
"Kooki gue ketoilet dulu ya." Ucap Stella pada Jungkook.
"Ya udah, gue tunggu sini." Kata Jungkook yang masih duduk bersama beberapa temannya.
Stella segera menuju toilet. Disana ia hanya mencuci wajahnya agar terlihat segar. Selesai dengan urusannya, ia segera keluar dari toilet. Stella sedikit kaget ketika melihat V ada di luar toilet nya. Seperti sedang menunggu seseorang.
Awalnya Stella akan melewatinya begitu saja tapi V langsung memberhentikan langkah Stella.
"Ada yang mau gue omongin." Kata V dengan nada serius.
"Apa?" Tanya Stella malas.
"Lo suka kan ke Jungkook?" Tanya V basa-basi. Sebenarnya ia sudah tau dari waktu Stella meminta Jungkook untuk pulang bersama.
"Bukan urusan Lo." Ucap Stella ketus. Stella hendak pergi, tapi lagi-lagi langkahnya di halang oleh V.
"Eitss, gue tau Lo suka ke dia. Makanya gue punya sesuatu buat Lo." Kata V masih berusaha dengan wajah yang penuh arti.
"Apaan sih. Gak jelas Lo, minggir!" Stella mulai risih ketika jarak V dengannya hanya sejengkal.
"Jungkook suka ke Zya, temen Lo." Ucap V menjelaskan.
"Ya bukan urusan gue lah." Stella masih tidak mau tau hal itu.
"Hhh ini nomer kontak gue. Kalau Lo butuh bantuan, hubungin gue." V memberikan secarik kertas langsung ketangan Stella dan memaksa Stella agar mengambil kertas itu. Lalu ia pergi meninggalkan Stella sendiri yang masih kebingungan.
Stella awalnya ingin membuang kertas itu tapi tulisan dikertas itu membuat Stella berpikir sejenak.
'Gue V, abangnya Jungkook. Dan gue bisa bantu Lo buat dapetin dia, asalkan gue dapetin Zya.' (nomer kontak V)
Begitulah tulisan yang ada dikertas itu. Stella masih tidak menyangka ternyata kakak kelas itu menyukai Zya. Tiba-tiba Jungkook memanggil Stella dari arah kejauhan.
"Stella, ayo." Ucap Jungkook yang mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Stella.
Stella pun langsung memasukkan kertas itu kesaku sekolahnya dan berlari menyusul Jungkook.
----*----
"Zya, Lo ngerasa ada yang aneh gak sih?" Ucap Violet kepada Zya yang sudah ada diparkiran. Sembari menunggu Abang Zya, Violet masih menemani Zya disana.
"Stella maksud Lo?" Tanya Zya dengan tebakannya yang benar.
"Iya." Jawab Violet.
"Ya udah sih biarian aja." Kata Zya yang tidak mau diambil pusing.
__ADS_1
"Tapi gue gak suka pas dia kayak gitu. Kesannya kayak genit tau gak? Padahal udah gue tawarin tumpangan. Toh si Jungkook nya juga kayaknya gak mau tuh." Celoteh Violet sembarangan.
"Gak papa lah Vi, lagian mereka kan satu tujuan juga." Kata Zya mengingat perkataan Stella tadi.
"Lo ada perasaan gak si ke Jungkook?" Tanya Violet yang tiba-tiba.
"Gue? Nggak." Bantah Zya.
"Gak usah bo'ong deh Lo." Violet tidak terima bantahan Zya.
"Dih siapa yang bo'ong." Kata Zya dengan nada lebih meyakinkan.
"Muka Lo bete tadi." Ucap Violet yang masih berusaha.
"Nggak, biasa aja." Jawab Zya tak mau kalah.
"Yang bener??" Violet mulai menggoda Zya agar ia mengakuinya.
"Tau lah Vi. Orang gue biasa aja." Zya tetap pada pendiriannya.
Violet melihat Abang Zya dan temannya tadi menuju arah mereka. Violet pun segera berpamitan pada Zya menuju mobilnya.
"Zya, gue duluan ya. Tuh Abang Lo udah dateng." Ucap Violet pada Zya sembari menunjukkan arah abangnya.
"Oh ya udah. Gue juga mau masuk mobil dulu." Kata Zya mengikuti Violet.
"Bye Vi." Zya pun ikut masuk kedalam mobil abangnya. Dan memilih menunggu disana.
Terlihat mobil Violet yang sudah akan meninggalkan parkiran. Dan dia pun berlalu. Zya masih menunggu abangnya yang berjalan dengan pelan sembari mengobrol dengan teman-temannya. Tentu saja, terlihat Jungkook dan Stella dibelakang mereka yang berjalan sejajar. Zya menundukkan kepalanya sembari melihat-lihat layar hpnya disaat mereka sudh mendekat.
Jin pun membuka pintu mobil nya dan bersiap akan menyetir. Sesekali, Zya melihat kedepan. Kearah mobil Jungkook. Jungkook dan Stella sudah memasuki mobil bersama. Mobil Jin jalan lebih dulu lalu disusul dengan mobil Jungkook dibelakangnya. Zya bisa melihat jelas mobil Jungkook yang tepat berada dibelakangnya.
"Kenapa dek?" Tanya Jin tiba-tiba.
"Hm? Apanya?" Tanya Zya balik.
"Lo cemburu ya?" Tebak Jin.
"Apaan si bang." Ucap Zya kesal. Ini kedua kalinya lagi ada yang menggodanya.
"Lo suka kan ke Jungkook?" Tanya Jin masih berusaha mendapatkan jawaban yang tepat.
"Nggak." Jawab Zya singkat.
"Gak usah bohong deh Lo." Kata Jin lagi.
__ADS_1
"Gak jelas banget." Ucap Zya yang sudah kesal.
"Kenapa Lo kelihatan bete tadi?" Tanya Jin membahas raut wajah Zya saat mereka bersama tadi.
"Orang biasa aja kok dibilang bete." Jawab Zya masih bisa mengelak.
"Beda kali orang bete sama orang biasa aja mukanya." Jin terus berceloteh sehingga membuat Zya kesal.
Zya tidak menjawab dan memilih diam. Tidak terasa mobil Jungkook sudah hilang dari pandangan Zya. Berarti arahnya sudah berlawanan. Disepanjang jalan Zya hanya diam, membiarkan Jin yang sibuk dengan suaranya. Beberapa lagu galau diputar oleh Jin. Kemudian Jin mengikuti lagu itu seraya sedang mengejek Zya. Tapi tak dipedulikan oleh Zya. Inilah yang tidak disukai oleh Zya ketika bersama Abang nya. Selalu ada saja celah untuk menggodanya.
Kalau ada lelangan untuk abang-abangan, mungkin Abangnya sudah ia lelang atau tukar tambah dengan yang lebih berakhlak.
----*----
"Kooki, gue boleh tanya sesuatu gak?" Stella membuka pembicaraan ketika kedua nya sedang latihan bersama.
"Boleh." Jawab Jungkook.
"Lo suka sama Zya?" Tanya Stella langsung tanpa basa-basi.
"Hmm." Jungkook berpikir sebentar. "Kalau iya, kenapa?" Jawab Jungkook sembari bertanya kembali.
"Ya gak papa." Jawab Stella singkat.
Keduanya sama-sama diam.
"Eh iya, Lo udah undang Zya ke acara mama Lo?" Tanya Jungkook memastikan.
"Udah kok." Jawab Stella dengan senyumannya.
"Bagus deh." Kata Jungkook yang terlihat senang.
"Tadi Zya cerita ke gue, katanya dia bingung mau pakek baju apa buat ke acara mama." Stella berceritakan sedikit tentang Zya.
"Ooh tapi dia jadi dateng kan?" Tanya Jungkook lagi memastikan.
"Jadi kok." Jawab Stella dengan yakin.
"Ya udah, ayo latihan lagi." Jungkook mengajak Stella untuk latihan kembali. Mereka harus bisa memberikan penampilan terbaik mereka nanti.
"Em." Stella mengangguk dan mengikuti Jungkook.
Mama Stella sendiri yang turun tangan untuk melatih mereka. Dari posisi, tatanan tempat, dan cara berjalan, semuanya diatur oleh mama Stella. Stella pun kagum dengan mama nya. Ia tak pernah tau bahwa mama nya sangat mahir dalam hal ini. Ternyata sewaktu mama Stella masih kuliah, ia sering mengikuti fashion show yang diadakan oleh salah satu temannya. Itu sebabnya mama Stella sangat tau apa saja yang perlu ia lakukan. Stella senang melihat butik mama nya yang sekarang. Lebih baik daripada saat mama nya masih merintis dulu.
Tak butuh waktu lama Stella dan Jungkook telah mempelajari semua bagian dari fashion show ini. Tapi mereka tetap harus berlatih bersama, agar bisa mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.
__ADS_1
----*----