ZyaKarin

ZyaKarin
Part 30


__ADS_3

Mobil Jin sudah memasuki area sekolah dan memarkirkan mobilnya. Semuanya nampak seperti biasanya. Tidak ada yang aneh pikir Zya. Zya mulai menarik nafas pelan dan berusaha untuk tetap tenang. Jin sudah bersiap akan keluar dari mobilnya.


"Ayo." Ucap Jin lalu membuka pintu mobilnya.


Zya melihat Jin yang keluar tanpa beban. Tak pikir panjang Zya pun ikut membuka pintu mobil dengan pelan. Seketika banyak siswa-siswi yang menghentikan aktivitasnya. Ini pertama kalinya mereka melihat Jin berangkat sekolah bersama seorang perempuan dan itu adalah Zya.


Ya. Zya yang tidak terlalu terkenal di sekolahnya bahkan tidak banyak yang tau keberadaannya disekolah ini. Sekarang semua tatapan pasang mata memandang dirinya. Ada yang masih belum tau tentang Zya namun segera ditepis oleh yang sudah mengetahuinya. Kini satu sekolah sudah banyak yang mengetahuinya.


Zya berjalan sedikit menunduk. Telinganya fokus mendengarkan suara-suara bisikan dari para siswa-siswi yang dilewati Zya. Perasaan tidak nyaman itu muncul. Zya sedikit menggerutu didalam hatinya tapi ia tak bisa melakukan apa-apa. Zya berharap ada kedua sahabatnya yang akan datang menemuinya sekarang.


"Ayo jalan gak usah dengerin mereka." Jin tau perasaan Zya saat ini. Ia berada tepat dibelakang Zya. Badannya sedikit berdekatan dengan Zya sehingga Zya dapat mendengar suara Jin yang lirih.


Zya mengangguk dan mempercepat langkahnya. Jin mengambil posisi disamping Zya dan mencoba menenangkan Zya.


"Lo kalau ada apa-apa bilang aja ke gue. Biar gue yang ngurus." Ucap Jin seketika.


"Hm." Zya hanya menjawabnya singkat dan sedikit membuang nafas dengan berat.


"Perlu gue antar sampai kelas Lo?" Tanya Jin menawarkan.


"Eh eh gak usah. Apaan sih Lo? Gue bisa sendiri." Ucap Zya sedikit ketus karena ia merasa tidak nyaman sekarang.


"La Lo la Lo. Gue itu Abang Lo. Panggil gue Abang kayak biasanya Lo manggil gue dirumah. Gak sopan banget Lo." Kata Jin lebih galak daripada Zya.


"Iya-iya Abang." Ucap Zya pasrah.


"Ya udah kalau gitu duluan." Jin mempercepat lagi langkahnya menuju kelasnya.


Karena kelas Jin dan Zya berbeda arah, jadi mereka berpisah di persimpangan. Zya menatap abangnya yang sudah mulai jauh menghampiri teman-temannya. Terlihat teman-temannya yang juga sudah mengetahui Zya.


Zya kembali melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Disepanjang koridor kelasnya ada beberapa yang masih suka berbisik tentang hal yang mengejutkan sekolahnya. Kali ini, Zya tidak mau ambil pusing. 'Mode cuek diaktifkan' batin Zya.


Setelah sampai dikelasnya, keramaian yang tadinya riuh kini sebagian menjadi hening. Zya yang menyadari hal itu langsung tersenyum kecut. 'Apa maksudnya ini?' . Zya terus berjalan ke tempat duduknya. Kedua sahabatnya pun ikut diam memandangi Zya. Beberapa teman kelasnya mengambil kursi dan duduk didekat Zya.


"Zya denger-denger Lo adiknya kakak kelas itu ya? Yang ganteng itu." Seseorang langsung menanyakan hal itu tanpa basa-basi.


'Hmm kayaknya mulai dah ini.' Zya tersenyum dan mengiyakan. Teman-temannya pun puas dengan jawaban Zya.


"Zya Lo kok gak pernah bilang kalau Abang Lo itu kakak kelas kita?" Tanya Stella yang juga penasaran.

__ADS_1


"Maaf ya." Ucap Zya singkat. Zya tidak tau jawaban apa yang pantas untuk pertanyaan sahabatnya ini.


"Eh iya Zya tadi gue lihat Lo berangkat bareng Abang Lo ya? Aahhh so sweet." Tanya seseorang lagi.


"Iya." Jawab Zya dengan anggukan. Zya mulai merasa tidak nyaman untuk kedua kalinya lagi. Karena kini banyak yang melihatnya dan Zya telah menjadi sorotan utama di sekolahnya. Dan pastinya tak luput juga dikelasnya.


----*----


"Tadi gue lihat Lo bareng adik Lo ya?" Ucap Namjoon membuka suara.


"Hah? Beneran?" Tanya V kaget.


"Iya, kenapa emang?" Tanya Jin balik.


"Lo gak kasihan? Gue lihat banyak anak-anak masih pada bisik-bisikan gara-gara hal itu." Timpal Jhope.


"Gak lah, nanti juga terbiasa." Ucap Jin santai. Yah walaupun ada sedikit perasaan campur aduk didalam pikirannya.


Kali ini Jin dan teman-temannya duduk di bangku agak depan. Tujuan Jin adalah untuk melihat dengan jelas adiknya yang juga berada di kantin itu. Sesekali ia mencuri pandang kearah adikknya, memastikan bahwa tidak ada yang menggangu adiknya itu. Sedikit khawatir setelah Jin tau bahwa berita mengenai adiknya itu tidak membuat kehidupan adiknya menjadi lebih baik sekarang. Mungkin ini hanya sesaat, tapi Jin yakin suatu hari nanti semuanya akan kembali normal seperti biasanya.


----*----


"Kenapa Zya?" Tanya Stella yang melihat Zya seperti sibuk sendiri.


"Ah nggak gak papa." Jawab Zya dengan sedikit canggung.


"Lo di liatin terus ya sama Abang Lo?" Tanya Violet langsung ke intinya. Zya hanya tersenyum sambil mengangguk kecil.


"Gak papa Zya, mungkin Abang Lo mau jagain Lo dari predator-predator yang bakalan gangguin Lo." Ucap Violet kemudian.


"Maksud Lo?" Tanya Stella yang kurang menangkap isi bicara Violet.


"Ya contohnya si onoh tuh." Violet menggembungkan pipinya sembari menunjuk kearah Angel yang duduk tidak jauh dari mereka.


"Hush hati-hati loh kalau bicara." Zya mengingatkan kedua sahabatnya itu untuk tidak membuat umpan yang bisa mengakibatkan kericuhan.


Mereka kembali menikmati makanan masing-masing. Hari ini Zya tidak melihat keberadaan Jungkook disekitar sekolah. Ditempat abangnya dan teman-temannya duduk pun, Zya tidak melihatnya. Ada rasa penasaran didalam dirinya tapi sesegera mungkin ia mengusir rasa itu.


----*----

__ADS_1


Hari terus berlalu begitu saja. Dan kini Zya pun sudah terbiasa dengan keadaan disekolahnya yang banyak dikenal sebagai adik seorang kakak kelas yang bernama Jin. Pria tampan yang menjadi idola siswa-siswi disekolahnya. Selain tampan, Jin pun pandai dibidang olahraga khususnya Voli. Ia pun sering mewakili sekolahnya untuk suatu pertandingan. Sudah pasti, tidak ada yang tidak mengenal Jin. Bahkan meskipun hanya tau namanya saja. Mereka juga kerap berangkat bersama. Yah walaupun perdebatan dan godaan seringkali tidak bisa dihindari oleh Zya.


Zya tetap menjadi anak yang biasa-biasanya saja. Tidak mau terlalu menonjolkan dirinya. Sesekali ada beberapa kakak kelas perempuannya atau adik kelasnya yang suka menyapa Zya. Zya pun membalasnya dengan sebaik mungkin. Ada pula yang ingin mendekati abangnya melalui Zya. Namun Zya tidak pikir panjang lagi, langsung memberikan nomer handphone abangnya.


"Yak Zyaaaa!!!" Jin berteriak didalam kamarnya mengagetkan seisi rumah.


Zya yang sedang menonton tv bersama momy nya pun langsung tersentak. Jin dengan cepat menuruni anak tangga.


"Nomer siapa lagi ini? Udah berapa kali Lo kasih nomer hp gue kesembarang orang? Gue pusing harus gonta-ganti nomer mulu. Gara-gara Lo ya ini! Pokoknya gue gak mau tau, tanggung jawab Lo!" Celoteh Jin langsung mengenai sasaran.


Zya yang bengong dan masih tidak bersuara.


"Beliin gue kartu baru. Setelah itu jangan pernah kasih nomer gue ke orang yang gak gue kenal atau Lo kenal." Jin dengan kesal memberikan perintah pada Zya.


"Ya udah sini duitnya." Ucap Zya dengan tenang.


"Pakek duit Lo lah. Enak aj, Lo yang bertanggungjawab masa pakek duit gue." Celoteh Jin masih kesal.


"Hhh." Zya membuang nafasnya sejenak.


"Ini ada apa sih? Kalian ribut terus." Tanya momy yang penasaran.


"Ni anak mom, kasih nomer Abang ke sembarang orang." Ucap Jin mengadu pada momy nya.


"Ya habisnya Zya harus jawab apa dong. Orang yang mau deketin Abang juga banyak." Ucap Zya membela dirinya.


"Ya tapi gak pakek cara gini juga. Ganggu tau gak?" Jin bersikeras menyalahkan Zya.


"Ya mana gue tau, habisnya Abang gak ngasih saran buat Zya." Ucap Zya. apa adanya.


"Masa Lo gak bisa menghindar aja gitu?" Tanya Jin.


"Gak bisa." Ucap Zya singkat.


"Adik durhaka Lo." Ucap Jin yang sudah kelewat kesal.


"Eh eh hush gak boleh ngomong gitu." Momy mencoba meredakan kedua anaknya itu. "Ya udah deh sayang kmu beliin Abangmu kartu baru lagi ya, nih uangnya momy kasih."


Zya mengangguk dan segera mengambil uang dari momy nya.

__ADS_1


Zya pun segera membawa mobil Abangnya untuk pergi ke konter terdekat. Ia sengaja tidak memakai sepeda motornya karena motornya sudah ia mandikan tadi. Sayang kan kalau harus keluar kotor lagi.


__ADS_2