
" Iya juga sih Kak, " ucap Rani sambil tersenyum tipis.
" Ayo Kak Andre kita berangkat , " ucap Rani sambil tersenyum simpul.
" Ayo, " ucap Andre dan Richard bersamaan.
**
Mobil yang mereka tumpangi melesat dengan kecepatan tinggi, sampai akhirnya mereka tiba di Kupang.
Ketika mobil berhenti Rani langsung menghambur keluar dari mobil langsung menuju wastafel umum yang sudah di sediakan Pemkot kota setempat dan langsung memuntahkan semua isi perutnya.
" Bedebah, kenapa gak sekalian terbang saja biar seperti pesawat terbang " ucap Rani mencaci Bang Andre.
Bukan Rani saja yang muntah tetapi juga Echy, ke dua gadis itu sama sama mengeluarkan semua isi lambung mereka.
Andre mendekati mereka dan tertawa terbahak bahak.
" Kenapa Dek ? " ucap Andre pada Echy dan Rani.
" Dasar orang gila, kenapa mengemudi mobil sangat kencang begitu, menyebalkan ! " ucap Rani sambil terduduk di atas pasir sambil memegang perutnya.
" Kak Richard juga diam saja, kenapa Kakak diam saja saat Bang Andre mengemudi dengan kecepatan tinggi seperti tadi ? " ucap Rani sambil menatap tajam ke arah Richard.
Kita seperti ini bukan di sengaja sama Bang Andre tapi menghindari si kampret Donny itu.
" Kenapa gak bilang biar kami berdua bisa siap siaga " sambung Echy dengan sengitnya.
" Sudahlah ayo kita ke pinggir pantai di ujung sana agar si Donny gak lihat kita, bagaiamana kalau kita pindah saja ke lain tempat " ucap Rani sambil mencoba melepaskan rasa emosi dari hatinya.
" Baiklah sesuai perintah tuan putri, " ujar Andre langsung menarik tangan Echy mereka masuk kembali ke dalam mobil dan mobil melaju dengan kecepatan sedang sesuai permintaan dua gadis cantik itu.
**
DONNY
" Kemana sih orang orang itu, kenapa aku di tinggal ? " ucap Donny pada dirinya sendiri.
" Bagaimana kalau aku menyusul saja ke teluk Kupang, mungkinkah mereka pergi ke sana ? " berbagai pertanyaan berkecamuk di kepala Donny.
" Bodohnya diriku, gara gara lampu merah itu makanya aku seperti ini linglung " Donny bermonolog lagi.
" Ah, sudahlah takkan lari gunung di kejar kalau jodoh mah takkan kemana " ucap Donny pada dirinya sendiri.
__ADS_1
**
Setelah berjalan jalan di sekitar teluk Kupang akhirnya mereka melepaskan lelah di tepi pantai.
Andre bermain gitar sambil bernyanyi, mereka sangat bergembira.
Sesekali Andre mencuri curi pandang pada Rani, Rani seperti sudah mengetahuinya tetapi sengaja tak perduli Kate ia selalu menjaga hatinya tetap mencintai Chandra.
**
CHARLOS
" Sudah dua hari aku tak melihat dirimu, rasanya aku ingin pergi secepatnya menemui dirimu Dek Rani, selagi janur kuning belum melengkung aku akan terus mengejarmu sampai aku mendapatkan mu " Charlos sangat galau.
Akhir akhir ini keadaan fisik Charlos menurun, bukan karena lelah dalam bekerja tetapi karena pikiran nya lagi sangat kacau.
" Rani Prada Winata, aku mencintaimu dengan segenap hati, jiwa dan ragaku " janji Charlos sambil melihat wajahnya di cermin.
**
CHANDRA
" Ijin Komandan, saya perhatikan beberapa hari ini Komandan sepertinya lagi sedih, ada apakah gerangan yang membuat Komandan seperti ini ? " ucap Pratu Heru Santoso yang merupakan anak buah dari Chandra.
" Andai waktu bisa ku putar aku ingin kekasihku itu selalu berada di dekatku kemanapun aku pergi " ujar Chandra sambil menatap ke arah yang jauh.
" Bagaimana kalau Komandan telepon saja kekasihnya Komandan biar hati Komandan tidak sedih dan galau seperti ini " ucap Pratu Heru Santoso lagi.
" Nanti malam saja, baru telepon sekarang kita sudah akan mulai kegiatan lagi " ucap Chandra sambil tersenyum tipis pada anak buahnya itu.
**
Setelah bermain main dengan pasir dan ombak sampai puas akhirnya mereka berencana untuk balik ke rumah, ketika hendak masuk ke dalam mobil seseorang menghampiri mereka.
" Tega banget kalian " ucap suara itu yang tak lain adalah suara Donny Hermawan.
" Siapa yang tega Donny bukannya kamu yang jalan duluan ? " ujar Richard sambil tersenyum sinis ke arah Donny.
" Bukankah aku sudah bilang kita jalan bareng tetapi kamu malah berlari seakan mau balap mobil " Andre pun ikut berbicara.
" Sudahlah Abang ayo kita pulang nih udah mau malam " ucap Echy menengahi.
" Aku ikut kalian pulang ya ? " ucap Donny lagi.
__ADS_1
" Heh nyong lu mau Iko Pi mana?( Hei cowok mau kemana kamu )" Echy ikut bersuara sambil menatap sinis ke arah Donny.
" Ade nona ee Beta mau ikut basong pulang ke basong pung rumah to, ( Adik Nona, Saya mau ikut kalian pulang ke rumah kalian juga ) "
" Apa boleh ? " ucap Donny dengan bahasa baku nya lagi.
" Nggak boleh lah, ini sudah malam kamu pulanglah ke rumah mu mungkin orang tuamu sudah bingung mencari dirimu " ucap Rani sambil berjalan mendekati Donny dan mendorong Donny perlahan mendekatkan ke mobilnya Donny.
" Please deh Donny, mau kamu apa sih aku kan sudah bilang dari tadi lebih baik kamu pulang saja ke rumah mu biar orang tuamu gak bingung cari kamu dasar anak bawang " ucap Andre sambil turun dari mobilnya menuju ke arah Rani yang masih berdiri berdekatan dengan Donny.
" Ayo Dek pulang, " ucap Andre sambil menggandeng tangan Rani kembali ke mobilnya.
" Bye bye Donny, semoga setelah hari ini kita gak usah ketemu lagi.
Karena aku takut ketemu sama orang seperti kamu " ucap Rani membuat Andre semakin mengeratkan genggamannya.
" Ada apa Dek ?" tanya Andre pada Rani.
" Gak apa apa Bang, cuma Rani takut bertemu orang seperti Donny yang begitu nekat " ucap Rani lagi.
" Dia gak akan macam macam sama adek, ada Abang disini Abang akan selalu menjagamu sebaik baiknya kamu kan adek Abang " ucap Andre.
" Ayo kita pulang, " ajak Andre lagi.
" Baik Abang ! " ucap Rani sambil tersenyum dan pergi ke arah mobil mereka.
" Kok lama banget sih Ran, si Donny bikin apa sama kamu Ran ? " tanya Echy sambil mengepalkan tangannya.
" Sudahlah Chy, dia memang pria yang masih labil padahal usianya sudah bisa dibilang dewasa." ucap Rani sambil menggenggam tangan Echy dan masuk ke dalam mobil mereka.
" Ayo Bang kita pulang biar bisa istirahat karena besok Papa dan Mama datang dari Bali " ucap Rani sambil menatap wajah Richard yang sedari tadi hanya diam.
" Kak Richard bilang sama Bang Andre untuk segera tancap gas Kak " ujar Rani menganjurkan.
" Abang ! ayolah Bang ! " panggil Richard pada Andre yang masih berbicara sedikit dengan Donny.
Akhirnya Andre balik ke mobil dan berkata " Ayo adek adekku kita berangkat."
" Abang ngomong apa sih sama si kutu kupret itu ? " tanya Rani lagi.
" Udahlah Dek gak usah di pedulikan, semoga saja dia gak ikut kita pulang kalau gak Kakak akan menghajarnya " ucap Richard yang dari tadi hanya diam dan melihat gerak gerik Donny.
** Bersambung ya guys tolong tinggalkan jejaknya ya guys terimakasih 🙏🥰
__ADS_1