*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
08


__ADS_3

"Maaf Rich aku terpaksa menggendong Rani karena kakinya luka." ucap Chandra sambil mendudukkan Rani di kursi mobil.


" Iya gak apa apalah Chand, untung ada kamu kalo gak ada kamu bagaimana nasib Rani? " ucap Richard sambil mengambil kotak p3K untuk melakukan pertolongan pertama pada kaki Rani.


" Kak, kak Richard adek masih pengen jalan jalan di pasar malam ini, tolong obatin kaki adek ya, please deh kak, " ucap Rani memohon pada Richard.


" Akan aku obati kakimu. " ucap Chandra sambil mengambil salep yang biasa di pakai para Tentara saat di Medan perang. Kemanapun ia pergi salep itu selalu dibawanya.


" Tahan dikit ya, aku akan menekan sedikit biar obatnya cepat meresap. " ucap Chandra sambil mengoleskan salep itu dan mengurut pelan pelan sambil di tekan tekan.


" Mas pelan pelan dong Mas kan sakit kakiku, Ya Tuhan sakitnya," ucap Rani sambil meringis dan menutup matanya.


" Harus ditahan loh dek katanya mau jalan jalan lagi di pasar malam," ucap Richard kemudian.


" Iya kak adek tahan kok, ini cuma kaget dikit aja " ucap Rani membela diri.


" Nah, sudah kan gimana coba dek Rani berdiri " ucap Chandra sambil mencuci tangannya menggunakan hand sanitizer dan mengelapnya menggunakan tissue.


"Sekarang kita bisa jalan jalan lagi , " ucap Richard sambil menggandeng tangan adeknya dan tak lupa ia mengajak Chandra untuk pergi bersama sama.


" Ayo, jalan jalan mumpung libur dari pada suntuk dirumah , " ucap Chandra sambil melangkah mengikuti kakak beradik itu.


Ketika mereka melewati bakso beranak di depan wahana pasar malam itu Rani berdiri tertegun sambil melihat ke arah bakso itu.


" Kak makan bakso yuk, " ucap Rani sambil menarik tangan Chandra dan tangan Richard.


" Kalo lihat bakso adek gak bakal melewatinya kak, " ucap Rani manja.


" Baiklah ayo kita pesan baksonya," ucap Richard sambil melangkah mendekati kursi yang sudah di sediakan pedagang kaki lima di depan mereka.


" Pak Bakso urat beranaknya 3 porsi ya, " ucap Rani sambil mencari tempat duduk yang pas untuk di duduki.


" Ini baksonya mbak dan mas mas, silahkan dinikmati ya " ucap pemilik warung bakso sambil meletakkan 3 porsi bakso di hadapan mereka bertiga.

__ADS_1


Rani mengambil saos, kecap dan sambal satu sendok takar ketika di cobanya, kurang pedas rasanya Rani pun mencoba untuk menyendok lagi sambalnya tapi langsung di tegur oleh kakaknya. " Dek udah cukup makan sambalnya ntar lambungmu kumat gimana, kamu mau opname lagi di rumah sakit, " ucap Richard sambil menahan tangan adiknya agar berhenti menyendok sambal pedas itu lagi.


" Ooo... Dek Rani punya riwayat lambung ya, gak boleh makan pedas pedas kalo gitu, " sambung Chandra.


" Iya Mas sempat kena penyakit lambung tapi udah sembuh kok, lagian ini baru mau makan lagi cabenya dikit kok, " ucap Rani membela diri.


" Abang bilang ikut aja biar gak sakit, " ucap Richard sambil menyendok bakso ke dalam mulutnya.


" Enak enak banget ini benar benar rekomended banget , " ucap Chandra sambil menyendok bakso ke dalam mulutnya.


" Biasa aja kalo menurut adek sih " ucap Rani sambil membelah bakso yang paling besar yang katanya ada anaknya di dalam.


" Wah ini benar benar sempurna " ucap Rani sambil menyendok bakso ke dalam mulutnya lagi.


" Aku pernah dengar mengenai bakso beranak ini , awalnya kupikir ah nggak mungkinlah ada bakso beranak eh ternyata benar benar ada " ucap Richard sambil tersenyum.


" Ayo Broo ratakan, " ucap Richard sambil menoleh ke arah Chandra.


" Ayo Broo masa kita kalah sama anak perempuan, " ucap Chandra langsung membelah juga pentol bakso yang paling besar itu dan ketika terbelah betapa kagetnya dia karena banyak pentolan bakso kecil di dalam bakso besar itu.


" Punya adek lebih enak kok, " Ucap Rani sambil memamerkan baksonya yang berlumuran saos tomat dan sambal itu.


" Mas boleh coba baksonya adek gak ?" ucap Chandra sambil tersenyum ke arah Rani.


" Boleh dong, " ucap Rani sambil menyuapi Chandra. Chandra pun mau aja menerima suapan dari Rani.


" Benaran ini enak banget broo, " ucap Chandra sambil menambahkan saos sedikit dan sambalnya sedikit ke dalam porsi baksonya.


Mata yang memandang itu semakin menunjukkan kebenciannya pada Chandra.


" berani beraninya cewek itu menggoda Chandra ya " gumam Arista sambil mengepalkan tangannya.


" Aku akan buat perhitungan dengan dia ," ucap Arista sambil berjalan mendekati mereka tapi secara perlahan lahan agar tidak ada yang tahu kedatangannya.

__ADS_1


" Oke baiklah wajahnya sudah aku ingat sekalian aja aku fotoin biar tetap kuingat wajah perempuan itu, " ucap Arista pada dirinya sendiri.


" Mas kapan kita kembali ke pantai untuk memeriksa keadaan Mas, " ucap Rani kepada Chandra.


" Surat yang kemarin udah bisa adek baca isinya ? " Chandra balik bertanya pada Rani.


" Aku udah tahu cara bacanya tapi belum sempat baca aku tunggu kabar dari Mas kapan ada waktu kita baca bersama sama ya? " Ucap Rani pada Chandra dan Richard hanya terheran heran melihat adiknya dan Chandra begitu akrab membicarakan apa yang mereka lihat.


" Ada apa ini, masa Kakak gak tau juga sih, " ucap Richard sambil tersenyum.


" Boleh dong kapan kapan pas Kakak libur kita ajak ke tempat kita waktu kejadian itu, " Ucap Rani sambil mengangkat alisnya.


" Baiklah aku setuju karena dengan bertambahnya satu Anggota lagi maka kita akan lebih kuat. " Ucap Chandra sambil menyendok lagi bakso terakhir ke mulutnya.


" Tapi kita mau selidiki apa dulu, " tanya Richard sambil menyeruput jeruk hangat yang ada di depannya itu.


" Nanti juga Kakak tau, " ucap Rani sambil tersenyum.


" Kak aku udah gak kuat makan baksonya ini, " ucap Rani menyudahi makannya.


" Harus dihabiskan dek, gak boleh gitu itu namanya gak menghargai makanan, " ucap Richard sambil menatap adeknya.


" Tapi Kak adek benar benar gak kuat makan lagi, " ucap Rani memelas.


" Ya sudah sini Mas makan gak baik makanan dibuang ntar kamu gak dapat jodoh lagi, kata orang tua jaman dulu sih gitu, " ucap Chandra sambil mengambil bakso dari mangkuk Rani dan memakannya sampai habis.


Selesai makan Rani mendekati pedagang bakso itu untuk membayarnya.


" Berapa harganya Pak, " Tanya Rani pada pedagang bakso itu.


" Sembilan puluh ribu mba " Ucap pedagang bakso itu.


Kemudian Rani menyerahkan selembar uang ratusan ribu kepada pedagang bakso itu sambil berkata " Baksonya enak Pak saya suka dan akan saya rekomendasikan pada teman teman saya untuk makan disini '' ucap Rani sambil melirik ke arah Chandra.

__ADS_1


Chandra pun melempar senyuman Kepada Rani seakan mengerti apa yang dikatakan Rani.


__ADS_2