*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
Episode 45


__ADS_3

✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Maaf ya sedikit pengumuman dari Author !!


Bagi yang belum menikah dilarang melakukan hubungan intim dengan siapapun sebelum halal di mata Hukum, adat dan di mata Tuhan ya ??


Atau sebaiknya episode yang ke 45 di langgar saja kalau rasa nggak nyaman, demi kebaikan kalian.


Ini semua hanya cerita fiktif belaka yang merupakan halu dari Author !! Terima kasih atas perhatiannya selamat membaca.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


**


Lanjut ya??


" Sayang jangan marah marah gitu, aku cinta padamu " ucap Chandra sambil menggendong Rani ke kamar mereka.


" Sayang mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan istriku saja dan kamu harus memanggil aku dengan sebutan suamiku " ucap Chandra sambil tersenyum pada Rani.


" Baiklah suamiku !! " ucap Rani tanpa diperintah.


" Istriku kamu makin cantik aja, " ucap Chandra sambil membisikkan kata kata indah di telingaku.


" Suamiku kamu jangan coba coba merayu deh, aku lagi bosan banget pengen gowes suamiku " ucap Rani manja.


" Boleh ! apa sih yang gak boleh untuk istriku yang cantik ini ? " ucap Chandra sambil tersenyum dan mengecup kening Rani.


" Suamiku makanannya sudah selesai dimasak belum Rani lapar banget " ucap Rani dengan manjanya dan bergelayut manja di lengan Chandra.


" Beres tuan putri ayo makan " ujar Chandra sambil menuntun Rani ke meja makan.


" Wah, suamiku kamu masak banyak sekali, apa aku boleh membungkusnya dan memberikannya untuk pengemis di jalan Suamiku ? " tanya Rani padaku dengan mengangkat alisnya yang rapi dan bulu matanya yang lentik itu.


Chandra membungkus makanan ke dalam kotak nasi dan mulai menatanya di dalam keranjang untuk dibagikan ke orang orang yang mereka temui dijalan.


" Sayang ayo makan dulu biar kamu gak masuk angin ! " ajak Chandra sambil menyendok makanan ke piring untuk mereka makan bareng.


" Suamiku aku ingin kita bulan madu ke pulau Jeju Korea suamiku, aku ingin kita pakai pakaian seperti pendekar pendekar di film film itu suamiku " ucap Rani sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


" Iya sayangku, pasti itu ! " ucap Chandra sambil tersenyum.


" Ayo makan dulu Yank " ajak Chandra lagi.

__ADS_1


Kami berdua pun makan makanan yang di masak oleh suamiku.


" Hmmm, yummy masakan suamiku emang paling the best i like pake banget " ucap Rani sambil menyuap makanan di mulut Chandra dan langsung di lahap habis oleh Chandra.


Setelah makan kami berdua pun duduk duduk di balkon kamar bungalow dan bercengkrama sampai akhirnya malam pun tiba dan Chandra mengajakku ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan melakukan aktivitas yang seharusnya sudah dilakukan saat setelah menikah waktu itu.


" Suamiku mandinya cepat ya aku kebelet nih ! " ucapku sambil pura pura memelas.


" Iya Sayangku tunggu ya ! " ujar Chandra dari dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi Chandra pun keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk yang terlilit di pinggangnya.


" Cepat masuk ! " ujar Chandra sambil melepaskan handuknya yang melilit di pinggangnya.


" Ahhhhh.... " teriakku saat melihat Chandra hanya menggunakan celana boxer saja.


Cepat cepat aku masuk ke dalam kamar mandi dan cepat cepat aku mandi sambil menahan nafas dan gemuruh di dada.


Beberapa menit kemudian aku selesai mandi dan cepat ku pakai piyama tidur yang sudah ku bawa tadi.


Aku mengikat tali piyama itu dengan kencang agar Chandra susah untuk melepaskannya.


" Ah, apakah malam ini mahkotaku akan hilang ? " gumamku pelan.


Tapi, aku gak mungkin bisa lari dari kenyataan ini, karena aku harus melayani suamiku ! kami sudah sah di mata hukum dan adat serta di mata Tuhan.


**


Aku melangkah keluar dari kamar mandi aku seperti pencuri yang mau menyelinap masuk ke dalam rumah orang saja, dan tiba tiba lampu dalam kamar padam seketika aku langsung teriak teriak ketakutan karena aku takut gelap.


" Suamiku aku takut gelap, " ujarku sambil menutup mataku.


Tiba tiba kurasakan sebuah pelukan hangat ditubuhku, dan aku yakin itu suamiku kupeluk ia erat erat sambil sesekali ku ciumi dada bidangnya.


Sayang listrik padam semuanya, kamu tunggu disini aku ke bawa untuk mengecek meterannya dulu ya sayang ?


" Nggak aku ikut " ucapku sambil memeluk erat tubuh Suamiku.


" Baiklah kalau begitu, ayo ! " ajak suamiku sambil menuruni tangga ke lantai satu.


Ketika sudah menemukan meteran listriknya suamiku mencoba menyalakan lampu senter LED yang agak suram karena gak sempat di charge.


" Lampunya padam umum sayang, ayo kita kembali ke atas " ucap suamiku sambil tersenyum geli melihat aku yang seperti anak monyet yang selalu menempel pada induknya .

__ADS_1


Setelah sampai di atas suamiku menggendong aku dan langsung di baringkannya di ranjang dan mulai menciumi seluruh wajahku, tangannya pun menggerayangi seluruh bagian tubuhku, ia pun mengecup bibirku perlahan lahan dan semakin cepat.


" Sayang apakah kamu sudah siap bersamaku menuju surga kita ? " tanya suamiku sambil melepaskan semua pakaianku.


" Iya suamiku aku siap menemanimu ke surga kita ! " ucapku sambil tersenyum tipis.


" Sayang ikatan ini kok kuat sekali ? " ucap suamiku sambil mencoba membuka tali piyamaku.


" Yank kamu harus berusaha dong biar bisa terbuka ! " ucapku cuek.


Beberapa menit kemudian suamiku telah melepaskan semua pakaianku dan kami berdua pun pergi ke surganya kami.


Mas Chandra kembali mencumbui aku perlahan lahan, semakin memanas dan akhirnya kami berdua pun menikmati malam pertama kami yang sempat tertunda akibat ulahku.


" Sayang tahan ya ini agak sakit di awal tapi cuma sebentar saja nanti juga biasa kok bahkan kamu akan memintaku untuk terus Melakukannya.


" Pelan pelan Suamiku ! " Pekikku sambil meringis kesakitan karena milik suamiku menerobos mahkotaku.


Aku pun mendesah penuh kenikmatan walaupun terselip rasa sakit yang tak ada duanya, malam ini kami pun melakukannya sampai berulang ulang hingga jam lima pagi akhirnya Suamiku tumbang di sisiku sambil tersenyum dan mengecup keningku penuh rasa sayang.


" Terima kasih sayang sudah memberikan mahkota terindahmu padaku malam ini, aku sangat mencintaimu " bisik Suamiku di telingaku.


" Suamiku jangan tidur dulu antar aku ke kamar mandi nih badan lengket semua aku gak bisa bangun Suamiku " ucapku sambil menggoyang goyangkan pundak suamiku.


" Iya sayang sabar ya ! " ucap suamiku sambil mencoba membersihkan daerah sensitifku menggunakan tissue.


" Aku gak nyaman suamiku, aku mau bersihkan menggunakan air suamiku, aku gak nyaman ! " ucapku memelas.


" Baiklah sayang aku antar ke kamar mandi ya ? " ujarnya penuh rasa sayang.


Ku gendong istriku ke kamar mandi karena ia gak bisa berjalan katanya perih sekali daerah sensitifnya.


Suamiku menggendongku sampai ke dalam kamar mandi dan aku pun mulai masuk ke dalam bathtub dengan aroma vanilla kesukaanku dan mulai berendam diri, suamiku tetap menungguku berendam sampai selesai aku pun memanggilnya lagi untuk menggendongku kembali ke kamar.


" Makasih ya suamiku ? " ucapku sambil memakai piyama tidurku yang sudah disiapkan suamiku di atas ranjang.


Ketika aku membuka selimut yang menutupi tubuh suamiku aku pun kaget dengan penglihatan ku.


Bercak darah menodai kain Seprei itu dan aku tak mau tidur aku hanya menatap bercak darah itu dengan sedih.


Kenapa aku harus sedih, ini kan semua orang yang sudah sah menjadi suami istri pasti melakukan seperti yang kami lakukan juga.


" Ah mending tidur aja aku udah ngantuk banget " ucapku sambil membaringkan tubuhku di samping suamiku yang sedari tadi sudah bermimpi indah.

__ADS_1


* Next *


Maaf karena banyak kesibukan yang menguras tenaga sehingga author baru bisa up lagi.


__ADS_2