
Zya mematung di depan layar laptopnya. Melihat sesuatu yang tidak pernah ia duga. Sesekali ia mengecek tulisan-tulisan itu. Air matanya sedikit keluar sebelum pada akhirnya ia meng-klik sesuatu di layar laptopnya. Menulis beberapa kalimat dan klik. Sebelum air matanya turun lebih banyak lagi, ia segera menghapusnya dan mengontrol dirinya untuk keluar dari kamarnya. Yang ingin ia tuju adalah momy nya. Zya mengajak momy nya untuk ke kamarnya. Berharap momy nya masih belum tertidur.
Zya keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Syukurlah, ia melihat momy dan Daddy nya di ruang keluarga. Zya melihat lagi sekitar, tidak ada abangnya. Zya segera pergi menghampiri mereka.
"Mom dad, ada yang mau Zya tunjukin." Ucap Zya kepada momy dan Daddy nya tanpa basa-basi.
"Apa sayang?" Tanya momy nya sedikit heran.
"Hmm Abang kemana?" Tanya Zya balik memastikan keadaan.
"Abang kamu sudah tidur dari tadi, katanya dia capek habis latihan voli." Ucap Daddy menjawab pertanyaan Zya.
"Oh iya. Mom Dad ikut Zya ke atas yuk." Pinta Zya.
Sekilas momy dan Daddy nya saling pandang. Mereka akhirnya mengikuti permintaan Zya.
"Mom lihat." Zya memperlihatkan layar laptopnya yang sudah hidup sedari tadi.
"Astaga." Ucap Daddy nya sangat pelan setelah melihat apa yang Zya tunjukkan.
"Kamu benar-benar menemukan nya sayang?" Tanya momy nya dengan pasti sembari menjatuhkan air matanya.
"Kapan kamu akan menemuinya?" Tanya Daddy nya kemudian.
"Besok malam dad." Ucap Zya sedikit berlinang air mata.
"Baiklah kita semua akan bertemu." Kata Daddy nya sembari merangkul pundak momy nya. Memberikan ia ketenangan.
"Bagaimana dengan Abang?" Tanya Zya yang kemudian teringat dengan abangnya.
"Abangmu harus tau." Kata momy menjawab Zya.
"Apa tidak akan terjadi sesuatu?" Tanya Zya lagi. Ia benar-benar bingung dengan situasi yang seperti ini.
"Momy harap begitu." Jawab momy nya yang berusaha tetap tenang.
"Tidurlah. Siapkan dirimu untuk besok." Ucap Daddy yang dibalas anggukan oleh Zya.
Setelah itu momy dan Daddy kembali keluar dari kamar Zya. Menuruni anak tangga tapi bukan untuk ke ruang keluarga lagi melainkan ke kamarnya. Sepertinya mereka akan mendiskusikan sesuatu yang tak boleh di dengar oleh siapapun.
----*----
Pagi hari Zya terbangun dengan mata yang sembab. Ia segera mengompres matanya agar tidak terlihat bengkak. Tidak mungkin ia pergi dengan mata seperti itu. Apalagi abangnya akan tau lebih dulu dan pasti banyak pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan. Setelah selesai bersiap-siap, Zya keluar dari kamarnya seperti biasa untuk sarapan terlebih dahulu barulah ia berangkat bersama abangnya. Kini situasinya mereka buat seakan-akan tidak terjadi suatu hal semalaman. Jin pun tidak merasakan ada yang aneh hari ini. Semuanya berjalan seperti bagaimana semestinya.
Akhirnya Jin dan Zya berangkat. Sesampainya disekolah, mereka berpisah kembali ke kelas masing-masing. Zya menceritakan hal semalam kepada Violet, sahabatnya yang tau tentang dirinya.
__ADS_1
"Vi, gue udah nemuin." Ucap Zya setengah kalimat.
"Nemuin apa Zya?" Tanya Violet penasaran.
"Keluarga gue Vi." Jawab Zya dengan raut wajah yang senang.
"Serius Zya? Wah selamat ya. Gimana? Lo udah ketemu? Eh gimana terus Lo tinggal bareng keluarga asli Lo dong?" Tanya Violet bertubi-tubi.
"Hhf. Nanti malam gue ketemu Vi. Gimana ya Vi?" Kata Zya yang terlihat raut wajahnya yang berubah menjadi lesu.
"Gimana apanya?" Tanya Violet yang tidak mengerti.
"Gue bingung Vi. Gue gak mau ninggalin keluarga angkat gue. Gue udah sayang banget sama mereka." Jawab Zya sedikit menjelaskan.
"Itu hak Lo Zya. Sebaiknya Lo pikirin itu dari sekarang. Keluarga asli Lo juga pasti pengen Lo balik ke mereka." Ucap Violet memberikan sedikit saran yang sebenarnya tidak memecahkan masalah yang ada pada Zya.
Zya terdiam memikirkan ucapan Violet. Kepalanya sedikit pusing akibat ia menangis semalam dan sekarang harus memikirkan hal yang rumit.
----*----
"Jimin." Suga menghampiri Jimin yang sedang duduk sendiri di bangkunya. Terlihat ia sedang menulis catatan yang ia salin dari sebuah buku lain.
"Iya?" Jawab Jimin yang masih fokus menulis.
"Ada yang mau gue omongin." Ucap Suga yang duduk didepan Jimin.
"Keluarga Lo." Kata Suga tidak meneruskan.
"Lo udah nemuin?" Jimin langsung menghentikan kegiatan menulisnya. Dan fokus menatap Suga.
"Udah, tapi ---" Jawab Suga pelan. Belum selesai ia menyelesaikan kata-katanya, Jimin langsung memotong pembicaraannya yang lambat.
"Kapan gue bisa ketemu?" Tanya Jimin tidak sabar. Raut wajahnya terlihat sangat senang menantikan kabar gembira ini.
"Nanti malam." Jawab Suga dengan wajah yang datar.
"Dimana Ga?" Tanya Jimin lagi antusias.
"Di cafe Lo." Jawab Suga lagi.
"Itu -- itu beneran kan?" Tanya Jimin memastikan lagi.
"Iya. Sesuai dengan foto yang Lo kasih. Dan nanti dia juga bakal bawa fotonya." Ucap Suga memberikan sedikit penjelasan.
"Makasih Ga. Gue udah lama nyari tapi gak ketemu. Kok Lo bisa nemuin?" Tanya Jimin yang masih senang dan tak bisa menyangka.
__ADS_1
"Apa sih yang gak gue bisa?" Ucap Suga sembari menyombongkan diri sedikit.
"Lama-lama jadi detektif Conan Lo Ga." Kata Jimin tertawa kecil.
"Bisa aja." Suga tersenyum kecil. "Tapi Lo jangan kaget ya nanti." Lanjut Suga.
"Kenapa?" Tanya Jimin yang makin penasaran.
"Pokoknya Lo bakal tau nanti." Kata Suga tidak mau membuat Jimin terkejut sekarang. Biarlah Jimin melihatnya nanti.
"Lo tau orangnya?" Tanya Jimin lagi yang semakin penasaran.
"Kan gue yang ngatur, ya gue tau lah." Ucap Suga yang mengetahui sesuatu sebelum Jimin tau.
"Siapa Ga? Cantik gak?" Tanya Jimin lagi.
"Cantik lah. Nanti juga Lo tau sendiri." Jawab Suga dengan sedikit tersenyum.
Jimin kembali menulis catatan dibuku nya sembari tersenyum. Rasanya sangat tidak sabar untuk menantikan malam ini.
----*----
Hari ini Daddy pulang lebih awal.
"Dad, kok pulang cepet?" Tanya Jin yang melihat Daddy nya baru saja datang.
"Iya nanti malam ada acara. Oh ya, nanti kamu ikut ya." Ucap Daddy yang sebenarnya bingung akan mengatakan apa.
"Kemana dad?" Tanya Jin sedikit kebingungan.
"Udah ikut aja." Ucap Daddy meminta.
"Acara keluarga?" Tanya Jin yang hanya menebak-nebak saja.
"Iya." Jawab Daddy sedikit pelan.
"Oke deh." Kata Jin mengiyakan.
Jin kembali meneruskan kegiatannya yang mencuci mobilnya. Sementara Daddy nya masuk ke dalam. 'Kelihatannya Daddy sangat lelah' batin Jin.
Di dalam momy menyambut kedatangan Daddy.
"Gimana? Sudah bilang ke Jin?" Tanya momy yang sedari tadi sudah memerhatikan dari dalam.
"Sudah. Hhf apa kita bilang sekarang saja?" Tanya Daddy dengan raut wajah yang sedikit kebingungan.
__ADS_1
"Entahlah. Aku ikut kamu." Ucap momy yang juga tidak tau.
Daddy tanpa berbicara lagi berjalan ke kamarnya untuk mengganti pakaian dan membersihkan badannya. Sembari memikirkan hal yang terasa rumit.