
Sekitar pukul 03.00 dini hari, ketiga orang itu diringkus ke kantor polisi dan dimintai keterangan apa sebenarnya tujuan mereka membawa bunga dan menjenguk orang sakit.
Mereka semua membungkam mulut karena mereka tidak ingin siapapun tau kalau orang yang menyuruh mereka alias boss mereka adalah Arista sahabat kecilnya Chandra.
Chandra benar benar tidak menyangka akan hal itu tiba tiba Chandra merasakan ada yang mengguncang bahunya " Mas bangun mas kenapa tidur disitu Mas " ucap Rani langsung duduk di bangku taman kota itu.
" Jadi semuanya hanya mimpiku saja ? " ucap Chandra sambil menutup mulutnya, mencubit pipinya.
" haaaaahhhh aku bermimpi seperti kenyataan saja " ucap Chandra sambil menatap gadis cantik yang duduk di sampingnya itu.
" Aku benar benar mengalami mimpi yang buruk sekaligus mimpi yang indah " gumam Chandra dalam hati.
" Andaikan ini semua kenyataan aku takkan pernah memaafkan Charlos dan Arista.
" Mereka adalah biang kerok dari segala masalah yang melibatkan kekasih hatiku " Rani " gumam Chandra dalam hati lagi.
" Dek Rani ingat hari Senin adek sudah masuk kerja ya " ucap Chandra sambil menatap wajah Rani.
" Iya mas aku tau " ucap Rani sedikit ketus karena selalu diingatkan berulang ulang oleh Chandra.
" Mas boleh tau mas kerja di RST dibagian mana dan mas sebagai apa " tanya Rani pada chandra.
" Mas kerja di bagian penyakit dalam dan spesialis jantung paru, dan juga mas seorang prajurit TNI AD Dek " ucap Rani.
" Oooo gitu berarti Mas hebat dong bisa membaca EKG Mas, nanti tolong ajarin Rani ya Mas Rani suka sekali dengan EKG tapi gak bisa menginterpretasikan hasil EKGnya Mas " ucap Rani memelas.
" Iya boleh apa sih yang gak buat kamu Dek , Mas kan cinta sama kamu Dek apapun permintaanmu pasti Mas kabulkan " gumam Chandra dalam hati lagi.
" Eh...Mas kok melamun sih Mas mau gak ajarin Rani baca interpretasi EKG ? " tanya Rani lagi.
__ADS_1
" Pasti Mas ajarin kok, " ucap Chandra sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah depan taman itu.
" Mas kenapa Mas gak fokus aja jadi dokter ? " tanya Rani memecah kesunyian.
" Cita cita Mas dari dulu adalah menjadi Prajurit TNI, setelah lulus kuliah Mas melamar di TNI ternyata Mas lulus akhirnya langsung Mas ikuti pendidikan dan lulus dengan baik dan mulai bekerja setelah itu Mas memilih untuk melanjutkan kuliah kedokteran di universitas Erlangga Surabaya setelah lulus Mas kembali bekerja di RST saja biar dua profesi yang Mas punya berjalan beriringan " cerita Chandra panjang lebar.
" Umur Mas berapa sekarang " tanya Rani kemudian.
" Mas umur 28 tahun ini " ucap Chandra sambil menatap ke arah Rani yang sedari tadi bertanya melulu.
" Dek Rani berapa umurnya ? " Chandra balik bertanya pada Rani.
" Hmmmm... 20 tahun Mas " ucap Rani sambil tersenyum tipis pada chandra.
" Beda 8 tahun ya sama Mas " ucap Chandra lagi.
" Iya Mas berapa bersaudara sih " tanya Rani lagi.
" Mas kenapa gak cari pacar aja kan Mas umurnya udah matang tuh kalo punya pacar atau kalau bisa langsung aja cari istri biar gak jomblo lagi " ucap Rani lagi.
" Mas sudah menemukan cewek yang akan menjadi pacar sekaligus istri Mas, tinggal tunggu waktu yang tepat aja nanti Mas kenalin sama ortu Mas Semoga mereka mau menerima calon isteri Mas " ucap Chandra pada Rani.
" Jangan lupa undangannya ya Mas " ucap Rani sambil tersenyum dan mencoba menebak apa isi kepala Chandra.
Tiba tiba Rani merasa lain dengan tatapan mata Chandra pada dirinya.
" Dek Mas tanya sekali lagi ya Adek harus jawab dengan jujur, baru baru ini Mas sudah melamar Adek pas di restoran itu terus kenapa adek tanya lagi soal calon pacar dan istri Mas kan adek sudah tahu kalau adek adalah masa depan Mas dan ibu dari anak anak Mas " ucap Chandra lagi sambil menatap wajah cantik Rani.
" Adek pikir Mas bercanda ya sama adek, Mas serius pokoknya Mas akan segera melamar Adek " ucap Chandra sambil berjalan mendekati Rani dan megang erat tangan Rani sambil tersenyum dan menatap wajah cantik Rani.
__ADS_1
" Tolong Dek ya Mas gak main main dengan permintaan Mas, Mas ingin adek selalu menemani Mas dalam suka dan duka dan dalam untung dan malang, ingat itu"
ucap Chandra meyakinkan Rani.
" Mulai sekarang persiapkan dirimu Dek karena Mas akan melamar setelah adek bekerja di RST selama enam bulan " ucap Chandra serius.
" Maaf Mas Rani pikir Mas gak serius waktu itu karena Mas sangat marah Rani saat itu awalnya sih Rani udah senang sekali tetapi saat Mas menggebrak meja dan membanting tangan Rani harapan Rani langsung hilang Mas, Rani kecewa dengan kelakuan Mas yang marah Rani tanpa sebab yang pasti padahal hanya Masalah sepele sih menurut Rani tetapi Mas mengusir Rani saat itu Rani benar benar kecewa dan benci sama Mas tetapi kenapa semakin rani membenci Mas Rani semakin tidak ingin kehilangan Mas " Isak Rani yang sedari tadi sudah berkaca-kaca matanya.
" Mas tega banget ngusir Rani , " ucap Rani terbata bata.
" Maafkan Mas sayang Mas gak akan ulangi lagi kesalahan itu Mas janji akan selalu melindungi dan menyayangi Adek sampai menua bersama " ucap Chandra sambil mengelus rambut panjang Rani.
" Hari ini Mas gak bawa cincin ataupun apa tapi Mas akan berikan cincin lamaran itu saat Malam Minggu nanti apa Adek mau memaafkan Mas dan mau menerima Mas " ucap Chandra lagi.
" Adek mau tapi ada syaratnya " ucap Rani sambil tersenyum.
" Apa syaratnya " tanya Chandra menggebu-gebu.
" Nanti aja ya syaratnya Rani pikirkan dulu " ucap Rani sambil tertawa.
" Baiklah Mas tunggu syaratnya ya, tapi Mas harap adek mulai saat ini menjauhi Charlos karena Mas cemburu saat melihat Charlos menatap adek dengan tatapan yang lain, Mas hanya ingin adek gak usah dekat dekat dengan si mata keranjang itu " ucap Chandra lagi sambil tersenyum bahagia.
" Ih mas nih , biasa saja kale lagian siapa juga yang mengharapkan Pak Charlos itu perasaan Mas aja karena diselubungi oleh rasa cemburu berlebihan " ucap Rani tersenyum penuh kemenangan.
" Mas tenang aja kasih sayang adek dan cinta adek hanya untuk Mas Chandra seorang " ucap Rani lagi.
" Ayo pulang Dek Mas harus mengerjakan pekerjaan Mas yang masih tertunggak " ucap Chandra menggandeng tangan Rani.
" Mas Rani lapar, gimana kalau kita makan dulu ntar baru pulang lagian Mas kenapa sih harus menunda nunda pekerjaan penting seperti itu ? " Rani balik bertanya.
__ADS_1
** Bersambung ya Guys Tolong di vote, di like dan dikomentari dan juga jangan lupa kasih author tip ya biar author makin rajin mengupdate bab babnya.Terima kasih **🙏