
Tiba tiba Pintu terbuka dan muncullah seorang pria bertubuh tinggi tegap, berdada bidang, tampan dan berkulit putih ke dalam ruangan itu, pria itu memakai pakaian loreng dan pakaian Laboratorium sepertinya pria itu baru saja keluar dari ruang laboratorium atau apalah.
" Selamat pagi Pak, " ucap Rani sambil berdiri dan hendak berjabat tangan dengan pria itu tapi segera di tepis oleh pria itu yang tak lain bernama Charlos.
Pria itu belum fokus melihat siapa sebenarnya yang hendak berjabat tangan dengannya.
" Kita mulai ya, silahkan perkenalkan dirimu. " ucap Pak Charlos pada Rani yang sudah bergidik membayangkan pria di depannya menepis tangannya tadi.
" Nama saya Rani Prada Winata, biasa di sapa Rani, saya lulusan Kedokteran dari Universitas Indonesia tujuan saya ke sini adalah melamar pekerjaan. Saya baru selesai kuliah dua bulan lalu dan saya berharap saya diterima di Pelayanan Kesehatan ini.
Terima kasih, "ucap Rani lantang.
Charlos adalah seorang perwira tentara juga namun Charlos hanya bertugas di Rumah sakit di bagian Laboratorium dan CT Scan.
Charlos kemudian membalikkan badannya untuk melihat dengan jelasa siapakah gadis yang sudah datang melamar di Rumah Sakit ini.
Ketika Charlos mencoba melihat dengan seksama gadis itu betapa kagetnya ia karena gadis itu sangat mempesona siapapun yang melihatnya, seorang gadis berambut panjang digelung ke atas, kulit putih mulus, hidung mancung kalau senyum gigi gingsulnya sampai ingin keluar dari bibir mungil itu badan tinggi semampai dan bodynya sungguh aduhai dan sangat ramah.
Charlos tidak ingin cepat menilai gadis ini " biar bagaimanapun gadis ini jangan dikasih hati nanti melunjak " Charlos membathin.
" Baiklah hari ini interviewnya sampai disini dan Minggu depan kamu sudah bisa bekerja disini ya, " ucap Charlos dingin.
" Nanti saat kesini jangan sampai telat ya, dan jangan lupa ke bagian administrasi untuk bertanya di mana ruangan tempatmu bekerja," ucap Charlos lagi dan pergi meninggalkan Rani di ruangan itu.
Setelah pintu di tutup oleh Charlos, Charlos merasa sangat ingin melihat lagi gadis tadi ia pun sengaja kembali dan mencari pulpennya.
Ketika Charlos masuk lagi ke ruangan itu Rani sengaja tidak ingin melihat siapa yang datang, Rani sibuk menata rambutnya sambil memegang ponselnya.
Rani pun melangkah keluar dari ruangan itu dan menuju ke arah halaman depan ketika Rani melewati Ruang rawat inap dia merasakan kalau ada seseorang yang menatap ke arahnya dengan tatapan mata yang tajam tetapi Rani tetap melangkah dan pergi ke luar Rumah sakit itu.
__ADS_1
Tiba tiba Chandra muncul dari belakang dan memanggil " Dek Rani mau pulang , " tanya Chandra sambil tersenyum.
" Nggak pulang mas masih pengen jalan jalan ke mall. " Ucap Rani sambil mencoba melangkah lagi ke depan dekat jalan.
" Dek Rani sini Mas antar kebetulan Mas juga mau ke mall cari sepatu olahraga, " ucap Chandra sambil berjalan mendekati Rani.
" Mas.... Rani lupa mengambil baju seragamnya di ruangan tadi Mas, kita balik ke ruangan tadi ya Mas. " ucap Rani sambil menarik tangan Chandra dan mereka pun bergegas pergi ke ruangan interview tadi.
Ketika melewati ruang laboratorium seorang pria tampan melihat dan menegur " Broo itu pacarmu, " tanya pria itu pada Chandra yang langsung dilihat oleh semua anggota laboratorium itu termasuk Charlos yang berdiri di sudut ruangan.
Charlos mengepalkan tangannya dan berkata " Sial kenapa Chandra bisa secepat itu padahal aku yang memberikan gadis itu interview, " ucap Charlos dalam hati.
" Baiklah aku akan membuat perhitungan denganmu Chandra kita lihat siapa yang akan menaklukkan hati gadis itu, '' ucap Charlos sambil matanya masih melihat terus ke arah Rani dan Chandra.
" Ayo dek gak usah peduli pria pria itu mereka hanya mencoba menggoda kita, " ucap Chandra sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya bersama dengan Rani.
" Dek Rani gimana saat di interview tadi apa yang di tanya sama Pak Charlos? " tanya Chandra pada Rani karena yang dia tahu Charlos itu orangnya terlalu Jaim dan sangat ketus dengan orang baru tetapi lama lama jatuh cinta pada orang yang dicuekin itu.
Menurut semua teman Chandra mereka mengetahui kalau Chandra itu orang biasa yang hidupnya sengsara dari dulu sampai sekarang dan tak punya apa apa.
Dibalik itu semua Chandra adalah putra seorang pengusaha ternama yang tidak pernah menunjukkan kekayaannya justru sebaliknya karena dia menganggap semua makhluk hidup sama di mata Tuhan dan apa yang dia punya sekarang hanyalah titipan semata dari Yang Maha Kuasa.
Pak Hadinata adalah pemilik perusahaan terbesar di Asia tenggara bahkan ada juga cabang cabang kecil yang mulai merambah di Eropa.
Perusahaan itu bergerak di bidang properti seperti Vas bunga dari tanah liat dan konveksi khusus ibu dan bayi.
Chandra lebih fokus menjadi abdi negara karena sejak dulu cita citanya adalah menjadi seorang prajurit TNI AD.
Chandra tidak pernah menyombongkan dirinya bahkan kadang dia berpakaian ala kadarnya dalam pergaulan.
__ADS_1
Selama ini dia menjalankan misi mencari pasangan hidup tetapi belum ada yang benar benar sreg di hatinya sampai pada suatu waktu ia bertemu dengan Rani, disitulah benih benih itu tumbuh di hati tetapi dia masih ingin menguji Rani seberapa tulus Rani mencintainya....
** Rani
Sore itu Rani pulang dari butik, dia membeli beberapa pakaian untuk di pakainya ke kantor ataupun untuk acara acara resmi ketika Rani pergi dia tidak menyadari ada beberapa mata menatapnya dari kejauhan, mereka adalah anak buahnya Chandra Hadinata.
Mereka ditugaskan Chandra untuk mengawasi setiap kegiatan Rani dan melaporkan kepada Chandra.
" Target baru pulang dari butiq Komandan " lapor salah satu anakbuah Chandra.
" Tetap pantau dan jaga jarak " ucap Chandra mengingatkan.
Ketika ada seorang ibu ibu pengemis yang berjalan sambil menggendong anaknya masih bayi sambil meminta minta kepada orang orang yang lewat, ketika Rani melihatnya tergeraklah hatinya untuk membantu ketika dia merogoh uang seratus ribuan dan memberikan kepada ibu ibu pengemis itu tiba tiba seorang lari dari belakang dan langsung merampas uang itu dan kabur.
Waktu itu anak buah Chandra langsung mengejar dan menangkap orang itu dan membawa ke hadapan Rani, " ini mbak pencopetnya." ucap pria itu sambil membekuk orang itu.
" Mas lain kali gak boleh kamu ulangi perbuatan kamu tadi ya, selagi tangan dan kakimu masih utuh bekerjalah karena setiap tetesan keringat dari hasil kerjamu pasti akan mendapat berkat dari Tuhan, jangan sia siakan kaki dan tanganmu." ucap Rani dan memberikan kembali uang seratus ribuan itu kepada pria itu dan pria itupun meminta maaf dan berterima kasih kemudian pergi dari hadapan Rani dan ibu pengemis itu serta pria yang membekuk pencopet tadi.
" Ini buat ibu dan anak ibu tolong diterima ya buat beli makan dan susu buat Ade bayinya." ucap Rani sambil memberikan uang dua lembar seratus ribuan kepada ibu itu dan anaknya.
Ibu itu pun menerima uang itu dan mengucapkan terimakasih kepada Rani,
" Makasih ya Mbak " ucap ibu pengemis itu dan berlalu pergi dari hadapan Rani dan pria anakbuahnya Chandra.
Pria itupun berkata " Perkenalkan nama saya Rahman mbak, mbak kenapa mbak memberikan mereka uang itu padahal pria tadi jelas jelas sudah mencopet uang mbak." ucap pria itu yang bernama Rahman.
" Pak Rahman seseorang apabila melakukan dengan tidak sengaja mungkin dia mempunyai kesusahan tersendiri yang kita tidak tahu apa itu, tidak apa apa kita memberikan apa yang kita punya kepadanya, setidaknya dia bisa menyelesaikan masalah yang di hadapinya dan lagi Pak Rahman terima kasih ya sudah membantu saya membekuk pria tadi setidaknya saya juga sudah memberikan sedikit wejangan kepadanya kelak dia mau berubah ataupun tidak yang penting sudah saya sampaikan maksud baik saya " ucap Rani sekalian meminta pamit untuk pulang ke rumahnya.
" Saya pamit pulang ya, " ucap Rani dan melangkah pergi.
__ADS_1
" Komandan gak salah pilih gadis ini sungguh sangat baik hati dan bijaksana " Pak Rahman mengetik sesuatu di ponselnya dan mengirimkannya kepada seseorang yang tak lain adalah Pak Chandra.
** Bersambung ya guys, tolong di komentar, di vote dan di like serta jangan lupa di kasih tip juga biar author semangat menulis lanjutannya Obrigado barak alias terimakasih banyak 🙏