
**
Setelah mandi Rani pun beranjak ke taman bunga di halaman belakang rumah.
" Rani , ponselmu berdering dari tadi Dek " ucap Richard sambil memberikan ponsel Rani.
" Eh, telepon dari Kupang NTT " ucap Rani sambil menggeser layar ponselnya untuk menerima panggilan.
" Hallo selamat malam " sapa Echy dari seberang.
" Hallo juga sayang selamat malam apa kabar Chy ? " tanya Rani pada Echy.
" Puji Tuhan sayang kami sekeluarga sehat sehat selalu, gimana kabarmu Ran, kok gak ada kabar sih ? " pertanyaan bertubi tubi dari Echy untuk Rani.
" Maaf sayang bukannya lupa tetapi karena aku ambil cuti selama seminggu jadi pekerjaanku menumpuk sayang makanya aku belum sempat menelepon kamu sayang " ucap Rani penuh rindu.
" Kak Andre apa kabar ? " tanya Rani lagi.
" Kak Andre lagi ada pelatihan di Jakarta Ran, Minggu depan selesai terus langsung lanjut lagi ke Bali selama 2 mingguan di Bali nanti Kakakku tinggal di rumahmu boleh Ran ? tanya Echy pada Rani.
" Ya boleh dong Kakak Andre juga Kakak aku jadi kenapa harus sungkan ? " ucap Rani menyejukkan hati Echy.
" Makasih ya Ran ? " ucap Echy lagi.
" Namanya saudara kalau tolong menolong itu gak usah terima kasih karena itu suatu kewajiban " ucap Rani pada Echy.
" Iya sayang makasih ya ! " ucap Echy sambil tersenyum.
" Nanti tolong kontak Kak Andre ya ? " ucap Echy lagi.
" Siap Komandan ! " ucap Rani lagi.
" Aku tutup dulu ya Ran mau siap siap untuk shift malam " ucap Echy lagi.
" Da da da sampai jumpa next time ya umaahhh " Echy melepaskan kiss bye pada Rani dan di balas oleh Rani " okay sayang Muaahhh " kemudian ponsel di matikan oleh Rani.
Rani pergi ke dapur dan membantu Bik Inah memasak untuk makan malam.
" Eh Non, gak usah biar bibi aja yang masak " ucap Bik Inah mencoba mencegah Rani agar tidak melibatkan dirinya masuk ke dapur.
" Enggaklah Bik, Rani pengen masak juga Rani kan anak perempuan masa anak perempuan gak bisa masak Bik ? " ucap Rani memaksa.
" Ya udah terserah Non aja " ucap Bik Inah.
Rani akhirnya diperbolehkan Bik Inah untuk membantu memasak untuk makan malam.
**
Sebuah Notifikasi masuk ke ponsel Rani.
Rani pun membuka notifikasi itu dengan penuh semangat.
__ADS_1
" Siapa sih malam malam mengajak chatting " gumam Rani dalam hati.
Obrolan via WhatsApp by Rani dan Andre.
Andre : " Malam adek apa kabar ? "
Rani : " Puji Tuhan Kak, baik baik selalu "
Andre : " Minggu depan Kakak ada kegiatan di Bali selama 2 Minggu "
Rani : " Rani udah tahu Kak, nanti Kak tinggal di rumah saja ya ? "
Andre : " Nggak merepotkan ya Dek ?"
Rani : " Ya enggaklah Kak "
Andre : " Makasih ya Dek nanti Kakak kontak lagi ya "
Rani : " Siap Komandan ! "
Andre : " Terima kasih Dek selamat malam selamat istirahat dan moga mimpi indah ! "
Rani : " Sama sama Kak ! "
Chatting pun selesai.
**
Ketika hampir terlelap tiba tiba ponselnya berdering lagi dan berulang.
Diangkatnya ponselnya dan dilihatnya layar ponselnya ternyata dari Chandra Sang pujaan hati.
" Hallo sayang , selamat malam sayangnya Mas " ucap Chandra dari seberang sana.
" Hallo juga Masku sayang selamat malam juga, Mas kapan balik sih Rani udah kangen banget nih " ucap Rani memelas.
" Iya sayang bertahanlah masih sebulan lagi Mas pulang " ucap Chandra.
" Mas juga sangat merindukan dirimu sayangku " ucap Chandra lagi.
" Mas, cepat pulanglah biar gak ada yang berani menindas aku lagi Mas ! " ucap Rani keceplosan.
" Apa maksudnya Dek ? " tanya Chandra lagi.
" Enggak kok Mas, Rani salah omong Rani udah ngantuk banget tadi tapi mata Rani gak bisa terpejam lagi karena sudah melek lagi Mas" ucap Rani dan mengalihkan pembicaraan.
" Sayang jangan bohong sama Mas ya, walaupun Mas jauh tapi Mas bisa merasakan apa yang Adek rasakan, Mas tahu ada yang coba coba menyakiti kamu tetapi saat Mas pulang Mas pasti akan bikin perhitungan dengan orang itu " ucap Chandra lagi.
" Mas sudah tahu kok tadi dari Mas Richard " ucap Chandra enteng dan mencoba menebak apa yang ada di kepala Rani.
" Kak Richard curang deh, kan tadi Rani udah bilang tunggu Mas pulang dulu baru bilang ke Mas kok Kak Richard udah bilang duluan sih " ucap Rani lagi.
__ADS_1
" Untungnya Mobil Rani di pasang CCTV sehingga Rani bisa tahu pelakunya kalau gak apa yang akan terjadi dengan Rani, untung ada CCTV itu makanya Rani bisa waspada " ucap Rani lagi penuh teka teki sehingga Chandra harus ekstra sabar dan tidak menerka sembarangan.
" Terus ? " ucap Chandra lagi.
" Terus ya terus dong Mas " ucap Rani lagi.
" Siapa pelakunya Dek " tanya Chandra lagi.
" Hmmm berarti jelas ya Mas, " ucap Rani lagi.
" Jelas apanya sayang ? " tanya Chandra penasaran.
" Ketahuan deh Mas, bohong sama Adek iya kan ? " ucap Rani ngeledek.
" Sayang apa aku memang gak boleh tahu masalah kamu ? " ucap Chandra lagi.
" Ya nggak juga sih, Mas memang wajib mengetahuinya tetapi terserah Rani dong mau berbelit belit dengan pacar Rani biar gak kepo kepo amat " ucap Rani lagi.
" Sayang percaya deh sama Mas, Mas gak akan macam macam sama orang itu yang penting Adek kasih tahu Mas dulu " ujar Chandra merayu.
" Baiklah ! " ucap Rani lagi sambil menghela nafas panjang dan menghembuskan nafas perlahan.
" Adek bisa gak ngomong serius sama Mas, Mas penasaran banget Dek " ucap Chandra lagi.
" Rani suka Mas penasaran begitu Mas ! " ujar Rani lagi.
" Please deh sayang ! " ucap Chandra lagi.
" Iya Mas aku yang paling aku sayangi ! " ucap Rani lagi.
" Pelakunya adalah.....?? " ucap Rani menarik kata katanya panjang.
Chandra mendengarkan dengan seksama, dan sangat penasaran.
" Siapa sayang ? " ucap Chandra masih penuh kesabaran.
" Pelakunya adalah Bang Charlos Mas ! " Akhirnya Rani mengucapkan dengan lantang.
" Adek gak tahu apa alasannya melakukan hal seperti itu ! " ucap Rani lagi.
" Berani beraninya dia membuat Kesayanganku begitu ya awas saja tunggu pembalasanku " ujar Chandra penuh emosi.
" Mas, sabar Mas jangan terpancing emosi, mulai sekarang Rani akan selalu hati hati Mas ! " ucap Rani lagi.
" Mas tolong lah jangan sampai memberitahu pada siapapun ya, Rani tunggu Mas balik baru kita tanya langsung padanya " ucap Rani mencoba menenangkan Chandra yang kadung emosi.
" Mas gak bisa sayang, Mas gak bisa menahan emosi terlalu lama apalagi selama satu bulan ! " ucap Chandra lagi.
" Mas gak boleh gegabah dulu Mas, apalagi Mas jauh di Bandung sana ! " ucap Rani lagi.
" Mas tenang saja Rani bisa jaga diri kok Mas tenang saja percayalah Rani bisa menjaga diri dengan baik " ucap Rani meyakinkan Chandra.
__ADS_1
** Bersambung guys Tolong bantu like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰**