
"Dek gak ada yang ketinggalan?" Tanya Jimin ketika melihat Zya yang masuk ke dalam mobilnya.
"Gak ada kok." Ucap Zya dengan pasti sembari tersenyum.
"Oke kita jalan." Ucap Jimin memberi aba-aba.
Zya segera memakai sabuk pengamannya. Jimin menyetir dengan kecepatan standart. Hari ini mereka jalan lebih awal untuk menghindari kemacetan jika terjadi. Ayahnya juga berangkat lebih awal dari pada mereka tadi.
"Kak, adek gak PD nih kalau gak pakek kacamata." Kata Zya disela-sela perjalanan mereka. Sebentar lagi mereka akan sampai.
"Lo cantik kok. Tenang aja." Ucap Jimin sembari tersenyum.
Hhff. Zya membuang nafas pelan.
"Mau susu strawberry?" Ucap Jimin tiba-tiba.
Zya menoleh ke arah kak Jimin, melihat Jimin sudah menyodorkan susu di tangannya.
"Boleh." Zya mengambil susu itu lalu meminumnya.
"Gimana? Udah baikan?" Tanya Jimin melihat Zya yang sudah selesai meminum nya.
"Hhff udah." Ucap Zya sembari membuang nafas pelan.
"Nanti juga terbiasa kok." Ucap Jimin lagi menenangkan Zya.
"Iya." Kata Zya pelan.
Mobil Jimin sudah sampai di sekolahnya. Jimin segera memarkirkan mobilnya. Beberapa siswa-siswi sedang memerhatikan mobil Jimin. Entah apa yang membuat mereka begitu. Zya mencoba menenangkan dirinya.
"Ayo keluar." Ucap Jimin sembari membuka sabuk pengamannya.
"Ayo." Jawab Zya yang juga membuka sabuk pengamannya dengan pelan.
Jimin keluar dari mobilnya diikuti oleh Zya dengan perlahan. Beberapa orang membelalakkan matanya. Melihat seorang perempuan yang sedikit asing saat mereka keluar bersamaan. Sekilas tidak ada yang mengenal Zya tapi kemudian beberapa dari mereka mulai berbisik kalau itu adalah Zya.
Zya segera pergi dari parkiran itu bersama kak Jimin. Beberapa bisikan terdengar tapi tidak jelas. Suara yang sangat jelas ia dengar adalah suara dari teman-teman Angel. Kebetulan Angel juga melihat Zya dan Jimin dari kejauhan.
"I-itu si Zya adik kelas itu kan?" Kata salah satu teman Angel yang menunjuk kepada Zya.
"Iya bener Ngel, dia adik kelas itu." Kata temannya yang lain.
Angel hanya melihat tanpa merespon.
"Waahh cantiknya." Katanya lagi.
"Kelihatan serasi ya?" Kata salah satunya lagi menimpali.
__ADS_1
"Diem kalian! Mereka itu adik kakak, gak usah ngadi-ngadi deh ngomongnya." Tiba-tiba Angel mengeluarkan suaranya dengan nada yang ketus.
"Iya juga sih." Ucap salah satu temannya membenarkan.
"Aaa sayang banget ya, padahal mereka serasi banget." Kata salah satunya lagi.
"Maksud Lo apa? Jimin gak pantes gitu kalau bersanding sama gue?" Tanya Angel dengan geram melihat tingkah laku temannya yang seolah-olah mendukung Zya dan Jimin.
"Eh ng-nggak Ngel bukan gitu, tapi --" Ucap teman Angel dengan sedikit terbata-bata.
"Tapi apa? Cantikan dia dari pada gue?" Ucap Angel memotong perkataan temannya.
"Hee dikit." Jawab temannya yang terlalu jujur.
"Hihh! Tu anak makin nyebelin banget sih. Kemarin adiknya Jin sekarang adiknya Jimin. Gak jelas banget. Besok-besok adik siapa lagi?!" Kata Angel dengan geram.
"Kenapa Lo? Panas? Kalungan kipas angin sono." Ucap Jin tiba-tiba di telinga Angel.
Angel yang melihat Jin berlalu begitu saja tanpa menunggu jawabannya, merasa bertambah geram. Tapi apalah daya, Angel tidak bisa berbuat apa-apa. Teman-teman Angel pun menahan tawa nya agar tidak terlepas. Mereka kembali ke kelas dengan Angel yang masih menahan ke kesalannya.
---*---
"Zya?? Ini beneran Lo? Gue gak mimpi kan? Lo beneran lepas kacamata?" Ucap Stella, setengah percaya dengan apa yang dia lihat.
"Iya La. Agak aneh ya?" Jawab Zya meminta pendapat.
"Aneh apanya? Orang dia cantik kok." Ucap Violet tiba-tiba, tidak terima dengan perkataan Stella.
"Bukan gitu Vi, gue kan belum terbiasa lihat Zya gak pakek kacamatanya." Kata Stella mencari pembelaan.
"Lo udah dua kali kok lihat dia. Pas di acara mama Lo, Lo juga lihat kan dia gak pakek kacamata? Lo lupa? Di toilet lebih jelasnya." Kata Violet dengan tatapan yang tidak mengenakkan.
"Iya iya gue inget." Jawab Stella tak mau ambil ribut.
"Udah lah Vi. Mungkin Stella emang belum terbiasa aja." Ucap Zya menengahi dengan pelan.
"Lo yang aneh La. Malamnya ngajak berantem, paginya minta baikan." Ucap Violet lagi.
"Vi udah." Kata Zya lagi pelan sembari menarik tangan Violet.
"Lo masih gak maafin gue Vi?" Tanya Stella kemudian.
"Bukan gak maafin tapi gue gak mudah percaya lagi setelah apa yang Lo lakuin dan Lo akui." Jawab Violet dengan tegas.
Zya hanya tersenyum kecil melihat sifat Violet yang dia sukai. Sementara Stella hanya diam mengacuhkan Violet.
'Pantesan aja si V ngebet banget buat dapetin Zya. Gue harus cepet-cepet cari cara supaya Jungkook gak makin suka ke Zya' batin Stella dalam lamunannya.
__ADS_1
"La, kok nglamun?" Ucap Zya sembari memegang tangan Stella agar sadar dari lamunannya.
"E-eh nggak kok." Jawab Stella setengah kaget.
"Rencana apaan lagi yang Lo pikirin?" Kata Violet tiba-tiba sedikit sinis.
"Apa sih Vi. Lo boleh gak percaya sama gue, yang penting gue gak bikin onar." Jawab Stella tegas.
"Oke. Gue pegang ucapan Lo." Kata Stella serius.
"Kok jadi berantem sih?" Ucap Zya pelan.
Violet dan Stella hanya diam tidak menjawab perkataan Zya.
---*---
"Lo udah lihat kan? Gimana penampilan Zya sekarang?" Ucap Stella pelan sembari mengaduk minuman yang ia pesan.
"Emang kenapa? Gak ada yang aneh kok." Jawab V sedikit malas.
"Emang gak ada yang aneh, tapi Lo gak lupa kan sama perjanjian kita." Kata Stella setengah serius.
"Nggak tuh." Jawab V dengan enteng.
"Kok Lo selow-selow aja sih?" Ucap Stella mulai kesal.
"Terus gue harus gimana? Selama Jungkook gak deket-deket sama Zya, gue fine-fine aja." Jawab V menampilkan kekesalannya terlebih dahulu.
"Emang Lo gak takut kalau Jungkook bakal makin suka ke Zya?" Tanya Stella dengan heran.
"Apa maksud Lo? Lo takut kalah saing sama si Zya?" Tanya balik V dengan ejekan.
"Bu-bukan." Jawab Stella setengah bingung.
"Hah emang sih, kalau dibandingin Lo sama Zya masih lebih menarik Zya." Ucap V sembari tersenyum mengejek.
"Kok Lo jadi ngomporin gue?" Kata Stella kesal.
"Faktanya Lo takut kalah saing kan sama Zya?" Tanya V lagi.
"Heh gue bisa aja ya berbuat jahat dan ngrusak wajah dia." Stella yang sudah sangat kesal tidak terasa melontarkan ancaman kepada V.
"Awas aja Lo kalau sampe nglakuin hal-hal buruk ke dia. Gue gak segan-segan buat ngbocorin rencana busuk Lo ke semua orang." Ucap V membalas ancaman yang Stella berikan.
"Bukan cuma gue aja kali yang bakal hancur, Lo juga." Kata Stella tak mau kalah.
V diam tak membalasnya. Terlihat wajahnya yang sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1