
" sayang lihat apa yang aku bawa ini, apakah kamu suka?" ucap Chandra sambil mengalungkan sebuah kalung berhiaskan berlian di leher Rani Prada Winata.
Rani menatap suaminya penuh kasih sayang, apa yang kamu berikan pasti yang terbaik mas, aku suka banget dengan kalung pemberianmu ini, semoga cinta kita menyatu dan abadi selamanya ya mas," ucap Rani sambil mengelus pipi suaminya.
Chandra adalah seorang pria tampan dan gagah perkasa, berdada bidang dan sangat seksi ketika tersenyum membuat hati para kaum hawa klepek-klepek.
Chandra dan Rani adalah pengantin baru yang baru saja menikah seminggu yang lalu.
**flashback on**
"Kamu anak baru di kompleks ini ya, kok baru kelihatan," tanya Chandra pada Rani yang saat itu baru saja datang dari Jakarta dan berlibur di pulau Bali tepatnya di kota Denpasar.
"halo, salam kenal ya, aku Rani Prada Winata," ucap Rani sambil mengulurkan tangannya ke arah Chandra yang waktu itu baru saja pulang dari gowes bareng teman-temannya.
"aku Chandra William Hadinata, aku tinggal di sekitar kompleks ini," ucap Chandra sambil membalas uluran tangan Rani.
" kamu kuliah dimana?" tanya Chandra lagi.
" aku udah lulus kuliah dan niat cari kerja disini Chan," ucap Rani sambil tersenyum tipis.
"Rumah kamu nomor berapa sih,"tanya Chandra lagi.
"itu rumahku nomor 77 dekat sawah menghadap ke pantai," ucap Rani sambil menunjuk ke arah rumahnya.
Rumah Rani sederhana, rapih dan indah dipandang, dalam rumahnya sangatlah mewah, papa Rani seorang perwira polisi, ibunya Rani seorang Dokter, sedangkan Rani hanya dua bersaudara. Abangnya Rani bernama Richard Kevin O'Leary Winata seorang pengusaha muda yang sukses dibidang property. Mereka hidup rukun dan taat pada agamanya.
Rani anak kedua alias bungsu, Rani adalah gadis berusia 20 tahun dan sudah menyelesaikan pendidikan profesi kedokterannya di universitas Indonesia.
__ADS_1
**
setiap hari pasti mereka akan selalu bertemu di pertigaan jalan karena Rani setiap pagi berolahraga di sekitar kompleks perumahan elit itu.
sambil cari kerja Rani membantu mamanya di klinik kecantikan milik mamanya dan juga butik online milik ibu Winata mamanya Rani.
Suatu sore di kediaman Rani.
"Ma, asyiknya Rani lanjut ambil profesi jantung atau paru ma," ucap Rani sambil duduk disamping mamanya.
mamanya dokter Maria Alexandra winata adalah seorang dokter spesialis obsgyn di rumah sakit terbesar di pulau Bali ini.
"kalau menurut mama sih adek ambil aja jantung parunya kan adek dari duku sangat suka dengan pelajaran tentang kesehatan jantung dan paru paru," ucap mama Alexa sambil menatap Putri bungsunya itu.
"iya juga ya ma,Rani gak kepikiran sampai disitu,"ucap Rani sambil memeluk mamanya.
"iya Rani udah boleh pacaran tetapi saran dari mama sebaiknya Rani kerja dulu biar lebih mapan kedepannya, iya gak sayang?" ucap mama alexa sambil mengelus rambut Rani yang panjangnya sampai pinggang, Rani sangat menyukai rambut panjangnya itu, Rani juga selalu merawatnya dengan baik sehingga rambutnya sangat sehat dan berkilau tertimpa cahaya matahari maupun cahaya bulan.
"iya ma, Rani juga baru saja kenalan sama cowok itu kita belum ada apa apa kok ma,tenang aja ma anak mama yang cantik dan menawan ini tidak akan jatuh cinta sebelum dapat kerjaan yang pas dan sesuai keinginan Rani ma," ucap Rani meyakinkan mamanya.
"iya mama tahu kalau anak mama yang cantik ini akan menjadi seorang dokter spesialis yang menangani pasien dengan sangat hebat,"ucap mama Alexa sambil tersenyum bahagia.
" papa kok gak kelihatan mam, papa kemana mam, adek rindu udah hampir setahun belum ketemu sama papa," sambung Rani mengalihkan pembicaraan.
Karena memang selama satu tahun belakangan ini papa Rani banyak tugas dengan kegiatan di kantor dan kegiatan pelatihan pelatihan calon Bintara polri jadinya sangatlah sibuk sampe sampe anaknya pulang gak diketahuinya juga.
papa Rani seorang polisi yang sudah makan asam garam dalam dunia kepolisian atau sudah senior.
__ADS_1
papanya selain jadi polisi juga mengelola bisnis properti seperti anaknya Richard alias anak sulungnya.
Rani dan ibunya asyik bercerita sampai sampai papanya Rani pulang pun tidak ada yang mengetahuinya, papa Rani menguping pembicaraan antara ibu dan anaknya dan hanya tersenyum bahagia melihat betapa anak perempuannya sudah tumbuh menjadi gadis cantik yang bersahaja.
"ehmmm....ehemmm..."papa Rani mendehem sambil tersenyum.
"papa, papa Rani kangen Rani rindu pengen peluk papa,lama gak jumpa Rani kangeeeen banget sama papa,papa kemana aja sih kenapa papa gak jemput Rani papa," pertanyaan Rani beruntun kepada papanya.
"anak papa makin cantik aja, papa bangga sama kamu nak, besok papa libur jadi papa akan ajak anak papa yang cantik ini jalan jalan keliling pulau Bali ini semoga anak papa terhibur ya, selama ini papa sengaja gak berkunjung untuk melihat Rani bukan berarti papa gak sayang Rani papa hanya ingin Rani bertumbuh menjadi perempuan kuat dan tegar, tegas serta mandiri, agar kelak saat Rani bekerja Rani mampu bertahan dengan pekerjaan Rani." ucap papa Rani memberikan sebuah wejangan kepada putri bungsunya itu.
** di rumah Chandra
"mama tau gak hari ini Chandra sangat bahagia ma, Chandra bertemu seorang bidadari yang cantiknya bikin Chandra tambah semangat ma, mama tau gak bibirnya yang mungil dan merah, rambutnya yang panjang sampai pinggang,matanya yang jernih, hidungnya yang mancung bulu matanya yang lentik membuat Chandra gak bisa melepaskan tatapan mata ini ma,mama tau gak rumahnya di kompleks ini juga ma, rumah nomor 77 paling sudut menghadap ke arah panatai mam," ucap Chandra mengagumi Rani di depan mamanya.
"Pujiannya udah selesai belum?" tanya mamanya Chandra sambil tersenyum simpul.
"maaf mamaku tersayang, Chandra hanya berbicara sesuai apa yang Chandra lihat ma,Chandra gak bohong ma,benaran ma,"ucap Chandra membela dirinya.
" sejak kapan anak mama jadi sangat bersemangat begini ya," ucap mama Chandra alias ibu Stephanie Hwang.
" apa karena gadis itu yang membuat anak mama sangat bersemangat hari ini,"tanya mama Stephanie lagi.
"wajar dong mam,Chandra kan sudah mapan untuk berumah tangga,jadi Chandra masih menyeleksi gadis gadis mana yang pantas jadi menantu mama, karena Chandra ingin gadis yang mencintai keluarganya dan siap lahir bathin merawat suami dan anak anaknya kelak." Chandra menjelaskan panjang lebar kepada ibunya seakan akan ibunya tidak mengerti jalan pikirannya itu.
"ibu tahu sudah saatnya kamu berpikiran untuk berkeluarga karena kamu memang sudah pantas untuk mengarungi bahtera cinta, tetapi harus benar benar dipertimbangkan dengan matang bahwa menikah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan mu nak, kalian berdua harus saling mengenal satu sama lain dulu agar tidak terjadi masalah dikemudian hari nak," ucap mama Stephanie panjang lebar.
** bersambung guys,,,**
__ADS_1
tolong di like, komentar dan vote ya terimakasih 🙏