
Hari ini Zya hanya sendiri di rumahnya. Ayahnya masih ada di cafe, sementara Jimin masih ada kegiatan di sekolahnya. Satu jam lagi ia akan menjemput kakak nya. Tadinya Jimin menolak agar Zya bisa istirahat saja di rumahnya, tapi Zya tetap kekeh akan menjemputnya nanti. Padahal Jimin bisa saja menumpang kepada temannya yang lain.
"Hhh ternyata boring juga ya." Ucap Zya.
Ia sudah mengotak-atik laptopnya agar tidak merasa bosan. Bermain game yang ada di laptopnya. Menunggu untuk satu jam lagi terasa sangat lama baginya.
"Maaf nona, ada tamu." Ucap salah satu art yang menghampiri Zya.
"Tamu? Siapa?" Tanya Zya terheran-heran.
"Katanya seorang teman." Jawab art itu.
'Teman? Siapa ya? Apa temannya kakak? Ah tapi kan semuanya tau kalau kak Jimin ada di sekolah sekarang' batin Zya.
"Baiklah, aku akan ke depan." Ucap Zya kemudian sembari tersenyum ramah.
Zya dengan cepat pergi ke depan dan membukakan pintu nya.
"Lo? Ngapain kesini? Kak Jimin kan gak ada." Kata Zya dengan perasaan yang kaget karena ia melihat V sekarang ada di depannya.
"Gue mau ketemu Lo." Ucap V sembari tersenyum.
"Gue? Ngapain?" Tanya Zya lagi dengan bingung.
"Ee gue gak di suruh masuk dulu gitu? Tamu loh ini." Kata V meminta agar ia di izinkan untuk masuk dan mengobrol dengan nyaman.
"Nggak-nggak di rumah gue gak ada siapa-siapa, ntar dikiranya gue ngapa-ngapain lagi." Kata Zya dengan cepat menolak.
"Yaelah. Kan ada art, noh satpam juga ada." Kata V sembari menyebutkan orang-orang yang ada disekitar rumah ini.
"Bentar, Lo kok bisa masuk?" Tanya Zya dengan heran.
"Gue udah sering kali kesini. Tu satpam dah kenal sama gue." Kata V sembari menunjuk ke satpam.
Zya melihat ke arah satpam.
"Boleh masuk gak nih?" Tanya V lagi dengan memaksa.
"Ya udah deh. Awas Lo macem-macem." Ucap Zya pasrah.
"Iya-iya, takutan amat." Kata V sedikit mengejek.
Zya dan V duduk di ruang tamu. Seorang art berada dekat di sekitar ruang tamu, membersihkan bagian lain.
"Zya, gimana kalau ngobrolnya di luar aja, dekat taman." Ucap V memberikan saran.
"Duh, Lo banyak maunya ya. Emang kenapa sih kalau di sini?" Tanya Zya dengan malas.
"Gue gak nyaman aja ada art Lo." Kata V mencari alasan agar hanya dirinya berdua saja dengan Zya. Tanpa ada yang tau pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Ya udah ayok." Kata Zya menuruti kemauan V.
V tersenyum senang. Ia dan Zya segera bergegas keluar dan duduk di bangku taman disamping rumahnya.
"Nah kalau disini kan sunyi." Ucap V ketika sudah sampai di taman tersebut.
"Lo jangan macem-macem ya." Kata Zya memperingati lagi.
"Nggak ih. Takutan banget." Ucap V sekali lagi.
Zya mengalihkan pandangannya kearah lain. V juga melihat-lihat ke arah sekitar taman. Beberapa daunnya terlihat sangat rimbun.
"Wah kalau sampe ada ular disini bahaya juga ya." Celetuk V tiba-tiba.
"Lagian Lo ngapain ngomong kayak gitu?" Kata Zya sedikit kesal.
"Lo lihat itu. Daunnya rimbun banget." Ucap V sembari menunjuk ke salah satu tempat di taman tersebut.
Zya melihat ke arah yang V tunjukkan. Kemudian ia melihat ke meja yang ada di depannya.
"Aaaa." Zya sontak langsung berdiri dan berpindah tempat mendekati V.
V yang juga kaget sekilas melihat ke arah meja itu. Sebuah kelabang yang lumayan besar ukurannya berada di sisi meja tersebut. V berusaha mengusirnya dan akhirnya kelabang itu pergi dengan cepat. Perginya kelabang itu membuat Zya bergidik ngeri. Ia sangat takut dengan hewan itu, sehingga air matanya keluar.
"Lo gak papa? Lo nangis?" Tanya V ketika melihat Zya yang amat ketakutan.
"Hewannya udah pergi." Ucap V terlihat khawatir, di tambah lagi tangan Zya yang terlihat gemetar.
"Lo phobia Zya?" Tanya V tapi Zya tak kunjung menjawab.
"Ayo pergi dari sini." V memegang pundak Zya dan menuntunnya agar berjalan.
Tanpa sadar, V membawa Zya ke taman mini nya di dekat kolam renang. Terlihat laptop Zya disana. V mengantar Zya untuk duduk di depan laptopnya.
"Zya Lo gak papa?" Tanya V lagi sembari menelungkup kan tangan Zya di genggaman tangannya.
"Gak papa." Jawab Zya pelan. Suaranya masih. menunjukkan ketakutannya.
"Tapi tangan Lo masih gemeteran." Ucap V lagi.
"Gak papa. Ntar lagi mendingan kok." Kata Zya berusaha mengeluarkan suaranya.
V masih memegang tangan Zya, memberikan kehangatan di tangannya. Saat di taman tadi, tangannya sangat dingin dan sekarang sudah mendingan.
"Sekarang jam berapa?" Tanya Zya tiba-tiba, ia juga melepas tangannya.
"Sudah jam 15:45." Jawab V setelah melihat jam di hp nya.
"Gue harus jemput kak Jimin." Ucap Zya. Kali ini suaranya sudah mulai normal.
__ADS_1
"Lo mau jemput Jimin? Biar gue aja." Ucap V yang terlihat masih khawatir.
"Tapi gue pengen keluar rumah." Kata Zya pelan. Ia ingin mencari kesegaran agar ketakutannya benar-benar hilang.
"Ya udah ayok, pakek mobil gue aja sekalian jemput Jimin." Ucap V memberikan saran. Ia tau pasti masih ada perasaan takut di diri Zya setelah apa yang ia alami tadi.
Zya diam sejenak.
"Zya? Gimana? Gue gak bisa kalau biarin Lo nyetir sendirian." Ucap V mendesak Zya agar menjawab.
Zya masih diam. Melihat kondisinya, sepertinya V benar. Perasaannya masih belum pulih.
"Gue ganti baju dulu ya." Ucap Zya kepada V.
"Oke, gue tunggu di ruang tamu ya." Kata V sembari tersenyum sementara Zya hanya menampakkan wajah datarnya.
Zya hanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya. V lalu menunggu di ruang tamu. Sesekali ia tertawa kecil dan tersenyum melihat wajah Zya tadi yang sempat ia lihat saat dirinya ketakutan dan pergi mendekatinya.
"Kenapa Lo senyum-senyum gitu?" Zya tiba-tiba datang mengagetkan V yang sedang asik dengan pikirannya tadi.
"Eh nggak." Jawab V cepat.
"Ngbayangin apa Lo?" Tanya Zya lagi penasaran.
"Lo." Jawab V dengan enteng.
"Gak jelas, aneh Lo." Ucap Zya malas.
"Biarin." Kata V sembari tertawa kecil.
Zya tidak menghiraukan kelakuan V, ia berjalan di depan. Zya hendak membuka pintu belakang mobil V, tapi V dengan cepat menghalanginya.
"Di depan." Ucap V dengan sangat dekat.
"Nggak." Jawab Zya singkat.
"Ya udah gak jalan." Kata V lagi.
"Ya udah gue pakek mobil sendiri." Ucap Zya sembari ingin melangkahkan kakinya.
"E eh, iya-iya." V segera meraih tangan Zya. "Serius banget si." V membukakan pintu mobilnya. Tak berpikir panjang, Zya langsung masuk kedalam mobilnya.
V pun dengan cepat ke kursi duduknya. Ia mengatur kaca depannya agar bisa melihat Zya dengan jelas. Sesampainya di tempat satpam, Zya membuka kaca mobilnya dan berkata kepada satpam itu.
"Pak, saya jemput kak Jimin dulu ya." Kata Zya sembari tersenyum tipis.
"Oh baik nona." Jawab satpam tersebut dengan ramah.
Zya pun mengangguk lalu menutup kaca mobilnya kembali.
__ADS_1