
Malam hari dikota yang dingin ini. Tidak banyak orang berlalu lalang. Apalagi yang memakai sepeda motor, bisa dihitung jumlahnya. Mobil-mobil yang menyusuri jalanan pun tidak terlalu ramai.
Zya sedang duduk diatas kasurnya. Berhadapan dengan laptop kesayangannya, sedang mengerjakan PR-PR nya. Zya sengaja membuat PR itu lebih awal. Agar dihari Minggu, ia bisa lebih banyak memiliki waktu untuk bersantai. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya.
"Masuk aja, gak dikunci kok." Ucap Zya sembari masih fokus ke layar laptopnya.
Jin masuk dengan wajah senangnya.
"Tadaaaa." Jin memamerkan undangan yang ia dapat dari V.
"Ehh. Abang dapet dari mana itu?" Tanya Zya keheranan sekaligus senang.
"Dari temen gue lah." Jawab Jin dengan nada bicara yang sedikit sombong.
"V? Atau Jungkook?" Tanya Zya lagi.
"V." Jawab Jin. "Eh btw ya Zya. Lo tau gak masalahnya V sama Jungkook?" Lanjut Jin bertanya.
"Masalah apaan? Gue gak tau. Toh gue bukan siapa-siapa juga." Ucap Zya yang masih fokus kelayar laptopnya.
"Waktu Lo jalan sama Jungkook kemaren, emang gak cerita apa-apa gitu?" Tanya Jin yang ingin mengorek sedikit informasi.
"Nggak tuh." Jawab Zya singkat.
"Ya udah deh." Kata Jin sedikit kecewa karena tidak mendapatkan informasi apapun dari Zya.
Sebenarnya Zya mengerti apa yang dimaksud oleh abangnya itu. Tapi ia sudah terlanjur berjanji agar tidak memberitahukan kepada siapapun tentang masalah Jungkook dengan V. Sekalipun itu Abang nya sendiri.
"Abang gak coba tanya ke V nya? Kan dia tuh yang punya masalah." Saran Zya.
"Udah. Tapi V selalu mengelak atau menghindar." Jawab Jin.
"Cari tahu sendiri ya. Zya gak tau apa-apa soalnya." Ucap Zya. Bukannya ia tak mau membantu Abangnya, tapi ia tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan mereka. Abangnya pun mengerti dengan perkataan Zya.
"Ck. Iya-iya." Kata Jin berdecak.
"Oh iya bang, gak mau beli baju gitu?" Tanya Zya iseng.
"Buat apaan?" Tanya balik Jin yang keheranan. Karena tumben-tumbenan Zya menanyakan hal ini kepada Abangnya.
"Ya buat ke acara itu lah. Zya bingung nih, gak punya baju." Jawab Zya dengan tenang sembari fokus ke layarnya.
"Dek." Panggil Jin.
"Hm?" Zya menjawab panggilan Abang nya tapi matanya tetap tertuju pada laptopnya.
"Lihat Abang." Panggil Jin lagi.
__ADS_1
"Apaa?" Zya menghentikan aktivitasnya dan mulai menatap Abangnya.
"Lihat lemari Lo yang besar itu? Bahkan besarnya ngalahin pintu Lo." Abangnya akan mulai berceloteh.
Zya hanya mengangguk.
"Gak mungkin Lo gak punya baju kalau lemari Lo sebesar itu. Lemari gue kalau dibandingin sama tu lemari bagaikan gajah dan semut tau gak? Sekali diinjek hancur lemari gue." Lanjut Jin.
Zya hanya bisa tertawa mendengar perkataan Abangnya. Benar juga. Tapi Zya masih kekeh bahwa ia tidak punya baju khusus untuk pergi ke acara itu.
"Tawa Lo. Udah ah gue mau balik ke kamar. Mancing-mancing emosi gue aja. Lo keluarin dah tuh semua baju dilemari Lo. Hitung baju Lo ada berapa. Jangan bilang gak punya baju Lo." Jin berceloteh sembari berjalan menuju pintu kamar adiknya.
"Jangan lupa tutup pintu bang.." Zya berbicara sambil tertawa kecil.
----*----
"Vi, Lo udah punya persiapan baju untuk ke acara nya mami Stella?" Tanya Zya di sela-sela pelajaran.
"Gue udah ada sih." Ucap Violet menjawab pertanyaan Zya.
"Ooh gitu ya." Kata Zya singkat. Ia masih kepikiran dengan ucapan Abang nya semalam. 'Baju Lo itu banyak, jangan bilang Lo gak punya baju.'
"Kenapa Zya? Jangan sampe Lo gak dateng ya." Stella memperingati temannya itu.
"Tenang aja La, gue pasti dateng kok." Ucap Zya sembari tersenyum.
Hari ini guru sedang rapat. Beberapa kelas hanya diberikan tugas saja untuk mereka kerjakan sendiri. Jadi, mereka lebih leluasa untuk kesana-kemari sembari mengerjakan. Ada yang memilih berkelompok, ada pula yang hanya fokus mengerjakan sendiri, dan ada pula yang hanya meng-copy paste.
Tak lama kemudian, Guru-guru pada berdatangan ke kelas masing-masing. Sepertinya akan ada informasi penting. Dan benar saja. Hari ini mereka bisa pulang lebih awal karena ada kegiatan tertentu yang mengharuskan mereka untuk cepat pulang. Sorak kegembiraan datang dari berbagai kelas. Semuanya bersiap untuk meninggalkan sekolah lebih awal.
Zya dan kedua sahabatnya mulai berjalan dikoridor sekolah menuju gerbang sekolah. Terlihat Stella yang seperti mencari seseorang.
"La, Lo nyari siapa?" Tanya Violet yang penasaran dengan sikap Stella. Tidak biasanya ia seperti itu.
"Gue nyari Jungkook." Jawab Stella dengan tenang tanpa merasa ada yang aneh dengan raut wajah kedua sahabatnya itu.
"Jungkook? Tumben?" Tanya Zya yang mulai kebingungan.
"Mana ya? Nah itu dia." Stella berlari menuju arah Jungkook yang sedang duduk bersama beberapa temannya. Disana ada Jimin, Jin, Namjoon dan V.
"Ayo Zya." Violet menarik tangan Zya agar ikut berlari mengejar Stella. Zya pun mengikutinya. Tangan Violet yang menggenggam tangan Zya terlalu kuat, sehingga ia pasrah saja tubuhnya mengikuti tarikan Violet.
"Kooki." Panggil Stella tanpa mempedulikan tatapan aneh dari teman-temannya.
"Stella, ada apa?" Jawab Jungkook.
"Lo langsung ke butik mama kan?" Tanya Stella dengan yakin.
__ADS_1
"E hmm iya." Kata Jungkook sedikit curiga.
"Gue nebeng ya." Ucap Stella spontan.
Deg. Zya dan Violet tidak habis pikir dengan Stella akhir-akhir ini. Stella yang biasanya tidak pernah meminta bantuan dari cowok manapun, sekarang meminta bantuan pada Jungkook.
"Gue? Sama Lo? Berdua aja? Atau temen-temen Lo mau ikut sekalian?" Jungkook mencoba untuk tenang. Sebenarnya ia berharap Zya juga ikut. Tapi ngapain?
"Nggak. Mereka pulang ke rumah masing-masing. Ya kan guys?" Ucap Stella sembari memastikan jawaban kedua sahabatnya.
"Oh tapi gimana ya?" Ucap Jungkook yang masih tidak enak.
"Kenapa? Lo pakek sepeda motor juga gak papa kok." Stella tetap memaksa kehendaknya.
"Bentar-bentar. Lo tadi kesini naik apa?" Tanya Jungkook.
"Naik taxi." Jawab Stella. Hal ini memang sengaja ia lakukan, entah apa yang ia pikirkan.
"Hmm ya udah deh." Jungkook tidak bisa mencari alasan lagi. Disatu sisi Stella adalah anak dari tempat ia bekerja.
"La, tumben Lo naik taxi?" Ucap Violet tiba-tiba.
"Iya, mobil gue di bengkel soalnya." Kata Stella.
"Ooh. Lo gak mau bareng gue aja?" Tanya Violet. Violet tau, kalau Jungkook sebenarnya tidak ingin memberi tebengan pada Stella. Tapi Stella tetap mau bersama nya.
"Gak usah. Gue gak mau repotin Lo. Lagian gue sama Kooki kan satu tujuan." Ucap Stella yang memang tidak bisa dibantah oleh siapapun.
"Gak ngrepotin kok La." Kata Violet lagi.
Disini Zya hanya mendengarkan saja. Entah benda apa yang menusuk dirinya sehingga merasa sakit didalam dadanya. Wajah Zya terlihat berbeda. Ia tidak menunjukkan keceriaannya. Datar. Itulah yang bisa mereka tangkap.
"Bang, gue tunggu dimobil ya." Tiba-tiba Zya mengeluarkan suara.
Jin segera mengangguk.
"Gue duluan ya La." Ucap Zya kepada Stella dengan wajah datar nya namun sedikit tersenyum.
Stella mengangguk sembari tersenyum.
Violet mengikuti Zya ke arah parkiran mobil.
"Hati-hati ya Zya." Ucap Stella sedikit berteriak karena Zya sudah jalan mendahului mereka.
Zya hanya membalas dengan jempol tangan nya.
----*----
__ADS_1