
"Baiklah salam rindu buat si cantik aja ya Broo? bye bye?" ucap Richard dan mematikan hubungan ponselnya.
"Hmm, pasti rahang Chandra mengeras ketika mendengar perkataan perkataanku? hahaha.." Richard berkata seorang diri dan terkekeh sejenak merasa telah menang memperdaya pria keras kepala dan tegas seperti Chandra.
Setelah menelepon Richard kembali ke perusahaan untuk mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.
Hari ini ia bersama sekretarisnya akan melakukan kunjungan kerja ke negara A, dan sekaligus ia akan berkunjung kekasih hatinya yang sudah lama tak ada kabar, Richard gak masalah kalau memang pacarnya itu sibuk dengan kuliah S2nya untuk itu Richard hanya mendukung dan selalu memotivasi kekasihnya itu untuk cepat lulus dari sekolahnya.
**
"Sayang!" Panggil Chandra sambil mengeringkan rambutnya yang basah setelah mandi tadi.
"Iya sayang, ada apa?" ucap Rani sambil tersenyum renyah.
"Sayang aku boleh minta pendapatmu?" tanya Chandra lagi.
"Boleh dong kita kan suami istri apa yang kita lakukan sekarang gak boleh sendiri sendiri tetapi harus berbagi," ucap Rani sambil tersenyum.
"Sayang! Seandainya aku berhenti bekerja sebagai abdi negara dan aku fokus bekerja di bagian swasta apakah kamu setuju sayang?" tanya Chandra lagi.
"Aku kan seorang Dokter mungkin kita bisa mendirikan klinik atau Rumah Sakit?" tanya Chandra lagi.
"Kalau menurut aku sih, aku lebih suka kamu seperti sekarang ini sayang, kamu kan tahu aku sangat menyukai kamu saat kamu memakai pakaian Seragam loreng seperti ini, kamu adalah abdi negaraku, kamu adalah pahlawanku aku selalu berharap kelak kamu tidak takabur, dan tidak cepat bosan dalam menjalankan profesi kamu sayang," ucap Rani sambil tersenyum tipis dan melingkarkan tangannya di pinggang sixpack Suaminya itu.
"Suamiku kita hidup sederhana seperti ini aku sudah sangat bersyukur banget, aku gak butuh harta apa pun yang terpenting dalam hidupku adalah kamu selalu bersamaku setiap saat dan selalu setia mendampingi diriku menjadi panutan bagiku dan anak anak kita kelak," ucap Rani sambil berbisik dan mengecup rahang tegas pria tampan nan seksi itu.
Chandra terkesiap dengan kejujuran istrinya itu.
Ia pun mendaratkan sebuah kecupan manis di kening sang Istri.
"Ayo kita jalan jalan di tepi pantai lagi sambil memandang bunga bunga Krisan yang indah dan bunga bunga gladiol itu." ucap Rani sambil menarik tangan Chandra.
Chandra dan Rani pun berlari lari di tepi pantai sambil sesekali mengabadikan momen momen indah mereka.
"Yank aku cape nih, istrahat sebentar ya?" ucap Rani sambil tersenyum dan meminum air mineral kemasan plastik yang ia bawa tadi.
Setelah dirasa cukup mereka berdua pun kembali berjalan menyusuri pantai itu dengan penuh rasa gembira.
__ADS_1
"Mas!" panggil Rani lembut.
"Iya sayang ada apa?"tanya Chandra sambil tersenyum lepas.
"Mas, kamu ingin punya anak berapa?" tanya Rani pada Chandra.
"Hm, Mas pengen punya anak anak yang cantik cantik seperti kamu sayang kalau bisa anak laki laki satu perempuan dua atau tiga karena Mas pengen banget punya adik perempuan tetapi gak dikasih kasih sama Mama dan Papa makanya sekarang Mas ingin banget punya anak perempuan paling banyak!" ucap Chandra sambil tersenyum nakal.
"Mas dua aja cukup mas kenapa banyak banyak? kan Rani gak bisa mengurus semuanya Mas?"protes Rani pada Chandra.
"Siapa bilang kamu sendiri yang mengurus anak anak kita? justru Mas yang akan selalu membantu kamu merawat anak anak kita sayang," ucap Chandra sambil tersenyum.
"Dasar cebol!" ucap Rani sambil tersenyum smirk.
Ketika mereka asyik bercengkrama dan tertawa terbahak bahak mereka lupa jika dari tadi sepasang mata mengawasi mereka kemanapun mereka pergi dan apa yang kalian tahu Readers sepasang mata yang menatap mereka terus menerus itu adalah orangnya Dokter Charlos.
Charlos memang selalu membuat Masalah dimana mana dan dia selalu mengikuti kemana pun Rani pergi.Ia pun selalu memperhatikan pemandangan indah yang disuguhkan oleh sepasang suami istri itu.
Charlos selalu mengikuti kemana pun mereka pergi dan memastikan kalau Rani aman aman saja dimana pun ia berada.
Rani dan Chandra tak menyadari itu semua karena mereka asyik dengan dunia mereka saat ini.
**
"Iya sayang capek banget, Yank ayo mandi nanti keburu malam." ucap Rani sambil mendorong suaminya masuk ke dalam kamar mandi.
"Cepat ya sayang, gak pake lama!" ucap Rani sambil menekan remote TV dan mulai menonton drama Korea dan drama China kesukaannya.
Chandra pun mulai melakukan ritualnya di kamar mandi, ia mengguyur tubuhnya dengan air shower hangat yang menyegarkan itu.
Sedangkan Rani sementara asyik menonton drama Korea kesukaannya.
Ia tak pernah bosan dengan drama Korea yang sudah ia ikuti selama ini, sayang kalau sampai gak ikut, penasaran jadinya.
Setelah selesai mandi Chandra pun keluar dari kamar mandi dan menuju ke tempat berganti pakaian.
"Sayang ayo mandi biar segar badanmu!" ucap Chandra sambil melempar piyama mandi milik wanita itu.
__ADS_1
"Jangan manja gitu sayang kamu harus mandi biar segar dan semangat!"ucap Chandra sambil tersenyum.
"Iya sayang!! Tapi drakorku ketinggalan episodenya dong sayang?" ucap Rani sambil menatap televisi di depannya itu.
"Ayo sayang nanti dilanjutkan lagi, atau nanti aku ajak kamu nonton langsung di bioskop biar kamu puas nontonnya!" ucap Chandra sambil tersenyum.
"Janji sayang kamu bakal ajak aku nonton bioskop drakor kesukaan aku!"ucap Rani sambil berlalu menuju kamar mandi.
Ia pun berendam di dalam bathtub yang sudah di sediakan oleh suaminya itu.
"Hm, ternyata suamiku sangat perhatian sama aku, buktinya air untuk mandiku sudah dia siapkan!"ucap Rani dalam hati.
Rani pun hanyut dalam lamunannya sampai sampai suaminya menggedor pintu kamar mandi tak didengarnya karena asyik dengan khayalannya sendiri.
"Sayang jangan bilang kamu ketiduran ya di dalam kamar mandi?" ucap Chandra lagi.
Sejam kemudian Rani keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama mandinya dan hair cap di kepalanya.
"Sayang maaf aku masih berendam meluruskan urat uratku yang kaku akibat jalan jalan tadi." ucap Rani sambil tersenyum karena merasa lucu ia melihat wajah suaminya berubah jadi sendu dan terlihat kesal karena lama menunggu.
**
Selesai berganti pakaian, Rani menghampiri suaminya yang duduk bersandar di kursi sofa itu sambil mengecup kening suaminya.
"Sayang ayo pesan makanan untuk kita, aku lapar banget suamiku!" ucap Rani sambil duduk diatas pangkuan suaminya itu.
"Saat aku lagi kesal kamu mampu membuat hatiku kembali dingin istriku, aku ingin kamu selalu seperti ini hingga kita menua nanti."ucap Chandra sambil terus mengelus pucuk kepala sang istri dengan lembutnya.
"Sayang sabar ya makanannya akan segera diantar oleh kurir."ucap Chandra sambil tersenyum.
"Kamu udah benar benar lapar ya sayang?"tanya Chandra pada istrinya itu.
"Iya sayang, bahkan cacing cacing penghuni ususku sudah semakin mengamuk."ucap Rani sambil tersenyum manja pada suaminya.
🍬🍬🍬🍬🌹🌹🌹🌹🍬🍬🍬🌹🌹🌹🌹🍬
"Hai Readers maaf ya lama gak update, habis Readers Readersku sangat pelit memberi like dan hadiah...makanya author jadi kurang semangat untuk update."
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komentar dan vote ya Readersku tersayang terima kasih 🙏🥰