
" Mas, makanannya kok banyak banget kan perut Rani kecil Mas gak muat semua makanan ini. " ucap Rani sambil mengambil piring dan menyendok nasi untuk Chandra memberikan daging dan sayuran di atas nasinya Chandra.
Betapa bahagianya Chandra karena di perhatikan seperti itu.
Tak lupa pula Rani menyendok nasi juga untuk dirinya sendiri, ketika dia mencoba bistik daging sapi itu langsung dikomentarinya " Mas coba bistiknya enak banget, " ucap Rani sambil menyuapi Chandra.
Chandra pun membuka mulutnya untuk menerima suapan Rani.
" Nih lagi ya Rani siapin lagi, makan yang banyak Mas kan kerjanya berat jangan sampai imunitas tubuh mas lemah sedikitpun ya " ucap Rani penuh perhatian.
Sebenarnya sih Rani gak bermaksud untuk mencari perhatian tetapi karena kebiasaan dirumah Rani selalu menyuapi papa, mama dan juga Kakaknya Richard akhirnya ya kebiasaan pengen menyuapi Chandra.
" Ayo Dek Rani makan dulu Mas bisa makan sendiri ya kan, " ucap Chandra mencoba untuk tidak bikin Rani tersinggung.
" Mas sambil makan kita lihat kertasnya ya, " ucap Rani sambil hendak mengambil tasnya tetapi langsung di cegah Chandra.
" Makan dulu sayang nanti kamu masuk angin apa yang akan Mas bilang ke mama papa kamu Dek " ucap Chandra sambil tersenyum dan menyimpan tas itu di samping Rani.
" Baiklah Mas Rani segera makan ucap Rani sambil menyendok makanan kedalam mulutnya.
Setelah mereka selesai makan Rani meminta Chandra menyuruh para pelayan untuk membungkus semua makanan itu ke dalam kotak nasi karena Rani ingin memberikan kepada orang orang di kampung S yang benar benar susah.
Ketika Chandra mendengar permintaan Rani betapa kagetnya ia dan ingin sengaja memarahi Rani.
" Dek kenapa harus di bawa ke kampung S ? " ucap Chandra penuh selidik.
" Mas di kampung S itu banyak sekali orang orang yang tidak susah can tidak mampu, untuk makan saja sehari hanya sekali Mas, dengan kita memberikan mereka makanan seperti ini kan mereka bisa makan malam Mas, kasian kan Mas daripada kita membuang makanan ini semua kan mubazir Mas, lagian kita makannya cuma sedikit " ucap Rani penuh semangat.
" Pokoknya Mas gak mau deh membantu orang dengan makanan mahal seperti ini " ucap Chandra sambil menunggu reaksi Rani.
" Mas kok tega banget sih, hanya memberi sedikit dari yang Mas punya masih saja mengeluh aku benci sama Mas, Mas pelit banget " ucap Rani mencoba berdiri untuk pergi.
Chandra langsung menarik tangan Rani " Dek kok Mas di tinggal sih " ucap Rani sambil menarik tangan Rani.
" Mas hanya ingin menguji kamu Dek, Mas malah dukung kita memberikan sumbangan ini pada kampung S dan lagi Mas udah menambah lagi kuota makanannya biar semua orang dapat " ucap Chandra sambil mengusap rambut Rani.
" Benarkah Mas sungguh baik hati, makasih ya Mas maafin Rani karena tidak peka dengan ucapan Mas " ucap Rani sambil matanya berkaca-kaca.
" Jangan nangis Mas gak mau lihat adek nangis " ucap Chandra sambil mencoba menghapus air mata Rani di pipi yang mulus itu.
__ADS_1
" Mas ayo cepat lihat ini kertas putih yang ada pesan rahasia itu " ucap Rani sambil mengeluarkan lilin dan juga korek api kemudian menyalakan lilinnya dan Rani mencoba membaca tulisan di atas api lilin kecil itu dan ternyata terlihat kata kata suruhan.
Isi surat rahasia :
Bulan depan waktu dan tempat yang sama
" Beta Romeo Alfa Manggo "
" Mas Rani udah bisa menulis juga menggunakan tinta bawang Mas nanti Rani ajarin Mas ya " ucap Rani bahagia.
Rani tidak tahu kalau Chandra merupakan seorang Abdi Negara yang sudah makan asam garam dengan tulisan rahasia seperti itu.
Chandra pun hanya diam, ketika mereka asyik bercerita ada suara ribut ribut di luar tanla sadar Rani melihat banyak orang berkelahi di depan jalan dekat restoran Italia yang tempat mereka makan.
" Mas apa yang terjadi diluar sangat ramai " Rani mencoba melihat ke luar melalui jendela.
" Mas itu ada tawuran di depan restoran " ucap Rani sambil berjalan mendekati Chandra dan duduk dekat Chandra.
" Mas " ucap Rani. " Hemmm " ucap Chandra.
" Mas makanannya semua sudah di dalam mobil belum " ucap Rani sambil menatap wajah Chandra.
" Udah aman kok adek tenang aja ya " ucap Chandra sambil mengacak-acak rambut panjang Rani.
" Mas Rani takut Mas ayo kita pulang " ucap Rani sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Chandra.
" Kita gak boleh keluar dulu sayang Mas gak mau kamu kenapa kenapa " ucap Chandra sambil menatap lekat lekat wajah Rani.
" Adek tenang aja Mas disini melindungi adek " Chandra mencoba menghibur Rani.
Ketika Chandra memeluk Rani getaran jantung Chandra sangatlah kencang, Chandra pun memeluk erat Rani sambil berkata " Bulan depan Adek gak usah ikut Abang menyelidiki kasus di pantai ya itu kasus besar Abang gak mau adek terlibat, Abang juga takut adek kenapa kenapa pokoknya Abang gak rela " ucap Chandra sambil terus memeluk Rani.
Rani merasa ucapan Chandra sudah semakin lain apa maksudnya, apakah dia suka padaku ?
Rani pun membantah " Mas bukannya kita harus saling melengkapi untuk memecahkan misteri ini " ucap Rani sambil menatap lekat wajah Chandra.
" Ya udah Mas ijinkan adek ikut tetapi ada syaratnya " ucap Chandra sambil tersenyum simpul.
" Mas serius mau tanya Dek Rani, Maukah dek Rani jadi pacar Mas " ucap Chandra sambil melepaskan pelukannya dan berlutut di depan Rani sambil memberikan sebuah kotak berisi Kalung emas dengan liontin nama dengan tulisan Rani.
__ADS_1
" Mas serius ya ? " Tanya Rani sambil meminta Chandra untuk berdiri.
" Mas tapi kan kita baru saja berkenalan gimana ya menurut Rani Mas kasih waktu selama satu minggu dulu boleh gak " ucap Rani sambil mengelus punggung tangan Chandra.
" Jujur saja kalau adek menolak Mas, kenapa harus pakai waktu selama satu minggu, kan Mas mau dengar langsung sekarang " ucap Chandra pura pura marah.
" Lho Mas kan jangan dipaksa Mas, adek kan harus berpikir dulu sebelum mengambil keputusan.
Tiba tiba Chandra berdiri dan meninju tembok di belakangnya mengakibatkan darah mengalir ditangannya sambil berkata " Bilang aja kalau adek gak terima kenapa harus berbelit-belit seperti itu " Wajah Chandra memerah dan matanya berkilat wajah yang tadinya ada senyuman kebahagiaan langsung hilang seketika.
" Mas tolong pikirkan dengan kepala dingin jangan emosi kayak gini Mas " ucap Rani sambil mencoba menenangkan Chandra dengan cara memegang tangan Chandra.
Tanpa sadar Chandra berkata " Kamu pulang cari taksi atau apa terserah aku mau sendiri disini " ucap Chandra sedikitpun tidak menoleh ke arah Rani.
Rani sangat ketakutan melihat kemarahan Chandra.
" Mas ini kan udah malam Mas ayo pulang nanti kita bicarakan lagi " ucap Rani mencoba meraih tangan Chandra yang terluka.
Karena saat itu emosi Chandra memuncak Chandra menghempaskan tangan Rani dengan kasar sehingga tangan mungil lembut itu mengenai regel meja dan Rani menjerit pelan dan menangis " Mas jahat aku mau pulang saja " ucap Rani sambil mengambil tasnya dan pergi dari ruangan itu.
Karena diluar masih belum kondusif Rani hanya duduk bersembunyi sambil sesenggukan di dekat pot bunga yang besar itu.
Tiba tiba Chandra tersadar dan mencari Rani, " kenapa aku begitu bodoh membiarkan dia pergi " Chandra menyesal dan langsung berlari keluar dari ruang privat itu.
" Dimana kamu Dek Abang minta maaf "ucap Chandra sambil berjalan menuju tempat persembunyian Rani.
Feeling Chandra selalu benar, akhirnya ia menemukan Rani yang tertidur di samping pot bunga besar itu dan langsung menggendongnya, Chandra benar benar tidak tega dengan gadis itu.
Chandra memberi isyarat kepada para pelayan.
Restoran itu adalah milik Chandra makanya Chandra terlihat sangat tenang tenang saja.
Chandra membawa Rani ke mobil dan langsung menyetir dengan perlahan.
Chandra pun membawa makanan makanan itu ke kampung S.
Setelah sampai Chandra membagikan Makanan untuk orang orang disepanjang jalan.
Tiba tiba Rani terbangun dari tidurnya dan melihat dia sudah berada didalam mobil.
__ADS_1
" Mas maaf Rani ketiduran " ucap Rani sambil membantu Chandra membagi makanan makanan itu.
** Bersambung ya guys **