
Zya bersama kedua sahabatnya, Violet dan Stella sedang berjalan bersama menyusuri koridor sekolah yang masih ramai dengan siswa-siswi yang berlalu lalang. Semua ingin keluar dari sekolah itu dengan cepat, mengakhiri hari nya disana. Yap, bel pulang sudah berbunyi sekitar tiga menit yang lalu. Awalnya tujuan Zya adalah tempat parkir mobil Jin tapi seketika ia menjadi bingung. Mengingat dirinya hari ini akan pulang kerumah barunya yaitu rumah Jimin. Zya menghentikan langkahnya sejenak.
"Kenapa Zya?" Tanya Violet yang melihat Zya tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.
"Gue bingung Vi." Ucap Zya dengan raut wajah yang gampang di tebak.
"Kenapa?" Tanya Stella yang kemudian penasaran.
"Gue langsung keparkiran atau gimana ya?" Jawab Zya sembari menggigit bibir bawahnya.
Violet yang mengerti apa yang dimaksud Zya langsung menepuk pundaknya. "Ayo gue temenin di parkiran." Lanjut Violet.
"Ayo gue juga ikut." Timpal Stella.
"Makasih Vi, La." Ucap Zya kepada kedua sahabatnya itu.
Violet dan Stella mengangguk.
Mereka sudah sampai di parkiran. Dan ternyata Jin sudah ada disana bersama dengan Jimin dan Jungkook. Zya sedikit gugup saat menuju kearah mereka. Tangannya memegang tangan Violet. Dingin. Itu yang dirasakan oleh Violet saat tangannya bersentuhan dengan tangan Zya.
"Zya Lo gak papa? Lo gugup?" Tanya Violet sedikit berbisik. Kali ini Stella berjalan agak didepan jadi ia tidak mendengar obrolan Violet dan Zya.
"Kayaknya iya deh." Jawab Zya sembari berbisik juga.
"Lo gugup kenapa? Karena ada Jimin? Apa Jungkook." Tanya Violet yang sudah tersenyum memikirkan.
"Jungkook Vi." Jawab Zya datar.
"Et dah kan gue bilang juga apa. Lo itu suka sama dia." Celetuk Violet. Zya langsung melihat ke arah Violet.
"Diem Lo Vi." Kata Zya. Ia baru sadar kalau Violet sudah menggoda nya sejak tadi.
Violet tertawa kecil.
Mereka sudah sampai di tempat Jin dan teman-temannya berada.
"Zya Lo bareng Abang Lo kan?" Tanya Jimin. Ia akan berusaha menjadi kakak yang baik. Apapun keputusan Zya, akan ia dukung selama itu yang terbaik untuknya. Dan ia juga menambah saudara kali ini. Yaitu Jin. Jin juga akan ia anggap sebagai kakak tertua Zya. Jadi apapun itu, ia juga akan meminta pendapat terbaik pada Jin suatu saat nanti.
"Iya." Jawab Zya sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah deh, gue bareng Jungkook nih. Katanya sekalian mau kerumah gue juga." Kata Jimin memberitahu Zya.
'Mampus. Ngapain sih' batin Zya. Entah apa yang harus ia rasakan. Senang atau sedih. Bisa juga campur aduk. Violet yang mendengar hal itu merasa senang. Karena itu artinya Zya akan bersama Jungkook sampai ia kerumahnya. Yah walaupun ada dua abangnya lagi.
"Lo gak ke butik Kook?" Tanya Stella tiba-tiba.
"Nggak. Gue udah izin ke mama lo, hari ini gue istirahat dulu." Jawab Jungkook.
Stella merasa bosan jika di butik mamanya tidak ada Jungkook. Selain itu, biasanya dia akan sering menghabiskan waktu di butik mamanya untuk bersama Jungkook. Walaupun hanya sekedar menemani atau membantunya sedikit.
"Oohh. Kalau gitu gue boleh ikut Lo gak Zya?" Tanya Stella pada Zya. Ia sedang mencari cara agar bisa ikut dengan mereka.
"Eee La, gue mau mampir nih ke butik mama Lo. Bisa temenin gue aja gak? Soalnya ada sesuatu yang mau gue pesen." Violet dengan cepat berbicara pada Stella sebelum Zya menjawabnya.
"Ooh gitu ya. Ya udah deh lain kali aja deh Zya." Ucap Stella kemudian. Kali ini ia tidak punya pilihan lain lagi. Kalau menolak ajakan Violet, rasanya akan terlihat aneh di depan Jungkook.
Zya hanya mengangguk sembari tersenyum. Padahal ia senang jika Stella ikut bersamanya. Agar dirinya tidak sendirian nanti.
"Ya udah yuk La." Violet menggandeng tangan Stella untuk menuju ke mobilnya. Stella pun mengikuti.
Jin dan Zya di mobil yang sama sementara Jimin bersama Jungkook.
"Dek nanti kalau ada apa-apa hubungin gue ya." Ucap Jin dengan raut wajah yang tenang.
"Iya tenang aja." Kata Zya. Ia tau bagaimana sosok abangnya jika khawatir. Mungkin wajahnya bisa tenang tapi dari ucapan nya, itu cukup memberikan isyarat ke khawatirannya.
"Pokoknya kapan pun kalau Lo butuh gue, Lo harus bilang. Meskipun Jimin itu kakak kandung Lo, tapi selama ini yang tau hidup Lo itu gue." Lanjut Jin lagi.
"Iya iya." Ucap Zya sembari tersenyum.
"Hhh rumah bakalan sepi nih." Celetuk Jin. Suaranya pelan tapi Zya bisa mendengarnya dengan jelas.
"Apa sih bang, nanti Zya sering main-main kesana juga kok." Ucap Zya sedikit protes. Ia tak mau mendengar kata-kata itu lagi dari abangnya. Seketika ada yang terasa sakit di dirinya ketika abangnya membicarakan hal itu.
Jin hanya diam tak membalas percakapan Zya lagi.
*Dimobil Jimin Dan Jungkook.
"Min, jadi Zya sebenarnya adek Lo?" Tanya Jungkook disela-sela keheningan mereka berdua.
__ADS_1
"Iya." Jawab Jimin sembari tersenyum.
"Kok bisa? Cerita dong ke gue. Gue jadi penasaran." Ucap Jungkook lagi sedikit memaksa.
"Dulu keluarga gue ngalamin hal buruk. Dan itu terjadi saat gue masih kecil bersama adik gue. Yah singkat cerita, keluarga gue kepisah. Gue ikut ayah gue dan adik gue ikut ibu gue. Bertahun-tahun sudah, sampai gue udah besar gini baru ketemu." Jimin menceritakan intinya saja kepada Jungkook. Ia tak mau mendetailkan semuanya, karena menurutnya ini termasuk hal privasi keluarganya.
"Wait, kalau boleh gue tau emang hal buruk apa yang terjadi sama keluarga Lo dulu?" Tanya Jungkook lagi yang penasaran dan kurang mengerti. Kenapa keluarga Jimin bisa sampai terpisah.
"Susah nyritainnya Kook. Pokoknya intinya gitu deh. Gue aja masih ada beberapa bagian yang gak paham sama ceritanya." Ucap Jimin memberi sedikit penjelasan pada Jungkook yang bisa ia terima.
Jungkook mengangguk paham. Masa kecil yang Jimin alami tidaklah mudah. Jungkook jadi tau, kalau bukan hanya dirinya saja yang kurang beruntung. Dibalik senyuman orang lain pasti tersimpan luka yang pernah dialaminya. Kini ia bisa lebih bersyukur lagi karena sejak kecil ia masih bisa bersama keluarganya. Walaupun ia harus mengalami beberapa tindakan keras dari ayahnya. Tapi sekarang ia sadar berkat ayahnya, ia bisa mencapai kesuksesan yang seperti sekarang. Apa kabar dengan V? Ia masih bergantung pada keluargnya.
Jungkook tersenyum miring.
"Kenapa Lo Kook?" Tanya Jimin tiba-tiba menghentikan lamunan Jungkook.
"Ah nggak." Jawab Jungkook dengan cepat.
"Kok senyum-senyum sendiri? Mikirin apaan Lo? Pasti cewek ya??" Ucap Jimin sedikit menggodanya.
"Nggak. Apaan sih Lo." Kata Jungkook masih sembari tersenyum.
"Ngaku aja deh Lo." Ucap Jimin lagi yang masih berusaha mengorek informasi.
Jungkook hanya tersenyum mendengar godaan dari Jimin. Baru kali ini Jimin. menggodanya. Karena mereka tidak pernah membahas hal-hal yang berbau wanita jika berkumpul.
"Gue boleh nanya sesuatu?" Tanya Jimin kemudian.
"Boleh lah." Jawab Jungkook tanpa ragu.
"Menurut Lo, V suka ke Zya gak?" Jimin melontarkan pertanyaannya tapi ia melihat. ekspresi Jungkook yang tiba-tiba berubah.
Deg.
"Gue gak tau." Jawab Jungkook dengan datar sembari membuang mukanya.
"Gak usah jutek gitu kali jawabnya." Ucap Jimin yang terkejut dengan ekspresi Jungkook.
Jungkook hanya diam memandangi kaca mobil disampingnya.
__ADS_1