ZyaKarin

ZyaKarin
Part 48


__ADS_3

Zya sedang berjalan dilorong sekolah. Ia hendak pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan sebuah buku yang ia pinjam beberapa hari yang lalu. Tak terasa ia berpapasan dengan Jungkook. Jungkook yang menyadari nya langsung berbalik dan mensejajarkan posisinya dengan Zya. Zya yang melihatnya secara tiba-tiba sontak kaget.


"Kooki?" Ucap Zya menyapanya.


"Hai." Kata Jungkook melambaikan sedikit tangannya.


"Ada apa?" Tanya Zya memberhentikan langkahnya.


"Gak ada. Lo waktu itu kok pulang duluan? Gak ke gue dulu. Padahal gue udah kirim pesan ke Lo." Ucap Jungkook yang sedari kemarin mengganggu pikirannya. Apalagi ia tau kalau Zya sempat pindah mobil ke mobil V karena mobil abangnya yang mogok.


"Oh maaf ya. Gue waktu itu gak lihat hp." Jawab Zya dengan sedikit ragu.


"Terus kenapa Lo gak bales pesan gue pas Lo udah lihat pesan itu?" Tanya Jungkook lagi. Kali ini tatapannya lebih tajam dari sebelumnya. Seperti sedang mengintrogasi seseorang yang bersalah. Padahal Zya sedang tidak berpacaran tapi kenapa rasanya ia juga merasa bersalah akan hal itu.


"Oh itu, gue gak sempet aja." Jawab Zya pelan.


"Lo gak ada yang disembunyiin kan?" Tanya Jungkook lagi menambah ke was-was an Zya.


"Nggak." Kata Zya cepat berharap ini bisa meyakinkan Jungkook.


"Ya udah deh. Eh btw Lo mau kemana?" Ucap Jungkook tapi tatapannya masih sangat tertuju kepada Zya.


"Ke perpus." Jawab Zya sembari tersenyum untuk menghilangkan ke kakuan di dirinya.


"Gue temenin ya?" Kata Jungkook menawarkan dirinya dengan sukarela.


"Eh, emang Lo gak ada pelajaran?" Tanya balik Zya. Sebenarnya ia sedang mencari jalan agar Jungkook tidak mengikutinya.


"Ada, tapi gurunya gak masuk." Jawab Jungkook dengan tenang. Kali ini Zya pasti tidak akan menolak, batin Jungkook.


"Hmm gimana ya? Gue gak enak." Ucap Zya tiba-tiba.


"Sama siapa?" Tanya Jungkook yang kebingungan akan maksud dari pernyataan Zya.


"Stella." Ucap Zya pelan. Tapi ia segera menyadari kalau ia salah berbicara dan langsung menutup mulutnya, secepatnya ia ingin meninggalkan Jungkook. Tapi tangan Jungkook lebih cepat dari pada langkah Zya.


"Maksud Lo?" Tanya Jungkook dengan cepat. Kali ini tatapannya kembali seperti saat mengintrogasi Zya.


"Eeh itu..." Kata Zya terbata-bata.


"Jawab gue." Ucap Jungkook sedikit menekan suaranya agar Zya mau menjawabnya.


"Lo gak tau ya, Stella suka sama Lo." Kata Zya pelan sembari melihat ke arah lain.


"Nggak. Lo udah baca kan tulisan tangan yang gue kasih sama dress itu?" Tanya balik Jungkook. Ia tidak mau memikirkan apa itu tentang Stella.

__ADS_1


"Oh udah." Jawab Zya sedikit senang karena tidak memperpanjang masalah Stella tapi tanpa ia duga masalah baru datang kepadanya.


"Apa balesan Lo?" Tanya Jungkook dengan sengit.


"Hm?" Zya terkejut dengan pertanyaan Jungkook. Sekalipun tidak ada pikiran untuk membalasnya seperti yang Jungkook maksud. Jungkook tetap menatap Zya dengan tajam. Kali ini Zya benar-benar menundukkan kepalanya tidak mau melihat wajah Jungkook yang sedang memancarkan aura tampan nya.


"Ayo ke perpus keburu bel pulang." Jungkook menarik tangan Zya sampai Zya ikut jalan dibelakangnya.


Zya menyadari bahwa beberapa siswa bersiul karena melihat dirinya dengan Jungkook yang berpegangan tangan. Zya segera meminta Jungkook untuk melepaskan genggamannya. Jungkook pun menuruti nya sembari tersenyum. Entah apa yang ada dipikirannya.


"Lo cantik pakek dress itu." Ucap Jungkook tiba-tiba ketika mereka berjalan menuju perpustakaan.


Zya melihat ke arah Jungkook sekilas. Entah kenapa ketika Jungkook yang mengatakannya, ia merasa senang. Padahal beberapa orang sudah mengatakan hal yang sama tapi perasaan Zya lain dengan Jungkook yang mengatakannya. Zya hanya diam tidak menjawabnya tapi terlihat senyum tipis dibibirnya dan Jungkook melihat pemandangan itu. Walaupun Zya tidak menjawabnya tapi Jungkook tau kalau Zya juga suka dengan dress yang ia berikan.


Mereka sampai di perpustakaan, Zya segera masuk sementara Jungkook menunggu diluar. Ini adalah jam terakhir di sekolahnya. Sebentar lagi bel akan berbunyi. Di jam-jam terakhir ini biasanya para guru sudah menyelesaikan tugas kelasnya dan kembali ke ruang guru untuk sekedar beberes atau mengoreksi pekerjaan muridnya. Beberapa kelas juga ada yang muridnya sedang duduk-duduk diluar kelasnya dan ada juga yang memilih tetap didalam kelasnya sembari menunggu bel pulang berbunyi. Tadinya Jungkook ingin ikut masuk bersama Zya namun setelah ia melihat jam tangannya, ternyata waktunya sebentar lagi. Akhirnya ia memilih untuk menunggu diluar.


Sembari menunggu, Jungkook melihat-lihat sekitar. Tanpa ia sadari sedari tadi ternyata V memerhatikan nya dari kejauhan. Entah sejak kapan ia memerhatikan Jungkook dengan Zya. Tapi ia yakin, pasti V sudah lama memerhatikan nya. Jungkook tak ambil pusing dengan hal itu dan kembali fokus dengan kegiatannya sendiri. Setelah selesai, Zya keluar dengan tangan yang sudah kosong.


"Udah selesai?" Tanya Jungkook sembari tersenyum.


"Udah." Jawab Zya singkat.


"Sekarang udah kosong kan tangannya?" Tanya Jungkook lagi yang membuat Zya sedikit kebingungan.


"Hm?" Belum selesai Zya dengan pikirannya, tangannya langsung ditarik oleh Jungkook.


"Kooki, lepasin gak enak dilihat orang." Ucap Zya pelan tapi terdengar jelas ditelinga Jungkook.


"Kenapa?" Tanya Jungkook yang masih tidak melepas genggamannya tapi ia tersenyum senang.


"Jangan disini." Ucap Zya yang berusaha untuk membuat Jungkook melepaskan tangannya.


"Berarti kalau diluar sekolah gak papa?" Tanya Jungkook kemudian. Zya menyadari dirinya telah salah berbicara.


"Ih bukan gitu." Kata Zya yang kehabisan kata-kata.


"Bilang aja iya." Ucap Jungkook, tapi kali ini ia sudah melepas tangan Zya.


"Nggak." Kata Zya yang tersipu malu.


Jungkook terus menggoda Zya. Mereka terlihat sangat akrab bahkan sangat dekat seperti seseorang yang sedang menjalin hubungan dimasa remajanya. Sesekali Jungkook melihat kearah tempat V berdiri tadi. Ternyata V sudah tidak ada. Ia yakin V baru saja meninggalkan tempat itu karena melihat dirinya dan Zya yang begitu dekat. Kali ini Jungkook merasa ia pemenangnya. Tapi itu masih belum mutlak sebelum Zya benar-benar menerima dirinya untuk menjadi masa depannya. Zya dan Jungkook berpisah di tengah-tengah antara kelas mereka.


Zya segera masuk ke kelasnya dan mengambil tasnya. Kebetulan saat ia sudah sampai didepan pintu kelasnya, bel langsung berbunyi. Zya berjalan bersama Violet dan Stella. Tentu saja ke parkiran dulu.


"La, Lo bawa mobil kan?" Tanya Violet kepada Stella tiba-tiba.

__ADS_1


"Nggak. Gue bareng Jungkook." Jawab Stella dengan tenang. Zya sedikit kaget ketika Stella mengatakan hal itu tapi ia segera mengontrol dirinya.


"Emang Lo udah gak bisa nyetir mobil sendiri lagi ya? Kemana supir Lo?" Tanya Violet dengan nada yang tidak enak didengar.


"Hmm bisa kok." Kata Stella agak pelan.


"Terus kenapa masih bareng Jungkook? Bukannya acara mama Lo udah selesai ya? Dan Lo kan udah gak perlu latihan lagi sama Jungkook. Harus gitu barengan terus?" Tanya Violet bertubi-tubi membuat Stella kehabisan kata-kata.


"Vi, Lo kenapa sih?" Tanya Zya mencoba menengahi. Ia tau maksud Violet mengatakan hal itu.


"Udah diem Zya." Ucap Violet tidak membiarkan Zya untuk ikut bicara.


"Iya besok gue bawa mobil kok." Kata Stella sedikit pasrah. Terlihat dari raut wajahnya bahwa ia malas meladeni Violet.


"Ee La jangan dimasukin hati ya, mungkin Violet lagi PMS." Ucap Zya mencoba meredamkan keduanya.


"Nggak, gue gak PMS." Kata Violet dengan cepat.


"Ee ya udah deh." Zya hanya bisa mengikuti alur yang Violet buat.


Mereka sudah sampai diparkiran. Ia juga melihat Stella yang sedang menunggu Jungkook sementara Zya sendiri sedang menunggu abangnya. Kali ini Violet tidak menunggu bersama mereka, ia memilih untuk pulang terlebih dahulu karena ada kepentingan pribadi.


Zya melihat Jungkook yang berjalan ke arahnya dan Stella. Sudah pasti Jungkook akan menyapa Stella kali ini, pikir Zya. Tapi ternyata Jungkook malah menyapa Zya terlebih dahulu.


"Zya." Ucap Jungkook sembari tersenyum.


"I-iya." Jawab Zya yang merasa tidak enak kepada Stella.


"La, besok-besok Lo bisa gak bawa mobil sendiri lagi?" Tanya Jungkook langsung tanpa basa-basi didepan Zya.


"Bisa kok. Gue emang mau bawa mobil besok. Ya kan Zya?" Ucap Stella sembari meminta dukungan dari Zya.


"Iya tadi Stella bilang ke gue." Kata Zya mengiyakan perkataan Stella.


"Bagus deh." Ucap Jungkook. Ia lalu melihat ke arah Zya " Lo nunggu Abang Lo ya?" Tanya Jungkook.


"Iya." Jawab Zya singkat.


"Tuh Abang Lo dibelakang. Ntar lagi juga sampai. Mending Lo tunggu didalam mobil biar gak kepanasan." Ucap Jungkook sembari memberi sedikit perhatiannya.


"Iya makasih." Kata Zya sembari sedikit tersenyum. Jungkook tau, pasti Zya merasa tidak enak kepada Stella. Tapi ia tidak mau Zya menganggapnya menyukai Stella. Padahal jelas-jelas Jungkook menyukai nya.


"Gue jalan dulu ya." Ucap Jungkook kepada Zya.


"Iya." Jawab Zya.

__ADS_1


Jungkook berjalan kearah mobilnya diikuti oleh Stella yang berusaha mensejajarkan posisinya dengan Jungkook. Mobil Jungkook sudah melewati Zya. Zya pun melihat kearah abangnya yang datang, sudah semakin dekat. Ia segera pergi ke mobil abangnya. Hendak membuka pintu mobilnya, sialnya abangnya mengunci pintu mobilnya. Zya hampir saja mengeluarkan kata-kata mutiaranya, tapi dengan sabar ia menunggu abangnya datang dan membuka kunci nya.


__ADS_2