*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
10


__ADS_3

Chandra merasakan aliran darah yang mengalir berbeda dengan sebelumnya, Chandra menurunkan Rani langsung dalam mobil dan Richard pun datang menghampiri.


" Ayo kita pulang ya, kelamaan disini kita bisa celaka dek, apapun kemauan kamu kali ini Kakak tolak sekarang juga kita pulang. "


" Ayo Broo sebaiknya kita pulang kerumah saja aku juga tidak ingin melihat Rani semakin membodohi kita untuk merengek minta main ini main itu " ucap Richard sambil mulai melajukan mobil secara perlahan.


Akhirnya mereka meninggalkan area pasar malam itu dan pulang kerumah.


Di tengah perjalanan mereka melihat motor Chandra yang mogok tadi masih terparkir dengan baik di bawah pohon mangga itu.


" Mas gimana dengan motor mas, " tanya Rani pada Chandra.


" Gak apa apa besok baru aku ambil lagi aja udah malam gak ada bengkel yang buka jam segini kan, " ucap Chandra sambil menatap ke arah depan.


Chandra pun melihat ke arah depan sambil sesekali mencuri pandang pada Rani.


" Rumah kamu mana Mas? " tanya Rani pada Chandra ketika mobil mulai masuk ke perumahan elit permata biru.


" Rumahku nomor 07 ya Broo, itu sampingnya ada poskamling " ucap Chandra sambil menunjuk sebuah rumah mungil minimalis modern yang berada tepat di depan mobil yang mereka tumpangi.


Mobil pun berhenti tepat di depan rumah mungil minimalis modern itu dan Chandra pun turun dari mobil kemudian menuju ke jendela mobilnya Rani sambil memegang tangan Rani.


" Dek Rani kapan kapan ya kita jalan jalan lagi kapanpun Dek Rani mau Mas siap untuk menemani Dek Rani " ucap Chandra sambil tersenyum.


" Broo aku turun ya, lain kali mampir ke rumahku broo " ucap Chandra sambil melambaikan tangannya kepada Rani dan Richard.


" Dek kamu tahu gak kalau Chandra hari ini kamu bikin susah terus tapi dia gak marah marah gak merasa kesal sedikitpun padahal kalau Kakak yang jadi dia pasti Kakak udah lari dari tadi, lagian adek kenapa sih terlalu over acting di depan Chandra kenapa Dek? " tanya Richard lagi.


" Ah Kakak itu bukan acting tapi itu kenyataan adek gak pernah merengek rengek minta ini itu kan " ucap Rani membela diri.


Akhirnya mereka pun sampai di depan rumah,

__ADS_1


Satpam pun membuka pintu pagar dan mobil meluncur masuk ke dalam halaman rumah itu .


** Rumah Chandra


Chandra masih mengelus pergelangan tangannya yang dari tadi selalu di pakai Rani untuk bergelayut manja, kemudian melihat sekilas jam tangan imut yang ada di tangannya sambil mengelus Elus jam tangan itu Chandra berkata " Andai waktu bisa kuputar aku akan selalu menjagamu.


" Kenapa waktu berputar dengan sangat cepatnya, padahal aku masih ingin bersama sama denganmu Rani " ucap Chandra sambil memejamkan matanya.


Jam Dinding sudah menunjukkan pukul 11.00 WITA tetapi Chandra belum bisa memejamkan matanya.


" Ada apa dengan diriku, mengapa aku sangat menginginkan Rani padahal kami baru saja akrab aku harap semoga Rani pun merasakan apa yang aku rasa biar rasa kami menjadi nyata bukan hanya khayalan semata. " Chandra kembali bermonolog.


Akhirnya dengan susah payah Chandra berusaha menutup matanya dan ia pun terlelap sampai pagi.


** Apartemen Arista


Arista melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan mulai mengguyur tubuhnya dengan air.


" Chandra betapa teganya dirimu membuatku menahan rasa ini bertahun tahun dan akhirnya kamu memilih untuk pergi bersama gadis yang baru saja kamu kenal dibanding aku yang sudah lama kenal denganmu, apa sih yang bagus dari perempuan itu, " ucap Arista sambil mendengus kesal.


" Tapi apa boleh buat ternyata kamu dan dia benar benar pasangan yang serasi sama sama miskin, ternyata kusalah menilaimu Chandra dulu aku kira kita sebanding makanya aku berusaha mendekatimu karena aku pikir kamu anak konglomerat seperti yang aku lihat dulu ketika kita masih kecil dulu Papamu sering Gonta ganti mobil, rumah kamu yang besar dan apapun itu kamu memilikinya ternyata kenyataan sekarang tak seperti yang kulihat dulu, aku takut hidup susah bila harus hidup bersamamu aku takut kamu mengatakan hal itu padaku seperti perltufas Pertamina ketika kita membeli bensin atau Pertamax yang mereka katakan adalah " Kita mulai dari nol ya " aku takut kamu akan mengatakan hal.itu padaku karena aku sudah terbiasa hidup mewah mana mungkin aku harus mulai dari nol lagi itu mustahil Chandra.


Aku Arista putri konglomerat nomor satu di Jawa timur tidak akan pernah menyetujui hal itu. " Arista bermonolog sendirian dalam kamar apartemen itu.


" Tetapi apa benar Chandra semiskin itu, ataukah ada yang disembunyikan Chandra dari aku? " ucap Arista sambil memainkan game PUBG di ponselnya.


**Rumah Rani


Hari ini Rani mengantar berkas berkas lamaran pekerjaannya pada administrasi Rumah sakit Tentara di kota itu


Rani melangkahkan kakinya menuju ke arah yang bertuliskan " Administrasi ".

__ADS_1


Sesampainya disana Ia pun mengucapkan selamat pagi pada petugas itu.


" Selamat pagi Pak saya Rani Prada Winata mau mengantar berkas lamaran saya " ucap Rani sambil menyerahkan berkas lamaran pekerjaannya itu pada petugas tadi.


Petugas itu menerimanya dan mulai melihat lihat profil lengkap dari Rani kemudia petugas itu menelepon seseorang.


Rani melihat sekeliling ruangan itu dan tanpa ia sadari sedari tadi sepasang mata menatapnya dari arah belakang.


Dialah Chandra Hadinata Perwira muda di TNI AD sekaligus Dokter yang bertugas di tempat itu.


" Apa aku tidak salah melihat, " ucap Chandra mulai bermonolog sendirian.


" Anda akan langsung di interview sekarang Mbak, " ucap Petugas itu pada Rani.


" Benaran Pak? " tanya Rani tak percaya.


" Iya benar, persiapkanlah dirimu dan ini berkas berkas mu nanti orangnya akan datang keruangan ini ," ucap petugas itu dan pergi meninggalkan Rani.


" Selamat Pagi, " ucap seseorang dari belakang Rani sambil mendekat ke arah Rani.


Chandra melangkah masuk dan duduk tepat di hadapan Rani.


" Dek Rani ngapain disini mau melamar kerja ? " ucap Chandra pada Rani.


" Iya Mas aku sudah nganggur sudah hampir 3 bulan Mas, aku pengen kerja pengen menghasilkan uang sendiri dan bisa nabung untuk masa depanku Mas awalnya sih ibuku bilang nanti ibu akan rekomendasikan aku ke temannya untuk masuk ke Rumah Sakit Tentara ini tapi kutolak Mas, aku akan berusaha sendiri tidak mau tergantung sama mama, sudah cukup mama menyekolahkan aku sekarang saatnya aku berusaha sendiri, " Ucap Rani sambil menatap Chandra dengan senyuman.


Chandra tersenyum mendengar ucapan Rani yang sangat jujur itu membuat hati Chandra semakin menggebu untuk memiliki Rani.


" Dek Rani tunggu aja ya ntar juga orang yang akan memberikan interview keruangan ini Mas pamit dulu ya setelah interview kita ketemuan ya ," ucap Chandra sambil melangkah pergi


**Bersambung guys**

__ADS_1


__ADS_2