"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)

"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)
Pertemuan


__ADS_3


-Baca novel baru Author Ya, di novel itu banyak mengandung bawang. Kisah perjuangan cinta seorang gadis bernama Vivian untuk mendapatkan cinta Leon yang tidak normal-


-


"Noona~"


Jerremy tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat melihat sosok yang begitu mirip dengan Jessica berdiri dihadapannya. Pemuda itu menyeka air matanya dan berhambur ke dalam pelukan orang itu yang pastinya adalah Luna.


Tubuh Luna terhuyung kebelakang karena pelukan Jerremy yang begitu tiba-tiba. Pemuda itu memeluk Luna dengan sangat erat sambil menangis sejadi-jadinya.


"Hiks, aku pikir Noona sudah benar-benar meninggal. Aku pikir aku sudah kehilangan Noona. Jika Noona masih hidup kenapa Noona tidak pernah datang menemuiku?"


"Jerr, dia bukan Jessica." Ucap Kevin dan membuat Jerremy kebingungan.


Pemuda itu menoleh, menatap kakak iparnya itu penuh tanya. "Apa maksud kakak ipar? Jelas-jelas ini Sica Noona, kenapa Kakak Ipar malah mengatakan bukan?" Jerremy butuh penjelasan dari Kevin.


"Dia memang kakakmu, tapi dia bukan Jessica, namanya Luna dan dia adalah saudara kembar Jessica."


"Apa? Itu tidak mungkin, Sica Noona tidak memiliki saudari kembar." Ucapnya tak percaya.


Tiba-tiba Tuan William masuk dan menghampiri Jerremy. Ditepuknya bahu sang putra yang sudah lama menghilang itu.


"Apa yang kakak ipar-mu katakan itu benar, Nak. Jessica dan Luna memang kembar, Papi akan menceritakan semuanya padamu. Tapi tidak sekarang, ini adalah pertemuan kembali Papi denganmu setelah sekian lama."


"Anda siapa? Dan kenapa Anda bersikap begitu akrab pada saya? Lalu kenapa Anda menyebut jika Anda adalah ayah saya?"


Kevin menepuk bahu Jerremy dan mengunci langsung manik matanya. "Dia adalah Tuan William, dan dia adalah ayah kandungmu, Jerr. Keluarga kalian pernah mengalami sebuah kecelakaan mobil. Dan hal itulah yang menyebabkan kalian akhirnya terpisah. Termasuk Jessica dan Luna." Jelas Kevin.


"Lalu bagaimana dengan Ibu Karina dan ayah?"


"Mereka bukan orang tua kandungmu. Dulu mereka bekerja di rumah kita sebagai pelayan. Kau dan Jessica di selamatkan oleh mereka kemudian diangkat anak oleh pasangan suami istri itu." Jelas tuan William.


"Kalau begitu, bolehkah aku memeluk kalian berdua?" Tuan William dan Luna mengangguk mengijinkan.


"Huaaa~ Noona, Papi!!!"


Kevin, Tao, Ren dan Sean tidak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat pertemuan kembali antara ayah dan anak tersebut. Jerremy terlihat begitu bahagia setelah mengetahui jika ternyata dia masih memiliki kakak dan ayah.

__ADS_1


Kevin beranjak dari sana dan pergi begitu saja. Ia teringat pada Jessica. Apalagi setelah melihat wajah Luna, wajah Luna dan Jessica benar-benar bak pinang di belah dua.


Luna mengangkat wajahnya. Sepasang mutiara coklatnya menatap kepergian Kevin dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Sedikit kisah tentang Kevin yang dia tau, jika istrinya telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.


.


.


.


Kevin mengambil foto mendiang istrinya yang ada di atas meja kecil samping tempat tidurnya. Cairan kristal bening yang mengalir dari sudut matanya kemudian turun membasahi bingkai foto tersebut.


"Sica, aku sangat merindukanmu." Bisiknya parau.


Meskipun satu tahun telah berlalu, namun Kevin masih belum bisa melupakan Jessica apalagi membuang wanita itu dari hatinya. Kevin teramat sangat mencintainya.


Kehilangan Jessica membuat Kevin sangat hancur. Dia tidak menyangka jika sang istri tercinta akan pergi secepat itu.


Kisah cinta yang baru saja mereka mulai, kebahagiaan yang baru Kevin rasakan, hancur dalam sekejap karena kepergian Jessica. Namun akhir-akhir ini rasa rindunya pada Jessica sedikit banyak mulai terobati sejak kemunculan Luna yang merupakan saudari kembar Jessica.


Apakah Kevin terkejut ketika pertama kali melihat wajah Luna? Maka jawabannya iya, dia amat sangat terkejut melihat seorang gadis yang sangat mirip dengan mendiang istrinya.


Ia juga tahu kalau dibelahan dunia ini kita memiliki 7 orang yang berwajah mirip, salah satunya adalah gadis bernama Luna dan mendiang istrinya.


Tokk.. Tokk... Tokk...


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Kevin. Pria itu meletakkan kembali foto Jessica di tempat semula kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu


Pintu terbuka dan sosok Ren-lah yang langsung tertangkap oleh sepasang mutiara berlensa abu-abunya. "Boss, Tuan William ingin berbincang sebentar denganmu. Dia ingin membicarakan mengenai mendiang Nyonya."


"Katakan padanya, aku akan menemuinya 10 menit lagi." Ren mengangguk. Kemudian dia beranjak dari hadapan Kevin dan pergi begitu saja.


.


.


.


Sepuluh menir kemudian Kevin datang dengan pakaian berbeda. Sebuah celana bahan hitam dan kemeja lengan terbuka berwarna hitam pula. Dua kancingnya yang dibiarkan terbuka sedikit memperlihatkan dada bidangnya.

__ADS_1


Kevin menghampiri pria setengah baya yang sedang berbincang dengan orang-orangnya. Dan kedatangannya segera disadari oleh Luna.


Gadis itu sedikit memerah melihat bagaimana tampannya Kevin dalam balutan pakaian hitamnya.


Kevin menatap sekilas pada Luna, membuat iris berbeda warna milik mereka saling bersirobok selama beberapa saat. Dan Kevin sendiri yang mengakhirinya.


"Noona, bagaimana kalau kau ikut denganku? Aku ingin mengenalmu lebih dalam, boleh kan?"


Luna mencubit pipi Jerremy dengan gemas. Gadis itu bangkit dari duduknya lalu mengikut Jerremy yang berjalan menuju taman belakang.


Sebenarnya Luna merasa tidak enak pada Kevin karena harus melewati batasan dengan mengikuti Jerremy ke taman miliknya, tapi akan lebih tidak baik jika dia sampai mendengar perbincangan antara Kevin dan ayahnya.


Sejak kecil Luna sudah diajarkan oleh sang ayah untuk bersikap sopan, memiliki tata Krama dan berperilaku yang baik. Itulah kenapa Luna selalu paham dan bisa membedakan mana yang privasi dan mana yang bukan.


-


Menikmati langit malam bertabur bintang adalah hal wajib yang selalu Luna lakukan hampir setiap malam. Itulah kenapa dia selalu mengeluh ketika melihat langit tiba-tiba tertutup awan mendung.


Saat ini Luna sedang duduk sendirian di taman belakang dikediaman Kevin seorang diri. Jerremy sudah masuk sejak beberapa waktu yang lalu karena dia memiliki banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan.


Malam ini langit terlihat cerah. Bintang-bintang bertaburan menghiasi langit malam. Sang penguasa malam terlihat bertahta Di singgasananya, menggantikan tugas Matahari mendampingi bumi.


Angin malam berhembus spoi-spoi terasa begitu menyejukkan. Membelai kulit terbukanya melalui sentuhannya.


"Luna, ayo pulang." Luna menoleh setelah suara sang ayah masuk dan berkaur di dalam telinganya.


Sontak saja Luna menoleh dan mengangguk patuh. Namun kedatangan Kevin membuat langkah Luna dan tuan Willian terhenti.


"Badai akan datang malam ini. Sebaiknya kalian berdua menginap saja. Aku sudah meminta pelayan untuk menyiapkan kamar tamu untuk kalian berdua. Selain itu, pasti Jerremy masih ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama kakak dan ayahnya."


"Tapi, Nak Kevin. Apakah tidak merepotkan?"


"Tidak sama sekali, sebaiknya kalian segera istirahat." Kevin beranjak dari hadapan Luna dan Tuan William.


Tak sedikit pun Luna meloloskan tatapannya dari Kevin. Begitu banyak hal yang menarik pada pria itu.


Selain tampan, Kevin juga memiliki pesona yang begitu kuat. Entah sebuah dosa atau bukan, jika Luna mengatakan ia sudah jatuh dalam pesona kakak iparnya tersebut.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2