
**Maaf reader ini ada sedikit cerita dewasanya ya, bagi yang sudah berkeluarga silahkan membacanya, kalau yang belum berkeluarga mohon untuk jangan melakukan apapun sebelum engkau halal di mata Tuhan, orang tua dan pemerintah**
Lanjut ya ➡️
Sinar matahari telah menerobos masuk ke dalam kamar itu melalui jendela yang terbuka sepanjang malam tadi.
Rani sengaja membuka jendela kamar itu agar mereka tidak terlalu kedinginan akibat AC yang kehilangan remote control-nya.
Rani bangun dari tidurnya dan berdoa sejenak kemudian mulai melakukan ritual paginya di kamar mandi.
Setelah selesai mandi pagi, ia pun menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi untuk mereka.
Setelah semua selesai, Rani menata di atas meja makan dan kemudian kembali ke kamar untuk melihat suaminya.
Ketika Chandra bangun, matanya silau tatkala sinar matahari telah menerobos masuk ke dalam kamar melalui jendela kamar itu.
" Dimana dia " gumam Chandra perlahan.
Ia menoleh ke kiri dan ke kanan tapi yang di cari gak di temukannya.
" Mas, ayo bangun sudah siang nih, " ucap Rani sambil tersenyum tipis ke arah Chandra yang masih bersembunyi di balik selimut.
" Ayolah Mas, Rani udah siapkan sarapan pagi " ucap Rani sambil tersenyum dan mengecup kening Chandra dengan cukup lama.
" Ayolah, sekarang Mas mandi ya aku mau beres beres dalam kamar dulu " ucap Rani sambil berjalan mendekati ranjang dan memperbaiki ranjang itu.
" Dek, apa kamu sudah mandi ? " tanya Chandra sambil tersenyum.
" Udah ! sana cepat mandi terus kita sarapan " ucap Rani sambil tersenyum.
" Adek , udah masak untuk sarapan pagi kita ? " tanya Chandra.
" Iya ! " jawab Rani singkat.
" Ngambek ya sayang ! " ucap Chandra sambil mencoba memeluk erat tubuh Rani.
" Nggak kok, ayo cepat mandi biar kita jalan jalan ke pantai Kuta atau ke mana pokoknya aku mau jalan jalan hari ini " ucap Rani sambil mendorong Chandra ke dalam kamar mandi.
**
Selesai sarapan pagi mereka berdua pergi ke pantai Kuta untuk sekedar jalan jalan dan refreshing.
" Sayang, habis ini kita mending cuti aja sayang dua Minggu mungkin diijinkan oleh atasan " ucap Chandra sambil tersenyum tipis.
" Sayang kamu tahu gak kalau aku sudah memimpikan hal ini terjadi di kala kita di persatukan untuk memulai hidup baru yang bahagia menurutmu dan menurutku " ucap Chandra lagi.
Mereka pun mulai melakukan perjalanan mereka menuju ke pantai Kuta, pantai Melasti dan semua spot pariwisata di pulau Bali ini.
Mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat di bungalow milik Chandra yang view-nya menghadap ke laut di daerah Jimbaran.
" Sayang, kamu capek ya ? " tanya Chandra pada Rani ketika dilihatnya Rani sementara selonjoran di rumput taman belakang bungalow.
" Udah lihat pake tanya lagi ! " ucap Rani cuek.
" Yank, jangan cuek cuek dong kita udah sah menjadi suami istri, harusnya kamu yang harus peka pada ucapan suamimu." ucap Chandra langsung menggendong Rani dan di bawanya ke kamar mandi.
" Mandi dulu sayang ! " ucap Chandra langsung menurunkan Rani di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
" Mas Chandra ! " Rani menyebut nama Chandra dengan lantang.
" Ada apa sayang ? " tanya Chandra sambil tersenyum nakal ke arah istrinya.
" Mas, handuknya mana ? terus baju bajuku untuk ganti mana? " tanya Rani lagi.
" Cerewet amat sih kamu dek ! " ucap Chandra sambil meletakkan handuk di kursi yang berada tepat di depan pintu kamar mandi itu.
" Adek, mandinya gak boleh lama lama ya ? " ucap Chandra lagi.
" Iya bawel ! tenang aja " sahut Rani dari dalam kamar mandi.
Selesai mandi, Rani keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja, baju Rani sudah disiapkan Chandra tepat di atas ranjang di dalam kamar itu.
Setelah memakai bajunya, kemudian ia beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan, mungkin dia berpikir kalau mereka lagi di rumah utamanya Chandra tetapi apa yang dilihatnya baru ia sadar kalau mereka memang lagi di bungalow bukan di rumah utama Chandra.
" Mas, ayo mandi Mas airnya sudah Rani siapkan " ucap Rani sambil mendekati Chandra yang lagi latihan muaythai di ruangan belakang bungalow itu.
" Dikit lagi sayang, tanggung nih " ucap Chandra sambil terus melakukan aksinya.
Tiba tiba Rani langsung mendekati Chandra dan langsung memeluk pinggang Chandra dan membisikkan sesuatu di telinga Chandra.
" Baiklah Mas setuju ! " ucap Chandra sambil tersenyum tipis dan menggandeng tangan mungil Rani menuju ke kamar mandi.
Entah apa yang dibisikkan Rani ke telinga Cha ndra membuat pria itu tersenyum bahagia dan semangat untuk ke kamar mandi.
Selesai mandi Chandra langsung menelpon seseorang untuk membawakan beberapa pakaian untuk Rani.
" Yank, kamu dimana ? " Panggil Chandra.
" Ntar Mas, Rani lagi perbaiki keran air di dapur ini, gak tahu kok bisa bocor seperti ini ya " ucap Rani yang sudah mulai basah karena cipratan air dari keran yang bocor.
Seketika air langsung muncrat keluar dari pipa dan seluruh isi dapur banjir.
Chandra langsung memeluk Rani karena air yang keluar cukup deras.
" Kenapa gak bialng dari tadi biar Mas panggilkan orang dari PDAM sayang " tanya Chandra sambil menatap wajah cantik Rani yang basah akibat terkena aliran air yang cukup deras tadi.
" Ayo sayang kamu harus ganti pakaian lagi biar kamu gak masuk angin " ucap Chandra sambil mengusap air di wajah cantik istrinya itu.
" Makin lama ditatap makin cantik aja nih istriku " gumam Chandra dalam hati.
" Sayang, hari ini Mas boleh kan minta haknya Mas kan kita udah sah jadi suami istri ! " ucap Chandra sambil menggendong Rani ke dalam kamar.
" Mas ini, nanti aja kalau Rani sudah siap ! " ucap Rani sambil menatap wajah tampan Chandra dan tanpa di minta Rani mengecup bibir Chandra dengan perlahan.
Setelah di rasa cukup Rani melepaskan ciumannya dan langsung berlari ke kamar mandi dan mulai mandi lagi.
**
Chandra masih terdiam dan memegang bibirnya.
" Rani, aku akan menunggumu sampai benar benar siap tetapi jangan salahkan aku apabila aku sudah benar benar tak sanggup melawan godaan ini " ucap Chandra pada dirinya sendiri.
Tiba tiba muncul mang Thole membawa beberapa orang pria pekerja, sepertinya mereka datang dari kantor PDAM untuk memperbaiki pipa yang bocor tadi.
" Siang Tuan ini orang orang yang akan memperbaiki pipa yang bocor itu " ucap mang Thole pada Mas Chandra.
__ADS_1
" Baiklah tolong diperbaiki kalau perlu ganti saja pipanya dengan pipa yang bagus ya saya gak mau lihat lagi pipa yang bocor " ucap Chandra lagi.
" Mas ! Mas Chandra ! tolong Mas ! " ucap Rani dari lantai dua.
" Iya sayang on the way ! " ucap Chandra sambil berlalu dengan cepatnya ke lantai 2.
" Mas, kok baju Rani semuanya lingerie seksi sih, Rani bisa kedinginan kalau kayak gini semua " ucap Rani sambil mencoba melepaskan rambutnya yang tersangkut di gantungan baju di lemari itu.
" Mas ! tolong lepaskan rambut Rani ! " ucap Rani sambil menatap wajah tampan Chandra.
" Iya sayang tenang ya ? " ucap Chandra sambil melepaskan rambut panjang Rani dari hanger baju dalam lemari itu.
" Sayang ! ucap Chandra sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Rani dan seketika Rani pasrah karena ciuman Chandra benar benar dahsyat ciuman itu semakin dalam dan nikmat.
Chandra masih saja mengulum bibir mungil Rani, dihisapnya lidah gadis itu dengan penuh gairah.
Rani mencoba melepaskan ciuman Chandra tetapi Chandra sangat bernafsu untuk melakukan ciuman itu.
" Jangan bergerak sayang ! " ucap Chandra sambil melepaskan ciumannya dan memeluk Rani sambil membisikkan sesuatu pada Rani.
" Sayang aku mau hakku ! " ucap Chandra sambil tersenyum nakal.
" Ih... Mas ini nanti aja kalau Rani sudah siap " ucap Rani sambil menggelitik pinggang Chandra.
" Sayang ! Mas gak bisa menahan gejolak dalam dada ini sayang please kabulkan permohonanku ini sayang ! aku ingin kita cepat cepat punya Chandra junior sayang ! " ucap Chandra lagi dengan tatapan mata yang nakal.
" Iya nanti aja dulu, " ucap Rani sambil tertawa dalam hati.
Gemas sekali Chandra melihat senyuman Rani dengan memamerkan gigi putihnya dan gigi gingsulnya yang mencuat keluar kalau pas lagi tertawa dan senyum membuat Chandra klepek klepek.
" Mas, bukannya kita mau dinner nanti jam 8 malam ? " tanya Rani sambil melingkarkan tangannya di pinggang Chandra yang sedari tadi senyumnya sudah memudar akibat Rani menolak memberikan haknya sebagai seorang istri.
" Gak jadi dinner kok ! nanti aja Mas capek sekarang mau tidur saja " ucap Chandra sambil melepaskan tangan Rani dan melangkah ke arah ranjang dan mulai membaringkan tubuhnya di ranjang itu.
" Mas marah ya sama Rani ? " tanya Rani perlahan-lahan dan ikut merebahkan dirinya di samping Pria tampan itu.
" Mas gak marah sayang ! " ucap Chandra tetapi matanya tetap menatap ke atas langit langit kamar dari pada melihat Rani.
" Rasanya dongkol banget nih hati, kenapa dia belum mau memberikan hakku, apa salahku sampai sampai hakku sebagai suami gak dia berikan ? apa aku harus melakukan kekerasan padanya agar dia mau memberikan hakku ? ataukah aku cuekin dia saja biar kita lihat siapa yang akan menang dalam permainan ini " gumam Chandra dalam hati.
" Mas Chandra mikir apa ? " tanya Rani.
" Ayo tidurlah nanti kita bicarakan lagi " ucap Chandra langsung menarik selimutnya dan mulai memejamkan matanya.
" Mas ! Rani lapar Mas ayo beli makan atau kita balik aja ke rumah Rani gak bisa gak pakai baju, masa Rani harus pakai lingerie ini sepanjang hari dan sepanjang malam kan Rani bisa masuk angin ! " ucap Rani sambil menggoyang goyangkan tubuh Chandra.
" Rasanya hatiku ini sangat panas, tiba tiba aku merasakan emosi di sekujur tubuhku, aku merasa aku dipermainkan Rani yang hanya mau menang sendiri dan gak mau ikut maunya aku " gumam Chandra dalam hati dan masih menutup matanya.
" Mas ! Aku lapar " ucap Rani lagi.
" Lapar ya makan sana ke dapur ! " tanpa sadar Chandra berbicara sedikit membentak Rani.
" Mas kok marah sih sama aku, emang apa salahku ? aku kan cuma pengen makan saja " Rani langsung bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke lemari pakaian.
Rani mengambil celana pendek Chandra dan memakai kemeja Chandra yang agak besar di badannya dan mengambil tasnya langsung pergi keluar dari bungalow itu.
" Taksi ! " panggil Rani dan ketika Rani hendak masuk ke dalam taksi Chandra dengan sigap langsung menarik tangan Rani dan memeluknya.
__ADS_1
" Sayang jangan pergi Mas akan memasak untukmu " ucap Chandra sambil memeluk Rani dan membawanya kembali ke dalam bungalow itu.
** Bersambung guys Tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰