*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
26


__ADS_3

Setelah tiga puluh menit kemudian Rani bangun dari tidurnya.


" Dek akhirnya kamu sadar juga bagaimana pipimu apa masih sakit sayang," ucap Chandra sambil mengelus pipi Rani yang bengkaknya sudah berkurang.


"Mas bisa tolong antar Rani kembali ke rumah Rani?"tanya Rani pada Chandra yang duduk tepat disampingnya.


"Ntar Mas antar ya sekarang adek dengar apa kata Mas dulu, Mas ingin mengatakan sesuatu pada Adek ini hal yang penting banget" ujar Chandra sambil tersenyum.


"Mas kita berada dimana ini,kok Rani baru melihat rumah ini Mas,"ucap Rani sambil tersenyum.


"Ini rumah Mas sebentar lagi jadi rumahmu juga Dek" ucap Chandra sambil memegang erat kedua tangan Rani.


"Mas, dapurnya dimana Rani mau minum air" ucap Rani sambil mencoba berdiri.


"Biar Mas saja yang ambil airnya,adek istrahat aja ya"ucap Chandra sambil melangkah pergi ke arah dapur untuk mengambil segelas air putih untuk Rani.


"Ini sayang minum airnya dulu" ucap Chandra sambil memberikan segelas air kepada Rani.


"Makasih Mas," ucap Rani kemudian meneguk air itu dengan perlahan.


"Mas mau bilang apa tadi," ucap Rani menagih janji pada Chandra.


" Iya sayang Mas mau bilang kalau Minggu depan Mas akan mengikuti kegiatan selama tiga bulan di Bandung, Mas harap adek tetap semangat dan jaga kesehatan serta jaga diri baik-baik,"ujar Chandra sambil tersenyum menatap wajah cantik Rani.


" Mas, kok lama banget sih kenapa sampai 3 bulan memang Mas," ucap Rani seakan tak rela Chandra pergi jauh darinya..


"Mas janji saat Mas pulang nanti Mas akan melamar Adek,kita akan segera tunangan dan Mas akan memberikan pengajuan pernikahan dinas kita secepatnya"ucap Chandra sambil tersenyum dan mengecup pucuk kepala Rani.


"Mas besok temani Rani ke butik ya Rani mau pesan baju untuk acara ulang tahun sepupu Rani" ucap Rani sambil tersenyum tipis.


"Siap calon istriku tercinta" jawab Chandra sambil tersenyum menggoda Rani yang semakin bersemu merah pipi mulusnya.


" Mas, kenapa sih selalu gak cocok sama Pak Charlos lagian Mas kenapa juga harus berantem ma dia,Pak Charlos itu kalau di ladeni makin melunjak Mas,"sambung Rani lagi.


" Iya tapi Mas harus balas perbuatannya hari ini Mas akan membuatnya meminta maaf sebelum Mas pergi ke Bandung." ucap Chandra sambil menatap wajah Rani.

__ADS_1


" Ayo sayang Mas antar pulang ya," ucap Chandra kemudian.


Ketika mereka akan keluar ruangan itu tiba tiba ibunya Chandra muncul dari arah belakang.


"Kok udah mau pulang bukannya tunggu kita makan malam dulu nak," ucap mama Chandra sambil menarik tangan Rani.


" Iya Tante maunya Rani begitu tetapi ini udah malam Tante kapan kapan Rani kesini lagi ya Tan,"ucap Rani menolak dengan halus ajakan mamanya Chandra.


"Nggak boleh pulang dulu ayo makanan udah mama siapin" ucap mamanya Chandra sambil menarik tangan Rani dan menuju ke dapur.


Ternyata papanya Chandra sudah menunggu di meja makan.


"Malam Om, perkenalkan saya Rani Prada Winata saya temannya Mas Chandra" ucap Rani memperkenalkan diri dan berjabat tangan dengan papanya Chandra.


"Malam juga nak, Chandra sudah pernah cerita soal Kamu nak"ucap papanya Chandra sambil tersenyum menggoda putra kesayangannya itu.


"Sini nak,kita makan sama sama dulu ntar diantar sama Chandra"ucap papa Hadinata pada Rani.


"Sambil menunggu mamanya Chandra Om boleh tanya tanya nak Rani?" ucap Pak Hadinata sambil tersenyum tipis.


" Nak Rani sudah kerja atau masih sekolah?"tanya Pak Hadinata pada Rani.


"Rani sudah kerja Om, Rani kerja di RST Sudirman Om,"ucap Rani sambil tersenyum tipis.


"Oooo bareng Chandra anak Om ya," tanya Om Hadinata kemudian.


"Iya Om, Rani gak tahu kalau tempat kerja Rani bareng sama Mas Chandra" ucap Rani sambil memainkan sendok makan di atas piring itu.


**


Akhirnya mereka sekeluarga dan Rani makan malam bersama.


Selesai makan Rani pun pamit pulang dan diantar sama Chandra ke ruamh Rani.


" Mas makasih ya udah nolong Rani hari ini, Mas Rani boleh gak ngomong sesuatu sebelumnya Rani minta maaf sama Mas semoga Mas gak marah dengan perkataan Rani ya" ucap Rani sambil menatap lekat wajah Chandra pria yang selalu mengejar dirinya selama ini.

__ADS_1


" Iya sayang mau ngomong apa," Ucap Chandra tak sabar.


"Mas, apa Mas juga akan mengikuti satuan tugas ke daerah daerah terpencil seperti Anggota lainnya?" ucap Rani sambil menatap manik mata Chandra dengan tatapan penuh rasa sayang.


" Iya kalau ditunjuk sama atasan untuk ikut ya Mas ikut sayang, emang kenapa kalau Mas ikut satgas juga" Chandra balik bertanya membuat Rani memucat.


"Rani gak mau Mas ikut Satgas Mas, Rani takut kehilangan Mas, " ucap Rani sambil menatap ke arah luar jendela mobil yang sudah mulai gelap.


"Jadi istri abdi negara itu tidak gampang sayang, biar bagaimanapun Mas yakin suatu saat Adek pasti akan terbiasa kalau sudah jadi istri sahnya Mas" ucap Chandra lagi sambil tersenyum melihat tingkah laku Rani.


Chandra pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Sayang udahlah nanti kita bicarakan lagi hal ini, nanti Abang pulang Abang langsung melamar kamu Abang sudah gak sabar pengen cepat cepat nikah ma kamu biar gak ada lirikan mata pria lain" ucap Chandra sambil terus menyetir.


Beberapa menit kemudian....


" Sudah sampai yank, ayo turun" ucap Chandra sambil tersenyum.


"Makasih Mas untuk hari ini, sampai jumpa besok di RST ya"ucap Rani sambil tersenyum dan hendak melangkah pergi tetapi di tahan Chandra.


"Sayang I love you"ucap Chandra sambil mengecup kening Rani dengan penuh rasa sayang.


"Udah Adek masuk dulu Mas akan memantau sampai Adek masuk dalam rumah baru Mas pergi"ucap Chandra sambil melepaskan genggaman tangannya.


"I love you Mas Chandra"ucap Rani sambil melangkah pergi.


Setelah Rani hilang dari tatapan mata Chandra barulah Chandra pergi.


Sepanjang perjalanan Chandra masih memikirkan soal pertanyaan Rani tentang Satgas.


"Dek Rani,tenang aja Mas memang seorang prajurit tetapi Mas sekalu dilindungi dalam keadaan apapun karena Mas adalah tenaga Medis, prajurit TNI yang berprofesi sebagai dokter atau perawat dan yang berprofesi di bagian informasi seperti bagian radio selalu dilindungi oleh prajurit lainnya karena merekalah yang mampu menyelamatkan prajurit prajurit yang sakit ataupun terluka dalam Medan perang dan untuk bagian informasi yang akan berusaha memberikan informasi untuk mendapat bantuan ketika para prajurit membutuhkan bantuan." mungkin seperti itulah tugas Mas ucap Chandra bermonolog sendirian di dalam mobilnya.


Chandra tersenyum lagi ketika membayangkan wajah Rani yang menggemaskan tadi.


** Bersambung ya guys **

__ADS_1


__ADS_2