*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
18


__ADS_3

" I'm coming Dek Rani " ucap Chandra sambil tersenyum tipis dan kemudian melangkah ke arah luar menuju bagasi untuk mengambil mobilnya.


Mobil Chandra melesat dengan kecepatan tinggi menuju Rumah sakit Bintang Harapan.


Ketika memasuki area Parkir dilihatnya seorang pria yang sangat familiar baru saja turun dari mobil dan hendak memasuki area rumah sakit itu.


" Apa yang dilakukan Charlos di sini " gumam Chandra sambil terus mengawasi Charlos.


Akhirnya Chandra berjalan ke arah ruang VVIP kamar nomor 9 untuk memastikan Kalau itu benar benar kamar yang Rani tempati.


Tok....tok...tok... bunyi ketukan pintu kamar dimana Rani dirawat.


Gak ada sahutan kemudian Chandra masuk dan langsung menuju bed rumah sakit itu.


" Sayang ada apa ini " ucap Chandra sambil mengecup kening Rani dengan penuh rasa sayang


" Mas Rani udah gak apa apa kok Mas , " ucap Rani sambil memandang wajah Chandra dengan tatapan sendu.


Tiba tiba muncul seorang dokter masuk di kamar ruang dimana Rani berada.


" Dokter bagaimana keadaan pacar saya " tanya Chandra penasaran.


" Pacar anda sudah melewati mas kritisnya dan untuk sementara masih menunggu hasil CT scan karena pukulan di batang otaknya agak keras sehingga pacar anda sampai pusing dan muntah, " ucap dokter sambil memeriksa kelopak mata Rani.


" Dek apa yang terjadi kenapa adek menyembunyikan dari Mas, apa papa dan mamamu sudah tahu ? " tanya Chandra dengan suara agak tinggi.


" Mas tante Dilla udah mengatakan semuanya pada mama dan papa, ntar lagi mereka datang kok " ucap Rani sambil memegang erat tangan Chandra.


Tiba tiba dari arah pintu masuk seorang pria berwajah tampan dan gagah itu lagi.


" Broo kok kamu ada disini ? " tanya Chandra pada Charlos yang tiba tiba muncul di hadapan mereka berdua.


" Kamu kemana aja sih masa Dek Rani sakit kamu gak ada untung ada aku kalau gak aku gak tau gimana nasib Dek Rani " ucap Charlos sambil mendorong Chandra agar minggir dari hadapan Rani.


" Bang Charlos jangan menyulut keadaan Bang, toh ini semua gara gara Bang Charlos kan kalau waktu itu Bang Charlos menolongku pasti aku tidak akan seperti sekarang, Bang Charlos gak gercep sama sekali malah diam aja dan dihajar sama anakbuahnya Arista " ucap Rani sambil terbata bata.


" Jadi ini semua akibat ulah Charlos dan Arista " ucap Chandra sambil mengepalkan tangannya dan hendak memukul cahrlos tetapi di silih cepat oleh Charlos.


Kedua orang dokter Tentara itu saling tuduh menuduh dan saling tonjok akhirnya Rani mulai berakting.

__ADS_1


Rani sengaja menjatuhkan dirinya ke lantai sambil berteriak " Mas tolong aku " ucap Rani sambil sengaja jatuh dan semua infus terlepas karena jatuhnya agak keras, niatnya mau sengaja saja ternyata benaran terjadi.


" Sayang , " ucap Chandra sambil bergerak cepat menggendong Rani dan memanggil dokter dan suster yang menangani Rani.


Dokter pun dengan cepat melakukan pengecekan dan memasang lagi infus yang terlepas tadi.


Setelah selesai di pasang infusnya Rani merasa lega dan mulai fokus pada kesembuhannya.


" Mas Chandra boleh telepon mama dan papa ?" ucap Rani pada chandra.


" iya boleh sayang " ucap Chandra sambil memberikan ponselnya pada Rani.


" Mas yang telepon saja " ucap Rani menyodorkan kembali ponsel pada Chandra akhirnya Chandra menelepon orang tua Rani tetapi gak ada jawaban sama sekali.


Kemudian Chandra mencoba menelepon Richard tetapi sama saja tidak ada balasan apapun dari nomor yang di tuju.


" Bagaimana nih papa mama kak Richard gak aktif semua " gumam Rani kesal.


" Dek Rani gak usah cemas ya Mas akan hubungi lagi, kalaupun gak tersambung Mas tetap akan menjaga Dek Rani disini sampai benar benar sembuh." ucap Chandra meyakinkan Rani.


" Iya Dek Abang juga akan selalu bersama adek disini sampe adek sembuh " ucap Charlos tak mau kalah juga.


" Kami akan menjaga Dek Rani sampe sembuh total " ucap merek bersama-sama.


" Serius " tanya Rani lagi.


" Benaran serius Dek, " ucap Chandra sambil tersenyum.


" Baiklah kalau begitu, " ucap Rani sambil menarik selimut untuk kembali beristirahat.


Tiba tiba Chandra memegang tangan Charlos dan mengisyaratkan kalau ada orang yang datang untuk mengintip, mereka berdua berdiri di balik pintu dekat lemari TV portabel sehingga tak ada seorang pun yang tahu bahwa di dalam kamar itu ada dua orang pria gagah perkasa.


Chandra dan Charlos benar benar melihat mata yang menatap lewat lubang angin kecil dekat pintu itu seorang pria bertubuh besar dan bermata merah.


Setelah sepuluh menit orang itu pun pergi dan berlalu.


Chandra dan Charlos pun keluar dari tempat persembunyian dan mereka pun meminta rekaman CCTV di ruang VVIP nomor 9 itu.


Ternyata dugaan mereka tidak salah pria bertubuh besar itu setelah di selidiki orang khusus dari Charlos dan Chandra killer bayaran yang selama ini jadi DPO.

__ADS_1


Chandra dan Charlos saling memandang satu sama lain , " berarti ini udah gak benar Broo " ucap Chandra sambil menatap Rani yang masih tertidur pulas.


" Broo hubungi lagi orang tuanya Dek Rani agar mereka tidak usah kesini dulu " ucap Charlos pada Chandra.


Chandra kembali menelepon Richard, dan akhirnya di jawab juga " Broo nanti saya ceritakan semua yang terjadi tapi maaf untuk saat ini broo sekeluarga gak ussh ke rumah sakit tempat Dek Rani di rawat karena berbahaya " ucap Chandra meyakinkan Richard.


" Tenang aja broo aku pasti menjaga adekmu percayalah " ucap Chandra sambil mengakhiri telepon.


Akhirnya Chandra dan Charlos menghubungi teman teman mereka untuk membantu menjaga area rumah sakit itu dan membanty menjaga di depan kamar Rani.


Chandra benar benar menjaga Rani dengan penuh rasa sayang, Charlos pun demikian mulai menunjukkan rasa cinta pada Rani.


Malamnya merek memasang jebakan di kamar dimana Rani dirawat, semua persiapan lengkap.


Setelah makan minum obat dan diperiksa Dokter, Rani pun kembali tidur.


Sekitar tengah malam mereka mendengar suara Langkah orang mendekat.


Chandra dan Charlos sudah bersiap dan bersembunyi sambil memantau keadaan Rani.


Tiba tiba seorang pria bertubuh besar masuk ke dalam kamar dengan membawa sebuah buket bunga mawar putih yang sangat indah dan menaruhnya di atas meja dekat Rani tidur, Charlos pun hendak keluar dari persembunyian tetapi di larang oleh Chandra " sabar dulu kita lihat dulu broo " akhirnya mereka melihat setiap gerak gerik pria tadi.


Pria itupun mengambil ponselnya sambil menelepon seseorang " Masuk ke dalam saja aman gak ada yang jagain " ucap pria tadi. Charlos dan Chandra pun tidak tinggal diam mete saling kontak anakbuah mete dan langsung mengepung kamar Rani.


Pria itu datang mendekat dan duduk di kursi dekat tempat tidur tiba tiba masuklah dua orang pria bertubuh tinggi.


Mereka duduk bersama di kursi dekat tempat tidur.


Tiba tiba sebuah tali simpul jatuh dari atas dan Langsung mengenai ke tiga orang itu dan Chandra menekan tombol dari alat mete sehingga talinya menggulung dari dada turun sampai di kaki.


.


Ketiga orang itu langsung kaget mereka tidak menyangka akan langsung ditangkap oleh orang.


Ketiganya diringkus dan dibawa ke kantor polisi.


" Gawat nih kalau boss tau kita tertangkap ' celetuk salah satu dari mereka dan mencoba memejamkan matanya.


** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2