
Jessica menguatkan kaitan tangannya di leher kekar suaminya, ketika Kevin semakin memperdalam ciumannya. Tangannya sibuk membuka apa yang melekat di tubuh Jessica dan berusaha menanggalkannya dari tubuh sang wanita.
Jessica mencoba membantu semampunya, dengan mengangkat tubuhnya dari tempat tidur untuk membantu Kevin dalam melepas gaun tidurnya. Dan ketika hanya tersisa pelindung dada berwarna toska
Kevin menghentikan cumbuannya dan memandang kearah bukit kembar milik Jessica. Tatapan matanya semakin liar, ketika kedua bukit kembar itu telah terlepas dari pelindungnya. Matanya semakin l*ar! Oh Tuhan..
Jessica merasa jengah dengan pikirannya sendiri. Ia hanya merasakan wajahnya yang semakin memanas saat ini. Jessica akui jika Kevin memang unggul dalam segala hal, termasuk memporak-porandakan perasaannya.
Kevin mengangkat wajahnya dan matanya mengunci langsung manik hazel Jessica."Ini sangat Indah."
"Apa yang coba kau sembunyikan dariku?" Kevin menyingkirkan tangan Jessica yang menutup bukit kembarnya.
"Aku sangat malu, karena melonku tidak sebesar milik orang lain."
"Siapa bilang, lihatlah.. Bahkan mereka sangat pas di genggamanku." Jessica membuang muka kearah lain.
Dia sangat malu sekarang. Sekali lagi Kevin sukses membuatnya seperti orang bodoh."Tatap mataku, Sayang." Kevin menuntun dagu Jessica untuk menatap padanya.
"Apa kita sungguh-sungguh akan melakukannya? Malam ini?"
"Kenapa? Apa kau belum siap? Atau mungkin kau masih belum mempercayaiku?" Jessica menggeleng. "Lantas?"
"Aku hanya takut di campakkan. Setelah aku memberikan segalanya padamu. Kemudian kau akan pergi dan mencampakkanku,"
"Pemikiran konyol apa itu? Tidak ada yang akan meninggalkanmu, aku akan selalu berada di sisimu."
"Sungguh?" Kevin mengangguk. "Kalau begitu lakukan sekarang, aku sudah siap."
"Kau yakin?" Jessica mengangguk tanpa ragu."Baikkah, ini adalah pilihanmu. Dan aku tidak akan berhenti meskipun kau memohon."
"Aku tidak akan memintamu untuk berhenti."
"Baiklah." Kevin tersenyum.
Sekali lagi Kevin mencium Jessica, dan mencumbunya seperti tadi. Tangannya menelusuri tubuh polos gadis itu, membelainya mulai dari pipi, hidung bibir, dan berlama-lama dibagian perutnya.
Hingga akhirnya Jessica sedikit terkejut dan perutnya menegang seketika saat tangan Kevin menemukan bagian bawahnya. Yang Jessica tahu sudah mulai basah sejak pertama kali Kevin mencumbunya.
__ADS_1
Jessica mengerang ketika bibir Kevibln terlepas dari bibirnya, dan jari pria itu menemukan organ sensitivnya. Kevin menyeringai melihat wajah memerah Jessica.
"Aku butuh berada dalam dirimu sekarang." Bisik Kevin dan sekali lagi mencium bibir Jessica, namun lebih singkat dari ciuman mereka sebelumnya. Suaranya terdengar berat menahan ga*rah.
"Aku menginginkanmu..."
Satu kalimat yang Jessica tahu merupakan hal yang sedari tadi dinantikan oleh pria ini, dan akan membawa mereka pada ikatan yang lebih intens dan emosional.
Kevin sekali lagi mencium bibir Jessica dengan lebih keras dari sebelumnya. Sebelum mengalihkan mulutnya menuju telinganya.
"Jika sakit, katakan. Aku akan melakukannya lebih pelan."
"Apakah sakit?"
"Hanya sedikit."
Tangannya kemudian kembali bergerak untuk mengelus, meremas dan memainkan sepasang bukit kembar itu dengan penuh kenikmatan.
Geraman kembali lolos dari bibir Jessica. Bibir Kevin untuk yang kesekian kalinya kembali pada bibir Jessica, saat salah satu tangannya bergerak kebagian bawah tubuhnya, dan menemukan gading kecil yang telah membengkak dan licin karena cairannya sendiri
"Oh Tuhan, aku benar-benar menginginkanmu." Suaranya terdengar serak saat Ia berbicara di tengah tengah cumbuannya
Kali ini ia tidak ragu terhadap keinginan Kevin. Kevin tahu pasti bahwa Jessica juga menginginkan ini. Ia menginginkan Kevin berada di dalam dirinya. Sekarang!!
Kevin membuka lebar-lebar kaki Jessica dan menempatkan ujung sosisnya yang telah mengeras sempurna di depan liang Jessica.
Pria itu kemudian menumpukan kedua tangannya di lutut Jessica saat mencoba mendorong sosis beruratnya menuju ke dalam wanita itu.
Jessica memejamkan matanya dan meringis, seketika itu juga gerakan Kevin terhenti. Pria itu menatap Jessica yang meringis kesakitan.
"Apakah sakit?" Gadis itu mengangguk. "Aku akan melakukannya dengan perlahan-lahan."
Kevin kembali mencium bibi Jessica, sementara ujung sosis beruratnya di pintu Miss Jessica. Ketika ujungnya telah berada dipusatnya.
Ia kembali mencium Jessica dengan penuh gairah sementara di bawah sana sosis beruratnya terus mencoba mendorong masuk sedikit demi sedikit, dan mengeluarkannya kembali beberapa inci sebelum akhirnya mendorong kembali seluruh batangnya ke dalam Miss Jessica.
Jessica menjerit di dalam ciuman itu ketika ia merasakan panas membakar organ s*ksku. Oh tuhan ini sakit sekaligus nikmat.
__ADS_1
Kevin menghentikan gerakannya ketika seluruh sosisnya mengisi diri Jessica. Ia mengecupi bibir ranum tipis itu, saat Jessica menyesuaikan keberadaan diri Kevin yang lain di dalam dirinya.
"Kau tak apa?" Kevin menatapnya lembut.
"Ya." Jessica sedikit meringis. "Ini terasa hebat." Ia menambahkan.
Kevin menyeringai dan kembali mel*mat bibir Jessica, sementara di bawah sana, Ia mulai menggerakan pinggulnya perlahan.
Sungguh Jessica kehilangan kata-kata untuk mendeskripsikan apa yang tengah ia rasakan saat ini, Jessica tidak bisa membohongi dirinya jika dia menyukai sensasi di mana saat sosis berurat Kevin menghujam ke dalam dirinya.
Flashback End:
Jessica menutup mukanya dengan kedua tangannya. Bagaimana bisa dia mengingat malam pertamanya bersama Kevin beberapa bulan yang lalu. Itu sangat memalukan dan ia selalu merona setiap kali mengingat hal hebat yang mereka lakukan malam itu.
"Nyonya, ini adalah gaun yang akan Anda pakai hari ini." Seorang pelayan menghampiri Jessica membawakan gaun yang akan ia pakai menghadiri acara bersama Kevin.
"Letakkan saja di sana, aku akan memakainya sendiri."
"Baik, Nyonya."
Loona menghampiri Jessica dan menatap kesal pada gaun mewah yang ada di atas tempat tidur itu. Dan kedatangan Loona tentu di sambut dengan tatapan dingin oleh wanita itu.
"Aku tidak tau sihir apa yang sebenarnya aku gunakan untuk menjerat kakakku sampai-sampai dia bisa tergila-gila pada wanita sepertimu."
Jessica melipat kedua tangannya dan menatap sinis pada Loona. "Memangnya penting ya aku menjawab pertanyaan mu itu? Sebaiknya urus saja urusanmu sendiri, tidak usah mencampuri urusanku!!"
"KAU!!"
PLAKKK!!!
Jessica menahan tangan Loona yang hendak menamparnya lalu menghempaskan nya."Kau, sebaiknya berhenti mencari masalah denganku. Dan jika kau sudah tidak memiliki urusan di sini lagi. Sebaiknya keluar!!"
Loona menatap marah pada Jessica dan pergi begitu saja. Jessica mendesah berat. Ia tidak mengerti kenapa Loona dan Dessy tidak pernah lelah mencari masalah dengannya.
Untungnya Jessica bukanlah wanita lemah yang akan diam saja ketika ada orang lain yang mencoba menindas dan merendahkannya.
Bahkan dia tidak segan-segan memberikan pelajaran setimpal pada mereka yang mencoba membuat masalah dengannya. Dan sepertinya sifat asli Kevin sudah menurun padanya.
__ADS_1
-
Bersambung.