ZyaKarin

ZyaKarin
Part 37


__ADS_3

Huhft.


Jungkook membaringkan tubuhnya diatas kasurnya. Kasur yang lebarnya tidak selebar kasur dirumahnya dulu, tapi itu tidak masalah. Jungkook lebih suka tempat ini. Walau sunyi, tapi apapun yang Jungkook lakukan tidak ada yang bisa menghentikan dirinya. Tidak ada lagi kritikan-kritikan pedas dari papi nya. Semuanya berjalan sesuai keinginan Jungkook.


Ia melihat layar hp nya. Pikiran nya tertuju pada Zya. Kejadian tadi siang membuatnya merasa tidak enak terhadap nya. Padahal kalau Jungkook bisa menolak, ia akan menolak. Tapi Stella sepertinya membutuhkan bantuannya. Jungkook mencoba menelfon Zya, tapi tidak diangkat. Ia mulai cemas. Apa Zya marah padanya? Ah tapi mana mungkin, sedangkan ia dan Zya masih tidak ada ikatan apa-apa. Jungkook pun belum menyatakan apa-apa pada Zya.


Dikamar itu, Jungkook merasa gelisah. Apa yang harus ia lakukan kalau Zya tidak mau lagi menerima nya. Ah tapi kan mereka belum pacaran, masa iya Zya marah. Gak nyambung banget. Tapi... Hfff. Pikiran Jungkook ngelantur kemana-mana. Ditengah kegelisahannya, ia memutuskan untuk tidur. Karena ini sudah larut malam baginya.


----*----


Jungkook sengaja ingin menghampiri Zya dikelasnya. Sesampainya dikelas, Jungkook melihat ke arah Zya yang sedang duduk bersama kedua sahabatnya. Tapi yang menghampirinya malah Stella. Stella pikir ada sesuatu yang ingin Jungkook katakan tentang acara mama nya.


"Jungkook, Lo kesini? Ngapain?" Tanya Stella yang sudah menghampiri Jungkook.


"E hm Gue..." Ucap Jungkook terbata-bata.


"Apa? Bilang aja." Kata Stella.


Awalnya Jungkook merasa tidak enak. Tapi setelah ia pikir lagi. Kenapa ia harus merasa demikian? Toh Stella juga teman Zya.


"Gue ada urusan sama Stella, bisa Lo panggilin gak?" Ucap Jungkook setelah diam sejenak.


"Oh. Tunggu sebentar ya." Stella lalu balik badan dan segera menuju tempat Zya. Saat Stella membalikkan badannya terlihat bola matanya yang berputar malas dan wajahnya yang mulai datar.


"Zya, Jungkook nyariin Lo tuh." Kata Stella kepada Zya. Tapi kali ini wajahnya sudah kembali normal seperti biasanya.


"Gue?" Tanya Zya memastikan.


"Iya Zya. Lo gak denger Stella ngomong apaan?" Violet yang geram akan pertanyaan Zya langsung menjawabnya.


"Iya-iya." Zya segera berdiri dan berlalu dari tempat duduk nya.


Zya bersama Jungkook duduk didepan kelas Zya. Banyak pasang mata yang melihat mereka. Tapi Zya memilih tidak menghiraukan mereka.


"Ada apa?" Tanya Zya cepat.


"Besok lusa Lo ada waktu gak?" Tanya Jungkook balik.


"Lusa.. kayaknya ada. Kenapa?" Tanya Zya yang merasa bingung.


"Sepulang sekolah, Lo ikut gue ya?" Jungkook mulai menanyakan keinginannya.


"Kemana?" Tanya Zya yang penasaran.

__ADS_1


"Udah. Lo ikut aja. Gue punya sesuatu buat Lo." Jawab Jungkook yang tidak memberikan kejelasan apapun pada Zya.


"Sesuatu?" Tanya Zya yang masih kebingungan.


"Iya. Gue tunggu ya." Ucap Jungkook sembari tersenyum. Jungkook berdiri tanpa menunggu jawaban dari Zya lagi. Ia dipanggil oleh temannya dari kejauhan. Jadi dengan segera Jungkook meninggalkan Zya.


"Iya." Zya hanya bisa menjawabnya pelan ketika melihat Jungkook yang akan pergi.


Zya terdiam sebentar, memikirkan sikap Jungkook tadi. Sesuatu? Apa? Zya sangat penasaran.


"Hayolohh." Violet dan Stella mengagetkan Zya tepat dibelakangnya.


"Kalian. Bikin kaget aja." Ucap Zya setelah kaget.


"Kenapa Zya? Apa kata Jungkook?" Tanya Violet yang penasaran.


"Bukan apa-apa." Jawab Zya datar.


"Serius?" Tanya Violet lagi yang masih ingin mengorek.


"Serius lah." Jawab Zya singkat.


Melihat wajah Zya yang biasa-biasa saja, Violet tak melanjutkan godaannya. Mungkin memang tidak ada apa-apa, pikirnya. Zya sengaja berbuat demikian agar Violet tak menggodanya lagi. Apalagi ini masih di depan kelasnya. Banya siswa-siswi yang akan mendengar jika Violet membuka bicaranya.


----*----


"Kooki, Lo ngapain? Belum balik?" Tanya Stella yang menghampiri Jungkook duduk ditempat kerjanya.


"Belum." Jawab Jungkook singkat sembari terus fokus ke tangannya.


"Wahh bagus banget." Stella melihat rancangan dress yang Jungkook buat.


"Cantik gak?" Tanya Jungkook pada Stella meminta pendapatnya.


"Cantik. Lo mau bikin dress ini?" Ucap Stella sembari bertanya.


"Iya. Tapi khusus gue aja." Jawab Jungkook yang membuat Stella setengah bingung.


"Maksudnya?" Tanya Stella lagi.


"Dress ini nanti gue ambil." Jawab Jungkook yang mungkin bisa membuat Stella mengerti.


"Buat siapa?" Tanya Stella lagi. Karena gak mungkin kan Jungkook pakai dress ini.

__ADS_1


"Tapi Lo jangan bilang-bilang ya. Janji?" Kata Jungkook sembari meminta perjanjian kepada Stella. Karena ini ada surprize baginya.


"Iya. Janji." Ucap Stella menuruti kemauan Jungkook.


"Buat temen Lo." Kata Jungkook sembari tersenyum.


"Zya?" Tanya Stella memastikan.


Jungkook mengangguk. Stella sudah menduganya sejak ia bilang untuk temannya. Siapa lagi kalau bukan Zya yang Jungkook kenal selain dirinya.


"Lo tau warna apa yang Zya suka?" Stella mencoba membantu Jungkook.


"Tau. Biru langit, ungu, putih." Jawab Jungkook dengan mudah.


"Bagus deh." Kata Stella sedikit tersenyum. "Mau gue bantuin buat kasih ke Zya gak?" Lanjut Stella menawarkan bantuannya.


"Gak usah. Nanti gue kasih sendiri. Makasih ya." Ucap Jungkook sembari tersenyum, tak lupa juga ia mengucapkan kata terimakasih atas bantuan yang ingin Stella berikan.


----*----


*Sent message from Stella to V


S : [sent alamat] gue tunggu.


V : OTW


Stella benar-benar menyimpan kertas yang V berikan padanya dengan baik.


V yang mendapat pesan dari Stella segera meluncur ke tempat lokasi yang sudah Stella kirimkan. Ia sudah menduganya, Stella pasti akan menghubunginya. Walaupun saat pertama kali dirinya menemui Stella, sikap Stella yang menunjukkan tidak menerima kehadirannya.


Tidak butuh waktu lama, V sudah sampai di tempat yang ia tuju. Stella juga sudah menunggu nya disana. Dengan cepat V dapat menemukan Stella.


"Gimana?" Tanya V yang tiba-tiba membuat Stella sedikit kaget. Tanpa basa-basi V langsung menanyakan kesediaannya.


"Apa rencana Lo?" Tanya Stella tanpa basa-basi juga.


"Gak ada." Jawab V dengan tenang tanpa memikirkan raut wajah Stella yang sudah bingung.


"Terus? Maksud Lo kemarin?" Stella mencoba untuk mencerna perkataan V saat itu.


"Bener kan kata gue?" Tanya V sekali lagi. Tanpa ia jelaskan, Stella pasti tau apa yang ia maksud. Tapi Stella memilih ingin pergi darinya. "Eitss tunggu dulu. Jawab pertanyaan gue." V menggenggam erat tangan Stella sehingga Stella tidak bisa melepaskannya.


Akhirnya Stella mengangguk pelan. V tersenyum kecil, menandakan kemenangan di wajahnya. V melepaskan genggaman tangannya dan menarik Stella untuk berada disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2