak tau apa yang mereka berikan kepada Zya sehingga Zya jadi tidak sadarkan diri.


Diperjalanan menuju rumah sakit, Zya tersadar dengan sendirinya. V melihat dari kaca mobilnya.


"Lo udah bangun? Kita kerumah sakit ya?." Ucap V. Zya masih tidak menjawab dan terlihat masih bingung. Ketika Zya mulai melihat kearah V tapi V hanya fokus menyetir saja. Zya juga melihat ada selimut kecil yang menutupi tubuhnya agar tidak kedingingan.


"Gue anter lo kerumah sakit dulu ya?" V kembali berbicara ketika Zya sudah terlihat mengerti. Zya tidak berbicara dan hanya mengangguk saja. Tubuhnya benar-benar lemas dan kepalanya juga sakit.


Setelah sampai dirumah sakit, V membantu Zya agar berjalan dengan benar. Zya melakukan pemeriksaan, dokter memberikan obat yang bisa mengeluarkan racun didalam tubuhnya yang menyebabkan Zya menjadi lemas. Zya langsung meminum obat itu. Setelah dirasa lebih baik, Zya berkata pada V kalau ia ingin pulang. V ingin mengantar Zya, tapi Zya menolaknya dan meminta V untuk mencarikannya taxi saja. Awalnya V menolak, tapi melihat Zya yang tak kunjung bereaksi akhirnya ia menyerah. V mendapati taxi untuk Zya dan Zya hanya mengucapkan terimakasih padanya lalu meninggalkannya sendiri.


V yang tak kehabisan akalpun mengikuti Zya diam-diam. Takut sesuatu yang lain terjadi padanya. V ingat betul wajah preman-preman tadi yang hampir menyelakai Zya. Mereka juga yang dulunya ikut menahan V di dalam rumah kayu tua hanya karena kesalahpahaman semata. Kali ini kenapa mereka mengincar Zya? V yakin ada seseorang yang mengendalikan mereka. V tau sedikit tentang mereka. Merekalah salah satu preman bayaran yang sering dipakai oleh siapapun yang ingin urusannya terselesaikan. Beruntungnya ia mengikuti sanggar yang Jungkook ajukan dulu. Tapi sejak saat ia dan Jungkook berpisah rumah, ia tidak pernah melihat Jungkook kesanggar itu lagi. Disekolah pun V jarang melihat Jungkook. Biasanya ia akan ikut berkumpul dengan teman-temannya tapi kali ini beda.


V melihat taxi yang Zya tumpangi sudah berhenti di depannya. V melihat dengan baik-baik jalan ini, sepertinya tidak asing. Setelah Zya masuk kedalam rumahnya, V memajukan sedikit mobilnya untuk melihat rumah Zya. Rumah ini seperti rumah yang pernah ia kunjungi. V berusaha mengingat perjalanannya.


Jin? Kenapa Zya berhenti disini? atau tunggu, Zya adik Jin? Tapi V tidak pernah melihat mereka bersama atau sekedar tegur sapa. V harus mendapatkan penjelasannya besok.


----*----


Pagi hari yang cerah ada sedikit keributan yang memancing para siswa siswi untuk datang ke tkp. Zya baru saja datang, kepalanya yang masih sedikit pusing tapi ia merasa lebih baik sekarang. Terdengar suara Angel yang sedang bersenang-senang, berceloteh sembari menunjukkan foto-foto yang ia pegang. Zya berusaha agar tidak terlihat dan tidak menghiraukan suara berisik itu. Tapi ketika Zya melewati kerumunan mereka, Angel menariknya dengan paksa.


"Nah teman-teman nih dia, si murce nya udah datang." Ucap Angel dengan senang. Zya melotot dan tidak tau apa maksud Angel kali ini. Zya melihat foto-foto yang Angel pegang, lalu dengan cepat merampasnya. "Eh eh, girls pegang dia." Ucap Angel kepada kedua temannya yang siap membantunya untuk menahan Zya agar tidak menghancurkan foto-foto itu.


"Kalian bisa lihat ya nih, cewek yang selama ini kita pikir dia pendiam ternyata lebih murahan ya. Udah gitu sma kakak kelas nya lagi berduaan dimalam hari. Kayaknya lagi mabok ya say?" Ucap Angel mulai mencari topik pembicaraan yang paling hot.


"Ih gak nyangka banget." "Iya gak nyangka banget lo Zya." Semua tatapan menjijikkan dari mereka yang menatap Zya seolah memberikan isyarat agar Zya pergi dari sini.


Zya tidak bisa melakukan apa-apa. Badannya yang masih terlihat lemah, tidak bisa melakukan perlawanan saat ini. Ditambah lagi semakin banyak yang berpihak kepada Angel. Zya menjadi bahan cemoohan mereka.


Jungkook datang dan segera melihat apa yang terjadi.


"Eh eh ada adik kelas yang cakep juga nih. Sini-sini, lo liat nih cewek yang selama ini bareng sama lo." Angel memberikan foto itu pada Jungkook. Jungkook melihatnya dengan tidak percaya. Melihat Zya yang tidak melawan sedikit pun bahkan Zya hanya menunduk, membuat Jungkook bingung. Jungkook segera merobek foto itu.


"Eh kok lo sobek sih. Kenapa? Lo gak trima ya? Dia ini emang pinter banget ambil hati semua cowok. Abang lo aja dia embat!" Ucap Angel.


"Iya dong, udah dapet adiknya terus sekarang giliran abangnya." Teman Angel pun ikut memanas-manasi.


V datang dengan terburu-buru disusul oleh teman-temannya.


"Apa-apaan lo Ngel?"

__ADS_1


"Wihh pahlawan kesiangannya udah datang nih gaess." Angel bertepuk tangan dengan angkuh. Tapi keangkuhannya itu langsung hancur ketika V mengamuk didepannya.


"Lo pikir lucu kayak gini?! Lo dapat dari mana ini?! Apa lo yang ngrencanain ini semua ha?! Lo sewa preman kan buat bikin Zya pingsan dijalan?! Ngaku lo! Kalau nggak, gue hancurin wajah lo sekarang juga!" V mendorong Angel hingga membentur tembok dibelakangnya, merampas semua foto-fotonya dan merobeknya tanpa ampun. Tidak peduli sekarang, kalau Angel itu adalah perempuan. Satu pukulan akan mendarat diwajah Angel tapi Jungkook menghentikan tangan V.


Pukulan yang keras hampir mendarat diwajah Angel. Angel menutupi wajahnya. Semuanya diam, tidak ada yang berani berbicara atau hanya sekedar menggeser posisinya. V benar-benar meluapkan amarahnya kali ini. Jungkook masih menahan tangan V.


"Jangan lakukan ini ke perempuan." Ucap Jungkook pelan, namun dapat didengar oleh semuanya. Orang-orang yang awalnya memegang Zya pun sudah melepaskan pegangannya. Zya melihat V yang masih berusaha menahan emosinya. Setelah dirasa reda, V melemaskan tangannya dan membuat Jungkook melepaskan tangan V.


"Sekarang gue mau lo klafifikasi semuanya!" V berbicara kepada Angel yang sudah membuka matanya, dan terlihat jelas sebenarnya ada ketakutan dimata Angel. Ini kali pertama ia diamuk oleh seseorang dan itu adalah V. Tapi Angel tak juga jera, ia masih ingin kemenangannya.


"Nggak, gak ada yang perlu gue klarifikasi. Semuanya udah jelas dan semuanya udah lihat." Angel dengan susah payah tidak menunjukkan getaran didalam bicaranya.


V memukul tembok yang hampir mengenai wajah Angel.


"Lo pikir gue main-main dengan ucapan gue tadi?" Ucap V dengan tatapan tajamnya. V mengambil hp nya dan membuka suatu video yang menunjukkan cctv jalanan semalam, tempat dimana Angel melangsungkan rencananya. Semuanya melihat kejadian itu termasuk Jungkook dan teman yang lainnya. Jimin juga melihatnya dan kali ini ia benar-benar tidak akan mengampuni Angel.


"Gue bisa aja kasih bukti ini ke sekolah. Dan lo bisa keluar dari sekolah ini. Akan gue pastiin sekolah manapun gak bisa nerima lo. Dan masa depan lo bakal suram selamanya." V tersenyum dalam arti kemenangannya. Sekarang semua murid-murid berani mencaci maki Angel. Dari yang awalnya tidak berani bicara didepan Angel tentang keburukannya. Sekarang mereka bersatu dan mengeluarkan semua uneg-uneg nya kepada Angel. Angel yang mendengar merasa tertekan. Ia hendak pergi, namun ia sudah dikelilingi oleh banyak murid. Sehingga tidak mudah untuk keluar dari kerumunan ini. Salah-satu nya cara adalah Angel berharap ada yang membubarkan mereka saat ini.


Zya terlihat melemah, dan akhirnya jatuh. Kebisingan membuat kepalanya semakin sakit. V dengan cepat ingin membawa Zya, tapi Jin datang dan menepis tangan V.


"Biar gue aja." Ucap Jin lalu menggendong Zya. V tau perasaannya, kalau memang Jin adalah abang Zya selama ini. V hanya diam dan sedikit minggir memberikan ruang untuk Jin. Teman-temannya yang lain kaget ketika Jin mau menggendong Zya. Pertanyaan yang sulit untuk mereka semua. Jin menyadari kelakuannya yang terlihat aneh dan dia tidak ingin Zya kembali menjadi bahan omongan lagi.


"Zya adik gue. Jadi gue yang berhak bawa dia." Setelah Jin berbicara seperti itu, Ia langsung pergi meninggalkan mereka yang masih dalam kebingungan kecuali V. V sudah mengetahuinya semalam.


Murid yang lain membuka jalan untuk Jin agar bisa keluar dari kerumunan itu. Mereka perlahan bubar dan meninggalkan tkp.


"Lo dengernya apa tadi?" Ucap V.


"Beneran adiknya?" Ucap Jhoope yang juga tidak bisa percaya.


"Kalau gitu, dulu gue hampir nabrak adiknya dong." Ucapan Suga hampir membuat semuanya melotot.


"Waahh kena amukan Jin lo bang ntar." Ucap Jhoope.


"Selamatin gue dong." Suga berbicara gemas pada Jhoope.


"Gue balik dulu." Ucap Namjoon.


"Gue ikut Joon." Jhoope menyusul Namjoon yang berjalan dengan cepat.


"Eh tungguin gue kunyuk." Suga juga segera menyusul keduanya.


V dan Jungkook salin melihat, namun Jungkook segera pergi dari sana. V ingin mencegahnya tapi sepertinya Jungkook tidak ingin bersamanya lagi. Jungkook pergi semakin jauh. Sepertinya ia akan menyusul Jin. Tersisa Jimin dan dirinya. V yang melihat Jimin bengong lalu menyadarkannya.


"Hey, lo kenapa?" Ucap V sembari menepuk bahu Jimin.

__ADS_1


"Ah nggak gak papa." Kata Jimin.


"Lo gak kesambet kan?" Tanya V lagi.


"Nggak. Gue mau nyusul Jin dulu ya. Lo mau ikut?" Kata Jimin, mencoba menawarkan V.


"Nggak deh. Gue nanti aja." V sebenarnya sangat ingin mengikuti Jimin. Tapi ia tau, kalau disana pasti ada Jungkook. Mungkin hubungannya dengan Jungkook masih tidak baik-baik saja. Tidak banyak yang tau, tapi V merasakan seperti ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Saat Jungkook memegang tangannya, kehangatan yang sudah tidak pernah ia rasakan lagi akhir-akhir ini. Jungkook lah yang selalu mengajarinya sampai ia bisa seperti saat ini. Kekuatannya memang belum sebanding dengan Jungkook, tapi kalau hanya untuk melawan satu atau dua orang saja mungkin V masih mampu. Seperti kejadian semalam yang menimpa pada Zya. Untungnya hanya satu orang saja, V dapat melawannya walau tidak mudah.


V akhirnya memutuskan untuk ke kelasnya.


----*----


Jimin menyusul Jungkook dengan cepat. Sehingga saat Jungkook baru masuk, Jimin sudah ada dibelakangnya.


"Bang Zya gak papa?" Tanya Jungkook yang baru saja datang.


"Gak papa, udah ditangani tuh." Jin menunggu hasilnya diluar pemeriksaan.


"Syukur deh." Ucap Jimin tiba-tiba membuat Jungkook kaget karena suaranya tepat berada dibelakangnya.


"Lo sejak kapan dibelakang gue bang?" Tanya Jungkook yang masih mengelus dadanya.


"Hee sorry Kook gue ngikutin lo tadi." Ucap Jimin dengan tersenyum.


"V kemana?" Tanya Jin kemudian.


"Oh tadi katanya mau ke kelas." Ucap Jimin.


"Gak ikut kesini?" Tanya Jin lagi.


"Gak tau gue." Ucap Jimin lagi.


Sepetinya Jin tidak tau apa yang sedang terjadi antara Jungkook dan V. Jimin pun memilih diam daripada ikut mencampuri urusan mereka.


Jin masuk untuk melihat Zya, karena sebentar lagi bell masuk akan berbunyi. Zya masih belum sadar juga.


"Mbak gimana?" Tanya Jin kepada seorang perawat yang magang disana.


"Oh gak papa, nanti juga sadar." Ucap perawat itu sambil melihat berkas-berkas dimejanya.


"Saya tinggal gak papa ya mbak?" Tanya Jin memastikan.


"Gak papa silahkan." Ucap perawat itu sedikit aneh dengan pertanyaan Jin.


"Nanti kalau sudah sadar, kalau dia ngeyel gak mau istirahat panggil saya aja mbak. Biar saya yang ngurus ni anak." Jin memberikan pesan terbuka pada perawat itu.

__ADS_1


"Oh iya tenang aja." Ucap perawat itu sembari tertawa kecil. "Adik pacarnya?"


"Bukan mbak, saya abangnya. Pacar saya masih dijaga sama orang lain. Gak tau deh kapan ketemunya." Lagi-lagi perawat itu tertawa kecil mendengar ucapan Jin. Akhirnya Jin terpaksa meninggalkan Zya disana. Jin juga menyuruh Jungkook untuk kembali ke kelasnya. Belajar seperti biasanya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa hari ini. Jin hanya berharap nantinya Zya tidak akan marah padanya kalau ia sudah memberitahu semuanya bahwa Zya adalah adiknya.


__ADS_2