
Dengan langkah gontai Chandra kembali kerumahnya, langsung menuju kamarnya ketika hendak masuk kamar ia bertemu mamanya.
"Anak mama terlihat sangat sibuk akhir akhir ini," ucap mama Stevie sambil menghampiri putranya.
" Saking sibuknya sampai sampai melupakan ibunya yang semakin sekarat akibat kesepian " mama Stevie sedikit memelas agar anaknya mau menjelaskan apa kesibukannya akhir akhir ini.
" Ah...Mama Chandra memang ada sedikit urusan tapi bukan berarti Chandra melupakan mama, Chandra kan sudah pernah janji sama mama bahwa Chandra akan membawakan seorang menantu yang cantik menawan dan baik akhlaknya untuk mama kan, makanya untuk mencapai itu Chandra harus bekerja keras ma, percaya deh sama chandra ma." ucap Chandra sambil senyum-senyum.
" Butuh waktu untuk mencari orang yang benar benar Chandra cintai dan yang benar benar mencintai Chandra " ucap Chandra sambil mencium pipi mamanya.
" Baiklah mama percaya sama anak mama, " ucap mama sambil mengelus kepala Chandra dan berlalu dari hadapan Chandra.
" hmmmm, Chandra menghembuskan nafasnya secara lembut dan melangkah pergi ke kamarnya.
Sampai dikamarnya Chandra kemudian membuka ponselnya dan mengecek nomor ponselnya Rani, sambil tersenyum memandang foto profil Rani yang kelihatan sangat cantik dengan senyuman yang tersungging di bibirnya yang mungil itu.
" Aku akan berpura pura menjadi pria miskin untuk menguji kedua perempuan ini, karena sejak dulu aku tak pernah menunjukkan identitas asliku pada semua orang dan keluargaku juga demikian aku pikir aku bisa memakai cara ini untuk mendapatkan cinta sejatiku, " gumam Chandra dalam hati.
"kring kring kring, bunyi ponsel Chandra dan lagi lagi Arista menelepon ada apa sih tuh cewek selalu saja ganggu khayalanku, " Chandra mengepalkan tangannya dan menekan tanda Ok.
" Halo mas aku udah balik lagi ke apartemenku mas dua hari lagi aku balik lagi kerumah nenek, mas bisa tolong temani aku ke pasar malam gak, itu loh pasar tradisionalnya orang Bali yang sering diadakan setiap tahun sekali mas apa namanya pentas kesenian Bali mas, aku ingin melihat sesuatu yang mungkin bisa kubawa pulang ke Surabaya atau yah sampai disana baru deh kita lihat, " ucap Arista tanpa memberikan kesempatan berbicara pada Chandra.
" Mau cari apa di pasar malam Ris, " tanya Chandra kemudian.
" nanti aja sampai di pasarnya ya," ucap Arista hendak menutup ponselnya tapi langsung di disambar Chandra " boleh tapi aku cuma punya waktu dua jam karena setelah dua jam aku harus pulang ada sedikit urusan sama papa aku, " ucap chandra mencari alasan yang tepat karena dia tahu yang namanya makhluk bernama perempuan kalau berkunjung ke pasar atau pusat perbelanjaan pasti lamanya bukan main.
"Ok deh ayo siap, aku jemput nanti jam enam sore ya," ucap Chandra sambil menutup ponselnya.
Setelah berkutat hampir sejam lebih akhirnya pilihan Arista jatuh pada celana panjang jeans dan sepatu kets putih serta memakai baju kaos putih di padukan dengan jaket kulit cantik yang membalut tubuhnya.
" Aku sudah terlihat sangat cantik," ucap Arista sambil menyisir rambut pendeknya dan tak lupa ia selipkan sebuah jepit di sisi kanan rambutnya agar terlihat menarik.
Pukul 17.30 WITA, Chandra meluncur ke apartemen Arista dengan mengendarai sepeda motornya yang bisa dibilang sepeda butut, sesampainya di apartemen Arista ternyata Arista sudah menunggunya di halaman depan.
" Selamat datang mas, " ucap Arista sambil tersenyum manis ke arah Chandra.
" Ayo Ris gak usah banyak basa basinya deh, " ajak Chandra sambil mempersilahkan Arista menuju motornya.
Chandra ingin melihat apa reaksi Arista ketika melihat motor bututnya itu, karena Chandra tahu benar sejak SMA Arista menaruh perhatian pada dirinya dan saat itu Chandra benar benar tidak peduli malah makin cuek aja, dan sekarang Chandra ingin mengetahui seberapa kadar cinta Arista padanya.
Arista melotot " hah dengan motor butut ini mas, " ucap Arista setengah berteriak.
" Chandra sengaja tidak mendengarnya dan pura pura bertanya " Bagaiman Ris ayo berangkat ini helm untukmu, beruntungnya kamu memakai celana jeans kalau gak susah sudah saat kita mengendarai motorku ini.
Arista mengutuk Chandra dalam hati " kenapa pakai motor butut segala, aku kan udah dandan cantik, pakai parfum mahal kok malah naik motor sih, ntar bisa bisa wangi parfumku hilang deh, " sungut Arista dalam hati.
" Mas, mobil kamu yang kemarin kemana mas, " tanya Rista memberanikan diri.
" Apa Ris, " Chandra sengaja tuli dan malah balik tanya.
" Mobil kamu yang kemarin kemana, " ucap Arista sambil berteriak.
"Ooohhh mobil itu, punya bosku Ris, kebetulan waktu itu bos menyuruhku membawanya ke bengkel nah pada saat itu kamu menelepon langsung aku cuss ke Bandara, " ucap Chandra tanpa dosa.
" Ooo gitu ya mas, " ucap Arista perlahan seakan akan mau pingsan dan menjatuhkan dirinya di jalanan ini, Arista melemas.
" Ya udah deh kali ini aja aku ajak kamu jakan jalan nanti aku akan usahakan menjauh darimu yang masa depanmu sungguh sungguh tidak jelas." Arista membathin.
**
Setelah lukanya di kompres bundanya, Rani merasa agak baikan dan mulai melaksanakan aksi manjanya.
" Ma, Kak Richard kemana sih, adek pengen minta tolong kak Richard mengantar adek ke pasar malam itu loh pasar tradisional ma di jalan Hayam Wuruk ma, kita pernah kesana kan beberapa tahun lalu, mumpung adek belum kerja adek pengen kesana pengen makan gulali, pengen makan bakso beranak, pengen belanja jam tangan unik yang lucu lucu ma, pengen belanja tas tas yang murah dan lucu serta imut pokoknya adek pengen belanja di pasar malam itu ma, please bantu adek minta kak Richard antar adek kesana mam, " Ucap Rani memelas.
" Iya sayang mama akan minta kakakmu untuk menemanimu ke pasar malam tapi jangan lama lama ya, " ucap mama sambil mengelus pipi Putri bungsunya itu.
" horee horee... " ucap Rani sambil berjingkrak-jingkrak bahagia dan pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya untuk bersiap siap.
Setelah 10 menit Rani selesai mandi dan mulai berdandan.
Rani memakai sebuah dress merah maroon panjangnya sampai lutut di padukan dengan Cardigan hitam lengan panjang tapi boleh dilipat, tak lupa ia memakai celana short hitam ketat lembut diatas lututnya,dan memakai sepatu teplek yang terbuka menunjukkan jari kakinya yang lentik kemudian memoleskan sedikit make up secara tipis tipis karena aslinya sudah sangat cantik dan memoleskan juga lipstik warna nude yang bikin bibirnya sedikit lembab dan cantik senada warna bibirnya ia terlihat sangat sederhana tapi mewah, di raihnya sebuah tas selempang Dior warna hitam dan beranjak ke ruang tengah dimana ibunya sementara mengatur buku buku yang baru dibelinya tadi siang.
" Mam, adek udah selesai siap, mana kak Richard mam, " ucap Rani sambil mendekat kearah ibunya.
" Kakakmu masih siap, " ucap mama Alexa tanpa menoleh sedikitpun ternyata Richard sudah selesai bersiap siap untuk pergi.
" Kakak udah siap tuan putri, adek aku hari ini cantik banget mau goda pria siapa sih," ucap Richard sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Ah kakak ngaco deh, adek kan harus tampil cantik dimanapun berada, lagian adek tampilnya gak norak kan tapi sangat mengesankan bagi yang melihatnya," ucap Rani sambil melingkarkan tangannya di pinggang kak Richard.
Ibunya tersenyum bahagia " Anak anakku kalian sudah semakin dewasa, mama bangga punya kalian ," ucap mama seraya mendekati anak anaknya dan hendak memeluk tapi langsung di tepis oleh papa Winata " mama peluk papa juga dong " ucap papa Winata sambil memeluk anak anak dan istrinya.
" Eh papa baru pulang pa, ayo mama sudah siapkan air hangat untuk papa mandi, setelah itu mama temani papa makan, " ucap mama sambil melepaskan pelukannya.
" Papa, Rani minta uang dong ," Ucap Rani sambil memeluk papanya.
" Kan ada kak Richard, " ucap Richard sambil mengelus rambut adeknya yang sangat disayanginya dan kadang sangat menyebalkan itu.
" Adek pengen dari papa juga, " ucap Rani lagi.
Papanya kemudian mengambil sesuatu dari dalam tasnya, " Ini buat adek kartu black gold unlimited, PINnya tanggal lahir adek ya," ucap papa Winata sambil menyerahkan kartu itu ke pada putri tercintanya.
" Dan ini uang buat belanja di pasar malam nanti, " ucap mamanya sambil memberikan segepok uang ratusan ribu rupiah kepada putrinya.
" Kalau kak Richard kan udah punya uang sendiri, jadi gak perlu di khawatirkan " ucap Richard sambil memberikan juga segepok uang pada Rani nih dari kakak buat adek harus diterima ya kalau gak kakak gak mau ke pasar malam.
" Kakak ini kebanyakan," ucap Rani sambil tersenyum.
" kan adek bisa simpan sebagian," ucap kak Richard lagi.
" Makasih ya papa mama dan kak Richardku " ucap Rani sambil mengecup pipi ketiga orang kesayangannya itu.
" Ayo kak kita berangkat sudah jam enam loh kak," ucap Rani sambil pamit pada papa dan mamanya dan Rani kemudian menggandeng tangan kakaknya menuju ke halaman depan.
Kemudian Rani masuk kedalam mobilnya dan mereka on the way ke pasar malam di jalan Hayam Wuruk kota Denpasar.
** Chandra dan Arista
pas lagi enak enaknya melaju motor bututnya tiba tiba rewel, motornya mati ditengah jalan.
" Arista sangat dongkol melihat kejadian itu," Ris turun dulu motorku mogok tunggu aku stater pakai starter kaki dulu ya mungkin akinya sudah habis, " ucap Chandra langsung menstater ulang motornya sampai berulang kali tidak bisa hidup.
" Waduh gimana ini, " ucap Arista sambil mengelap keringat yang membasahi keningnya.
Sementara Chandra mengaduk aduk motornya tiba tiba dari kejauhan tampak mobil Honda jazz terbaru berjalan perlahan lahan mendekati ke arah mereka parkir, ketika mobil itu hampir melewati Chandra dan Arista
Sekilas Rani melihat punggung Chandra dan langsung mengatakan pada kakaknya " Kak berhenti sebentar itu ada teman adek mungkin dia butuh bantuan kita, " ucap Rani pada kakaknya.
Kak Richard menggeleng geleng kepalanya, " Adekku ini memang sangat baik hati semoga suatu saat nanti dia menemukan pria yang benar benar menyayangi dirinya karena aku tak rela adikku mendapatkan kesusahan," gumam kak Richard dalam hati.
Arista akhirnya memohon pada Chandra untuk pergi duluan dengan memesan grab,
" tunggu sebentar lah Ris entar juga baik kok, " ucap Chandra sambil terus menstater motornya.
akhirnya mobil pesanan Arista tiba dan langsung Arista masuk ke dalam mobil itu dan Arista berbicara kepada Chandra, " maaf mas aku gak bisa nunggu lama aku pergi ya mas, makasih udah mau ngantar aku " ucap Arista dan segera mobil yang di tumpanginya melaju dan menjauh dari hadapan Chandra.
"Hmmmmm belum apa apa udah kabur," Chandra menghela nafas panjang.
" Halo mas, ada yang bisa kubantu?" ucap Rani sambil turun dari mobilnya dan mendekati Chandra.
" Waduh apa gak merepotkanmu dek," ucap Chandra sambil menstater motornya lagi.
" ya enggaklah mas, " ayo numpang mobilku aja mas kebetulan nih aku mau ke pasar malam udah kangen banget makan makan dipasar malam, selain murah juga dijamin enak deh, ayolah motornya nanti baru mas ambil lagi aja." ucap Rani menarik lengan baju Chandra.
Chandra pun menurut saja dan menaiki mobilnya Rani.
" Kak kenalkan ini temanku, " ucap Rani kepada kak Richard.
Richard menyalami tangan Chandra, " Richard " ucap Richard.
" Chandra " ucap Chandra sambil menjabat tangan Richard.
" Makasih atas tumpangannya " ucap Chandra sambil melepaskan tangannya dari jabatan tangan Richard.
" iya sama sama sesama manusia harus saling menolong," ucap Richard membuat hati Chandra tersentuh.
" Udah kaya tapi gak sombong," bathin Chandra.
Tak berapa lama kemudian mobil yang membawa mereka tiba di area parkiran pasar malam.
" Cepat kak, udah gak sabar nih," ucap Rani langsung melesat turun dan berlari mendahului kakaknya dan Chandra.
" Hati hati dek,sabar dulu kakak masih parkir mobilnya biar gak macet," ucap Richard sambil memarkir mobilnya dan turun dari mobil bersama Chandra.
" Chan, mana Rani," ucap Richard melihat ke segala arah.
__ADS_1
" Udah turun duluan tadi, aku udah larang tapi gak didengarnya," ucap Chandra kemudian.
" Gawat adek nih, bikin susah kakaknya aja, mana ponselnya ketinggalan lagi " ucap Richard sambil menggigit bibirnya.
" Udahlah mas Rich kita cari bareng bareng ya, kamu ke sebelah timur aku sebelah barat pasti dia belum jauh dari sini, " ucap Chandra membagi tugas pada Richard kakak Rani.
" Baik mas nanti ketemu lagi di tempat parkir ini ya," ucap Richard sambil pergi dan mulai mencari adik sematawayangnya.
"Rani, dimana kamu dek, jangan bikin kakak pusing dek," ucap Richard sambil terus mengawasi setiap orang.
Chandra pun pergi ke arah kerumunan orang orang itu dan mencari di bagian penjualan kosmetik tidak juga menemukan Rani, kemudian pergi ke tempat permen gulali ternyata Rani sementara membeli gulali.
Chandra mengelus dadanya, " akhirnya aku menemukannya " ucap Chandra dan berjalan mendekati Rani.
" Dek Rani, " ucap Chandra sambil menggandeng tangan Rani.
" Iya mas, aku pengen makan gulali mas," ucap Rani sambil mencoba meraih gulali itu tapi tangannya tak sampai, akhirnya Chandra yang mengambil gulali dan memberikannya pada Rani, ini dek makannya jangan banyak banyak ya ," ucap Chandra sambil memberikan gulali kepada Rani.
" Makasih mas, " Rani menerima dengan senang hati.
" Berapa harganya pak," tanya Chandra pada penjual gulali itu.
" Dua puluh ribu rupiah aja pak," ucap penjual itu.
Chandra pun menyodorkan uang dua puluh ribuan kepada penjual gulali itu dan berterima kasih kemudian menggandeng tangan Rani dan melangkah pergi ke tempat parkir mobil.
" Adek tahu nomor ponselnya Richard biar kita telepon untuk mengabarinya kalau dek Rani sudah mas temukan, " ucap Chandra sambil mengambil ponsel dari saku jaketnya.
" Kita cari aja mas, sambil Rani lihat lihat apa yang akan Rani belanja," ucap Rani sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya ke arah penjual jam tangan wanita murah Yan di pajang dekat tempat mereka.
" Ayo mas, " ucap Rani sambil menarik tangan Chandra.
Chandra pun hanya mengikuti dari belakang sambil tersenyum tipis.
Mereka pun mulai memilih jam tangan itu dan ketika Rani melihat ada jam tangan couple cowok dan cewek Rani langsung mengambilnya disaat yang sama Chandra pun hendak mengambil jam couple incaran Rani.
" Mas suka juga jam ini, Lucu dan imut ya mas," ucap Rani sambil tersenyum ke arah Chandra.
"Senyuman mu mengalihkan perhatianku dek, kamu cantik sekali bikin aku betah dekat denganmu" gumam Chandra dalam hati.
" Rani pun membeli jam tangan itu dan memakaikan ke tangan Chandra,sambil dilihat lihat cocok mas " ucap Rani sambil tersenyum.
"Berapa harganya pak," tanya Rani pada penjual jam tangan itu.
" Enam puluh ribu aja non, " ucap penjual jam tangan itu.
" Ini pak uangnya," ucap Rani sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan dan uang sepuluh ribuan kepada penjual jam itu dan mereka pun pergi.
Rani pun memakai juga jam yang satunya lagi di tangannya " bagus kan mas," ucap Rani kemudian kembali melangkah ke arah baju baju kaos couple.
Rani tengah memilih kaos kaos yang di pajang di etalase dekat mereka berdua berdiri.
" Ayo mas, " ucap Rani sambil menarik tangan Chandra menuju etalase itu.
Tanpa mereka ketahui Arista juga berada di etalase itu sementara memilih baju kaos juga.
Ketika Rani melangkahkan kakinya tiba tiba kaki Rani terinjak oleh kaki seseorang yang tidak lain adalah Arista.
" Aduh kakiku," Ringis Rani sambil mencoba melepaskan kakinya dari injakkan kaki Arista.
" Maaf mbak say gak sengaja," ucap Arista membuat Chandra kaget dan melihat ke arah suara yang tidak asing baginya itu.
" Iya gak apa apa " ucap Rani sambil menggandeng tangan Chandra dan hendak melangkah pergi tapi di tahan oleh Rani.
" Oh... jadi ini pacarmu ya mas, cocok banget sama sama kismin," emang udah seharusnya aku sadar kalau aku salah orang," ucap Arista sambil mencibir dan kembali menginjak kaki Rani dan pergi menjauh dari Chandra dan Rani.
" Aduh kakiku sakit, siapa dia mas kenapa dia menginjak lagi kakiku," ucap Rani sambil meringis kesakitan.
" itu teman SMA ku dulu, maaf ya dek " ucap Chandra sambil membawa Rani untuk duduk di kursi yang ada di depan mereka.
"Permisi pak numpang duduk sebentar ya," ucap Chandra hendak mendudukkan pantatnya di bangku itu tapi langsung di halau oleh ibu ibu disitu " hei itu bukan tempat duduk itu tempat jualanku, " ucap ibu itu ketus.
" Lima menit aja Bu," ucap Chandra memohon.
" Tetap aja gak bisa mau satu menit atau lima menit tetap gak bisa itu tempat jualanku bukan tempat dudukmu,'" ucap ibu itu lagi .
Chandra mulai emosi, Rani melihat raut wajah Chandra yang sudah emosi langsung menggandeng tangan Chandra sambil berkata " Mas, sudahkah aku bisa jalan kok," ucap Rani sambil melangkah tertatih.
__ADS_1
Chandra tidak tega dengan keadaan Rani dan Chandra pun langsung menggendong Rani ala pengantin dan langsung membawanya ke arah mobil sampai disana pas ada Richard.
** Bersambung ya guys **