"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)

"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)
Diserang


__ADS_3

Ren mengerutkan dahinya melihat Jerremy yang sejak siang berdiri di depan televisi sambil mengangkat sebelah kakinya. Ren tidak mengerti apa tujuan mereka berdua melakukan hal itu.


"Hei bocah apa yang sedang kau lakukan?" Tegur Kai yang baru saja tiba dari tugasnya."Hyung, kau tau tidak apa yang bocah ini lakukan?"


Ren menggeleng. "Entahlah, aku sendiri tidak paham." Sahut Ren menimpali.


"Hei anak Ayam, apa kalian sudah tidak waras eo?" Ucap Tao.


"Jangan bertanya pada kami Hyung, karena aku tidak akan menjawab pertanyaanmu. Aku sedang marah dan protes pada, Kevin Hyung." Ujar Sean menegaskan.


Ren, Tao dan Kai mengerutkan dahinya mendengar jawaban Sean. Ketiga pria itu benar-benar tidak paham dengan apa yang di katakan oleh Sean.


"Maksudmu?" Tanya Ren penuh selidik.


"Aku sedang protes pada Kevin Hyung, sudah hampir 1 bulan aku tidak pernah memegang ponsel dan menonton kartun favoritku lagi. Itu sangat menyiksaku Hyung. Jelas-jelas nilaiku dan bocah menyebalkan itu lebih tinggi aku, tapi kenapa Kevin Hyung malah menghukumu juga?" Tutur Sean.


"Jadi karna hal itu?" ucap Tao tak percaya.


"Tentu saja, Hyung bantu aku. Katakan pada Kevin Hyung dan minta dia untuk mencabut hukumanku, setidaknya biar dia mengijinkanku untuk menonton kartu saja." Renggek Sean memohon.


"Kenapa harus aku? Kau saja yang bicara padanya." Pinta Ren.


"Kalau aku yang bicara pasti dia akan memarahiku habis-habisan dan menambah hukumanku, jadi kau saja ne. Hyung ayolah, aku hanya bisa mengandalkanmu." Sean memasang muka sedihnya.


"Aku tidak janji." Balas Ren.


"Hyung~" Seru Sean tertahan.


BRAKKK .. !! ..


Perhatian Sean, Jonghyun, Tao dan Kai teralihkan karna dobrakan keras pada pintu, terlihat Chen masuk dengan tergesah-gesah."Chen ada apa.??" Tanya Ren kebingungan.


"Gawat Hyung, kita di serang."


"APA!!" Ren, Kai dan Tao bangkit dari duduknya setelah mendengar ucapan Chen.


Tanpa mengulur banyak waktu, pria-pria itu berhamburan keluar minus Sean untuk melihat keadaan dan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Di saat Hyung-Hyungnya berhamburan keluar untuk melakukan pertarungan, Sean justru lari kelantai atas. Bukan untuk bersembunyi, situasi itu Sean manfaatkan untuk menonton kartun favoritnya.


Terkadang Sean merasa iri pada Jerremy yang sekarang sudah bebas dari hukuman karena memilih tinggal bersama ayah kandungnya, sedangkan dia hanya bisa pasrah karena Sean tidak memiliki tempat lain selain rumah Kevin untuk tinggal.


"Ini adalah kesempatan langkah, aku harus memanfaatkan sebaik-baiknya. Tom & Jerry, aku datanggg~"


.


Setibanya di luar, suasana begitu tegang. Banyak mayat yang bergelimpangan di tanah dengan keadaan bersimbah darah. Keadaannya begitu kacau, dua kubu bertarung dan saling membunuh.


Tak ingin semakin banyak dari kubunya yang nyawanya melayang sia-sia, Ren, Kai, Chen dan Tao segera bergabung dengan mereka.


"Di mana, Sean?" Tanya Chen.


"Si anak Ayam itu pasti kabur dan bersembunyi." Balas Tao.


"Selalu saja seperti itu." Sahut Kai.


"Sudah jangan banyak mengeluh, Chen cepat hubungi Boss dan minta dia untuk segera kembali." Pinta Ren.


Satu persatu lawan bisa di tumbangkan, beberapa telah roboh dan meregang nyawa di tangan Kai dan Tao. Mereka membantai musuhnya dengan sangat sadis, Kai dan Tao tidak segan-segan untuk menembak mati setiap musuh yang datang mendekat.


"Berani datang kemari, sama saja menghantarkan nyawa. Ayo maju kalian semua." Pinta Ren menantang.


Pria itu menyipitkan matanya, smrik mengerik tersungging di wajahnya. Dua senjata api sudah berada di tangannya, dan kali ini Ia tidak akan membiarkan musuh-musuhnya keluar dari tempat ini dengan selamat.


-


Sebuah mobil Audi terlihat meluncur di jalanan malam kota Seoul yang berhiasan lampu kota yang telah menyalah sejak beberapa jam yang lalu. Keadaan jalan tidak terlalu ramai mengingat jika waktu telah menunjukkan pukul 10 malam.


Seorang pria tampan tengah mengendarai mobilnya dengan tenang, dengan di temani seorang dara cantik berparas barbie yang duduk di sebelahnya. Mereka tak lain adalah dan tak bukan adalah Kevin dan Luna.


Seperti kesepakatan sebelumnya. Malam ini Luna pulang dengan di antar oleh Kebin, awalnya gadis itu sempat menolak tegas usul Adrian agar Ia pulang bersama Kevin.


Namun sayangnya Luna benar-benar tidak berkutik saat Kevin sendiri mengiyakan usul kakak angkatnya tersebut untuk mengantarkannya pulang. Adrian dan Irene terus menekannya hingga akhirnya Luna menyerah dan tidak memiliki pilihan lain.


Suasana hening menyekimuti kebersamaan mereka berdua, tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir Luna maupun Adrian. Keduanya sama-sama diam dalam kebisuan, sesekali Luna melirik pria disampingnya menggunakan ekor matanya, dan begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


Dan Luna segera mengalihkan pandangannya setiap kali Kevin memergokinya tengah menatap padanya. Tentu saja hal itu membuat Luna menjadi salah tingkah yang di sikapi oleh Kevin dengan smrik tipis andalannya.


Drettt .. Drettt .. Drettt ..


Perhatian mereka berdua sama-sama teralihkan oleh getaran pada ponsel Kevin yang berada di saku celanannya. Tangan kirinya Ia lepaskan dari kemudi dan merogoh kantong celanannya untuk mengambil ponselnya.


Kevin mengangkat ponsel itu dan menatapnya sejenak karena Ia harus tetap fokus pada jalan raya yang ada di depannya. Dahi Kevin berkerut dan alisnya saling bertautan melihat satu nama tertera di layar ponselnya.


'Chen, untuk apa dia menghubungiku?? Mungkinkah terjadi sesuatu?' Pikir Kevin.


Penasaran kenapa Chen menghubunginya, segera Kevin menyambungkan ponselnya dengan handset yang telah menempel di telinganya melalui bluetooth agar Ia bisa tetap fokus pada kendaraan yang di kemudikannya.


Kevin tidak ingin membuat kesalahan yang sangat fatal dengan melibatkan mobilnya dalam sebuah kecelakaan jika dia terlalu fokus pada ponselnya.


Klikkk .. !! ..


"Ada apa Chen, kenapa kau menghubungiku?" Tanya Kevin to the poin.


"Boss, akhirnya kau angkat juga, Boss pulanglah sekarang juga. Runah di serang!!"


"Apa!!" Sontak kedua mata Kevin terbelalak mendengar ucapan Chen. Tanpa menghiraukan mobil-mobil lain yang ada di sekelilingnya, Kevin segera membanting setir dan memutar balik mobilnya dan segera pulang ke tempat tinggalnya.


Bisa saja Kevin melewati jalan yang Ia lewati sebelumnya, namun itu justru akan memakan banyak waktu lebih lama lagi. Jadi Kevin memilih mengambil jalan pintas untuk mempercepat perjalanannya.


"Kakak ipar, kenapa kita putar arah. Bukankah kau mengatakan akan mengantarku pulang? Lalu kita akan kemana sekarang?"


Kevin menatap Luna dengan serius. "Aku pasti akan mengantarkanmu pulang, tapi setelah urusanku selesai." Ucap Kevin menjawab kebingungan Luna.


"Tapi-"


"Kita tidak memiliki waktu lagi, jadi bersabarlah, lagi pula aku tidak akan berbuat yang tidak-tidak padamu." Ujar Kevin seraya melirik Luna menggunakam ekor matanya.


Luna mencoba bersikap tenang, lagipula tidak mungkin Kevin berbuat yang tidak-tidak padanya.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2