*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
27


__ADS_3

Keesokan harinya Rani sudah bangun sangat pagi, ia pun melakukan rutinitas pagi yaitu bangun pagi berdoa, masak dan berolahraga kemudian mandi dan mempersiapkan diri untuk bekerja.


Sesampainya di RST Sudirman Rani melihat masih sepi, karena memang jam baru menunjukkan pukul 06.30 pasti ada yang masih di jalan menuju ke tempat kerjanya.


Ketika hendak melewati ruang laboratorium seorang pria berpakaian loreng dan menggunakan jas lab warna putih mendekati Rani dan mencoba menghentikan langkah Rani.


" Dek Rani Abang minta maaf ya Abang sudah bersalah dan siap dihukum" ucap Charlos sambil mencoba mendekati gadis itu tetapi Rani sedikitpun tak bergeming.


"Malas ah ladeni orang sakit jiwa kayak kamu Bang," gumam Rani perlahan lahan tapi didengar oleh Charlos.


" Emang Abang kelihatan seperti orang sakit jiwa ya Dek," tanya Charlos lagi sambil merentangkan kedua tangannya dan berjalan mendekati Rani.


"Emang iya gak sadar diri banget sih," ucap Rani ketus.


"Stop, jangan mendekat Rani akan teriak terjadi pelecehan terhadap perempuan lemah seperti Rani" ucap Rani mengancam Charlos.


Charlos pun terdiam dan terpaku sambil menatap kepergian Rani.


"Dek Rani bagaimana caranya agar kamu bisa memaafkan aku ya, aku memang tidak pantas menjadi teman yang baik" gumam Charlos sambil menatap kepergian Rani.


Ketika Rani hendak melangkah masuk ke ruangannya di lihatnya seorang wanita yang sangat elegan mendekati ruang administrasi.


" Ngapain Mama kesini," gumam Rani sambil menatap wanita yang sangat elegan itu wanita yang melahirkannya ke dunia ini.


Akhirnya Rani memutuskan untuk pergi menemui ibunya.


Disaat itu Charlos menatap tajam ke arah Rani.


"Apa yang akan dilakukan gadis itu, kenapa dia menatap terus ke arah Dokter Alexa ya?"


berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam benak Charlos.


Matanya terbelalak melihat kejadian itu dimana Rani mendekati Dokter Alexa dan memeluknya.


" Mama " ucapan Rani mengagetkan berapa perawat dan dokter yang sementara berjalan di koridor rumah sakit itu.


" Apa? Mama? " Mereka berbicara secara bersamaan.


"Apa hubungan antara Dokter Alexa dan Dokter Rani ya?" pertanyaan yang sama yang menghiasi kepala orang orang itu.


" Eh anak mama, pantasan saja tadi mama cari cari di kamar adek udah gak ada tumben pagi banget nak" ucap Mama Alexa sambil mengelus pipi Rani.


" Sekali sekali bolehkan Mam, Rani berangkat pagi pagi buta heheheheh" Rani berbicara sambil tertawa renyah.


" Nak Chandra juga disini kan kerjanya," ucap Mama Alexa sambil tersenyum.


" Iya ma tapi Mas Chandra mau ke Bandung Ma mengikuti kegiatan selamat tiga bulan disana Ma," sambung Rani lagi.


" Mama ngapain ke sini," ucap Rani sambil membisikkan sesuatu di telinga Mamanya.


" Ooo gitu ya nak, siapa itu yang naksir anak mama?" ucap Mama Alexa sambil mencoba menggoda anak perempuan satu-satunya itu.


"Dia berpangkat letnan satu juga Mam sama seperti calon menantu Mama Mas Chandra" ucap Rani setengah berbisik.

__ADS_1


"Wah ..anak mama jadi rebutan nih" ucap Mama Alexa sambil tersenyum simpul.


"Adek bisa antar Mama ke ruangan Direktur Rumah Sakit ini dulu ya," ucap Mama Alexa sambil tersenyum.


" Baiklah Mama kebetulan Rani juga belum ngapa ngapain, masih sangat pagi " sambung Rani.


Rani pun membawa ibunya pergi ke ruangan Direktur Utama RST Sudirman di lantai 4.


"Ayo Mama kita lewat tangga biasa aja atau Mama mau lewat lift" ujar Rani lagi.


" Lewat tangga biasa aja nak, sekalian olahraga " ucap Mama Alexa sambil menarik tangan Putri kesayangannya itu.


" Kamu masih sangat muda nak, perbiasakanlah dirimu dengan berolahraga jangan mau yang gampang saja sayang" ucap Mama Alexa lagi.


"Iya Mam adek ngerti" ucap Rani sambil berjalan sejajar dengan Dokter Alexa yang tak lain adalah ibu kandungnya.


Setelah sampai lantai empat Rani mempersilahkan Mamanya untuk mengetuk pintu Direktur Utama RST Sudirman.


Tok...tok...tok....Mama Alexa mengetuk pintu ruangan itu dan terdengar suara seorang wanita dari dalam Ruangan itu berkata " Tunggu sebentar ya?"


Tiba-tiba Kleeeekkk.... pintu terbuka dan muncullah seorang wanita yang sudah memasuki usia lansia mungkin sekitar usia 60an.


" Selamat Pagi Bu Profesor " ucap Mama Alexa santun.


" Ehhh Bu Dokter Alexa apa kabar sehat selalu Bu Dokter sekeluarga?" ucap profesor yang tak lain adalah Direktur Utama RST Sudirman.


Beliau adalah teman SMA sekaligus teman kuliahnya Dokter Alexa alias Mama Rani.


" Mari Masuk Lex," ucap Profesor yang sangat kenal baik Dokter Alexa karena mereka sudah bersahabat sejak jaman putih abu-abu Sampai jenjang kuliah dan sampai masing masing berkeluarga.


"Selamat Pagi Bu Prof, " sapa seorang gadis kecil nan ayu kepada Profesor Soetji.


" Selamat pagi juga " Profesor Soetji membalas sapaan Rani.


" Ini anakmu Lex?" tanya Bu Prof pada Dokter Alexa.


" Iya Ning ini anak bungsuku dia juga bekerja di RST ini dia bertanggung jawab di bangsal Dewasa Bu Ning, aku panggil Bu Ning saja ya gak enak langsung sebut Ning, kan jaman kita udah lewat Prof," ucap Mama Alexa sambil tersenyum.


"Mari silahkan duduk dulu, " ucap Bu Prof mempersilahkan Ibu dan anak itu duduk.


Mereka pun berbicara panjang lebar sampai Rani lupa turun ke bawah untuk melakukan pekerjaannya.


Rani melihat jam Tangannya langsung kaget " Aduh Mama adek udah terlambat, adek ada Visite jam 9 nanti, Mama sama Bu Prof lanjut ceritanya ya Rani ke ruangan dulu ntar jam istrahat Rani kesini lagi jemput Mama" ucap Rani sambil menyalami tangan Bu Prof dan mengecup tangan itu.


"Anak pintar, kalau pas gak ada kesibukan mampir ke ruang Ibu ya?" ucap Profesor Soetji sambil tersenyum.


" Mama Rani pamit ya" ucap Rani sambil mengecup tangan ibunya dan pergi keluar ruangan itu.


Ketika Rani tiba di lantai dua, ia berpapasan dengan Charlos.


Rani mencoba menghindar tetapi terlanjur di lihat oleh Charlos.


" Abang minta maaf Dek, please jangan menghindar dari Abang, Abang bisa stres kalau adek menghindari Abang seperti ini." ujar Charlos sambil mencoba meraih tangan mungil itu.

__ADS_1


" Don't touch me " ucap Rani kemudian.


"Maafkan Abang Dek, tolonglah Dek jangan biarkan Abang menderita seperti ini Dek"ujar Charlos tanpa putus asa.


" Ehhh...Lu gila mangkali ondor Jao Jao dolo(Eh kamu gila ya, menjauhlah dariku)" ucap Rani dengan logat timornya.


Hai hai readers mungkin readers heran ya dengan kalimat Rani ini menggunakan logat dan bahasa dari pulau Timor.


Sedikit cerita ya readers, Rani itu lahir dan besarnya di pulau Timor. Karena dalam rumpun keluarga Rani hanya Rani yang terlahir sebagai anak perempuan satu satunya dalam keluarga makanya Kakek dan Neneknya (Opa dan Oma) ingin Rani ikut bersama mereka.


Rani ikut Opa Omanya di kota Kupang NTT dari usia 5 tahun sampai Rani berumur sekitar 14 tahun, kemudian saat masuk SMA Rani dijemput kedua orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan di pulau Dewata, saat liburan panjang pasti Rani selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kupang jenguk Opa Omanya di sana.


Itulah sedikit cerita dari Author untuk readers ya.


Next➡️


"Please Dek," ucap Charlos yang tak mau pantang mundur sebelum mendapat kata maaf dari Rani.


" Ya sudah nanti Rani pikir pikir dulu ya, sekarang Rani mau Visite dulu good bye " ucap Rani mempercepat langkahnya.


Sesampainya di ruangannya Chandra sudah menunggu kedatangannya di depan pintu ruangannya itu.


" Dari mana saja Dek, Mas cari cari gak ada, Mas telepon eh di luar jangkauan, Adek pengen banget ya bikin Mas panik" ucap Chandra sambil menatap gadis yang berdiri tepat dihadapannya itu.


"Aishhhhh Lebay banget sih Mas, biasa aja kali emang Rani gak boleh kemana mana ya," ucap Rani dengan suara agak meninggi.


"Bukan gitu Dek, Mas khawatir aja sama adek, memang salah ya kalau Mas khawatir " tanya Chandra lagi sambil menatap wajah cantik itu.


" Nggak juga sih, hanya Rani merasa terkekang mau ngapa ngapain harus ijin dulu Rani bukan Tentara Mas, masa Mas perlakukan Rani seperti Tentara sih " ucap Rani agak gusar dengan perlakuan yang over protective dari pria tampan yang sudah membuatnya jatuh cinta itu.


"Bukan gitu juga kali,Mas kayak gini karena Mas sayang dan cinta sama Adek,dan lagi besok pagi Mas sudah berangkat ke Bandung selama tiga bulan baru balik,Mas kangen lah sama Adek" ucap Chandra sambil mencoba meraih tangan Rani.


Rani hanya terdiam dan terpaku.


"Maafkan Rani Mas,ntar temani Rani ke pasar tradisional ya boleh gak Mas?tanya Rani pada Chandra.


" Boleh dong Mas akan temani dengan senang hati" ucap Chandra sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Ayo Dek,Mas keruangan dulu,adek Silahkan mengikuti Visite nya nanti jam istrahat Mas jemput ya" ucap Chandra sambil berlalu dan sempat mengucapkan I love you honey.


"Love you too honey bunny sweety" ucap Rani sambil tersenyum bahagia dan pergi ke ruangannya untuk memakai jas putihnya.


**


Setelah selesai Visite,Rani hendak keruanganya untuk berganti pakaian tetapi langkahnya di hentikan oleh Charlos.


" Hallo cantik, Abang datang lagi menyapa dirimu" ucap Charlos sambil tersenyum penuh arti.


"Abang kenapa sih ganggu Rani terus, Abang gak ada kerjaan ya menguntit Rani terus kemanapun Rani pergi pasti selalu ada Abang menyebalkan banget tau"ucap Rani dengan wajah masam.


"Terserah apa kata adek tetapi yang pasti Abang akan selalu menjagamu menyayangi mu dan mencintai mu dalam diam" Ucap Charlos dengan suara perlahan.


" Abang diluar sana banyak gadis yang mendambakan Abang kenapa Abang selalu saja memaksakan Rani untuk menjadi bagian dari Abang,padahal Abang tahu kalau Rani sudah punya pacar dan sebentar lagi kami akan menikah" ujar Rani membuyarkan lamunan Charlos.

__ADS_1


** Bersambung guys,segini dulu ya ceritanya.


Author ngurus anak anak dulu terima kasih 🙏🥰


__ADS_2