
Waktu yang ditunggu-tunggu oleh Zya dan teman-temannya yang lain pun tiba. Acara mama Stella akan dimulai hari ini, tinggal menunggu jam. Tentu saja Stella dan yang lainnya sudah siap. Dan mereka sudah melakukan beberapa persiapan untuk acara ini. Mulai dari fitting baju, gladi resik dan lain sebagainya. Semuanya sudah siap.
Zya masih bersantai di dalam kamarnya. Ia masih melihat-lihat layar handphone nya. Lima menit lagi, ia akan segera bersiap-siap. Mulai dari mandi, sedikit mempoles wajahnya agar terlihat lebih segar, dan tentu saja memakai dress yang ia dapatkan kemarin. Zya juga berencana untuk luluran terlebih dahulu sebelum mandi. Yah, dan sepertinya persiapannya akan memakan waktu 2 jam. You know women? That's right. Sementara Jin masih asik dengan game nya. Ia tak butuh waktu lama untuk bersiap-siap. 10 menit? No problem.
Zya sudah selesai dengan acara di kamar mandinya, kini ia duduk di depan meja riasnya. Memberi sedikit sentuhan di wajahnya. Sedikit make up natural dan liptint di bibirnya, menambah kecantikan di wajahnya. Sekilas terbesit di pikirannya untuk tidak memakai kacamatanya tapi hal itu tidak ia lakukan. Zya tetap memakai kacamatanya. Walaupun begitu, wajah cantiknya tidak terganggu dengan benda itu. Wajahnya tetap memancarkan daya tarik bagi siapapun yang melihatnya. Kini ia memakai dress pemberian dari Jungkook. Wah! Mungkinkah ia akan menjadi seorang paling cantik disana? Tapi Zya tidak mau terlalu mencolok, ia hanya memakai dressnya saja tanpa acsesoris apapun. Rambutnya pun hanya ia gerai dan ia buat kriting gantung dibagikan bawahnya. Berkali-kali Zya memperhatikan dirinya di cermin. Memastikan agar dirinya tidak berlebihan. Mengingat dress yang ia kenakan sangat istimewah baginya.
"Dek udah belum?" Teriak Jin dari luar pintu kamar Zya.
"Udah." Jawab Zya pelan tapi Jin dapat mendengarnya.
Jin menunggu didepan pintu kamar Zya, menunggu Zya membuka pintunya. Dan benar saja, Zya membuka pintu kamarnya. Jin langsung melihat Zya sedikit terkejut. 'Ini beneran adek gue?' batin Jin.
"Ini Lo kan?" Tanya Jin sedikit menggoda adiknya.
"Apa sih bang, gue timpuk pakek sendal nih." Ucap Zya kesal. Bukannya memberi masukan malah membuat Zya nervous.
"Dih cantik-cantik pakek sendal Lo. Gak ada high heels apa? Biar tinggi dikit Lo." Ucap Jin nyerocos.
"Gue gak suka pakek high heels." Jawab Zya yang memang tidak punya sandal semacam itu.
"Nah pakek ini aja nih. Lebih bagus." Jin menunjuk salah satu sandal pada tempat sandal Zya yang terdapat disamping pintu kamarnya. Lebih tepatnya mungkin sepatu sandal, Jin tidak tau apa namanya. Yang jelas sandal itu terdapat beberapa lilitan seperti tali dan sedikit ada heels nya. Dan warnanya pun cocok dengan baju yang Zya pakai.
Zya segara mengambil sandal yang Jin maksud dan memakainya.
"Udah nih bang." Ucap Zya setelah selesai memakai sandalnya.
"Kurang satu lagi." Kata Jin sembari melepas kacamata Zya. Awalnya Zya menolak tapi ditepis oleh tangan Jin. Sekarang Zya sudah tidak memakai kacamatanya lagi. Jin melihatnya sebentar. "Udah yok jalan." Lanjut nya.
"Eh tunggu, kacamata gue." Zya baru akan mengambil kacamatanya yang Jin taruh ditempat sandalnya tapi tangan Zya segera ditarik oleh Jin.
"Udah, gak usah dipakek. Lagian Lo gak rabun juga." Kata Jin memaksa Zya untuk tidak memakai kacamata itu.
"Iya tapi kan gue udah biasa makek. Lagian gue malu jadinya." Ucap Zya sedikit memohon agar memakai kacamata itu lagi. Tapi Jin tetap tidak mengijinkan nya.
__ADS_1
"Lo itu cantikan gini. Udah yok ah, turun." Kata Jin tanpa menunggu jawaban dari Zya lagi, ia menarik tangan Zya dan segera turun. Zya sedikit nervous ketika Jin mengatakan bahwa dirinya lebih cantik ketika tidak memakai kacamata.
Mereka berpamitan kepada momy dan Daddy. Hari ini Daddy libur bekerja, jadi bisa berpamitan kepada Daddy juga. Momy dan Daddy kaget ketika melihat Zya yang terlihat sangat cantik. Mereka juga memuji dress yang Zya kenakan. 'Belum sampe aja udah begini, gimana nanti pas sampe' batin Zya ketika momy dan Daddy nya memuji kecantikannya. Selesai berpamitan, Jin dan Zya segera berangkat. Jin menyetir dengan santai. Masih banyak waktu yang tersisa untuk sampai di tempat acara itu.
"Bang, gue gak berlebihan kan?" Tanya Zya ditengah perjalanan.
"Maksud Lo? Nggak lah, udah pas gitu." Jawab Jin. Ia tau adiknya sedang nervous sekarang. Ini pertama kalinya ia keluar tidak memakai kacamatanya.
"Hmm." Jawab Zya pelan.
"Kenapa? Lo masih kepikiran kacamata itu? Yaudah deh kita beli sekarang, tapi kacamata hitam ya." Jin berusaha membuat Zya tenang dengan sedikit menggodanya.
"Enak aja Lo. Ntar gue dikira apaan? Bukannya bagus malah aneh." Ucap Zya yang sedikit kesal. Lagi-lagi abangnya ingin menggodanya.
"Wkwkwk nah itu tau." Tawa Jin yang pecah.
Sebelumnya ia pun jarang melihat Zya tidak memakai kacamatanya. Palingan ketika Zya tidur saja melepas kacamatanya atau ketika ia di kamarnya. Hari ini Jin senang, melihat Zya yang tidak memakai kacamata itu. Rasanya ia ingin memberi tau kepada seluruh orang bahwa Zya itu lebih cantik kalau tidak memakai kacamata. Sepanjang perjalanan terlihat wajah Jin yang terus mengulas senyum. Zya yang melihatnya hanya bisa pasrah saja. Disatu sisi ia sedang asik dengan pikirannya sendiri. Bagaimana nanti setelah sampai disana? Ia segera mengirim pesan kepada Violet agar masuk bersama-sama.
*Sent message to Violet.
V : Masih dijalan Zya, kenapa?
Z : Bareng ya, gue juga dijalan.
V : Oke, nanti gue tunggu.
Hhff akhirnya. Sedikit demi sedikit perasaan lega dihati Zya. Jin tau apa yang Zya lakukan.
Sesampainya di tempat acara, Jin segera memarkirkan mobilnya. Ia juga melihat teman-teman nya yang juga sudah datang.
"Dek ayo keluar." Ajakan Jin. Ia tau Zya sedang menunggu temannya yang bernama Violet.
"Ada temen Zya gak bang?" Tanya Zya dari dalam mobil.
__ADS_1
Jin melihat kesekitar. "Gak ada. Belum datang kayaknya." Lanjut Jin.
"Hmm Abang duluan deh." Kata Zya mempersilahkan abangnya untuk jalan lebih dulu.
Belum selesai, Jin berbicara tiba-tiba temannya menghampirinya.
"Jin ayo." Ucap salah satu teman Jin yang menghampirinya.
"Bentar." Kata Jin sembari memberi isyarat.
"Wih bawa cewek Lo Jin?" Kata Namjoon yang melihat seseorang didalam mobil Jin.
"Adek gue Bambang." Jin dengan kesal menjawab pertanyaan Namjoon yang tidak mengenali Zya.
"Oh. Sorry-sorry gue kira siapa. Beda sih." Ucap Namjoon kemudian yang tersadar.
"Cantik kan?" Tanya Jin iseng.
"Iya." Jawab V sembari melihat kedalam mobil Jin.
"Udah jangan lama-lama lihatnya, ntar Lo naksir." Ucap Jin sembari memalingkan wajah V dari mobilnya.
"Wkwkwkwk." Tawa semuanya pecah.
Zya yang melihat kelakuan abangnya dari dalam mobil, mulai kesal. 'Dih apaan dah sia Abang. Awas aja ya kalau udah sampe rumah. Udah tau gue nervous gini malah dijadiin bercanda lagi sama temen-temennya. Lucnut.' batin Zya yang menggebu-gebu. Tak lama kemudian, datang mobil berwarna merah memarkirkan mobilnya. Jin melihat kearah mobil itu. 'Sepertinya itu mobil Violet, teman Zya.' Dan benar saja.
"Dek, temen Lo dateng tuh. Buruan keluar." Jin memberi tau Zya bahwa Violet sudah tiba.
"Abang pergi dulu sana." Kata Zya sembari memelankan suaranya dengan nada sedikit kesal.
"Lah kenapa?" Tanya Jin yang sebenarnya ia tau maksud adiknya.
"Ih! Pergi gak?" Zya melototkan matanya berharap abangnya mengerti dan tidak mengganggu Zya.
__ADS_1
"Iya-iya." Ucap Jin sedikit tertawa mengejek.
Akhirnya Jin berjalan lebih dulu dengan teman-temannya. Disusul oleh Zya dan Violet di belakangnya, namun jarak mereka tidaklah dekat. Sesekali V menoleh kebelakang hanya untuk mencuri pandang melihat Zya. 'Jadi itu baju yang Jungkook buat untuk Zya. Cantik juga' batin V.