
"Abang gak percaya kalau kamu benar benar sudah mau menikah itu hanya akal akalan mu saja Dek biar Abang menjauh dari kamu Dek tipuan amatir namanya" ucap Charlos sambil berlalu dan pergi.
"Aku pergi bukan karena takut tapi aku ingin membuat sebuah rencana yang super dan spektakuler untuk mendapatkan kamu Dek" gumam Charlos sambil melangkah dengan panjang.
**
Jam pulang Kerja pun sudah tiba, Rani memncoba untuk pergi ke lantai empat dimana kedua orang tua itu berbincang.
"Mungkinkah Mama sudah pulang?" gumam Rani begitu melangkah masuk ke dalam lift.
Ketika tiba di lantai empat dilihatnya kedua orang tua itu masih bercerita dan mereka sedang mempelajari sebuah studi kasus karena ibunya Rani akan mendapatkan gelar Doktor juga.
" Selamat siang Ibu berdua," Sapa Rani mengagetkan dua orang wanita elegan itu.
" Belum selesai ya Ma," ucap Rani sambil tersenyum dan melangkah masuk.
" Makan dulu sana makan siangnya sudah Mama dan Bu Ningsih siapkan nak, ayo makan dan biarkan Mama dan teman Mama yang cantik ini melanjutkan pekerjaan ini" ucap Mama Alexa sbil terus mengetik di laptopnya.
" Rani makan dulu ya Bu ibu," ucap Rani sambil menyantap makanan yang sudah tersedia di depannya itu.
Setelah selesai makan Rani pun mencuri semua piring piring kotor di dapur kecil milik Bu Ningsih Sang Profesor.
Setelah semuanya beres Rani keluar dari dapur dan berjalan keluar menuju ruangan dimana Mama Alexa dan Bu Prof sementara mengerjakan tugas tugasnya.
Dering ponsel Rani mengagetkan Rani,
" Hallo Mas, ada apa Mas " ucap Rani yang sudah melupakan janjinya pada Chandra.
" Adek dimana udah lupa ya Mas runggu sekarang juga, di depan ruangan Adek" ucap Chandra sambil berjalan menuju ke arah ruangan Rani.
Ketika Chandra berjalan mendekati ke arah ruangan Rani ternyata disana sudah berdiri Charlos tepat di pintunya Rani.
"Ngapain dia disana"ucap Chandra pada dirinya sendiri.
Charlos sudah melihat Chandra ke arah ruangannya Rani makanya dengan cepat Charlos langsung berlari duluan ke sana.
__ADS_1
" Sialan si Charlos mau cari masalah lagi sama aku ya belum tahu dia tentang pria tampan pemilik hati Sang Putri Rani Prada Winata" ucap Chandra dalam hati.
Chandra pun hanya berdiri dari jauh dan mulai menekan tombol ponselnya lagi.
Ponsel Rani berdering lagi....
" Hallo Mas, tunggu ya aku masih di lantai empat masih ada urusan 10 menit lagi aku turun ya," ucap Rani lagi.
" Adek benaran di lantai empat, Mas samperin kesitu ya " ucap Chandra langsung mematikan ponselnya dan berjalan ke arah lantai empat.
" Mama Rani duluan ya, Rani ada janji sama Mas Chandra Mam besok Mas Chandra berangkat ke Bandung ikut pelatihan Secaba selama tiga bulan " ucap Rani sambil tersenyum dan mendekati ibunya dan mencium pipi ibunya danntak lupa mencium pipi Bu Ningsih juga.
" Bu Prof Rani pamit dulu ya Rani sudah ditunggu dibawah,nanti ada waktu Rani bakal ke sini lagi ya dadahhhh " ucap Rani sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan kedua ibu ibu cantik itu.
Rani pun menuruni tangga dari lantai empat ke lantai satu.
" Aduhhh capeknya" ujar Rani sambil mengambil tissue basah dari dalam tasnya dan mencoba me lap wajahnya tetapi tiba tiba ada tangan kekar yang mengelap keringat di pipi dan dahi Rani dengan menggunakan sapu tangan warna putih.
" Sayang, gak apa apa kan kalau capek bilang aja biar Mas menggendong adek " ucap Chandra menawarkan bantuannya.
" Mas, ayo berangkat Rani sudah membawa tas Rani kok, Rani gak akan ke ruangan lagi" ucap Rani sambil memegang tangan Chandra dan mereka bergandengan tangan pergi ke arah tempat parkir.
" Mas sudah makan belum,"tanya Rani pada chandra.
"Makan apa sayang, Mas belum makan lah Mas menunggu dirimu bidadariku" ucap Chandra mencubit pipi Rani.
"Maaf Mas Rani udah makan tadi lantai empat sama Mama dan Profesor Soetji" ucap Rani sambil memegang tangan Chandra erat.
" Iya sayang gak apa apa ntar temani Mas makan ya" ucap Chandra sambil mengacak-acak rambut panjang Rani.
"Mas gak marah kan sama Rani," tanya Rani lagi.
" Kenapa Mas harus marah,Mas sayang banget sama Adek" ucap Chandra sambil mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi Rani dan membuat pipi itu bersemu merah.
"Mas setelah tiba di Bandung jangan lupa kabari Rani ya Mas biar Rani gak khawatir" ucap Rani polos.
__ADS_1
" Adek Mas mau mengatakan sesuatu kalau Mas sangat menyayangi dan mencintai Adek,tolong jaga diri dan hatimu untuk Mas,
Selama Mas pergi mungkin Mas sangat sibuk dan jarang komunikasi dengan Adek tolong dimengerti ya, tetapi Mas akan usahakan untuk selalu memberi kabar saat ada kesempatan''ucap Chandra sambil memeluk pinggang Rani.
" Mas kita ke pasar ya, pakai Bus saja ya" ucap Chandra sambil menarik tangan Rani dan menuju ke Halte.
Banyak orang yang menunggu bus duduk di halte itu.
Jarak antara halte dengan keberadaan mereka sekitar 500 meter.
Tiba tiba hujan turun dengan derasnya dan Chandra langsung memeluk Rani dengan eratnya dan mereka pun berlindung di bawah pohon akasia di sepanjang jalan itu.
" Adek gak apa apa kan," tanya Chandra sambil terus melindungi kepala Rani dari curah air hujan yang deras itu.
"Mas gak mau kamu sakit, Mas gak akan tenang kalau kamu sakit, adek kan tau kalo mas over protective sama adek tolong adek jaga diri baik-baik biar gak sakit adek mau kan dengar kata Mas" ucap Chandra sambil mengusap rambut Rani yang nyaris basah kuyup.
Rani merasakan kehangatan yang menjalar di sekujur tubuhnya karena dekapan dari pria kekar dan berotot seperti Chandra.
" Jantung Mas berdetak sangat kencang, " ucap Chandra sambil tangan kanannya mengelus dada kirinya.
"Rani juga saat Mas peluk tadi rasanya nih jantung mau copot aja dari dalam tubuh Rani" ucap Rani sambil menengadah ke atas dan kepalanya terbentur kena dagu Chandra yang sedikit ditumbuhi janggut sepanjang lima centi meter itu.
"Apakah Mas sering mengalami ini, maksudnya jantung Mas sering berdebar-debar seperti ini?" tanya Rani pada Chandra.
"Jantung Mas ini hanya berdebar saat melihat gadis cantik seperti Adek saja, apalagi kalau berpelukan seperti ini aduh rasanya jantung ini semakin berdebar dan rasanya pengen dekat terus ma Adek, hanya Adek saja yang membuat jantung Mas berdetak dengan kencang seperti ini" ucap Chandra sambil mengelus pipi Rani.
"Jangan pernah tinggalkan Mas ya Dek, Mas bisa mati kalau Adek tinggalkan Mas," sambung Chandra lagi.
" Mas, Rani panggil Abang boleh gak," ucap Rani sambil mencoba melepaskan pelukannya karena hujan sudah mulai berhenti sisa sisa gerimis kecil yang turun perlahan namun pasti.
" Boleh dong, kalau Adek panggil dengan sebutan Kakak juga Mas setuju, Mas mau hubungan kita jangan hanya sebagai suami istri saja tetapi Mas mau adek menganggap Mas sebagai Kakak, sebagai suami, sebagai teman,sebagai sahabat, sebagai guru, sebagai Bapak, agar komunikasi antara kita selalu bagus dan baik adanya," ujar Chandra sambil melepaskan pelukannya.
"Mas baju Mas basah ini gimana dong, kita cari baju kaos biar kita beli saja Mas ganti ya biar gak masuk angin." ucap Rani sambil mengelap rambut dan wajah Chandra yang masih ada sisa air hujan yang menetes.
Next➡️
__ADS_1
Bersambung guys author makan siang dulu🤭