"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)

"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)
Hangat Dan Penyayang


__ADS_3

Keraguan~Jessica pernah merasakannya di awal pernikahannya dengan Kevin. Dia pikir Kevin hanya mengumbar janji manis saja hanya untuk membuat dirinya mau menikahinya.


Namun kenyataan tak seperti yang Jessica bayangkan, dibalik sifat dan wajahnya yang dingin. Kevin adalah sosok yang hangat dan penyayang.


Sebelum bertemu dan mengenal Jessica, Kevin adalah pria Kesepian yang haus akan cinta dan belaian wanita.


Bisa saja dia mendapatkan belaian cinta dengan uang dan harta melimpah yang dia miliki. Tapi sayangnya bukan belaian semacam itulah yang Kevin inginkan.


Wajah tampan, otak jenius dan harta melimpah, itulah yang menjadi daya tarik utama seorang Kevin Nero. Memang banyak wanita yang mencoba mendekatinya, dan tujuan mereka hanya satu, harta!!


Dan ketika Kevin telah memantapkan hatinya untuk membuat sebuah komitmen dengan seseorang.


Disaat itulah Jessica tiba-tiba datang dan mengusik kehidupannya. Sosoknya yang anggun dan acuh tak acuh yang akhirnya membuat Kevin penasaran akan sosoknya.


Dan Kevin semakin di buat penasaran akan sosoknya yang tegas, pemberani dan tidak mudah ditindas. Namun dia memiliki sisi yang begitu lembut dan hangat, dan dari situlah Kevin tau bila Jessica adalah orang yang tepat dan dia cari selama ini.


"Jessica~"


Wanita itu menoleh dan mendapati Loona menghampirinya. Jessica buru-buru merunduk ketika wanita itu melemparkan sebuah telur busuk kearahnya.


"Apa-apaan kau ini?"


"Aku muak denganmu, kenapa kau tidak angkat kaki saja dari rumah ini, HAH!!"


"Oh, kau bermaksud untuk mengusirku keluar dari rumah ini?" Jessica menyeringai. "Oke, tidak masalah, tapi siap-siaplah, karena Kevin akan membuat perhitungan denganmu!!"


Jessica meletakkan bunga-bunganya di atas meja dan pergi begitu saja. Meninggalkan Loona yang hanya menatap sinis kepergiannya.


Wanita itu menurunkan kopernya yang ada di atas lemari dan kemudian mengeluarkan semua pakaiannya. Dan apa yang dia lakukan tentu saja memunculkan sebuah pertanyaan di benak Kevin.


Kevin menutup laptopnya dan kemudian menghampiri Jessica. "Sica, apa yang kau lakukan?" Kevin menahan tangan Jessica dan mengambil semua pakaian yang hendak dia masukkan ke dalam kopernya.


Jessica menoleh dan menatap Kevin dengan serius."Aku tau sejak aku memang tidak pantas bersanding dengan pria sepertimu. Kita tidak sebanding dan banyak perbedaan diantara kita. Dan aku tidak ingin kau tidak bahagia karena memiliki istri sepertiku."


"Apa maksudmu?"


"Sebaiknya aku pergi saja, tempat ini memang tidak layak untukku. Bukankah itu yang selama ini Loona dan Bibi Dessy inginkan? Mereka selalu ingin aku pergi dari sini, dan hari ini aku akan mengabulkannya!!"

__ADS_1


"Jadi ini karena mereka?!" Jessica mengangguk.


"Loona mengusirku dan dia ingin aku segera angkat kaki dari sini."


"Tidak, Sica!! Kau tidak bisa pergi tanpa seijin dariku. Mereka hanya menumpang di rumah ini, dan tidak memiliki hak apapun atas semua penghuni disini. Kau adalah Nyonya besar di rumah ini, jikapun ada yang harus pergi, orang itu adalah mereka bukan dirimu!!"


Jessica menurunkan tangan Kevin dari bahunya kemudian memeluknya. Wanita itu tersenyum lebar. "Jadi kau tidak menginginkan aku untuk pergi?"


"Tentu saja tidak!!"


"Baiklah, karena kau tidak mengijinkannya. Maka aku tidak akan pergi, aku akan tetap disini bersamamu. Terimakasih telah menerimaku dan memberikan cinta yang sangat besar dan tulus padaku."


Kevin mengangguk, mengusap rambut panjang Jessica yang terurai. "Sama-sama, Sayang."


-


"Dari mana saja kau? Kenapa semalaman tidak pulang?"


Elia menahan langkah Aldo ketika suaminya itu hendak masuk ke dalam kamar. Alih-alih menjawab, Aldo malah mendorong Elia hingga wanita itu terhuyung kebelakang.


"Aldo, aku bertanya padamu!!" Teriak Elia penuh emosi.


"Apa maksudmu?"


Aldo mengisap kasar wajahnya. "Apakah masih belum jelas yang kau lihat itu? Kevin, si brengsek itu mencabut semua investasinya di perusahaan kita, dan kita mengalami kerugian yang sangat besar!!"


"Apa? Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa saja yang sudah kau lakukan selama ini? Jika dia sampai mencabut semua sahamnya, itu artinya kita bisa jatuh bangkrut!!"


"Tanpa kau beritahu pun aku sudah paham, dan semua ini karena kebodohanmu!!"


"Kenapa kau malah menyalahkan ku?!"


"Seharusnya kau bisa mengambil hati Jessica, tapi kau malah terus-terusan memusuhinya dan mencari masalah dengan Ibumu sendiri, dan sekarang inilah akibatnya. Kau sungguh tidak berguna sama sekali. Sudah bodoh, jelek lagi. Aku muak denganmu!!"


"Aldo, berhenti kau brengsek!! Kau pikir kau bisa pergi begitu saja. Dan jika bukan karena diriku, kau tidak mungkin bisa menbangun perusahaan itu!!" Teriak Elia namun dihiraukan oleh Aldo.


"Kau memang brengsek!!!"

__ADS_1


-


Jessica mengeram dan me*desah panjang ketika merasakan ciuman Kevin yang semakin dalam dan menuntut.


Jari-jari Kevin masuk ke dalam pakaian Jessica, dan des*hannya semakin menggila ketika sebelah tangan Kevin meremas pay*daranya.


"Aaahhhhh," wanita itu menjerit dan semakin tidak tahan ketika Kevin memainkan put*ngnya. Sedangkan di bagian bawahnya sudah basah sejak Kevin pertama kali mencumbunya.


Kevin mengangkat wajahnya dan menyeringai nakal."Bagaimana, Sayang? Apa kau menikmatinya?" Jessica mengangguk.


"Ini sangat nikmat." Jawabnya serak. "Uhhh, Kevin jangan berhenti, i-ini sangat nikmat." Rancau Jessica ditengah kenikmatan yang Kevin berikan.


Namun permainan mereka harus terhenti oleh dering pada ponsel Kevin. Kevin mendecih sebal, dengan enggan ia bangkit dari atas tubuh Jessica dan untuk menerima panggilan tersebut.


"Hn, aku akan memeriksanya. Kirimkan saja email-nya padaku." Kevin memutuskan sambungan telfonnya begitu saja dan kembali melanjutkan aktifitasnya bersama Jessica yang sempat tertunda.


"Dari siapa?" Jessica mengalungkan kedua tangannya pada leher Kevin.


"Maria. Bagaimana, masih mau lanjut?"


"Tentu saja, karena melakukan sesuatu hanya setengah-setengah itu tidak baik." Jawabnya dan kemudian mencium singkat bibir Kevin.


Tak ingin menyia-nyiakannya. Kevin segera mengambil alih ciuman tersebut. Kali ini permainan dikuasai oleh Kevin sepenuhnya.


Kevin terus mel*mat bibir Jessica tanpa berniat melepaskannya. Sementara tangannya sibuk menanggalkan semua kain yang melekat pada tubuh Jessica dan membuangnya begitu saja.


Ciuman mereka semakin lama semakin dalam dan menuntut. Jessica menerima segala macam sentuhan Kevin pada tubuhnya. Bahkan beberapa kali wanita itu mengeluarkan er*ngan panjang dari sela-sela bibirnya.


"Bagaimana, Sayang? Kau semakin menikmatinya?"


Jessica mengangguk. "Uhhh, lakukan dengan tempo lebih cepat lagi. Aaahhh~ya, ya di situ, di situ. Uhhh... ini sangat nikmat." Rancau Jessica di tengah kenikmatannya. Dia begitu menikmati.


"Jangan ada yang ditahan, keluarkan semuanya." Pinta Kevin sambil terus menggiring Jessica menuju lembah kenikmatan.


Dan selanjutnya bukan hanya jarinya, tapi sosis berurat milik Kevin yang masuk ke dalam diri Jessica. Tak ingin ada orang lain yang mengganggu aktifitasnya bersama sang istri. Kevin pun memutuskan untuk mematikan ponselnya.


-

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2