
" Gawat kemana Rani, ini kali keduanya dia hilang. "
Chandra menuju Kasir dan membayar semua belanjaannya kemudian ke tempat secuirity untuk menitipkan barang barang belanjaannya.
Ternyata secuirity itu adalah si Rinto yang pernah di didik oleh Chandra.
" Sore Pak saya mau menitip barang belanjaan saya" ucap Chandra sambil memberikan barang belanjaan dan mengambil kunci loker yang diberikan oleh Rinto.
" Pak Chandra ya, Halloo Pak apa kabar Bapak masih ingat saya? tanya Rinto sambil mengulurkan tangannya kepada Chandra.
" Ah... entahlah maaf saya lupa " ucap Chandra sambil tersenyum tipis.
" Saya Rinto Pak saya pernah di latih oleh Bapak bagaimana cara membela diri ketika berhadapan dengan musuh waktu itu saya bersama teman teman secuirity dilatih sama Bapak " ucap Rinto sambil berusaha mengingatkan Chandra.
Chandra mengernyitkan keningnya dan menganggukkan kepalanya " Ohhh iya saya baru ingat " ucap Chandra langsung menepuk bahu Rinto.
" Bapak mau kemana? '' tanah Rinto lagi.
Chandra pun menceritakan kejadiannya akhirnya Rinto menggerakkan semua temannya untuk mencari Rani.
Rani asyik mencari topi loreng untuk cewek karena menurutnya topi itu sangat manis untuk di kenakannya.
Ketika Rani melangkahkan kakinya ke arah arloji import tanpa sadar seseorang menginjak kaki Rani.
" Aduhh kakiku sakit, " ucap Rani sambil berusaha melepaskan kakinya dari injakkan orang yang memakai sepatu boots itu.
Ternyata seorang pria berbadan tegap tinggi dan berdada bidang dan rahangnya tegas dan terlihat wajahnya tampan dan gagah.
" Maaf saya gak sengaja, " ucap Pria tadi sambil berjongkok dan hendak membantu Rani berdiri.
" Kalau jalan itu lihat lihat dong kakiku sakit tau " kesal Rani.
Ternyata pria itu adalah Charlos si pria yang mewawancarai Rani beberapa hari yang lalu di RSAD.
" Kamu " ucap Charlos sambil mencoba membantu Rani berdiri dan memapah Rani ke arah bangku panjang tempat orang orang duduk untuk bersantai.
" Pak Charlos " ucap Rani sambil mencoba melepaskan tangan Pak Charlos tapi Pak Charlos masih terus memegang tangan Rani.
" Maaf dek saya gak sengaja menginjak kakimu mana yang sakit mungkin saya bisa bantu mengoleskan salepnya " ucap Charlos sambil mencoba mencari perhatian Rani.
" Adek kesini sama siapa biar saya bantu mencari ayah atau ibu atau Kakaknya Adek " ucap Charlos percaya diri.
" Maaf saya bersama Bang Chandra dan saya terpisah dengan Bang Chandra saat memilih topi ini, " ucap Rani sambil menunjuk bungkusan Topi yang dipegangnya.
Charlos pun tersenyum kecut sambil menatap wajah cantik gadis itu, mari ku bantu mencari keberadaan Chandra.
" Makasih Pak saya akan menelepon Bang Chandra aja " ucap Rani tidak ingin membebani orang lain apalagi itu Pak Charlos yang sangat di segani oleh semua orang di RSAD.
__ADS_1
" Baiklah telepon Pak Chandra sekarang agar dia menjemputmu, saya akan pergi setelah dia menjemputmu " ucap Charlos sambil mencoba duduk disamping Rani.
" Dek Rani ingat ya hari Senin nanti pakailah sepatu vantovel yang haknya setinggi tiga cm saja agar memudahkan kamu saat berjalan dan tidak menimbulkan sakit pada telapak kakimu ya Dek, " ucap Charlos perhatian.
" Makasih Pak Charlos sudah mengingatkan saya " ucap Rani sambil tersenyum.
Rani pun menelepon Chandra....
dreettt dreeeetttt dreet...bunyi ponsel Chandra di dalam tas di punggungnya.
" Hampir lupa karena sibuk mencari dirimu dek mas lupa menelepon dirimu " Chandra bergumam.
"Hallo Dek Rani kamu dimana sayang, " Chandra mengucap tanpa sadar.
" Mas, aku di galeri yang ada arloji import mas datang sekarang ya Mas " ucap Rani sambil menutup ponselnya.
Chandra pun memberi tahu kepada Rinto dan teman temannya untuk kembali bertugas karena sudah menemukan Rani.
Rinto dan teman temannya kemudian kembali ke tempat tugasnya.
Setelah menelusuri setiap sudut akhirnya Chandra menemukan Rani yang sementara berbicara dengan seseorang yang sangat Chandra kenal dialah " Charlos ".
Kenapa ada Charlos disini ucap Chandra pada dirinya sendiri.
" Hai broo kemana aja kamu meninggalkan gadis cantik ini sendirian, " ucap Charlos sambil menatap Rani.
Rani merasa sangat malu dengan tatapan mata yang begitu tajam menghujam jantung bahkan menembus sel sel darahnya sehingga darahnya serasa berdesir hangat di sekujur tubuhnya.
" Broo makasih ya sudah menolong Dek Rani dan menungguku disini , kami pamit ya broo " ucap Chandra sambil memegang erat tangan Rani dan pergi menjauh dari hadapan Charlos.
Dalam perjalanan Chandra hanya diam saja dan tetap menggenggam erat tangan Rani.
Ketika mereka sampai di dekat tas manamoon bag Rani sempat tersenyum sambil menatap ke arah tas tas cantik yang berjejer rapi disana.
" Mas, adek boleh lihat lihat tas itu dulu? " ucap Rani sambil menarik tangan Chandra mendekati tas tas itu.
" Boleh dong Dek, mau beli juga gak apa apa Mas belikan untuk Adek " ucap Chandra sambil menatap wajah cantik Rani.
" Gak usah Mas mendingan uangnya ditabung aja Mas tas tas merk begini biasanya harganya mencekik banget Mas " ucap Rani sambil melirik sebuah tas berwarna biru Dongker yang merupakan warna favoritnya.
" Ayo Mas kita keliling keliling ke sana dulu " Rani menarik tangan Chandra tetapi Chandra tidak mau melangkah malah mendekati tas manamoon yang berwarna biru dongker itu dan menyuruh pelayan disitu untuk membungkus tas itu.
" Tolong dibungkus tas ini ya mbak " ucap Chandra sambil mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu ATM black gold unlimited pada kasir itu dan membayar tagihannya.
" Tuh kan Mas keras kepala amat sih, kan Adek udah bilang gak usah beli tasnya Mas kan mahal lagian Adek masih punya tas ini " ucap Rani sambil menunjuk tas mungil di punggungnya.
" Tas ini harganya sangat mahal Mas " ucap Rani pada Chandra lagi.
__ADS_1
" Nggak apa apa sayang Mas sayang sama kamu Dek tolong diterima " ini sebagai ungkapan rasa terima kasih Mas karena Adek udah temani Mas belanja " ucap Chandra sambil memegang paper bag berisi tas itu.
" Baiklah Mas adek terima pemberian Mas biar Mas gak sedih " ucap Rani sambil tersenyum dan tiba tiba Rani mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi Chandra sambil berkata " Makasih ya Mas " ucap Rani sambil menarik tangan Chandra menuju ke tempat penitipan barang di ujung lorong itu dan mengambil barang barang titipannya.
" Mas barang barang Mas dimana ya ayo kita pulang udah hampir jam enam sore. " ucap Rani sambil menarik tangan Chandra menuju ke tempat penitipan barang milik Chandra tepatnya di pos secuirity.
" Dek Rinto saya mau ambil titipan barang barang tadi " ucap Chandra sambil menyerahkan kunci lokernya.
" O iya Bang Chandra ini barang barangnya coba diperiksa lagi " ucap Rinto pada Chandra.
" Barangnya lengkap Dek, kami pamit dulu ya " ucap Chandra sambil menggandeng tangan Rani dan pergi dari pos secuirity.
Chandra kemudian menelepon seseorang
" Halloo Pak Paijo tolong ke Mall Bali Galeria sekarang ya saya tunggu nanti tolong ajak pak Karmin ya bawa dua mobil biar Pak Paijo bisa pulang bareng Pak Karmin karena saya masih ada acara " ucap Chandra sambil memelankan suaranya seakan membisikkan sesuatu.
" Siap Den kami segera meluncur " ucap Paijo.
" Dek Rani kita menunggu sebentar ya teman Mas mau ngantar mobilnya biar kita pakai dulu " ucap Chandra sambil duduk di bangku depan Mall.
Sepuluh menit kemudian dua mobil muncul dari arah depan dan Chandra pun memberi kode agar Rani tidak mengetahui kalau orang orang itu adalah sopir pribadi Chandra.
" Teman mas udah datang Adek tunggu ya " ucap Chandra sambil berjalan mendekati Paijo dan Karmin.
" Beres Boss " ucap Paijo kemudian melangkah masuk ke mobil yang sementara dikendarai oleh pak Karmin.
" Ayo Dek kita pergi ke suatu tempat yang aman untuk memecahkan misteri dibalik kertas kosong itu ya Dek " ucap Chandra.
" Apa kamu membawanya Dek " ucap Chandra sambil menyetir mobil Fortuner abu abu itu.
" Ooo iya Rani hampir lupa Mas Untung Mas mengingatkan " ucap Rani sambil membuka tas ransel kecilnya itu dan mengeluarkan kertas kosong itu.
" Ini dia Mas, Rani juga udah membawa lilin dan korek api Mas " ucap Rani sambil tersenyum renyah.
" Kita ke restoran yang ruangnya privat aja Dek biar kita bisa membaca dengan jelas apa tujuan mereka mengirim surat rahasia ini " ucap Chandra sambil menyetir mobil itu menuju ke restoran Italia yang sudah di reservasi oleh Paijo dan Karmin.
" Silahkan masuk Pak " ucap pelayan itu dan mengantar Chandra dan Rani ke ruang privat.
" Mas dan Mbak mau pesan apa " tanya pelayan itu kemudian.
" Makanan favorit di restoran ini " ucap Chandra sambil menarik kursi untuk Rani.
" Duduk dulu Dek " ucap Chandra.
Selang beberapa menit pelayan pelayan membawa makanan dan menyajikan diatas meja untuk Ranibdan Chandra.
" Selamat menikmati " ucap pelayan pelayan itu dan berlalu dari ruangan itu.
__ADS_1
" Ayo makan dulu Dek biar lebih fokus " ucap Chandra tanpa berhenti menatap Rani dengan tatapan penuh cinta.
** Bersambung ya guys tolong dikomen like dan vote sebanyak banyaknya ya terimakasih 🙏🥰**