
**Selamat Idul Adha bagi teman teman yang merayakannya**
🍬💙🍬💙🍬💙🍬💙🍬💙🍬💙🍬💙🍬💙
Beberapa saat kemudian terdengar pintu diketuk tanda bahwa kurir telah mengantar makanan pesanan mereka.
"Tok...tok...tok... Permisi!"Sapa suara dari luar pintu kamar.
"Sebentar saya buka pintunya!"ucap Chandra sambil melangkah menuju ke pintu dan membukanya.
"Selamat siang Pak,ini pesanan anda silahkan di makan selagi hangat dan tolong di rating dengan bintang lima ya Pak?"ucap Kurir itu sambil tersenyum tipis.
"Terima kasih Pak, tenang saja saya akan memberi bintang lima pada rating kamu!"ucap Chandra sambil tersenyum kemudian membayar harga yang tertera pada label makanan itu.
"Ini Pak Uangnya!"ucap Chandra sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada pria itu.
Pria itu pun menerimanya dengan suka cita.
"Pak ini kembaliannya!"ucap kurir makanan tadi sambil memberikan beberapa lembar uang kembalian tetapi di tolak oleh Pak Chandra.
"Buat kamu saja ya?saya gampang mencari uang, anggap saja ini rezeki kamu hari ini dan jangan lupa untuk selalu bersyukur ya?"ucap Pak Chandra sambil tersenyum pada Kurir itu.
Kurir itu pun tersenyum dan menundukkan kepalanya.
"Terima kasih Pak, saya permisi dulu dan silahkan pintunya ditutup lagi."ucap Kurir itu sambil menundukkan kepalanya dan segera pergi dari hadapan Chandra.
"Sayang! kok lama banget sih aku kan sudah sangat kelaparan sayang?"ucap Rani yang sedari tadi udah menahan rasa laparnya itu.
"Iya sayang sabar ya aku siapkan dulu makanannya!"Sahut Chandra sambil tangannya cekatan menyiapkan makanan untuk mereka santap.
Rani dengan tidak sabaran langsung duduk disamping Chandra kemudian mulai menyendok makanan ke piring Chandra dan memberikan pada suaminya itu baru kemudian menyendok makanan untuk dirinya.
Selama makan mereka tak pernah berbicara sepatah kata pun.
**🍬💙🍬💙
"Sayang ayo duduk duduk di lantai bawah sambil menatap indahnya langit dan awan awan yang berarak senja hari."ucap Rani sambil bergandengan tangan dengan mesranya.
"Istriku!"ucap Chandra tiba tiba.
"Iya sayang ada apa?"tanya Rani penasaran.
"Maafkan aku ya kalau liburan untuk honeymoon kita tidak lama sampai sebulan ini hanya seminggu saja apa kamu gak apa apa? Kalau mau marah ya marah saja padaku? Tadi pagi aku baru saja terima email untuk segera balik ke Indonesia dua hari lagi sayang!"ucap Chandra panjang lebar.
"Ya aku sih gak apa apa sayang, kamu kan abdi negara sayang, apapun yang kamu lakukan dan kerjakan aku selalu mendukung kamu sayang!"ucap Rani sambil menyunggingkan senyum terindah dan tulus pada suaminya itu.
"Terima kasih sayang!"ucap Chandra sambil mengecup kening istrinya itu dengan penuh rasa sayang.
"Besok kita belanja belanja ya apapun yang kamu inginkan sayang!"ucap Chandra sambil tersenyum.
"Sayang kalau belanja belanja kan nanti barang barang bawaan kita banyak sayang gimana kita bawanya?"ucap Rani sambil mengangkat kedua bahunya.
"Gampang lah kalau itu lagian kita kan pulang nanti pakai jet pribadi milik Papa dan Mama sayang!"jawaban Chandra membuat Rani kaget tetapi tak ditunjukkan mimik wajah kagetnya.
"Baiklah sayang kalau begitu"ucap Rani sambil menyenderkan kepalanya pada bahu pria bertubuh atletis dan seksi itu.
Mereka berdua pun menikmati indahnya sore hari.
Rani duduk di kursi sambil bersandar di bahu suaminya itu kemudian ia mengarahkan kamera ke arah matahari yang akan terbenam itu.
(Sumber dari Facebook)
__ADS_1
"Sayang! ini benar benar indah."ucap Rani sambil memperlihatkan hasil jepretannya pada Sang suami.
"Wah hasil jepretan yang sempurna istriku!"Chandra tersenyum sambil menatap matahari yang sudah tinggal setengah bagian itu.
"Ayo balik Sayang, besok pagi kita kesini lagi untuk melihat matahari pagi!"ucap Chandra sambil tersenyum dan menggandeng tangan istrinya itu.
Rani pun bangkit dari duduknya dan melangkah dengan elegan di samping Sang suami dengan mesranya membuat yang memandang jadi cemburu.
Ketika sampai di lobi tanpa sengaja ada seorang pria bertopi dan memakai kacamata dan masker menabrak tangan Rani dengan agak keras sehingga Rani sampai terhuyung huyung hampir jatuh untungnya langsung di peluk erat oleh Chandra.
"Kamu gak apa apa kan sayang?"tanya Chandra sambil hendak mengejar pria itu tetapi Rani menarik tangannya.
"Sudahlah sayang aku gak apa apa!" ucap Rani sambil memegang erat tangan suaminya itu.
"Sayang aku tahu kamu tidak mau membuat jadi masalah kan?Tapi orang itu sangat keterlaluan sekali menabrak istriku sampai terhuyung huyung."ucap Chandra sambil berkacak pinggang.
"Sudahlah sayang kita kan kesini untuk berbahagia bukan untuk berkelahi!"ucap Rani sambil mendaratkan ciuman manis pada pipi Chandra membuat hati Chandra yang memanas jadi dingin.
"Terima kasih isteriku tercinta kamu selalu meluluhkan hatiku, aku mencintaimu!"ucap Chandra sambil memeluk erat tubuh ramping wanitanya.
"Sayang peluknya jangan kuat kuatlah aku gak bisa bernafas dengan lega!"ucap Rani sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya itu.
"Eh iya sayang maaf!"ucap Chandra sambil melonggarkan pelukannya.
Kedua insan yang berbahagia itu pun kembali ke kamar mereka sambil sesekali membuat humor yang menghibur bagi mereka berdua.
"Sayang, aku kok lapar banget ya!" ucap Rani sambil memegang perutnya.
"Lapar lagi?"ucap Chandra sambil tersenyum.
"Baiklah kita pesan lagi makanannya ya?"ucap Chandra sambil membuka aplikasi pemesan makanan pada ponselnya tetapi di cegah oleh Rani.
"Nggak usah sayang aku ingin kita mengunjungi pasar makanan khas kota ini sayang biar kita bisa menikmati jenis jenis makanan khas kota ini bagaimana?"ucap Rani sambil bertanya pada Chandra.
Beberapa saat kemudian datanglah sebuah mobil Bugatti Veyron sport warna putih langsung parkir di depan mereka berdua, dan kalian mau tahu gak, ternyata itu adalah mobil milik Chandra yang sudah tersedia untuk mereka berdua selama berbulan madu disini tetapi karena Rani tidak suka bepergian dengan mobil mewah akhirnya mereka baru bisa memakainya malam ini.
"Ayo cepat sayang aku udah gak sabar lagi!"ucap Rani sambil masuk ke dalam mobil Bugatti Veyron itu.
"Sabar dong sayang, kan kota harus perlahan lahan agar perjalanan kita ke sini tidak sia sia sayangku!"ucap Chandra dengan maksud yang baik tapi langsung ditanggapi oleh Rani dengan suara yang sangat mengundang amarah Chandra.
"Tapi sayang aku sudah benar benar lapar rasanya sudah tidak tahan lagi apa kamu ingin aku kelaparan disini hah?"ucap Rani tiba tiba dengan suara tidak seperti biasanya.
Chandra langsung mengerem mobilnya dan melihat wajah Cantik isterinya itu dalam dalam.
"Apa yang terjadi padamu? kenapa kamu berbicara dengan nada seperti itu?apa aku tidak sabar dengan apa yang sudah kamu lakukan padaku?Apa kamu sudah tidak sayang aku lagi?"ucap Chandra sambil menghentikan mobilnya dan menatap wajah cantik perempuan yang sudah menjadi bagian dari hidupnya itu.
Rani tidak ingin memperkeruh suasana sehingga ia pun langsung memeluk erat lengan pria itu sambil meminta maaf.
"Maafkan aku sayang!"ucap Rani sambil memeluk erat lengan pria itu sambil menangis membuat hati Chandra luluh seketika.
"Kamu tahu gak kalau aku tidak bisa dikasari, aku bahkan akan sangat buas jika ada orang yang menyakiti perasaan aku Rani Paham kamu!" ucap Chandra sambil memutar kembali mobil itu ke hotel dimana mereka menginap.
Dan Chandra tidak tahu kalau Rani sedang mengidam, Rani benar benar kecewa karena Chandra sudah memutar mobil kembali ke hotel dimana mereka menginap.
"Suamiku maafkan aku!"ucap Rani sambil memeluk erat tubuh pria tampan itu.
Tetapi Chandra tidak membalas pelukan gadis itu hatinya sangat dongkol dan emosinya sudah di ubun ubun.
"Kita itu kesini untuk bukan madu bukan berantem disini kamu paham, kamu mau aku kasar sama kamu?"tanya Chandra lagi tanpa menoleh ke arah Rani yang sedari tadi sudah menangis sesenggukan.
Namanya orang hamil moodnya sangat tidak bagus, kadang baik kadang tidak baik dan lagi Rani sudah merasakan kalau ada perubahan pada dirinya dan tubuhnya tetapi ia belum yakin dan belum ingin memakai test pack.
Rani pun terdiam dan hanya memegang perutnya saja yang semakin kelaparan.
__ADS_1
"Sayang kita beli makanan di restoran itu saja boleh kan?"ucap Rani memecah keheningan.
Chandra tanpa menoleh pun langsung berkata "terserah padamu!"jawab Chandra dengan ekspresi wajah datar dan dingin.
"Ya sudah sayang berhenti disini biar aku turun untuk membeli makanan!"ucap Rani sambil membuka pintu mobil dan mobil seakan tak mau berhenti membuat Rani menahan lagi emosinya yang benar benar tidak stabil itu.
Ia pun mengalah dan kembali menutup pintu mobil yang terus melaju itu.
"Kamu benar benar keras kepala Rani, kamu belum tahu kalau aku lebih keras kepala lagi!"ucap Chandra dalam hatinya.
"Kamu yang memulai semuanya, dan kita lihat siapa yang akan menjadi pemenang dalam hal ini!"gumam Chandra lagi sambil tetap menyetir tanpa melihat ke arah wanita di sampingnya yang sudah terlelap dengan deraian air mata di pipi mulus itu.
Rani mendengkur dengan sangat halusnya hingga tiba di hotel tempat mereka menginap Chandra dengan sangat kasarnya mengguncang guncang bahu Rani sambil berkata dengan suara keras.
"Rani! cepat bangun kita sudah sampai apakah kamu mau aku menggendongmu kamu pikir aku akan luluh dengan penampakan wajahmu yang kusut itu? tidak Rani kamu jangan berharap karena aku terlanjur kecewa dengan sikap kamu tadi."ucap Chandra yang masih berbicara dengan suara keras.
Rani pun membuka matanya yang sembab dan bangun dari tidurnya dan turun dari mobil tetapi ia tak masuk ke dalam karena masih ingin mencari makan untuk mengisi perutnya.
Chandra pun tak menghiraukan Rani ia bahkan melangkah dengan pasti masuk ke kamar mereka kemudian dengan ponselnya ia menelepon ibunya dan menceritakan kejadian yang menimpa mereka berdua sore tadi.
Dan apa kata ibunya? Sungguh membuat Chandra terharu bahkan menyesali perbuatannya itu.
"Nak, janganlah kamu memarahi istrimu, mungkin dia benar benar lapar atau mungkinkah dia hamil? kamu harus tahu bahwa perempuan hamil itu moodnya tidak bagus alias tidak normal kadang baik kadang tidak baik dan kamu harusnya sabar dong masa gara gara itu saja kamu sampai tega sekali dengan isteri kamu, kalau ada apa apa dengannya bagaimana? ingatlah Nak, kalian jauh dari kami dan juga perempuan hamil di awal awal itu sangat labil dan dan perlu perhatian ekstra, sekarang cepat cari isteri kamu Nak jangan biarkan hatinya semakin sakit dan berdampak pada kehamilannya itu, karena nanti kamu sendiri yang akan menyesal karena semuanya atas perbuatan kamu sendiri."ucap Mama Chandra panjang lebar.
"Terima kasih Mama, Chandra akan segera menemuinya sekarang!"ucap Chandra sambil mematikan ponselnya dan berjalan turun ke lobi hotel menuju ke arah dimana Rani pergi membeli makanan.
Ketika sampai di pinggiran jalan dimana Rani turun ia tak melihat gadisnya itu, ia pun berjalan mengelilingi tempat itu tapi tak ditemukan gadis itu membuat dirinya sangat khawatir.
Di sisi lain Rani tengah menikmati makanan di pasar makanan tradisional yang mereka kunjungi tadi dengan menumpang bis umum jurusan pasar tradisional itu yang beroperasi satu kali dua puluh empat jam.
Rani benar benar menikmati makanan itu dan membungkusnya untuk dibawa pulang ke hotel.
Rani lupa membawa jaket sehingga ia kedinginan diatas bis umum itu dan karena ia tak mendapat tempat duduk akhirnya ia pun berdiri kedinginan diatas bis itu sambil bibirnya terus menerus bergetar karena kedinginan.
Chandra pun menunggu di depan jalan raya itu sambil memainkan ponselnya karena ia mau menelepon Rani tetapi ponsel Rani ketinggalan di dalam mobil Bugatti Veyron yang mereka tumpangi tadi.
"Rani isteriku maafkan aku yang sangat kasar padamu, aku takut sesuatu terjadi pada kamu?Apa yang akan aku katakan pada kedua orang tua kita?"gumam Chandra sambil matanya tetap melihat ke arah jalanan umum.
Beberapa menit kemudian terlihat sebuah bis berhenti di halte dekat Chandra duduk dan dari dalam bis turunlah seorang wanita dengan membawa sebuah paper bag berisikan hasil belanjaannya itu.
Wanita itu terlihat sangat pucat dan kedinginan, ketika Chandra melihat kalau isterinya sudah turun dari bis itu ia pun berlari mendapati isterinya sambil memeluk erat tubuh ramping perempuan itu yang sangat kedinginan itu sambil berkata "Jangan lakukan hal ini lagi sayang, kalau pun aku marah kamu jangan sampai pergi dengan cara seperti ini, aku tak bisa aku tak sanggup kalau tak melihat kamu sedetik saja!"ucap Chandra sambil memeluk erat dan mencium kening Rani dengan lembutnya.
Dengan segera Chandra langsung menggendong Rani yang sangat kedinginan itu karena menurut perkiraan cuaca kota itu hari ini akan turun salju.
"Sayang maafkan aku yang sudah kasar padamu!"ucap Chandra sambil tetap melangkah membawa wanitanya ke dalam kamar dimana mereka tinggal.
Rani pun tersenyum dan melingkarkan tangannya di leher kokoh milik suami tercintanya itu.
"Sayang badan kamu kok panas sekali, apa yang terjadi padamu sayang?"tanya Chandra cemas.
"Aku gak apa apa kok jangan khawatir aku gak akan membuatmu panik, gak usah pedulikan aku sayang!"ucap Rani dengan suara bergetar.
"Bagaimana aku tidak khawatir kamu sendirian pergi ke pasar tradisional itu tanpa membawa jaket kamu pikir aku gak khawatir?" ucap Chandra mulai lagi dengan nadanya yang kasar.
Karena sudah terbiasa dengan nada keras seperti itu sehingga Rani merasa kalau suaminya itu sudah sangat membenci dirinya.
"Kalau khawatir kenapa tadi kamu menampar aku?"ucap Rani sambil memegang pipinya yang tadi sempat ditampar oleh Chandra.
"Maafkan aku sayang aku benar benar salah aku minta maaf, tolong maafkan aku, dan aku janji tidak akan pernah menamparmu lagi."ucap Chandra sambil mengelus pipi Rani yang sudah ia oles dengan blush on warna merah muda yang membuat seakan akan Chandra benar benar menampar pipinya tadi padahal itu hanya Prank dari Rani pada Chandra karena perbuatan Chandra tadi benar benar membuat Rani kecewa.
Rani tersenyum dalam hati sambil bergumam rasain emang enak di kerjain?
** Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**
__ADS_1
🍬💙🍬💙🍬🍬💙🍬💙🍬💙🍬🍬💙🍬🍬