
Setelah seminggu di Kota Kupang akhirnya Rani dan Richard pun kbali ke pulau Dewata di mana tempat mereka tinggal bersama kedua orang tuanya.
" Kak Richard ! adek lupa bawa boneka beruang adek, gimana caranya agar Opa dan Oma mengirim paket ke sini ya Kak ? " ucap Rani pada Richard.
" Mana aku tahu, adek sih Kakak suruh periksa barang barang katanya sudah beres , " ucap Richard sambil tersenyum tipis.
" Kak ! " panggil Rani lagi.
" Ada apa lagi Dek ? " tanya Richard.
" Itu Papa dan Mama sudah datang menjemput kita Kak ! " ujar Rani sambil tersenyum bahagia.
" Mama ! Papa ! " panggil Rani penuh rasa rindu.
" Rani rindu sama Papa dan Mama, sangat rindu , " ucap Rani sambil berlari menuju Papa dan Mamanya sambil memeluk Mama dan mencium kedua pipi Mama Alexa.
" Hmmm.... rindunya cuma untuk Mama saja terus Papa gak ada yang merindukan Papa? " protes Papa Yoseph Frainademets pada putri bungsunya itu.
" Ya ya Adek merindukan Papa juga, kan adek sudah bilang kalau adek merindukan Papa dan Mama " ucap Rani sambil memeluk Papa Yoseph lagi.
" Nak, beberapa hari yang lalu orang tua Chandra berkunjung ke rumah mereka berniat melamar kamu nak, tetapi karena kamu gak ada mereka berniat akan melamar kamu saat kamu pulang nak " ucap Mama Alexa lagi.
" What ? serius Mam ? " tanya Rani kaget.
" Ya serius lah Nak, " jawab Mama Alexa lagi.
" Apa kamu udah benaran mau menikah ? Mama gak maksa kamu pokoknya Mama dan Papa akan mendukungmu apa pun yang kamu mau Dek " ujar Mama Alexa lagi.
" Nanti kita bicarakan lagi " ucap Mama Alexa menggandeng tangan putrinya menuju ke mobil.
" Ayo nak kita pulang dulu ya nanti setelah itu kita bicara lagi " ucap Mama Alexa lagi.
" Mam apakah Rani sudah cocok menikah belum Mam ? " tanya Rani lagi.
" Dilihat dari umur sih susah cocok ! " ujar Mama Alexa.
" Ah mama aku kan masih ingin kerja dulu, sambil menunggu Mas Chandra pulang " ucap Rani pada Mama Alexa lagi.
**
Keesokan harinya Rani bersiap siap untuk berangkat kerja.
" Semoga hari ini semua pekerjaan berjalan lancar ! Amin " ucap Rani pada dirinya sendiri.
Ketika hendak melangkah masuk dalam ruangan Rani menepuk jidatnya sambil berbicara pada dirinya sendiri " Sialan aku kok bisa lupa tas ku ya ? " ucap Rani sambil berbalik dan melangkah ke parkiran.
Setelah mengambil tas di dalam mobil kemudian Rani melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya.
" Selamat pagi Dok ! " seseorang memberi salam pada Rani.
__ADS_1
" Pagi juga Sus hari ini saya ada kegiatan apa saja ya sus ? " tanya Rani pada Suster Lona.
" Hari ini kita ada pertemuan dengan keluarga pasien X yang sudah lama koma tetapi dua hari yang lalu pasien X mulai menggerakkan tangannya karena selama ini istrinya selalu mengikuti saran Dokter Rani makanya mereka ingin bertemu dengan Dokter untuk membahas langkah apa yang akan diambil selanjutnya untuk proses penyembuhan pasien X " ucap Suster Lona.
" Baiklah, tolong siapkan les pasien ya saya ganti baju dulu " ucap Rani sambil berlalu pergi ke dalam ruangannya.
**
Setelah pertemuan dengan keluarga pasien X Rani merasa sangat lapar dan ingin pergi ke warteg terdekat untuk makan siang.
Setelah ganti pakaian Ranie mengajak Suster Lona untuk makan bareng di warteg.
Ketika mereka masuk mereka tak melihat kalau Charlos si cacing kepanasan sementara duduk dan makan bareng seorang wanita cantik, sudah tentu cantiknya tak secantik Dokter Rani Prada Winata ya ? hehehe halu author pokoknya Rani lah gadis paling cantik dan baik hati di cerita ini.
Setelah memesan makanan Rani bergegas menuju ke wastafel untuk mencuci tangannya.
**
Charlos kaget ketika melihat Rani berjalan dengan entengnya menuju ke wastafel itu.
" Kenapa dia harus muncul ketika aku mulai membuka diri untuk wanita lain ? " gumam Charlos dalam hati sambil matanya tetap melihat ke arah gadis berambut panjang yang sementara mencuci tangannya itu.
Perasaan Charlos sungguh sangat berkecamuk ketika melihat gadis pujaan hatinya berjalan di depannya.
" Mas, kamu lihat apa sih ? " tanya gadis yang duduk tepat di hadapan Charlos.
" Kenapa kamu cemburu aku melirik gadis itu ? " ucap Charlos ketus.
" Rena ! please jangan bikin aku ilfil, asal kamu tahu aja gadis itu adalah cinta pertamaku dan aku akan perjuangkan itu sampai kapanpun bahkan nyawaku taruhannya " ucap Charlos ketus.
" Ka... kamu sungguh keterlaluan Mas ! " ucap Renata sambil menatap gadis yang dari tadi di tatap oleh Charlos.
" Siapa sih gadis itu ? " gumam Renata dalam hatinya.
" Awas saja aku akan mencari tahu kamu perempuan iblis, " ujar Renata sambil memukul meja.
" Mau apa kamu ? awas saja berani kamu menyentuhnya takkan ku biarkan kamu hidup ! " ujar Charlos serius.
" Benar benar keterlaluan Mas Charlos ini " ucap Renata sambil berdiri hendak pergi tetapi di tarik oleh Charlos.
" Mau kemana ? " tanya Charlos sambil tersenyum sinis.
" Apa urusanmu ? " ucap Renata sambil mencoba melepaskan tangan Charlos.
" Kamu pikir kamu bisa seenaknya pergi dari genggamanku ya mimpi kamu ! " ujar Charlos sambil menatap wajah Renata.
" Duduk ! " Perintah Charlos.
" Kamu ikuti saja permainanku atau aku akan buat kamu dan keluargamu menyesal " ucap Cahrlos sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
" Kamu tunggu aku disini ya ? " ucap Charlos pada Renata.
" Mau kemana Mas ? " tanya Renata pada Charlos, tetapi tak di jawab oleh Charlos pria itu pergi tanpa sepatah kata pun.
" Menyebalkan ! " ujar Renata sambil terus memperhatikan ke arah Rani.
" Apa sih istimewanya gadis itu ? " gumam Renata sambil menatap ke arah meja Rani.
" Aku akan mencari tahu tentang gadis itu " ucap Renata sambil menekan tombol ponselnya menghubungi seseorang.
" Hallo...? Gustavo tolong cari tahu informasi tentang gadis itu.
" Cepat ya ? " ucap Renata sambil tersenyum puas.
" Aku pasti akan mengetahui siapa dirimu gadis sinting " ujar Renata sambil mengunyah bakso yang baru saja masuk ke dalam mulutnya itu.
**
" Dok, ayo kita pulang " ajak Suster Lona sambil berdiri dan berjalan ke kasir.
Setelah itu Rani langsung berbalik ke arah pintu keluar dan pergi dari hadapan Orang orang yang berada di dalam warteg.
" Habis ini kamu tolong lengkapi les pasien D ya aku ada urusan penting yang harus ku urus " ucap Rani pada Suster Lona.
" Baiklah Dok " ucap Suster Lona sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya dan Dokter Rani.
Tiba tiba pintu ruangan Dokter Rani di ketuk " Tok...! tok ...! tok... !
" Masuk ! " ucap Rani sambil mengganti pakaiannya.
" Permisi " ucap suara itu lagi.
" Siang Bu saya kurir dari Wahana mengantarkan paket, apa benar Anda Dokter Rani ? " tanya Kurir itu lagi.
" Iya Benar itu nama saya ! " jawab Rani sambil tersenyum.
" Ada apa Pak " tanya Rani lagi.
" Ada paket dari Pak Chandra " ucap Kurir itu sembari memberikan sebuah paket pada Rani.
" Tanda tangan di sini ya " ucap Kurir itu pada Rani.
" Terima kasih ! " ucap Rani sambil tersenyum.
Kemudian ia meletakkan Bungkusan paket itu di atas meja kerjanya.
Perlahan lahan dibukanya bungkusan itu dan betapa senangnya ketika dilihatnya sebuah boneka beruang kutub yang sangat cantik.
Disana tertulis kata kata indah pada sebuah kertas " Kaulah Nadiku Rani Prada Winata I Love You "
__ADS_1
** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰**