*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
04


__ADS_3

Tiba di bandara Ngurah Rai, Chandra menatap ke sekelilingnya sambil sesekali melihat jam tangannya, "sudah jam 10.15 kok Arista belum tiba juga " Chandra risau melihat sekelilingnya.


Tiba tiba seseorang memeluk pinggang Chandra sambil berkata " Aku kangen kamu mas Chandra, lama gak ada kabar kamu kemana aja sih , kenapa gak ada kabar sama sekali?" ucap Arista manja.


" Akhir akhir ini aku sibuk Ris makanya aku menarik diriku dari perkumpulan kita agar aku bisa fokus kerja, " Ucap Chandra dingin.


" Dari dulu kamu emang gak pernah berubah ya mas, kamu selalu menomorsatukan pekerjaan dari pada duduk berpangku tangan, sekarang kamu kerja dimana mas?" tanya Arista sambil tersenyum manja.


" Nanti juga kamu akan tahu apa pekerjaanku, " ucap Chandra sambil menatap sedikit sinis ke arah Arista.


" Aku harus bersikap dingin tapi tetap perhatian agar gadis ini tidak salah paham dengan sikapku karena tujuanku belum tercapai," bathin Chandra.


" Arista kamu mau ke rumah nenekmu atau mau tinggal di apartemen?" tanya Chandra tanpa menawarkan tempat tinggalnya untuk Arista, karena dia tahu Arista suka padanya dan dia takut Arista berbuat curang untuk mendapatkan cintanya.


"Aku tinggal di apartemen aja mas, yang dekat rumahmu ya biar aku bisa dekat kamu terus," ucap Arista penuh semangat.


"Mari aku antar ke apartemen," ucap Chandra langsung masuk ke mobil sedangkan Arista masih sibuk mengangkat kopernya dan memasukkan ke bagasi mobil sambil berkata dalam hati " Sialan aku udah capek-capek kesini dia malah gak mau bantuin aku ckck," Arista mengumpat sambil mendengus kesal.


" Gak apa apalah yang penting aku harus dapatkan cintanya, mungkin dia belum merasakan perhatian dan cintaku sehingga masih bersikap cuek padaku kamu akan merasakan jatuh cinta yang membara padaku mas," gumam Arista kemudian melangkah masuk kedalam mobil Chandra.


Mobil itupun melaju ke apartemen tujuan Chandra dan Arista.


**


Pagi pun tiba, matahari bersinar dengan terangnya, cahayanya memberikan kehangatan pada setiap insan ciptaan Tuhan.


**Di Apartemen Arista


Setelah merapikan kamarnya Arista memegang kulit wajahnya yang terkelupas " kenapa kulitku jadi seperti ini ya," Arista bergumam.


"Aku harus mencari klinik kecantikan yang mungkin bisa menyembuhkan kulitku ini," ucap Arista dalam hati.


kemudian Arista mencari di google alamat klinik kecantikan di sekitaran apartemennya itu.


Nah, ini dia klinik kecantikan Dokter Alexa seorang dokter spesialis kulit, baiklah aku segera kesana.

__ADS_1


**


Di sisi lain Rani sementara di klinik kecantikan milik ibunya,


" Ma, apa Rambut Rani semakin panjang ma, boleh Rani potong sedikit ma, biar Rani bisa menyisirnya mam," ucap Rani sambil mengecup manja pipi ibunya.


" Sayang, mama gak mau adek potong rambut,kalo mau dirapiin boleh tapi kalau mau potong pendek mama gak setuju, karena mahkota perempuan itu adalah rambut, rambut yang panjang membuat seorang wanita menjadi lebih bijak dalam bertindak dan pria manapun yang melihat perempuan berambut panjang pasti akan gemas dan akan selalu berusaha memberikan perhatian dan perlindungan penuh pada perempuan itu mereka beranggapan bahwa perempuan yang berambut panjang adalah mahkota keluarga yang menjunjung tinggi harkat dan martabatnya sebagai seorang perempuan ingat itu nak, jangan tergiur dengan mode jaman now yang serba wah ,sampe sampe kamu terjerumus ke dalam perangkap teknologi." ucap mama menasehati panjang lebar.


" Makasih ya mam, Rani sayang banget sama mama," ucap Rani sambil mendaratkan sebuah kecupan di pipi ibunya lagi.


**


Tok...tok...tok...


" Masuk, " sahut mama Rani sambil terus menulis status pasien.


Seorang karyawan masuk ke dalam ruangan Dokter Maria Alexa Winata dan menunduk penuh hormat.


" Bu Dokter ada yang mau konsultasi dok," ucap karyawan tadi.


"Baik suruh dia masuk," ucap Dokter Maria Alexa sambil terus berkutat dengan tugas di depannya.


" Pagi juga, silahkan duduk " ucap Dokter Alexa sambil tersenyum.


Wanita itu melihat sekeliling ruangan itu dan matanya tertuju pada Rani yang sementara duduk sambil membaca buku buku obsgyn dan kesehatan jantung paru.


Rani tidak mempedulikan keadaan dalam ruangan itu, ia terus membaca dan menganalisa data sedangkan wanita tadi masih berkonsultasi dengan dokter Alexa mama Rani.


Rani membalikkan badannya dan bertanya pada ibunya " Mama, maaf adek ganggu sebentar, nih mam Kok bisa terjadi Serotinus ya mam, kenapa demikian ma aku penasaran deh mam, " ucap Rani tak menghiraukan apa yang lagi di lakukan ibunya itu.


"sebentar ya nak, nanti mama jelaskan mama masih ada klien adek baca baca aja dulu ntar kita diskusi " ucap mama Alexa sambil tersenyum.


"Maafkan anakku ya, rasa ingin tahunya sangat tinggi," ucap dokter Alexa sambil melanjutkan penjelasannya.


"Jadi, nak Arista punya kulit yang kering, sebab utamanya nak Arista kurang minum air putih, jangan dianggap sepele karena justru yang sepele itu yang akan membuat masalah lebih besar lagi." ucap dokter Alexa sambil menuliskan sebuah resep untuk Arista.

__ADS_1


"Saya kasih salep ya, ini sebagai pelengkap nutrisi untuk kulit ya, silahkan nak Arista tebus di apotik dekat lobi, bulan depan kontrol kesini lagi biar kita cek lagi kondisi kulitnya, " ucap dokter Alexa lagi.


Arista kemudian mengambil resep dan membayar biaya konsultasinya dan pamit pulang, sebelum pulang dia menyempatkan diri untuk menebus resep di apotek dekat lobi.


**


Chandra sengaja membawa mobilnya melewati rumah Rani, sambil menyetir matanya melirik ke arah rumah sederhana tapi megah itu dan menyetir perlahan-lahan agar dia bisa melihat dengan jelas nomor rumah Rani.


" Dimana gadis itu ya," Chandra kelihatan sangat cemas memikirkan Rani.


" Kenapa aku yang jadi kepo tentang kehidupannya, " ucap Chandra pada dirinya sendiri.


Sesampainya dirumah Chandra mengambil berkas yang ketinggalan dan balik lagi ke kantor, pas hampir sampai pintu gerbang masuk kedalam perumahan elit itu Chandra melihat seorang gadis baru saja turun dari taksi dan berjalan menuju ke dalam kawasan perumahan elit itu.


"Aku harus berani menyapa dirinya," ucap Chandra dalam hati.


Chandra menepikan mobilnya dan melihat ke arah Rani, " Hai, ketemu lagi, dari mana kamu dek, " tanya Chandra sambil tetap duduk di dalam mobilnya.


Orang yang disapa malah tidak peduli dengan suara sapaan itu, Rani sengaja tak mendengar bahkan mempercepat langkahnya.


Chandra jadi kesal sendiri, " Budek ya tuh anak, berani beraninya cuekin aku, " Chandra benar benar kesal.


" Awas aja kamu ya, " ucap Chandra sambil memegang janggutnya yang cuma satu sentimeter.


Tiba tiba Rani berlari kembali ke depan sambil menatap ke arah Chandra,


"Maaf apa tadi menegur saya, " Ucap Rani sambil tersenyum manis dan sangat menghipnotis pria tampan yang berada tepat di depannya itu.


" nggak kok siapa yang ngomong sama kamu, " ucap Chandra kesal.


"Ya udah, mungkin tadi setan yang berbicara padaku," ucap Rani langsung berlari menjauh dari Chandra.


Chandra pun turun dari mobilnya dan langsung mengejar Rani. " Tunggu woii, mau lari kemana kamu, " ucap Chandra sambil berlari mngejar Rani yang sudah hilang dari hadapan Chandra.


"Awas aja besok besok aku kerjain kamu sampai kamu bertekuk lutut di hadapanku," Chandra membathin.

__ADS_1


**


Bersambung ya guys, tolong di like, komentar dan vote ya teman temanku terima kasih🙏


__ADS_2