
*Chating Jungkook dan V.
J : Lo dimana?
V : Kenapa?
J : Ada yang mau ketemu Lo.
V : Siapa?
J : [Sent alamat]
V : Read
Singkat dan jelas. Jungkook tidak tau apa yang akan ia katakan jadi begitulah kira-kira pesan yang ia kirimkan. Tidak perlu kata-kata panjang, cukup langsung ke intinya. Jungkook yakin V akan datang. Kalaupun ia tidak datang, itu urusan nanti.
----*----
Jungkook bersama mama Stella sudah tiba ditempat yang dijanjikan oleh Jungkook. Sejenak mereka memesan minuman. Ini adalah coffe shop kesukaan V dan Jungkook. Mama Stella pun suka minum kopi, jadi Jungkook memutuskan untuk memilih tempat ini. Selain ke bar, V dan Jungkook juga suka menghabiskan waktu disini. Tempatnya tidak terlalu jauh dari bar yang ia kunjungi bersama Zya kemarin.
Tak lama kemudian V datang. Jungkook melambaikan tangannya agar terlihat oleh V. V segera menghampiri mereka. Jungkook juga sudah memesankan V secangkir kopi panas kesukaannya. Ini tidak akan pernah ia lupakan.
"Hai V." Mama Stella menyapa dengan senang hati.
"Hai Tante." Balas V dengan ramah.
"Perkenalkan. Tante mamanya Stella, teman adik kelas kamu. Mungkin kamu kenal sama anak Tante?" Kata mama Stella memulai memperkenalkan dirinya.
"Hmm kayaknya, mungkin pernah lihat Tante. Kalau akrab, kayaknya belum." Ucap V seadanya. Ia ingat, mungkin yang Tante ini maksud adalah salah satu teman Zya.
"Oh ya udah gak papa." Mama Stella melihat kearah Jungkook sebentar lalu kembali berbicara kepada V. "V apa kamu ada waktu untuk hari Minggu ini?" Lanjut mama Stella.
"Hmm seperti nya ada Tante. Ada apa?" Jawab V sambil memberikan pertanyaan kembali.
"Jadi gini, Minggu ini Tante ngadain acara fashion show. Dan Tante sering lihat kamu di majalah-majalah tertentu. Tante tertarik sama bakat model kamu dan visual kamu yang Tante lihat bagus. Jadi, Tante mau ngundang kamu untuk jadi salah-satu model fashion Tante. Kamu mau?" Kata mama Stella sembari menjelaskan maksud dan tujuannya.
"Mau Tante." Dengan senyuman dibibirnya, V mengiyakan tawaran itu.
"Makasih ya, kamu sudah membantu Tante." Ucap Mama Stella yang lega sekaligus senang dengan jawaban V.
"Harusnya aku yang makasih sama Tante. Tante sudah ngajak V untuk jadi salah satu model fashion Tante. Siapa sih yang gak mau jadi model Tante, dengan desainer-desainer baju Tante yang sangat bagus itu. Ini pertama kalinya aku mengikuti acara ini. Jadi, mohon bimbingannya ya Tante." Ucap V sembari memberikan sedikit informasi tentangnya.
"Iya tenang aja. Seminggu ini, kita akan latihan dengan cepat. Dan ini gak sulit kok. Tante akan ajarkan kalian untuk berjalan dengan baik." Kata mama Stella penuh kewibawaannya.
Disini V terlihat kaget sekaligus heran. Mereka? Berarti ia dan Jungkook?
"Maaf Tante. Jungkook ikut juga?" Tanya V ceplas-ceplos. Ia memang tipe yang tidak mau berasumsi sendiri. Lebih baik tau kebenarannya daripada hanya menebak-nebak.
"Iya dong. Semua desainer rata-rata adalah rancangan dari Jungkook. Oh iya ngomong-ngomong bukannya kamu dan Jungkook adik kakak ya?" Tanya mama Stella memastikan.
"Ah iya Tante." Jawab V dengan senyum kecilnya.
__ADS_1
"Bagus dong, kalau gitu kalian bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Mama Stella senang. "Ayo diminum kopinya. Katanya kamu suka kopi. Itu adikmu sendiri yang pilihkan." Lanjut mama Stella mempersilahkan.
Sudah lama V tidak kesini semenjak kejadian dirumahnya yang mengharuskan Jungkook untuk pergi. Sekarang V tau, dari mana Jungkook bisa menghasilkan uang untuk biaya kehidupannya. Mendengar hal itu, V sedikit lega. Itu artinya Jungkook baik-baik saja dikehidupan luar nya.
Mereka bertiga sama-sama menikmati kopi kesukaan masing-masing. Mama Stella memilih untuk berpamitan duluan. Karena masih banyak hal-hal yang harus ia kerjakan. Tak lupa juga, mama Stella memberikan beberapa undangan untuk mereka berdua untuk dibagikan kepada siapa saja yang ingin mereka undang datang ke acara fashion show mama Stella. Masing-masing diberikan lima undangan. Jungkook dan V pun mengiyakan dan menerima undangan itu.
Kini tinggal mereka berdua. Hening. Keduanya tidak kunjung membuka pembicaraan. Situasi yang sangat mencekam bagi keduanya.
"Gimana mami sama papi? Sehat-sehat aja kan?" Tanya Jungkook membuka pembicaraan.
"Semuanya sehat." Jawab V.
Hening sebentar. Mereka masih menikmati kopi nya.
"Lo gak mau pulang? Lo gak kangen sama mereka?" V belok bertanya.
"Pulang? Rumah gue bukan disitu lagi." Jawab Jungkook dengan tenang.
"Siapa bilang?" Tanya V sedikit heran.
"Gue." Jungkook berhenti sejenak. "Gue yang milih untuk pergi dari sana dan gue udah mutusin untuk gak tinggal lagi disana." Ucap Jungkook menjelaskan.
"Tapi apa Lo lupa sama mami? Dia nungguin Lo buat balik lagi kesana." V masih mencoba untuk membujuknya.
"Gue gak lupa. Gue cuma mau mandiri mulai sekarang. Dan buktinya gue bisa. Perkataan papi yang gak bakal bikin gue lupa tentang rendahnya gue dimatanya. Dan walaupun papi yang minta buat gue balik kesana, gue gak bakalan balik." Ucap Jungkook sembari mengepalkan tangannya.
V yang melihat hal itu, tentu saja tau apa yang dimaksud Jungkook.
"Mereka juga pasti bangga sama Lo. Karena Lo udah jadi desainer terkenal sekarang." Ucap V mencoba membangun semangat Jungkook.
"Gue gak yakin." Ucap Jungkook ketus.
Tak lama kemudian, Jungkook memilih untuk pamit mendahului V. Meninggalkan V sendirian di coffe shop itu. V berpikir sejenak. Segitu bencinya kah Jungkook kepada papinya sehingga ia tak mau lagi menginjakkan kakinya untuk tinggal di rumah mereka lagi. V memang tidak merasakan apa yang dirasakan oleh Jungkook, akan tetapi ia kasihan melihat mami nya yang terus menunggu Jungkook untuk pulang kerumah nya. Mungkin kalau bukan karena mami nya, V pun akan bersikap sama seperti papinya. V memiliki tabiat yang kurang disukai oleh Jungkook. Selain orang tuanya yang lebih menyayangi V, V juga selalu merebut apapun atau menginginkan apapun yang Jungkook punya atau bisa. Pertikaian kecil tidak bisa mereka hindari saat masih kecil. Tapi lambat laun, ketika semuanya sudah menginjak remaja. Jungkook sedikit demi sedikit bisa mengalah kepada V. Bahkan Jungkook dinilai lebih dewasa dari pada V. Lebih bisa menjaga dirinya dari pada V. Ini semua berkat didikan keras papi nya dulu yang hanya berpihak pada V.
V pun segera pergi juga dari tempat itu setelah selesai meneguk kopi terakhirnya.
----*----
Keesokan harinya, V membagikan undangan itu kepada teman-temannya. Tentu saja mereka adalah Jin, Namjoon, Jhope, Suga, dan Jimin.
"Nih, ambil satu-satu ya." V menyodorkan semua undangannya untuk mereka.
"Wiihh undangan apaan nih?" Ucap Jhope antusias.
"Fashion show?" Tanya Jimin kaget sekaligus tidak menyangka. Jhope pun sama.
"Lo dapet dari mana?" Tanya Namjoon.
"Iya. Adek gue juga dapet sih kayak gini dari temennya." Kata Jin mengingat undangan yang Zya bawa kemarin.
"Itu dari mama nya temen adek Lo." V menjawab pertanyaan dari Namjoon.
__ADS_1
"Kok Lo bisa dapet ini?" Tanya Jin yang turut penasaran.
"Ssttt gue di undang untuk jadi salah satu model di acara itu." V sedikit berbisik untuk memberitahukan informasi tentangnya.
"Wiihhh gila Lo. Berguna juga tuh wajah." Kata Jin singkat tapi nyelekit.
"Gue gaplok Lo ya." Ucap V sembari tersenyum lebar.
"Denger-denger Jungkook juga ada disana ya?" Jin melanjutkan pertanyaannya.
"Iya." Jawab V singkat.
"Gimana? Lo sama dia?" Tanya Namjoon yang ingat sesuatu.
"Biasa aja sih. Seperti biasa." Jawab V lagi.
"Bo'ong Lo." Bantah Jin.
"Apaan si." Ucap V.
"Jungkook sekarang udah jarang lagi ngumpul bareng. Pasti ada sesuatu sama Lo." Suga menambahkan penjelasan.
"Kenapa sih V. Cerita aja." Jhope mencoba menengahi.
"Gue taunya, Jungkook keluar dari rumah Lo." Jimin tiba-tiba ikut angkat bicara. Perkataannya membuat yang lainnya setengah kaget.
"Maksudnya dicoret dari KK gitu?" Tanya Jin iseng.
"Ya nggak lah oon." Timpal Jimin.
"Biasa aja kali." Ucap Jin kepada Suga.
"Ini mau V yang cerita apa kalian yang cerita." Suga mulai mengakhiri perdebatan antara Jin dan Jimin.
"Iye-iye maap bang Agus." Ucap Jin kepada Suga.
"Nama gue Suga bukan Agus." Kata Suga sedikit kesal.
"Kalau dibalik?" Jin masih terus dengan celotehannya.
"Weehhhh jadi cerita gak sih ini si V?" Namjoon mulai tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari V.
V menarik nafas dalam-dalam. Sebenarnya ia bingung harus cerita mulai dari mana. Disisi lain, mungkin ini adalah aib keluarga nya yang sangat tidak adil kepada adiknya. Jelas teman-teman V akan kecewa mungkin terhadap V. Lama V diam.
"Woy, V kok nglamun?" Kejut Jimin, membuat semuanya juga ikut terkejut.
"Eee ....." V terbata-bata menyusun katanya.
TRIIIIIINGGGGGGGGGG
Bell tanda telah usai nya jam istirahat berbunyi. Mereka segera bergegas kembali ke kelas. Untung saja, waktunya sangat tepat. V masih belum tau akan bercerita yang seperti apa kepada teman-temannya itu. Tapi V yakin, mereka pasti akan menanyakan hal itu lagi.
__ADS_1
V dan Jungkook benar-benar membuat jarak. Entah sengaja dibuat atau hanya karena kesalahpahaman semata yang membuat salah satu dari mereka tidak berani bertegur sapa duluan.