
**
Setelah puas jalan jalan, akhirnya Rani minta untuk diantar pulang oleh Lena.
" Len, kita langsung pulang atau makan dulu " tanya Rani sambil melingkarkan lengannya di leher Lena.
" Ran, kayaknya kita pulang aja deh," ucap Lena menolak secara halus.
" Sebelum kita pulang kita ke MBG dulu Ran, aku lupa membeli sesuatu disana " ucap Lena sambil tersenyum tipis dan menarik tangan Rani.
**
Pria itu baru saja turun dari sebuah truk milik TNI angkatan Darat, Pria itu kemudian menelepon seseorang,tiba tiba datanglah sebuah mobil Toyota Alphard dan berhenti tepat di depan pria tadi.
Pria itu pun langsung masuk ke dalam mobil dan selang beberapa menit kemudian keluarlah seorang pria tampan,tinggi, atletis, memakai pakaian kasual menuju ke MBG.
Ya, pria itu tak lain adalah Chandra William Hadinata kekasih Rani.
Ia hendak ke MBG untuk nongkrong sebentar siapa tahu ada Rani disitu.
**
" Len, emang kamu mau beli apa sih ? " tanya Rani penasaran.
" Kepo amat sih Lo Ran, aku pengen beli sesuatu pokoknya kalau sudah beli kamu bakal tahu apa yang aku beli " ucap Lena sambil tersenyum dan melangkah masuk ke dalam MBG mendahului Rani yang masih berdiri bengong.
Saat turun dari mobil tadi jantung Rani berdegup kencang sehingga ia langsung mengambil tasnya karena firasatnya sesuatu akan terjadi saat itu, selama ini filing Rani selalu benar, makanya Rani selalu hati hati.
" Jangan jangan Mas Chandra sudah kembali " Rani membathin.
Firasat Rani mengatakan, seseorang sedang menguntitnya dari tadi, sehingga ia mengatakan pada Lena untuk pergi ke Toilet.
Rani juga mencurigai Lena.
" Mungkinkah Lena bagian dari skenario Charlos ? " berbagai pertanyaan berkecamuk di otak Rani.
" Len aku ke Toilet dulu ya?" ucap Rani sambil berjalan pergi ke arah toilet.
"Bang, Si Rani lagi ke toilet ketemuan yuk " ucap Lena sambil tersenyum di ponselnya.
__ADS_1
Lena pikir Rani udah pergi, padahal Rani masih berdiri dekat situ karena tali sepatunya terlepas, sehingga ia masih duduk untuk mengikatnya.
Secara bersamaan sayup sayup Rani mendengar suara Lena sementara tertawa sambil telepon di taruh di telinganya.
" Bang Charlos ayo cepat kesini, " ucap Lena lagi.
" Oooo, jadi begini ya caramu? Aku tahu apa yang harus aku lakukan !" ucap Rani sambil berlalu ke arah toilet dan langsung berbelok arah ke menuju jalan keluar MBG.
Ketika hendak melangkah ke arah halte bus seseorang menarik tangan Rani dan langsung mendekap penuh kerinduan.
" Sayang, ternyata benar kata hatiku " ucap Chandra langsung memeluk Rani dan tak mau melepasnya.
" Ayo kita pulang sayang ! " ajak Chandra sambil tersenyum.
" Mas, Rani sangat rindu ! " ucap Rani memeluk Chandra sangat erat.
" Mas kok tahu Rani di MBG? " tanya Rani manja.
" Feeling Mas gak pernah salah, " ucap Chandra bangga sambil mengangkat kedua bahunya.
" Feeling Rani juga begitu Mas, " ucap Rani sambil memonyongkan bibirnya.
" Sayang, ayo kita pulang " ajak Andre dan langsung di setujui oleh Rani.
" Tunggu Mas, Rani WhatsApp teman dulu kan tadi kita datang bareng ! " ucap Rani mulai mengetik di handphonenya.
" Len, maaf aku duluan ya perutku sakit banget sepertinya aku lagi PMS deh " begitulah bunyi pesan Rani untuk Lena.
" What ? ya udah kamu pulang dan istrahat aja sampe jumpa di lain kesempatan ya Ran?" balas Lena.
" Bye bye Len ! " balas Rani sambil mengirimkan juga sebuah emoji senyuman manis.
**
Rani masih memeluk Chandra dengan penuh rasa rindu.
" Mas, Rani mau cerita sesuatu tetapi Mas janji gak marah sama Rani ya ? " ucap Rani sambil menyodorkan jari kelingkingnya pada Chandra dan dibalas oleh Chandra.
" Situasional sayang " ucap Chandra menggenggam erat tangan Rani.
__ADS_1
" Kalau gitu gak jadi deh Mas, " ucap Rani sambil membuang muka ke arah lain.
" Ayo sayang kita jalan jalan ke plaza Renon, Mas pengen tunjukkin kamu sesuatu." Ajak Chandra langsung menggendong Rani dan membawanya ke tempat parkir mobil, disana sudah ada sebuah mobil mewah milik Chandra.
" Mas, mau dengar gak cerita Rani ! " tanya Rani lagi.
" Mau sayang tapi ntar dulu setelah tiba di plaza Renon ya sayang ! " ucap Chandra penuh kasih.
" Siap Komandan ! " jawab Rani tegas.
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil dan membawa mereka ke plaza.
Sepanjang jalan Chandra terus menciumi kepala dan kening Rani.
" Mas, Rani mau Mas cepat urus pensiun dini saja Mas, gimana kalau Mas kerja saja sebagai dokter di rumah sakit atau kita buka rumah sakit baru, kita rekrut tenaga perawat, bidan dan Dokter" ucap Rani sambil menatap mata Chandra.
" Sayang sekarang Mas hanya ingin kita cepat menikah dan kamu cepat menjadi milikku, Mas gak mau dengar kata kata orang yang bikin telinga Mas panas " ucap Chandra sambil tersenyum dan mengecup lagi pipi Rani.
" Mas, kok cium Rani terus sih ? " ucap Rani sambil mencoba untuk duduk menjauh dari Chandra.
" Sayang maaf permintaan kamu Mas tolak, Mas sangat mencintai profesi Mas begitu juga sebaliknya kamu gak mau kan berhenti dari Dokter " ucap Chandra menggoda Rani tetapi tangannya terus menggenggam tangan mungil Rani.
" Mas I love you ! " ucap Rani sambil mendekat pada Chandra dan mengecup kening Chandra agak lama dan dalam.
" Sayang ayo kita jalan jalan dulu nanti baru kita pesan makanan sayang ya ?" ucap Chandra sambil tersenyum bahagia.
" Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa bertemu lagi kekasih hatiku, gadis yang selama ini telah membuatku jatuh cinta, gadis yang sudah mencuri perhatianku, gadis yang telah menawan hatiku " ucap Chandra sambil terus mencium pipi Rani.
Betapa sayangku padamu Rani, mulai sekarang aku akan selalu bersamamu menjalani hari hari bersama, mengerjakan pekerjaan bersama sama, mengasuh anak anak kita bersama.
" Yank, Minggu depan Mas ajukan permohonan untuk menikah dinas di Batalyon sayang mohon kamu siapkan semua berkasmu agar Mas bisa mengajukan pernikahan kita secepatnya, Mas gak bisa menahan terlalu lama Sayang Mas takut ada yang mendahului Mas " ucap Chandra seraya tersenyum lebar.
" Sayang kamu ikut Mas ke acara reuni besok mau gak, Mas gak bisa pergi sendirian." ucap Chandra sedikit memaksa.
" Maaf Mas bukannya aku gak mau ikut tetapi situasi seperti sekarang harap Mas maklum, Rani pikir hubungan kita dirahasiakan dulu tunggu sampai hari pernikahan kita baru kita umbar di sosmed atau di mana biar mereka kaget, kalau Mas bilang sekarang takutnya mereka akan menempuh cara cara yang bisa membuat semuanya gagal total " ucap Rani sedikit bijaksana.
" Iya juga ya " ucap Chandra sambil tersenyum dan mencium pipi Rani.
** Bersambung guys **
__ADS_1