ZyaKarin

ZyaKarin
Part 40


__ADS_3

Zya segera keluar dari toilet. Sesampainya diluar, ia melihat Jungkook yang sudah menunggunya.


"Jungkook. Lo masih disini?" Zya sedikit terkejut ketika melihat Jungkook dengan tiba-tiba.


"Iya. Kalau gue gak disini, Lo gak bakal keluar." Kata Jungkook memperhatikan Zya.


"Maaf ya." Ucap Zya merasa tidak enak. Jungkook pasti menunggu lama, karena keteledoran dirinya.


"Kok Lo bisa kekunci didalem?" Tanya Jungkook yang masih bingung.


"Gue juga gak tau." Jawab Zya yang juga bingung.


"Kenapa gak hubungi gue?" Tanya Jungkook lagi.


"Hp gue mati. Sebenarnya gue udah hubungi Stella pas baterai hp gue masih sisa dikit." Jawab Zya dengan suara yang sedikit lemah.


"Ya udah ayo. Lo udah pucet tuh. Jangan sampe Lo sakit terus gak dateng ke acara fashion itu." Jungkook segera menggandeng tangan Zya yang sudah terasa dingin.


"Iya." Zya mengikuti langkah Jungkook. Entah sampai langkah keberapa, Zya baru sadar kalau tangannya digandeng oleh Jungkook.


Sesampainya diparkiran, Jungkook langsung membukakan pintu untuk Zya. Zya yang masih kebingungan karena Jungkook juga membukakan pintu untuknya hanya diam dan menatap Jungkook.


"Zya? masuk. Kok diem." Jungkook menyadarkan Zya dari lamunannya.


"Eh iya." Zya segera masuk setelah sadar.


Dengan cepat Jungkook meninggalkan sekolah itu.


"Lo gak papa kan Zya?" Tanya Jungkook sembari menyetir mobilnya.


"Gak papa kok." Jawab Zya sudah terlihat tenang dari sebelumnya.


"Menurut Lo siapa yang nglakuin ini ke Lo?" Tanya Jungkook yang tidak habis pikir dengan orang yang tega melakukan hal ini kepada Zya. Seandainya ia pergi saat itu dan tidak menghubungi abangnya Zya, mungkin Zya masih terkunci disana.


"Gue gak tau Kook." Jawab Zya dengan membuang nafasnya kasar.


"Pasti ada yang gak suka sama Lo." Celetuk Jungkook yang merasa kesal atas kejadian ini.


"Mungkin. Tapi seingat gue, gue gak punya musuh disekolah ini." Ucap Zya yang merasa tidak melakukan kesalahan dengan orang lain. "Yah kecuali Angel sih yang mungkin gak suka sama gue." Lanjut Zya lagi setelah mengingatnya.


"Gue rasa bukan Angel. Karena gue lihat dia langsung keluar tadi sama temen-temennya." Kata Jungkook dengan cepat. Ia yakin sekali. Karena tadi sempat ke kelas Jin dan duduk sebentar disana. Ia melihat Angel dengan jelas yang baru keluar kelasnya dan langsung menuju parkiran dan keluar.

__ADS_1


"Hmmm." Jawab Zya pelan.


"Apa gak ada orang yang kekamar mandi barengan sama Lo?" Tanya Jungkook yang masih penasaran.


"Ada. Gue kan bareng Stella." Jawab Zya.


Jungkook merasa ada yang aneh dengan Stella belakangan ini. Tapi ia tak bisa berpikir bahwa itu ulah Stella. Secara Stella dan Zya adalah teman baik dimatanya. Jungkook segera mengusir pikiran kabur nya dan kembali fokus menyetir.


"Maaf ya Zya, gue langsung antar Lo pulang ya?" Ucap Jungkook ketika ia menyadari kalau ia harus segera kembali ke butik mama Stella.


"Iya gak papa." Jawab Zya pasrah. Ada rasa kecewa dihati Zya. Entah kenapa padahal ini adalah sesuatu yang Zya tunggu-tunggu.


"Gue cuma izin sebentar tadi ke mama nya Stella. Takutnya mereka nunggu." Kata Jungkook lagi sembari masih fokus menyetir. Terlihat raut wajah Zya yang menahan kekecewaannya. Jungkook bisa melihatnya, tapi ia tak bisa melakukan apa-apa.


"Iya, gue ngerti kok." Ucap Zya berusaha memahami.


Sesampainya didepan rumah Zya, Jungkook mengambil sebuah bingkisan yang ia simpan.


"Zya tunggu." Jungkook segera menahan tangan Zya yang akan membuka pintu mobilnya.


"Ada apa?" Tanya Zya heran.


"Ini buat Lo." Jungkook memberikan bingkisan itu pada Zya. Sebenarnya ada beberapa kata yang ingin ia sampaikan tapi mengingat waktunya sudah sempit, ia mengurungkan niatnya.


"Lo buka di dalam ya. Dan gue harap Lo bisa pakai ini pas acara fashion show nanti." Ucap Jungkook dengan permintaan nya.


"Makasih ya. Tapi harusnya Lo gak perlu repot-repot gini." Jawab Zya merasa sungkan.


"Lo ngomong apa sih Zya? Lo pantes dapetin ini. Dipakek ya?" Tanya Jungkook untuk memastikan lagi.


"Iya, makasih ya. Kalau gitu gue masuk dulu." Ucap Zya kemudian. Ia melihat abangnya membuka pintu dari dalam gerbang.


"Iya." Jawab Jungkook sembari tersenyum.


Zya segera membuka pintu mobil dan kali ini tidak ada halauan lagi. Ia berhenti sejenak sebelum memasuki pagar rumahnya. Jungkook mengucapkan selamat tinggal dan menyetir kembali meninggalkan Zya disana.


Melihat Jungkook yang sudah semakin jauh, Zya dengan segera masuk kedalam rumahnya. Abangnya sudah menunggunya didepan pintu rumah.


"Kenapa lo senyam-senyum gak jelas." Sapa Jin saat Zya berjalan menuju arahnya sembari tersenyum kecil.


"Gak papa." Jawab Zya yang masih menenteng bingkisan dari Jungkook. Sudah pasti Jin pun melihat bingkisan yang Zya pegang.

__ADS_1


"Apaan tuh?" Tanya Jin yang penasaran dengan bingkisan itu.


"Ini punya Zya." Jawab Zya santai.


"Iya tau, isinya apaan?" Tanya Jin memaksa.


"Gak tau." Jawab Zya lagi singkat. Zya pun belum melihatnya bahkan hanya untuk mengintip. Tapi kalau dipikir-pikir mungkin baju atau sesuatu yang bisa Zya pakai nanti. Karena ia ingat, Jungkook bilang agar Zya bisa memakai itu saat acara fashion show nanti. Tapi Zya tidak mau menebak-nebak hanya untuk menjawab pertanyaan abangnya.


"Jadian Lo sama Jungkook?" Tebak Jin.


"Hush nggak." Jawab Zya mengelak. Ia tidak pernah menyangka bahwa abangnya akan bertanya seperti itu. Untungnya tidak momy nya yang mendengar hal itu.


"Terus kenapa kok senyam-senyum gitu." Tanya Jin yang masih memaksa. Padahal Zya hanya ingin senyum saja, tapi malah di perpanjang oleh abangnya.


"Ya gak papa. Apa sih bang, apa salahnya gue seneng." Jawab Zya yang mulai muak dengan pertanyaan-pertanyaan abangnya.


"Aneh Lo." Kata Jin sembari membuntuti Zya dari belakang.


Zya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Ia sebenarnya juga tau kalau Jin juga mengikutinya, tapi tidak ia sangka bahwa Jin juga ingin turut masuk ke kamarnya. Zya menahan Jin tepat di pintu kamarnya.


"Eitss mau kemana Lo? kamar Abang kan di sebelah." Zya membalikkan badannya setelah membuka pintu kamarnya. Terlihat Jin yang hampir menabraknya.


"Gue mau lihat itu." Jawab Jin sembari memberi kode lewat matanya menuju bingkisan yang Zya pegang.


"Dihhh kepoo yaaaa." Zya mulai menggoda abangnya. Karena mereka berdua memang selalu ingin tau apa saja yang dibawa satu sama lain.


"Buka disini napa." Kata Jin sedikit memohon karena ia pun penasaran.


"Nggak." Jawab Zya dengan cepat.


"Ya udah gue ikut." Jin ingin melangkahkan kakinya lagi menerobos badan Zya yang menghalangi pintunya.


"Eh gak boleh." Zya menghalangi Jin dengan tangannya dan menutup pintunya sehingga hanya kepala Zya saja yang terlihat. "Gue mau mandi, ganti baju, istirahat, dan tidur." Lanjut Zya.


"Emang Lo gak penasaran sama isinya?" Tanya Jin yang tidak mendengar ada kata-kata untuk membuka bingkisan itu.


"Hmm penasaran sih tapi gue mau buka sendiri." Zya langsung menutup pintunya dan menguncinya dari dalam membuat Jin sedikit kaget dengan gerakan cepat Zya.


"Woy dek. Awas Lo ya, gue bilangin momy kalau Lo pacaran." Teriak Jin dari luar kamar Zya. Zya hanya mendengarkan, lalu tertawa kecil.


"Bilang aja, toh gue gak pacaran." Jawab Zya setengah berteriak. Setidaknya Jin dengar apa kata Zya.

__ADS_1


Zya lalu merebahkan dirinya ke kasur nyamannya. Beristirahat sejenak melepas lelah setelah kejadian tak terduga yang menimpanya tadi di toilet sekolah. Sekilas Zya berpikir siapa yang melakukannya. Tapi Zya segera tidur agar tidak berpikir terlalu dalam soal itu. Lagipula kejadiannya sudah lewat dan Zya baik-baik saja.


__ADS_2