"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)

"DUDA HOT" (Gairah Cinta Pria Kesepian)
Selalu Terbaik


__ADS_3

Buat kakak-kakak sekalian. Jangan pelit buat kasih Like komen setelah membaca 🙏🙏 karena itu penyemangat buat Author 🤧🤧🤧🙏🙏


-


"Akhirnya selesai juga."


Jessica menatap puas hasil masakannya bersama sang ibu. Sedikitnya ada 10 hidangan berbeda yang berhasil mereka masak dengan bahan seadanya karena Karina belum sempat pergi berbelanja.


Rencananya malam ini ia dan Kevin akan makan malam bersama Karina dan Jerremy. Sudah lama Jessica tidak makan malam bersama ibu dan adiknya, dan Kevin tidak menolak atas usulannya tersebut.


Deru suara mobil yang memasuki halaman mengalihkan perhatian ketiganya. Menyadari suaminya telah tiba, Jessica segera keluar untuk menyambutnya.


Namun dugaannya salah, itu bukan mobil Nathan melainkan mobil Dion. Doain datang bersama Aldo.


Aldo dan Dion turun dari mobil dengan emosi yang memuncak. Dion berjalan masuk sambil berteriak memanggil ibunya dan meminta wanita itu untuk keluar.


"IBU, KELUAR KAU!!"


Sayangnya Jessica tidak membiarkan mereka berdua masuk begitu saja, ke dalam rumah yang sejak satu tahun lalu menjadi tempat tinggal ibu dan adiknya itu.


"Mau apa kalian datang kemari? Jika kedatangan kalian hanya untuk membuat keributan, sebaiknya kalian pergi!!" Jessica mengusir kakak dan kakak iparnya tersebut, meminta mereka untuk pergi.


"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur. Urusanku bukan denganmu, tapi dengan wanita kurang ajar itu!!"


Bruggg...


Sebuah bogem mentah mendarat pada perut dan wajah Dion. Dengan marah Jessica menarik pakaian Dion dan kembali melayangkan sebuah pukulan pada wajahnya.


"Kau sebut Ibu wanita apa? Apa kau sudah tidak memiliki otak ya?!"


"Lalu aku harus menyebutnya sebagai wanita apa? Sebaiknya kau tanyakan saja pada ibu yang kau banggakan itu, apa maksudnya menemui Mirra dan kak Elia kemudian memaki mereka?!"


Jessica mengusap kasar wajahnya."Sepertinya otakmu perlu di perbaiki, Kak!! Aku mengenal ibu dengan sangat baik, dan tidak mungkin Ibu melakukan hal rendahan seperti itu!!"


Aldo menghampiri Jessica dan langsung mendorongnya."Anak kecil sepertimu sebagainya tidak usah ikut campur!!" Bagus seseorang datang tepat waktu dan menahan tubuh Jessica sebelum dia jatuh menghantam lantai.


"Kevin//Adik Ipar!!" Dan kedatangan Kevin tentu saja mengejutkan mereka bertiga. Dion dan Aldo terutama.


Kevin membantu Jessica untuk berdiri. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Kevin memastikan. Jessica menggeleng. Meyakinkan pada suaminya jika ia baik-baik saja.

__ADS_1


Selang beberapa saat Karina dan Jerremy keluar setelah mereka mendengar keributan. Karina sedikit terkejut melihat kedatangan putra dan menantunya.


"Kalian datang, kenapa hanya berdiri di sana saja? Ayo masuk,"


"Tidak perlu, kami sudah tidak memiliki urusan lagi di sini!! Kakak ipar ayo," Aldo mengangguk. Dan keduanya pun pergi begitu saja.


Jessica mendesah berat. Dia sungguh tidak mengerti dengan kakak dan kakak iparnya. Bagaimana bisa mereka bersikap begitu tak terpuji dan berani pada ibunya sendiri.


"Nak Kevin, kau sudah datang. Ayo masuk, Ibu dan istrimu sudah memasak makan malam untuk kita semua." Kevin tersenyum kemudian mengangguk.


Jessica dan Kevin berjalan beriringan. Tak lupa Kevin memberikan cake yang sengaja dia beli dalam perjalanan tadi.


Kevin mendengar dari Jessica jika Nyonya Karina sangat menyukai cheese cake, itulah kenapa dia membeli kue itu untuk ibu mertuanya.


"Kakak ipar, kemarilah dan duduklah disini." Jerremy menyiapkan kursi untuk kakak iparnya dan mempersilahkan Kevin untuk duduk di kursi itu.


Sejak menikah dengan Jessica satu tahun yang lalu, Kevin dekat dengan ibu dan adik Jessica. Bahkan Jerremy tidak merasa segan pada Kevin, karena Kevin memang selalu terbuka padanya.


Saat Jerremy berada dalam masalah dengan kuliahnya, Kevin selaku turun tangan untuk menyelesaikannya.


Tak jarang Jerremy mendapatkan Bullyan dari teman satu kampusnya karena dia yang terlahir di tengah keluarga yang tidak mampu. Jerremy dianggap sebagai adik dari pel*cur karena Jessica yang rela menikah dengan pria kaya hanya demi sebuah materi.


Namun Jerremy tak mau ambil pusing apalagi menghiraukannya. Baginya Jessica bukanlah pel*cur, melainkan seorang malaikat, karena dia derajat keluarganya kini terangkat.


Kevin menggeleng. "Bukan masalah, Bu. Lagipula ini lebih dari cukup." Pria itu tersenyum lembut.


Melihat sikap Kevin pada Ibunya yang begitu lembut, membuat Jessica merasa terharu sekaligus bangga. Dia beruntung memiliki suami seperti Kevin, yang bisa menerima ia dan keluarganya dengan apa adanya.


"Bagaimana, enak tidak?"


"Masakan mu dan Ibu menang yang terbaik." Ucap Kevin membuat senyum di bibir Jessica mengembang seketika.


Dan selanjutnya makan malam.meteka lewatkan dengan tenang. Tak ada perbincangan dan percakapan. Hanya terdengar suara sendok, piring dan garpu yang saling berdentingan.


-


"Bagaimana, kalian berdua sudah menemui Ibu dan membuat perhitungan dengannya?" Elia menatap suami dan adiknya bergantian.


"Bagaimana mau membuat perhitungan, jika adikmu yang kurang ajar itu selalu melindunginya, ditambah lagi dengan Kevin Nero yang selalu ikut campur!!" Aldo menggeram marah.

__ADS_1


Elia memicingkan matanya. "Mereka ada disana?" Keduanya mengangguk. "Sekali-kali wanita itu perlu di beri pelajaran. Setelah aku keluar dari tempat terkutuk ini, biar aku sendiri yang mengurus Jessica."


"Kau sudah memiliki rencana?"


Elia menyeringai. "Tentu saja, dan jangan panggil aku Elia Song jika tidak bisa menyingkirkan Jessica untuk selama-lamanya."


"Kau kakak yang mengerikan, Sayang."


"Dan aku anggap itu pujian." Muak melihat Elia dan Aldo yang saling mengumbar kemesraan. Dion pun memutuskan untuk pergi. Lebih baik dia kembali ke rumah sakit dan menemani Mirra.


-


Mobil milik Kevin berhenti di halaman luas sebuah rumah mewah yang memiliki tiga lantai. Pasangan suami-istri itu melenggang ke dalam dengan langkah beriringan.


Suara gelak tawa menyambut kedatangan mereka berdua. Di ruang keluarga, beberapa wanita tengah berkumpul dan berbincang, mereka adalah tamu Dessy dan Loona.


"Kevin, kau sudah pulang. Kemarilah, Bibi ingin memperkenalkan mu dengan Amelia, putri sahabat Bibi."


Jessica mendengus dan menatap sinis wanita itu. "Bibi buta dan amnesia ya? Bagaimana bisa Bibi ingin mengenalkan pria yang sudah beristri dengan wanita lain?! Dan kau Nona Amelia, sebaiknya jangan bersikap murahan di depan suami orang lain!!"


"JESSICA!!" Bentak Loona dengan nada meninggi.


Kevin menahan tangan Loona yang hendak menampar Jessica lalu balik menamparnya dengan keras. Kevin sudah muak dengan sikap kurang ajar adik angkatnya tersebut.


"Sudah cukup!! Jika kau tidak bisa merubah sikapmu ini, sebaiknya aku angkat kaki saja dari rumah ini."


"Dan terus terang saja, aku sudah muak dengan sikap kurang ajar mu pada Jessica. Dia adalah istriku dan Nyonya besar di rumah ini, dan aku tidak suka jika ada yang bersikap semena-mena padanya!!"


"Kevin, apa-apaan kau ini? Kenapa kau malah memarahi adikmu? Apakah sekarang air lebih kental dari pada darah?!"


Kevin menyeringai sinis. "Bahkan tidak ada darah sama yang mengalir dalam tubuh kami. Dia hanyalah anak yang di bawah oleh wanita itu ke dalam rumah ini. Jadi berhenti bersikap sok peduli padanya!!"


"Kevin!!"


"Sebaiknya suruh semua tamu mu pulang. Aku paling tidak suka ada orang lain masuk ke rumah ini tanpa ijin dariku!! Sayang, ayo." Kevin merangkul bahu Jessica, dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan ruang keluarga.


Jessica menyeringai di tengah langkahnya. Wanita itu merasa puas melihat Dessy dan Loona di permalukan di depan semua tamu-tamunya.


Melihat seringai Jessica membuat Loona dan Dessy ingin sekali menguburnya hidup-hidup. Hidup mereka yang awalnya sudah sulit semakin sulit sejak kedatangan wanita itu.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2