"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)

"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)
Elia Berulah


__ADS_3

"IBU!!! MANA MAKANAN UNTUKKU!! AKU SUDAH SANGAT KELAPARAN!!"


Karina hanya bisa mengelus dada dengan sikap kurang ajar putrinya yang tidak memiliki sopan santun. Sejak semalam Elia tinggal bersamanya semenjak dia meninggalkan rumah yang selama ini ia tempati bersama Aldo.


"Sabar, Lia. Ibu masih menyiapkannya."


"Memasak begitu saja lama sekali!! Apa Ibu sengaja supaya aku kelaparan kemudian jatuh sakit dan mati!! Begitu?!"


"Bukan begitu, Lia. Di rumah ini banyak pelayan, kenapa harus meminta Ibu yang memasakkan untukmu?"


"Kau adalah Ibuku, dan kau harus melayaniku. Karena mulai hari ini aku yang akan jadi Nyonya di rumah ini. Karena di lihat dari sisi manapun, aku lebih pantas dari pada dirimu!!"


Paman Nam hendak mengambil tindakan , namun Karina mencegahnya. Dia tidak ingin Paman Nam sampai menyakiti putrinya. Karina juga mencegah Paman Nam untuk menghubungi Jessica maupun Jerremy.


Saat ini Jerremy sedang tidak ada di rumah. Dia pergi mengikuti Studi Tour ke pulau Jeju dan baru kembali lusa.


"Nyonya, tindakan putri Anda sudah sangat keterlaluan. Dan saya tidak suka dia memperlakukan Anda seperti babu!!"


"Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa dengan sikap dan perilakunya. Dia adalah putriku, dan sebagai seorang ibu sudah seharusnya aku melakukan apapun yang putriku inginkan."


Diam bukan berarti Paman Nam tidak mengambil tindakan apapun. Diam-diam dia menghubungi Jessica dan memberitahunya perihal Elia. Paman Nam ingin supaya wanita kurang ajar itu segera angkat kaki dari rumah tuannya ini.


-


Ting...


Jessica mengangkat ponsel dalam genggamannya ketika sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Nama Nam Derry menghiasi layar ponselnya yang menyala.


Dan dalam pesan singkat itu Derry memberitahu Jessica tentang kedatangan Elia juga sikap kurang ajarnya pada Karina. Mengetahui hal itu membuat Jessica tersulut emosi.


"Ada apa?" Tanya Kevin melihat emosi di wajah istrinya itu.


"Elia membuat ulah lagi. Saat ini ada di rumah Ibu, aku harus ke sana untuk menghentikannya."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan pergi denganmu." Jessica mengangguk.


Kevin menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja lalu bergegas keluar meninggalkan ruangannya. Jessica tidak akan melepaskan kakaknya kali ini. Dia akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah Elia lupakan seumur hidupnya.


-


Byurrr...


"NONA!!" bentak Nam Derry penuh emosi.


Elia melemparkan sup ke wajah ibunya hanya karena sup itu terlalu dingin. Elia meminta sup yang masih panas. Sup itu dingin karena Elia tidak langsung memakannya.


Elia berdiri dan menunjuk Derry tepat di wajahnya. Wajahnya terlihat begitu arogan.


"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur, dan ingat ini baik-baik, mulai hari ini akulah Nyonya di rumah ini, dan wanita ini akan menjadi pembantu. Aku akan memecat semua pelayan di rumah ini, karena aku tidak ingin mengeluarkan uang sepeser pun untuk mengaji mereka."


"Hentikan kegilaan mu ini!! Kau tidak memiliki hak apapun atas rumah ini dan segala isinya. Ini adalah rumah milik tuan Kevin dan beliau tidak akan mengijinkan mu bertindak seenak jidat seperti ini!!"


Nam Derry sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Sikap dan perilaku Elia membuatnya naik darah. Bahkan dia tidak mendengarkan meskipun Karina sudah memohon supaya tidak memarahi putrinya.


"Tidak, Nam. Jangan sakiti putriku. Aku tau dia memang sudah berbuat salah, dia masih terlalu muda untuk mengerti."


"Kau dengar itu. Bahkan Ibuku saja tidak mempermasalahkannya. Kenapa harus kau yang keberatan?! Dan kau, kau adalah pembantu. Dan sekarang sebaiknya layani aku, NYONYA MU!!"


"Baiklah, Nak. Tunggu sebentar, Ibu akan membuatkan makanan baru untukmu,"


"Apa kau bilang?! Ibu? Kau tuli dan pikun ya, aku adalah nyonya mu dan mulai sekarang panggil aku NYO~"


Kalimat Elia terpotong oleh jambakan pada rambutnya dan tamparan keras pada wajahnya. "Berani sekali kau menjadikan ibuku sebagai pembantu!!"


"Aaahhh~Jessica, apa yang kau lakukan? Brengsek, lepaskan kau membuat kepalaku sakit!!" Jerit Elia sambil mencengkram pangkal rambutnya.


Jessica menarik rambut Elia dan membawanya keluar. Dengan kasar wanita itu mendorong Elia hingga dia tersungkur di lantai. "Jessica, kau sudah tidak waras ya. Lepaskan, sakit bodoh!!"

__ADS_1


"Kau benar-benar iblis, Kak!! Bagaimana bisa kau memperlakukan ibumu sendiri dengan sangat tidak manusiawi?! Ini adalah rumah Ibu, dan aku ingin menguasainya? Kau sudah tidak waras ya?!"


Elia berdiri dan hendak menampar Jessica, namun dengan cepat di tahan oleh wanita itu. Jessica menghamparkan tangan Elia lalu menampar wajahnya dengan keras.


"Jessica!!"


Karina menghampiri kedua putrinya yang sedang berseteru itu dan berusaha memisahkan mereka. Karina tidak ingin jika kedua putrinya sampai bertengkar hanya karena dirinya.


"Sudah, kalian jangan bertengkar lagi. Kalian kakak adik seharusnya saling mendukung bukan saling bertengkar."


"Sebaiknya Ibu tidak ikut campur. Lagipula ini bukan salahku, dan Jessica duluan yang memulainya!!"


Kevin pun segera mengambil tindakan tegas. Tanpa banyak basa-basi, ia mengusir Elia. Elia yang tidak terima meneriaki dan memaki Kevin. Tapi dia tidak peduli. Dengan perasaan marah, Elia pergi meninggalkan kediaman Ibunya. Dan sekarang dia tidak memiliki tujuan lagi.


"Ibu, kau tidak apa-apa?" Karina menggeleng. Jessica memeluk ibunya dan menangis tersedu-sedu. Dia sedih melihat Ibunya di tindas oleh putra putrinya sendiri. "Sebaiknya ibu ganti baju dulu. Pakaian ibu basah dan kotor."


Jessica menghampiri Kevin yang sedang berbincang dengan Paman Nam di ruang keluarga. Sepertinya suaminya itu sedang merencanakan sesuatu untuk Elia dan suaminya.


"Jangan cuma menghancurkan mereka berdua. Aku ingin kau menghancurkan Dion dan Mirra juga. Mereka berdua tidak ada bedanya dengan Elia dan suaminya."


Kemudian Jessica bergabung bersama suami dan orang kepercayaannya itu. Kevin merencanakan untuk membuat mereka bangkrut, dan ia tidak mau jika hanya Elia dan Aldo saja yang hancur. Tapi Dion dan Mirra juga.


"Aku soal itu kau tenang saja. Aku sudah mengurusnya. Dan kita hanya tinggal menunggu hasilnya."


"Aku ingin mereka hancur dan hidup menderita. Sungguh, aku tidak terima jika Ibuku di perlakukan seperti binatang oleh mereka berempat."


Kevin memegang sisi wajah Jessica. "Kau tenang saja, serahkan semuanya padaku. Aku pasti akan memberikan pelajaran yang setimpal pada mereka yang sudah membuat Ibu menderita."


Jessica berhambur ke dalam suaminya. Sungguh ia sangat beruntung memiliki suami seperti Kevin. Bahkan tak akan cukup hanya dengan kata terimakasih saja, mengabdikan hidupnya seumur hidup padanya pun tak akan pernah cukup.


"Sudah hampir tiba waktu makan malam. Sebaiknya segera pesan makanan dari luar saja. Tidak cukup waktunya jika harus memasak terlebih dulu." Jessica tersenyum kemudian mengangguk.


"Baiklah."

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2