
" Itu menurut mama, kalau menurut Chandra sih setelah menikah baru pacaran itu lebih asyik mam, kita benar benar punya rasa memiliki, pacaran setelah menikah itu sesuatu hal yang jarang ditemui loh mam " Chandra meyakinkan mamanya.
" itu juga bagus, terobosan baru yang harus kamu lakukan nak, jika itu maumu mama akan mendukungnya " tandas ibu Stevie sapaan akrab ibu Stephanie.
**
Rani baru selesai membantu mamanya di dapur.
" Ma, Rani pengen banget ke pasar malam ma, di sana Rani ingin makan harum manis sebanyak banyaknya mam " ucap Rani sambil menjilat bibirnya sendiri.
"Eh, anak perempuan kok makan makanan manis sih, apalagi profesimu sekarang beda sayang, kamu bukan anak kecil lagi nak, " ucap mama Rani sambil tersenyum.
" Bagaimana kalau makannya nasi pecel aja mam, kan udah lama adek gak makan nasi pecel buatan eyang Lastri yang dulu sering jualan di pasar malam itu mam, " ucap Rani merayu mamanya.
Lagi asyik bercerita tiba tiba pintu diketuk dengan sangat kerasnya.
" Adek buka pintunya dong, ini abangmu yang paling ganteng sedunia membawakan sebuah boneka Barbie yang cantik banget, " ucap suara dari luar rumah.
" Iya bentar, pikir siapa yang ketuk pintu tau taunya kak Richard Kevin O'Leary Winata " ucap Rani sambil membukakan pintu rumah.
"Kakak dari mana sih, kenapa mukanya keringat kayak gitu, habis lari marathon ya kak, " ucap Rani sambil mengambil tissue dan mengelap wajah kakaknya.
" nggak kok,kakak habis dikejar anjing rumah di seberang jalan itu dek " ucap Chandra membela diri.
" Ayo masuk kak biar adek ambilkan air minum ya, kakak tenang dulu biar adek tuang airnya " Rani berucap sambil berlalu ke dapur.
" Ini kak diminum dulu biar rileks, " jelas Rani kemudian.
Setelah minum air Richard memberikan boneka itu pada adiknya.
" Ini ambil bonekanya, " Richard memberikan boneka itu dan Rani menerimanya dengan gembira.
" Makasih ya kak," ucap Rani sambil berlalu menuju kamarnya.
**
Kring...kring...kring...
ponsel Rani berdering berkali kali tapi Rani asyik memeluk bonekanya sehingga tidak memperdulikan bunyi ponsel itu.
Kring...kring...kring...
ponsel Rani berdering lagi dan langsung diangkat oleh Rani.
" Halo Ta , bagaimana kabarmu kok baru sekarang kamu hubungi aku sih ya, kemana aja kamu selama ini, " ucap Rani kepada orang di ponsel itu.
__ADS_1
" Maafkan aku Rani, aku mengalami masalah ibuku opname selama satu minggu karena asam lambungnya kumat lagi Ran, " ucap Ditta memelas meminta belas kasih dari sahabat kesayangannya itu.
" Ya udah gak apa apa ta, aku ngerti kok, lagian siapa juga yang marah pada sahabatku yang paling baik sedunia ini, " puji Rani kemudian membuat Ditta tertawa sejenak.
" Udah dulu ya Rani, aku mau kasih obat ke ibu dulu karena ibuku hari ini sudah bisa pulang dari rumah sakit, " ucap Ditta sambil tersenyum tipis.
**
Chandra tersenyum sendiri membayangkan wajah Rani dalam pikirannya.
" Hmmm... baby cantiknya dirimu membuat lidahku keluh tak bisa berkata apa-apa hanyalah senyuman indah yang tersungging mewakili isi hati ini baby, " gumam Chandra dalam hati.
" Mama anakmu ini sedang falling in love mam, " ucap Chandra dalam hati lagi.
Keesokan harinya, Chandra bersiap siap ke kantornya, Chandra adalah seorang perwira TNI AD yang berpangkat Letda.
Letda merupakan pangkat perwira TNI terendah.
setelah selesai bersiap, Chandra berjalan kearah garasi untuk mengambil mobilnya.
setelah masuk ke dalam mobilnya Chandra mulai menstater mobil itu dan keluar ke jalan raya menuju kantor tempat ia bekerja.
sepanjang jalan Chandra masih saja terbayang dengan pertemuannya dengan Rani beberapa hari lalu.
"Bagaimana cara mendekati gadis itu ya," gumam Chandra sambil menyetir mobil perlahan lahan.
**
Rani turun dari kamarnya menuju ruang makan, disana mama papa dan juga kak Richard sudah menunggu kedatangannya.
"wow, anak mama papa udah cantik banget, mau kemana nih dek, " tanya Kak Richard sambil memainkan sendok makan di atas piring itu.
"ah, kakak mau tau aja atau mau tau banget sih, hari ini adek pengen jalan jalan with papa mengelilingi pulau Bali ini, kakak mau ikut juga gak," tanya Rani sambil melangkah dan duduk tepat disamping mamanya.
"emang kakak gak boleh tau kemana adeknya pergi ya?" tanya Richard kemudian.
"boleh lah selagi tidak menggangu privasi adek, hehehehhehe " Rani tertawa terbahak bahak sambil mencubit pipi kakaknya.
"ayo makan dulu anak anak, mama udah terlambat nih pergi kerja," ajak Mama sambil menyendok nasi dan lauk pauk ke dalam piring suami dan anak anak tercintanya.
selesai makan Rani merapikan piring piring kotor bekas makan mereka dan mencuci tangannya dengan sabun dan mengeringkannya.
Setelah itu Rani beranjak ke kamarnya untuk mengambil tas Dior kecilnya yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi.
"ayo pap, kita berangkat " ucap Rani sambil melangkah mendekati papanya yang sudah duluan melangkah.
__ADS_1
kring...kring...kring... ponsel papanya berdering beberapa kali dan akhirnya papa mengangkat ponselnya itu.
"selamat pagi komandan, apa komandan sibuk hari ini kebetulan surat yang mau dikirim ke pusat sudah jadi mohon komandan meluangkan waktunya untuk menandatangani surat-suratnya." ucap suara itu.
"baiklah saya segera kesana," ucap papa sambil menutup teleponnya.
"nak kita ke kantor papa sebentar ya gak lama kok, papa cuma mau tanda tangan aja," kata papa sambil melajukan mobilnya.
"siapp komandan,"ucap Rani sambil memberi hormat pada papanya.
Tiba di kantor langsung papanya turun dan berjalan menuju ke kantor dan apa yang dikerjakannya secepatnya di lakukannya, akhirnya setelah tanda tangan papa kembali ke dalam mobil dan mengangkat bahunya sambil tersenyum " beres nak, ayo berangkat"
ajak papa lagi sambil menyetir mobilnya perlahan menjauh dari kantornya.
**
pushhhhhhhh pushhhhhhhh " Suara apa itu papa," tanya Rani sambil melihat ke luar jendela mobil.
"coba papa periksa ya," ucap papanya sambil menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Sial bannya kempes dua duanya," ucap papa sambil mengeluarkan alat pompa portable dari bagasi mobil.
"papa selalu membawa semua peralatan mobil kemanapun, jadi aman aman saja nak," ucap papa sambil mulai memompa ban yang kempes dengan alat portabel itu.
" Rani turun aja ya papa, sekaligus menghirup udara pagi yang segar," ucap Rani seraya turun dari mobil.
Lagi sibuk sibuknya tiba tiba sebuah mobil Fortuner abu abu mendekat ke arah Rani dan papanya.
"Gadis itu ngapain di jalanan," gumam Chandra pada dirinya sendiri.
"Coba aku lihat mungkin ada yang bisa aku bantu setidaknya menambah nilai positif sekaligus poin yang bagus dari gadis pujaan ku," ucap Chandra sambil mengemudi mobilnya secara perlahan lahan dan mendekati Rani dan papanya.
" Ada yang bisa saya bantu Pak, " tanya Chandra sambil turun dari mobil dan langsung mengambil alih pekerjaan yang sementara dikerjakan papa Rani.
"Oh... iya anak muda ini ban mobilku kempes dua duanya jadi harus pake alat portabel manual ini," ucap papa Rani sambil menunjukkan alat portabel itu.
"Alatnya rusak pak, biar pake punya saya saja ya " tawar Chandra pada papa Rani yang langsung disambut dengan baik oleh papa Rani.
" Ya nak silahkan, wah maaf sudah merepotkan mu nak " ucap papa Rani sambil tersenyum.
"gak apa apa kok pa, saya ikhlas membantu kebetulan saya mau ke kantor tadi tapi pas lewat saya lihat Bapak lagi utak atik alat ini, pastinya lagi ada masalah, ya sudah langsung saya turun untuk melihat keadaan sebenarnya." ucap Chandra panjang lebar.
akhirnya selesai juga dan ban mobil kembali normal.
" Saya Chandra Pak," Ucap Chandra sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah papa Rani.
__ADS_1
** Bersambung ya guys,mohon di kasih jempol suka dan komentar serta vote yang banyak ya, terimakasih 🙏