"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)

"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)
Menikahlah Denganku


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Jessica ketika Kevin membawanya keluar dari dalam kolam. Kevin membopong tubuh gadis itu bridal style, dan kedua tangan Jessica mengalung pada lehernya.


Melihat Jessica baik-baik saja membuat Ben bisa menghela napas lega. Pria itu menghampiri Kevin dan bermaksud untuk mengambil Jessica darinya.


"Tuan Nero, maaf sudah merepotkan Anda. Sekarang berikan Jessica padaku, biar saya yang mengurusnya."


"Untuk apa aku memberikan dia pada pria tidak berguna sepertimu!! Jika kau memang mencintainya, seharunya kau bisa lebih melindunginya, bukannya malah menyakiti hatinya!!"


"Tuan Nero, apa maksud Anda berbicara seperti itu?"


"Pikir dan renungkan." Pinta Kevin dan segera melenggang pergi.


.


.


.


"Keringkan rambutmu pakai handuk ini."


Jessica menerima handuk yang Kevin berikan padanya. Gadis itu tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Jessica tampak kedinginan dan tubuhnya sedikit menggigil.


"Tetap di sini dan jangan pergi kemana pun." Jessica tidak menjawab. Dan sebagai gantinya, gadis itu hanya menganggukkan kepala.


Jessica menutup matanya dan lelehan-lelehan kristal bening mengalir dari sudut matanya. Hatinya seperti diremas-remas. Hubungan yang terjalin selama tiga tahun berakhir begitu saja, hanya karena dia orang miskin.


Menyakitkan memang, namun itulah takdir yang harus dia terima. Bukan salahnya yang terlahir di dalam keluarga yang kurang mampu, karena Jessica sendiri tidak bisa memilih di keluarga mana seharusnya dia terlahir. Karena segala sesuatunya sudah ditentukan oleh Tuhan.


"Apa yang kau tangisi?" Jessica terlonjak kaget setelah sebuah suara dan usapan jari dingin seseorang menyentuh pipi kanannya.


Sontak saja dia mengangkat wajahnya dan mendapati Kevin duduk disampingnya. "Ganti bajumu dengan ini, semoga saja ukurannya pas. Kau bisa menggantinya di dalam mobilku, dan kau tenang saja. Mobilku gelap dan tidak bisa terlihat dari luar."


Dengan ragu Jessica menerima bingkisan yang Kevin sodorkan padanya. Jessica membawanya masuk ke dalam mobil Kevin, dan di dalam sana dia akan mengganti pakaiannya yang basah.


.


.


.


Kevin mengangkat wajahnya dan segera membuang puntung rokoknya saat melihat kedatangan Jessica. Pria itu tersenyum lebar. Ternyata dia tidak salah memilih ukuran, gaun itu begitu pas ditubuh Jessica.


Jessica menghampiri Kevin dengan langkah yang kurang nyaman, apalagi saat ini dia menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disekelilingnya karena gaun yang dia pakai.

__ADS_1


"Tuan Nero, apakah ini tidak terlalu berlebihan. Lihatlah, semua orang memperhatikan saya."


"Itu karena kau terlalu cantik." Ucap Kevin dan muncul rona merah di pipi Jessica.


Jessica terkejut saat tiba-tiba Kevin berlutut di depannya. Gadis itu mundur dua langkah kebelakang. "Tuan Nero, apa yang Anda lakukan?!"


"Pakai sepatu ini, sepatu ini akan semakin menyempurnakan penampilanmu."


"Memangnya perlu ya? Lagipula untuk apa?"


"Karena kita akan kembali ke pesta itu. Aku akan membantumu balas dendam pada mereka yang sudah menghina dan merendahkan mu, termasuk pada kakak-kakakmu!!"


"Tuan Nero,"


"Panggil aku Kevin, tanpa embel-embel Tuan."


"Tapi-"


"Lakukan saja dan jangan mendebatku, oke!!"


Jessica mengangguk dan menuruti permintaan Kevin. Kedua tangan Jessica terkepal kuat. Dia bersumpah akan membalas semua penghinaan yang dia terima hari ini.


.


.


.


Ben meninggalkan Cindy dan menghampiri Jessica. Pria itu memeluknya sambil berbisik lega karena gadisnya baik-baik saja. Namun pelukan itu segera dilepaskan oleh Jessica.


Jessica mendorong tubuh Ben dan melayangkan sebuah tamparan keras pada pipinya. Dan apa yang Jessica lakukan tentu saja membuat terkejut semua orang, terutama Cindy dan kedua orang tua Ben.


Nyonya Lolita menghampiri Jessica dan melayangkan tangannya ke wajah gadis itu.


PLAKKK..


Namun tangan Kevin lebih dulu menahannya, sebelum tangan nyonya Lolita menyentuh pipi Jessica. "Anda sudah bertindak tidak sopan pada tunanganku, Nyonya. Sebaiknya jaga mulut dan tangan Anda, sebelum aku mematahkannya."


"Apa, tunangan?" Mirra dan Elia sangat terkejut mendengar pengakuan Kevin, bukan hanya mereka berdua, tapi semua yang ada di aula itu termasuk Jessica.


Jessica mengangkat wajahnya dan menatap Kevin seolah-olah meminta penjelasan darinya.


Kevin tidak memberikan jawaban apa-apa, dan dia mencoba berbicara dari mata. Dan bagusnya Jessica langsung bisa menangkap maksud dari pengakuan Kevin.

__ADS_1


Gadis itu mulai berakting dengan memeluk lengan Kevin. "Ya, kami memang sudah bertunangan dan ini adalah buktinya." Jessica menunjukkan sebuah cincin berlian di jari manisnya.


"Jessica, kau jangan mengada-ada, bukankah kita berkencan selama tiga tahun. Jadi bagaimana mungkin kau dan Tuan Nero bisa bertunangan?"


Jessica menyeringai sinis. "Memangnya apa yang tidak mungkin di dunia ini, Ben? Kami bertunangan sejak satu tahun yang lalu, dan aku melakukannya di belakangmu."


"Kenapa kau melakukannya? KENAPA KAU MENGHIANATIKU!!"


"Karena Kevin lebih berada dan lebih mapan darimu, dia menjadikanku sebagai 'Sugar Baby' dan mampu memenuhi semua kebutuhanku."


"Dia memberiku banyak uang, sedangkan kau hanya memberiku cinta. Memangnya kau pikir aku hidup hanya dengan makan cinta saja? Tidak sayang, hidup juga butuh materi, bukan hanya kata-kata manis dan rayuan gombal!!"


Ben menggeram marah. "Kau benar-benar sudah sangat keterlaluan, Jess!! Aku mengorbankan segalanya untukmu, tapi ini balasan-mu padaku!!"


"Bukankah hari ini kau juga melakukan hal yang sama? Jadi kita seri, kau dan aku sama-sama buruknya, jadi untuk apa mencari kesalahan satu pihak saja?"


"Dasar jal*ng murahan, aku menyesal karena telah mencintai wanita sepertimu!!'


"Baguslah jika kau sadar diri, dan untuk kakak-kakakku tersayang. Kalian sudah membuat kesalahan yang sangat fatal karena sudah berani mencari masalah denganku. Karena Tunanganku ini sudah memutuskan akan mencabut semua sahamnya di perusahaan kalian!!"


"APA?!" Dion dan Elia memekik keras.


"Sica, apa maksudmu?" Tanya Elia meminta penjelasan.


"Apa masih belum jelas apa yang Jessica sampaikan pada kalian, kalian membuatku muak. Dengan menghina Jessica dan nyonya Karina, itu sama artinya dengan kalian menghinaku juga."


"Aku memutuskan kerjasama perusaan kalian termasuk perusahaan Anda Nyonya Lolita. Sica, urusan kita di sini sudah selesai, ayo kita pergi." Jessica mengangguk, keduanya berjalan beriringan meninggalkan aula pesta.


.


.


.


"Aku ingin sandiwara ini terus berlanjut. Untuk itu menikahlah denganku."


Jessica mengangkat wajahnya dan menatap penuh tanya pria yang berdiri dihadapannya. Kevin kemudian berlutut di depan Jessica, pria itu meraih tangan Jessica dan menggenggamnya.


"Kau boleh menganggap ini konyol dan tidak masuk akal. Tapi percayalah jika aku benar-benar tulus membantumu. Kau ingin melindungi ibumu, kau ingin memberikan kehidupan yang layak padanya bukan? Dan satu-satunya cara adalah dengan kita menikah."


"Aku berjanji akan memperlakukanmu dengan baik, dan aku tidak akan melakukan hal-hal yang merugikanmu, kau akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari kehidupanmu yang sekarang. Bagaimana, apakah kau bersedia menikah denganku?"


Jessica menutup matanya dan mengambil nafas panjang. Dengan perlahan dia melepaskan nafasnya. "Baiklah, aku mau menikah denganmu."

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2